Home / Uncategorized / Tips Bisnis (page 5)

Tips Bisnis

12 Cara untuk Meningkatkan Produktivitas Sales dan Marketing Anda

Sebagai seorang pengusaha tentunya Anda harus memahami tugas dan peran seorang sales dan marketing. Pada umumnya, sales bertanggung jawab untuk melakukan  penjualan produk. Sedangkan marketing bertanggung jawab untuk merancang strategi pemasaran dengan tepat. Kedua bagian tersebut merupakan ujung tombak perusahaan. Karena maju tidaknya suatu usaha ada di tangan mereka.

Di beberapa perusahaan, sales dan marketing merupakan dua divisi yang terpisah. Sales lebih fokus pada penjualan produk. Dia tidak memikirkan apakah pelanggan terpuaskan atau tidak. Sedangkan marketing berfokus pada cara untuk menjaga citra dan brand awareness suatu produk agar pelanggan dapat memutuskan membeli atau tidak dengan cepat.

Namun, tidak sedikit juga perusahaan yang menjadikan dua divisi tersebut menjadi satu dikarenakan minimnya jumlah karyawan ataupun karena untuk efisiensi cost perusahaan. Dan tidak ada yang salah ketika bagian sales dan marketing dijadikan satu ataupun dipisah.

Tergantung dari kebutuhan dan kemampuan dari masing–masing peusahaan. Intinya bahwa tugas dan tanggung jawab dari sales ataupun marketing dijalankan dengan baik serta dapat mencapai target yang ditetapkan. Kemudian yang juga penting yaitu menjaga agar kedua divisi tersebut tetap produktif.

Selanjutnya, bagaimana cara untuk meningkatkan produktivitas sales dan merketing?

Caranya adalah :

  1. Jaga kekompakan tim. Perhatikan kembali apakah tim tersebut masih bekerja secara individu atau sudah dapat bekerja sama dengan baik. Luruskan kembali jika masih ada tim yang berkompetisi di dalam tubuh perusahaan.
  2. Atur ulang jadwal meeting internal supaya lebih efektif. Jika sebelumnya meeting internal bisa menghabiskan waktu hingga satu jam, maka Anda dapat mengaturnya kembali menjadi setengah jam. Sedangkan sisanya bisa digunakan untuk aktivitas yang lain.
  3. Ciptakan sistem untuk menggantikan data entry yang selama ini masih dilakukan secara manual.
  4. Siapkan target dan gol yang ingin diraih oleh tim baik bulanan, kuartalan, semester ataupun tahunan.
  5. Buatlah perencanaan dengan matang sebagai pendukung untuk mencapai target yang telah ditetapkan.
  6. Fokus pada perencanaan yang telah dibuat. Fokus juga pada pembeli yang sudah ada serta calon pembeli potensial.
  7. Terus belajar dalam situasi apapun. Belajar untuk memperbaiki kesalahan yang telah dilakukan. Bisa dari pengalaman pribadi ataupun orang lain. Dengan belajar maka produktivitas akan meningkat.
  8. Istirahatlah sejenak ketika Anda merasa sangat lelah. Jangan terlalu memforsir tubuh Anda yang dapat mengakibatkan kerja menjadi tidak produktif. Beristirahatah sejenak untuk mengembalikan tenaga Anda.
  9. Evaluasi kinerja tim secara berkala. Baik secara harian, mingguan ataupun bulanan. Dengan melakukan evaluasi, maka kinerja yang kurang efektif dapat segera diperbaiki.
  10. Tingkatkan sikap sosial kepada pelanggan. Jagalah hubugan baik dan bersosialisasilah dengan pelanggan. Kenali pelanggan dengan baik dan jangan putus komunikasi. Berilah ucapan selamat ketika hari besar atau ketika mereka mencapai suatu prestasi.
  11. Alokasikan waktu untuk bersama–sama melakukan sharing session. Karena tim perlu menceritakan kesulitan-kesulitan yang dihadapi di lapangan dan bagaimana cara mengatasinya. Hal ini bisa menjadi new insight bagi tim lain yang mungkin belum mengalaminya.
  12. Berikan perhatian dan penghargaan atas prestasi yang telah diraih tim. Dengan harapan dapat dijadikan sebagai role model bagi tim lain yang belum mencapai target dan agar lebih produktif dalam bekerja.

Itulah 12 cara untuk meningkatkan produktivitas sales dan marketing Anda. Jika Anda rasa artikel ini bermanfaat, maka jangan lupa membagikannya kepada pembaca yang lain. Berbagi itu indah. Salam Let’s #beefree

Cara Menghitung Gaji Karyawan Perusahaan Anda yang Baik dan Benar

Seseorang yang bekerja di suatu perusahaan dimana perusahaan tersebut menghasilkan kentungan pasti akan mendapat gaji sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Karena gaji merupakan hak dari seorang pekerja setelah menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya.

Sedangkan bagi pengusaha, gaji merupakan kewajiban rutin yang harus ditunaikan setiap periode, baik sebulan sekali maupun seminggu sekali. Tergantung kebijakan masing-masing perusahaan. Sebelum menghitung gaji, terlebih dahulu harus Anda ketahui komponen–komponen yang terkandung di dalamnya.

Komponen-Komponen Gaji 

  1. Tunjangan
  2. Potongan
  3. Uang lembur
  4. dan Gaji pokok itu sendiri.

Komponen tunjangan merupakan pelengkap gaji, jenisnya antara lain : tunjangan transport, makan, jabatan, dan sebagainya. Pengusaha perlu memberikan tunjangan bagi karyawan sebagai bentuk kepedulian serta agar karyawan lebih semangat dalam bekerja.

Lain halnya dengan potongan. Perusahaan melakukan potongan karena berhubungan dengan pribadi karyawan. Misalnya, untuk iuran kesehatan, pajak atau kepentingan lain.

Sedangkan untuk uang lembur biasanya diberikan setelah karyawan melakukan kerja ekstra di luar jam kerja reguler. Namun, ada juga perusahaan yang tidak menetapkan adanya uang lembur. Semuanya tergantung kebijakan masing–masing perusahaan.

Dan untuk gaji pokok, ada ketentuan yang harus diikuti perusahaan. Seperti Undang–undang no. 13 tahun 2003 dan upah minimum provinsi (UMP) yang besarnya berbeda di tiap wilayah serta berubah setiap tahunnya. Selain itu, faktor pengalaman kerja serta keahlian juga menjadi pertimbangan dalam menentukan besarnya gaji karyawan.

Selanjutnya, untuk menghitung gaji karyawan dapat dilakukan dengan metode yang sudah umum digunakan yaitu metode prorata. Dalam metode ini ada dua cara yang dapat dipakai.

2 Macam Metode Penghitungan Gaji Karyawan

Cara Pertama

  1. Hitung jumlah hari kerja dalam satu bulan, misal di bulan Januari 2018 (Senin – Jumat) ada 23 hari kerja. Dari 23 hari tersebut, misalkan karyawan X hanya masuk selama 10 hari kerja.
  2. Hitung gaji pokok dan tunjangan yang telah ditetapkan perusahaan, contohnya : Rp 8.000.000 dalam sebulan.
  3. Hitung upah per jam dibagi dengan 173 jam kerja, maka didapat = Rp 8.000.000/173 = Rp 46.242,
  4. Masukkan ke dalam rumus berikut

= Jumlah hari kerja dalam sebulan x jumlah jam kerja dalam sehari x upah/jam

= 10 x 8 x Rp 46.242

= Rp 3.699.360

Angka Rp 3.699.360 belum dipotong pajak dan potongan lainnya.

Cara Kedua

  1. Bagilah gaji tahunan full time dengan 52 jam kerja, misal gaji bulanan = Rp 6.000.000, maka gaji tahunan = Rp 6.000.000 x 12 = Rp 72.000.000 / 52 = Rp 1.384.615
  2. Hitunglah tarif per jam karyawan dengan cara membagi hasil dari perhitungan pada nomor 1(Rp 1.384.615) dengan jumlah jam penuh selama sebulan (= 40 jam), sehingga didapat = Rp 1.384.615 / 40 = Rp 34.615
  3. Hitunglah gaji mingguan karyawan dengan cara mengalikan tarif per jam karyawan dengan 28 jam kerja per minggu = Rp 34.615 x 28 = Rp 969.220
  4. Hitunglah gaji bulanan karyawan dengan cara mengalikan gaji mingguan (Rp 807.692) dengan 52 minggu (dalam sebulan) = Rp 969.220 x 52 = Rp 50.399.440
  5. Bagilah gaji tahunan karyawan dengan 12 bulan gaji = Rp 50.399.440 / 12 = Rp 4.199.953

Kesimpulannya ;

Kedua cara tersebut sama–sama benar, tinggal Anda pilih salah satu. Kemudian, selain dengan perhitungan secara manual, untuk menghitung gaji karyawan juga bisa dilakukan dengan menggunakan excel ataupun software yang saat ini sudah banyak dijual bebas. Carilah yang sesuai dengan jenis perusahaan Anda.

Ingat bahwa masalah gaji merupakan hal yang sangat privacy dan crucial. Jadi, harus dihitung dengan ekstra hati- hati.

Itulah cara menghitung gaji karyawan perusahaan Anda yang baik dan benar berdasarkan ketentuan yang berlaku. Jika Anda rasa artikel ini bermanfaat, maka jangan sungkan-sungkan untuk membagikannya kepada pembaca yang lain. Berbagi itu indah. Salam Let’s #beefree

 

Materi Akuntansi Perpajakan Serta Contoh Soalnya

Akuntansi Perpajakan adalah suatu proses pencatatan, penggolongan dan pengikhtisaran suatu transaksi keuangan. Kaitannya dengan kewajiban perpajakan dan diakhiri dengan  pembuatan laporan keuangan fiskal sesuai dengan ketentuan dan peraturan perpajakan.

Yang terkait sebagai dasar pembuatan Surat Pemberitahuan Tahunan. Oleh karena itu kami akan menyajikan Materi Akuntansi Perpajakan Serta Contoh Soalnya.

Soal akuntansi perpajakan biasanya berupa manfaat akuntansi bagi perusahaan dan pemerintah, bagan alir dokumen dan konsep pajak di Indonesia seperti definisi pajak, azas, stelsel, jenis-jenis pajak, pajak penghasilan, subjek dan objek pajak.

Pajak-pajak final dan tidak final, pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan Barang Mewah, pajak orang pribadi, witholding taxes, dan pajak WP Badan. 

Proses akuntansi perpajakan tidak jauh beda dengan proses akuntansi seperti biasanya. Akuntansi selalu dimulai dengan transaksi yang akan dicatat. Transaksi ini kaitannya dengan informasi keuangan yang dapat dinilai dengan uang, bukan informasi non-keuangan.

Lalu transaksi ini akan dicatat pada suatu Jurnal, kemudian di posting, lalu dimasukan ke dalam neraca lajur dan diakhiri dengan pembuatan laporan keuangan. Laporan keuagan ini dapat dibuat secara bulanan atau tahunan. Dengan menggunakan akuntansi pajak kita bisa menyusun strategi dalam hal yang mengenai perpajakan.

Contohnya tentang bagaimana Anda menyiapkan dana untuk membayar pajak, dan tentang bagaimana Anda bisa membayarkan pajak setelah ada potongan (diskon) sehingga pajak yang besar bisa sedikit di minimalisir, dengan begitu perusahaan tidak perlu khawatir dengan pajak.

Melalui akuntansi pajak, Anda dapat memprediksikan besaran pajak yang harus dibayarkan. Jadi Anda mampu mempersiapkannya lebih awal. Sehingga pada saat tiba waktunya pembayaran makan Anda tidak akan kesulitan dalam membayarkannya.

Dengan adanya akuntansi pajak, perusahaan diharapkan bisa menerapkan praktik akuntansi dengan baik atas permasalahan pajak, yang meliputi penilaian/perhitungan, pencatatan, pengakuan atas pajak, dan dapat menyajikan di dalamnya laporan baik komersial maupun fiskal pada suatu perusahaan.

Penyusunan akuntansi pajak pada akhirnya digunakan sebagai arsip atau dokumentasi yang setiap saat dapat dibuka dan dipelajari.  Dengan tujuan membandingkan dengan tahun-tahun yang selanjutnya, apabila terdapat kemajuan bisa dilanjutkan dan dipertahankan dan apabila ada kemrosoton dapat segera dicarikan solusi yang tepat. Ini merupakan bentuk evaluasi dari akuntansi pajak.

Kehadiran akuntansi pajak adalah untuk memberikan kemudahan perhitungan dan riil bagi wajib pajak. Akuntansi pajak juga berfungsi untuk menyadarkan wajib pajak untuk menunaikan. membayarkan kewajiban pajaknya dengan kesadaran sendiri.

Contoh Soalnya adalah sebagai berikut :

1. Seorang wajib pajak orang pribadi dengan status kawin memiliki dua anak (K/2) (PenghasilanTidak Kena Pajak K/2 = Rp.7.200.000). Peredaran bruto sebesar Rp.500.000.000 dengan persentase penghitungan sebesar 20%.

Berapa jumlah penghasilan kena pajak nya?

Jawabannya adalah Penghasilan bruto = Rp. 500.000.000 dan Penghasilan neto (20%) Rp. 100.000.000. PTKP K/2 (Rp 7.200.000) – PKP = Rp. 92.800.000. Jadi penghasilan kena pajaknya sebesar Rp. 92.800.000

2.  Sebuah keluarga disebuah desa Bapak dan istrinya beserta 4 anaknya. Sang Bapak seorang kepala sekolah dengan penghasilan sebesar Rp. 9.800.000,00. Hitunglah besar pajak penghasilannya yang harus dibayarkan perbulannya?

Jawabannya adalah 

Dana jabatan : 5 % x Rp. 9.800.000,00 = Rp. 300.000,00

Sisa: Rp. 9.500.000,00

Gaji dalam waktu 1 tahun : 12 x Rp. 9.500.000,00 = Rp. 114.000.000,00

PTKP : Rp. 15.840.000,00

4 x Rp. 1.320.000,00 + Hasil Rp. 21.120.000,00

Gaji yang kena pajak : Rp. 82.880.000,00

Jumlah pajak yang harus dibayar :

5 % x Rp. 50.000.000,00 = Rp. 2.500.000,00

15 % x Rp. 32.880.000,00 = Rp. 4.932.000,00

Rp. 7.432.000,00

3. Berapa % besarnya tarif pajak atas impor yang menggunakan Angka Pengenal Importir (API) ?

Jawabnnya adalah besarnya tarif PPh 22 atas impor yang menggunakan API adalah 2,5% dari nilai impor yang sesuai dengan tujuan akuntansi biaya.

Sekian Artikel dari kami semoga bermanfaat. Jangan lupa dishare di akun sosial media Anda ya agar teman Anda juga mendapatkan maanfaatnya. Banyak berbagi banyak rejeki lho. Jika ada yang ingin ditanyakan silahkan koment dibawah. Terimakasih. Salam Let’s #beefree

6 Fungsi Dan Contoh Buku Besar Dalam Akuntansi

Buku besar akuntansi adalah buku akuntansi yang memfasilitasi transfer semua entri jurnal dalam urutan kronologis ke rekening masing-masing.

Buku besar di pakai sebagai buku utama yang merangkum catatan semua transaksi keuangan kemudian mengkonsolidasikan masukan dari semua jurnal akuntansi. Inilah dasar pembuatan laporan neraca maupun laporan laba rugi.

Akun pada buku besar terkadang tidak mencerminkan data secara rinci, seperti rekening utang, piutang, dan persediaan barang dagang. Buku besar akuntansi terbagi menjadi dua macam yaitu buku besar umum (general ledger) dan buku besar pembantu (subsidiary ledger).  

Mengapa buku besar dianggap penting? Pembahasan ini tidak jauh dari fungsi atau manfaat yang dimilikinya. Maka dari itu kami akan membahas 6 Fungsi dan contoh buku besar dalam akuntansi.

Fungsi dari buku besar antara lain adalah sebagai berikut ;

1. Mengumpulkan Data-Data Transaksi

Mengumpulkan data-data transaksi keuangan yang terjadi pada perusahaan dalam suatu periode akuntansi tertentu dan dilakukan secara berkelanjutan.

Transaksi keuangan yang mengakibatkan adanya perubahan atas aset, utang dan modal perusahaan dicatat pada jurnal melalui akun-akun tertentu. Selanjutnya akun-akun tersebut akan diikhtisarkan secara lengkap pada buku besar.

Lengkap dalam arti buku besar memuat akun-akun tersebut meliputi saldo awalnya, mutasi debet-kredit, nomor referensi yang terhubung pada jurnal, dan saldo akhir periode. 

2. Media klasifikasi Dan Pengkodean Data Transaksi yang Bersumber Dari Akun.

Untuk mempermudah proses akuntansi, akun-akun yang tercerai-berai pada jurnal-jurnal tersebut akan ditampung pada buku besar. Untuk selanjutnya diklasifikasi dan dilakukan pengkodean data transaksi.

3. Validasi Transaksi Yang Sudah Terkumpul.

Buku besar yang terdiri dari berbagai jenis akun akan dihitung masing-masing saldonya. Dengan nilai saldo tersebut, disusunlah neraca saldo yang merupakan bagian dari evaluasi sebelum menginjak pada penyusunan laporan keuangan.

Tanpa adanya buku besar, maka akan kesulitan untuk menghitung nilai saldo dari banyak akun yang dipakai perusahaan karena memakan banyak waktu dan tenaga. Sehingga akan kesulitan pula untuk menyusun neraca saldo. Sehingga transaksi yang sudah terkumpul dapat di validasi

4. Melakukan Updating Akun Pada Buku Besar Umum dan file Atau Berkas-Berkas Transaksi.

Akun yang muncul dari transaksi keuangan pada jurnal-jurnal yang dihasilkan, akan diupdate dan dikumpulkan dalam buku besar.

5. Melakukan Pencatatan Penyesuaian Terhadap Akun.

Transaksi keuangan yang terjadi pada perusahaan dicatat pada jurnal umum maupun jurnal khusus. Di mana dari jurnal tersebut akan muncul banyak akun akibat transaksi yang terjadi.

Untuk mempermudah proses akuntansi, akun-akun yang tercerai-berai pada jurnal-jurnal tersebut akan ditampung pada buku besar. Untuk selanjutnya diproses dan disusun menjadi laporan keuangan. 

6. Mempersiapkan Laporan Keuangan

Selain sebagai salah satu bagian dari proses akuntansi, buku besar juga berfungsi sebagai pembantu laporan keuangan. Maksudnya, buku besar memuat perubahan atau mutasi debet-kredit akun-akun akibat dari terjadinya transaksi keuangan.

Dan buku besar tersebut bertindak sebagai rincian dari akumulasi saldo akun-akun terkait yang ada pada laporan keuangan. Laporan keuangan memang hanya memuat nilai saldo akhir dari akun-akun perusahaan.

Contoh Buku Besar adalah sebagai berikut:

Buku besar dalam akuntansi adalah buku akuntansi yang dapat memfasilitasi transfer semua entri jurnal dalam urutan kronologis ke rekening masing-masing.

Selain itu transaksi dalam rekening yang digunakan buku besar juga selalu memuat debit dan kredit dibawah setiap akun dan serta saldo yang dihasilkan. Sebab itulah buku besar menjadi begitu penting dalam akuntansi.

Sekian artikel dari kami semoga bermanfaat. Jangan lupa untuk share di akun sosial media Anda ya. Agar teman-teman Anda juga dapat mendapatkan manfaatnya. Terimakasih. Salam Let’s #beefree

 

Sifat Manajemen Yang Mengerikan ini Alasan Utama Karyawan Mengundurkan diri

Ada banyak tekanan untuk melakukan pekerjaan dengan baik. Memang, sepertiga dari karyawan yang disurvei mengatakan bahwa mereka akan berhenti kerja karena manajer yang buruk. Seperti yang mereka katakan, orang tidak berhenti bekerja, mereka keluar dari Managemen yang buruk.

 Sifat Manajemen Yang Mengerikan ini Alasan Utama Karyawan Mengundurkan diri:

1. Tidak pernah menunjukkan penghargaan atas pekerjaan yang dilakukan dengan baik

Sebuah studi “CareerBuilder menemukan bahwa 50% pekerja akan tertarik untuk tinggal dengan perusahaan jika mereka mendapat pengakuan lebih”

Pada saat yang sama, sebuah studi lain yang ditugaskan oleh David Novak, salah satu pendiri dan pensiunan Ketua dan CEO Yum! dan pendiri O Great One !, menemukan bahwa “82% orang Amerika yang bekerja tidak merasa bahwa supervisor mereka cukup mengenali kontribusi mereka”.

Hasil survei yang digelar American Psychological Association (APA) menemukan, setengah dari karyawan yang merasa tidak dihargai di kantor berencana melamar pekerjaan di tempat kerja lain tahun depan. 

Pekerja yang merasa dihargai oleh perusahaan tempatnya bekerja cenderung memiliki kesehatan fisik dan mental yang lebih baik, serta cenderung memiliki keterikatan, keterlibatan, kepuasan, serta motivasi untuk bekerja lebih baik kepada perusahaan.

Sementara karyawan Anda hampir pasti lebih memilih hadiah uang tunai, liburan gratis, dan penghargaan untuk pekerjaan yang baik, sebuah apresiasi yang sederhana seperti “good job!” bisa lebih mengena. Kuncinya, menurut Novak, adalah untuk membuat pengakuan pribadi, tepat waktu, dan relatif sering.

Hasil studi yang dilangsungkan terhadap 1.700 karyawan penuh dan paruh waktu di berbagai daerah di Amerika Serikat ini menemukan, lebih dari 90 persen karyawan yang merasa dihargai perusahaan terpacu bekerja lebih baik. 

Beberapa faktor yang membuat karyawan merasa tidak dihargai antara lain; tidak cukup banyak kesempatan untuk terlibat dalam pengambilan keputusan di lingkungan kerja, kecewa dengan potensi pertumbuhan dan kenaikan karier di kantor, tidak ada kelonggaran waktu kerja, dan merasa kompensasi yang didapat dari hasil kerja tidak sepadan (materi maupun non-materi).

Jika seorang karyawan merasa dihargai di kantornya, 78 persen responden mengatakan akan mau merekomendasikan perusahaan tersebut kepada temannya. Jika karyawan merasa dihargai, kemungkinan ia untuk mencari pekerjaan lain hanya sebanyak 14 persen.

2. Tidak Komunikatif

Karyawan Anda bukan pembaca pikiran. Sementara pekerja terbaik akan mencoba mengantisipasi kebutuhan Anda, tidak adil untuk mencekik mereka karena melewatkan tenggat waktu yang bahkan tidak mereka ketahui.

Perusahaan terbaik menetapkan harapan yang jelas tentang apa yang mereka butuhkan dari karyawan mereka dan seperti apa kesuksesan dan secara konsisten memberikan umpan balik.

3. Tidak Fleksible dan Akomodatif

Mengontrol alur kerja karyawan Anda tidak hanya mengganggu bahkan mungkin membunuh mereka. Menurut sebuah studi dari Kelley School of Business dari Indiana University.

Orang-orang dalam pekerjaan yang sangat menuntut dengan sedikit kontrol atas alur kerja mereka melihat peningkatan 15,4% kemungkinan kematian dibandingkan dengan orang-orang yang pekerjaannya kurang banyak menuntut.

Pada saat yang sama, orang-orang yang memiliki pekerjaan dengan permintaan tinggi dengan tingkat kontrol yang tinggi atas alur kerja mereka memiliki penurunan 34% dalam kemungkinan kematian dibandingkan dengan orang-orang yang memiliki pekerjaan yang tidak terlalu menuntut.

4. Hypocritical

Berpura-pura bahwa departemen tersebut adalah lingkungan yang ramah dan kolaboratif saat mereka membutuhkan kerja ekstra, tapi bila karyawan tersebut perlu istirahat baik, mereka mengatakan “Tidak ada pengecualian!”

5. Kurangnya Kepercayaan

Bila managemen tidak mempercayai tim mereka untuk menangani beban kerja, Anda akan melihatnya terwujud dalam beberapa cara. Ini bisa mencakup apa saja dari terus-menerus memeriksa status pekerjaan, hingga proyek-proyek micromanaging. Ini adalah cara yang pasti untuk menghancurkan semangat kerja karyawan.

Anda harus mempercayai karyawan Anda, dan percaya bahwa mereka akan mencapai tujuan mereka untuk Anda. Jika Anda benar-benar tidak dapat mempercayai karyawan di antara kelompok Anda, maka evaluasi ulang karyawan itu jika Anda tidak dapat mempercayai tim Anda, maka inilah saatnya untuk mengevaluasi kembali diri Anda sendiri.

Sekian artikel Sifat Manajemen Yang Mengerikan ini Alasan Utama Karyawan Mengundurkan diri dari kami, Jangan lupa share artikel ini ya ke sosial media Anda. Agar teman Anda juga bisa belajar tentang apa itu akuntansi? Banyak berbagi banyak rejeki Terimakasih. Salam Let’s #beefree

Membuat Laporan Laba Rugi dengan Excel

Dalam menjalankan bisnis, pengusaha yang baik pastinya akan menyusun laporan keuangan. Laporan tersebut berguna untuk menggambarkan kinerja perusahaan selama periode akuntansi. Tidak hanya pihak internal yang berkepentingan dengan laporan keuangan, tetapi juga pihak eksternal. Karena dari membaca laporan keuangan masing-masing pihak dapat menentukan sikap.

Selanjutnya, sesuai dengan  pasal 2 UU no.8 tahun 1997 bahwa salah satu bagian dari laporan keuangan yang wajib dibuat yaitu laporan laba rugi (income statement). Laporan ini dibuat untuk mengukur keberhasilan operasional perusahaan dalam jangka waktu tertentu. Untuk membuatnya, terlebih dahulu perlu Anda ketahui unsur-unsur yang ada dalam laporan tersebut.

Unsur–Unsur Laporan Laba Rugi

  1. Pendapatan (income), yaitu arus masuk atau peningkatan aktiva lainnya. Pendapatan juga diperoleh setelah menyelesaikan liabilitas selama periode tertentu.
  2. Beban (expenses), yaitu arus keluar atau penggunaan aktiva. Timbulnya liabilitas juga dikarenakan perusahaan telah mengirimkan barang atau telah menyelesaikan jasa.
  3. Keuntungan (profit), yaitu meningkatnya ekuitas akibat dari transaksi perusahaan yang periferal. Keuntungan juga bisa dihasilkan dari pendapatan atau investasi dari pemilik bisnis
  4. Kerugian (loss), yaitu menurunnya ekuitas dikarenakan adanya transaksi perusahaan yang periferal. Kerugian juga bisa dihasilkan dari beban atau pendistribusian kepada pemilik bisnis secara langsung.

Setelah mengetahui unsur–unsur laporan laba rugi, selanjutnya Anda bisa membuat laporannya. Salah satunya dengan menggunakan excel. Bagaimana langkah–langkahnya? Simak penjelasan berikut.

bee-solusi-bisnis

Langkah–Langkah Membuat Laporan Laba Rugi :

  1. Ketik nama perusahaan, judul laporan (laba rugi) dan periode akuntansi pada bagian paling atas dari
  2. Ketik penjualan dan masukkan angkanya sejajar dengan kata penjualan. Jika tidak ada komponen lain yang berhubungan dengan penjualan, maka angka tersebut merupakan total penjualan. Namun jika ada komponen lain seperti : diskon, retur dan pendapatan lain maka komponen tersebut harus ditotal terlebih dahulu. Selanjutnya, ketik total penjualan dan masukkan angkanya
  3. Ketik HPP (harga pokok penjualan) dan masukkan angkanya
  4. Ketik laba/rugi kotor dibawah HPP dan hitunglah laba kotor tersebut. Untuk mendapatkan angka laba kotor, Anda harus mengurangkan antara total penjualan dengan HPP
  5. Ketik biaya – biaya, dan rinci satu per satu biaya yang telah di bayarkan, seperti : gaji pegawai, listrik, telepon, internet, biaya penyusutan dan sebagainya. Selanjutnya, total semua biaya dan masukkan angkanya
  6. Hitunglah laba sebelum pajak dengan cara mengurangkan antara laba/rugi kotor dengan total biaya. Tulislah laba sebelum pajak tepat dibawah total biaya. Jika tidak memasukkan komponen pajak maka perhitungan laba/rugi telah selesai. Namun jika memasukkannya, maka perhitungan masih tetap berlanjut.
  7. Masukkan komponen pajak dibawah laba sebelum pajak. Kurangkan antara laba sebelum pajak dengan pajak yang telah dibayarkan. Hasilnya berupa laba/rugi bersih.

Berikut ini adalah contoh laporan laba rugi yang dibuat dengan menggunakan excel

 

PT. Bumi Sejahtera Sentosa

Laporan Laba Rugi
Per 31 januari 2018
         
I   Pendapatan    
  a Penjualan 100.000.000  
  b Diskon 20.000.000  
  c Retur 10.000.000  
    Total pendapatan   130.000.000
II   HPP   50.000.000
    Laba/Rugi kotor   80.000.000
III   Biaya – biaya    
  a Gaji pegawai 25.000.000  
  b Listrik 10.000.000  
  c Telepon 15.000.000  
  d Perlengkapan kantor 8.000.000  
  e Transportasi 7.000.000  
    Total biaya   65.000.000
    Laba sebelum pajak   15.000.000
IV   Pajak   1.000.000
    Laba Bersih   14.000.000

 

Selain dengan excel, pembuatan laporan laba rugi bisa Anda kerjakan dengan menggunakan software akuntansi yang sudah banyak dijual secara bebas.

Itulah cara membuat laporan laba rugi dengan excel. Jika Anda rasa artikel ini bermanfaat, maka jangan lupa membagikannya kepada pembaca yang lain. Berbagi itu indah. Salam Let’s #beefree

Cara Mengisi Faktur Pajak atau E-Faktur Yang Baik dan Benar

Sudah menjadi rahasia umum jika pemerintahan saat ini sedang giat-giatnya menggalakkan pajak. Oleh karena itu Anda sebagai seorang pengusaha mau tidak mau harus melek pajak. Dan pada kesempatakan kali ini saya akan membahas bagaimana caranya mengisi faktur pajak atau e-faktur.

Langsung saja yuk kepokok bahasan yaitu cara mengisi faktur pajak. Namun sebelum itu saya memberikan contoh form faktur pajak kosongan yang belum disini.

Contoh Form Faktur Pajak Kosong

contoh-faktur-elektronikDengan melihat contoh form faktur pajak di atas sudah punya gambaran belum bagaimana cara mengisinya?

Tapi yang pasti sebelum Anda mengisi e-faktur cek dahuluapakah Anda  sudah terdaftar di DPJ atau belum. Jika belum Anda harus melakukan registrasi di pajak online terlebih dahulu. Jika Anda sudah melakukan registrasi langsung saja mengisi faktur pajaknya sbb;

1. Yang Pertama Anda harus memasukan Kode  dan Nomor Seri Faktur Pajak yang telah didapat dari DJP

2. Kemudian masukkan nama, alamat, dan NPWP Perusahaan yang menyerahkan Barang atau Jasa Kena Pajak pada kolom Pengusaha Kena Pajak

3. Masukkan nama, alamat, dan NPWP Perusahaan yang membeli atau menerima Baranga atau Jasa Kena Pajak pada kolom Pembeli Barang Kena Pajak atau Penerima Jasa Kena Pajak

4. Masukkan nomor urut sesuai dengan urutan jumlah barang atau jasa kena pajak yang diserahkan yaitu (1, 2 dst)

5. Masukkan nama barang atau jasa kena pajak yang diserahkan

6. Masukkan nominal harga pada kolom Harga Jual atau Penggantian atau Uang Muka ataupun Termin (jika nominal bukan dalam satuan rupiah, maka Anda harus memiliki Faktur Pajak khusus untuk nominal selain rupiah, yakni Faktur Pajak Valas)

7. Total keseluruhan harga ditulis pada kolom Harga Jual atau Penggantian atau Uang Muka atau bisa juga Termin

8. Total nilai potongan harga Barang atau Jasa Kena Pajak ditulis (jika ada potongan) ditulis pada kolom Dikurangi Potongan Harga

9. Jika Anda sudah menerima uang muka sesudah penyerahan Barang atau Jasa Kena Pajak, maka nominal uang tersebut dapat ditulis pada kolom Nilai Uang Muka yang telah diterima.

10. Jumlah Harga Jual/Penggantian/Uang Muka/Termin dikurangi dengan Potongan Harga dan Uang muka yang telah diterima, kemudian ditulis pada kolom Dasar Pengenaan Pajak

11. Jumlah PPN yang terutang sebesar 10% dari Dasar Pengenaan Pajak ditulis pada kolom PPN = 10% x Dasar Pengenaan Pajak

12. Pada kolom Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM), hanya diisi apabila terjadi penyerahan Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah. Dapat diisi dengan cara, besar tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah dikalikan dengan Dasar Pengenaan Pajak

13. Masukkan Tempat dan Tanggal pada saat membuat Faktur Pajak tersebut

14. Masukkan Nama dan Tanda Tangan dari Nama Pejabat yang telah ditunjuk oleh Perusahaan (harus sesuai dengan Nama Pejabat pada saat Perusahaan resmi menjadi Pengusaha Kena Pajak/PKP)

15. Kini, Anda dapat menggunakan Faktur Pajak tersebut dan segera setor, lapor, dan hitung Pajak Bulanan atau Tahunan Anda dengan OnlinePajak. Gratis!

Nah berikut ini contoh faktur pajak yang sudah di isi.

contoh-e-fakturKalau E-Faktur ini Anda input satu persatu beh bisa-bisa seharian Anda hanya kerjanya hanya membuat e-faktur saja. Mungkin kalau transaksi Anda seharinya hanya 50 kebawah masih bisalah tapi kalau sudah 50 keatas apalagi ratusan. Bisa dibayangin sendiri gimana repotnya bukan?  kecuali nie Anda memang kerjaannya khusus cuma membuat e-faktur saja.

Oleh karena itu Anda perlu memiliki sistem akuntansi yang bisa langsung mencetak atau ekspor secara otomatis. Jadi dengan begitu Anda tidak perlu repot input satu persatu lagi secara manual. Tenang sudah ada kok sistem akuntansi yang bisa export e-faktur yaitu beeaccounting.

Dengan beeaccounting ini Anda dapat langsung meng-export transaksi Anda  menjadi e-faktur. Tampilan softwarenya seperti ini.

apa-itu-plugin-03

Jika kebetulan Anda sudah mengguankan Beeaccounting langsung saja download plug in e-fakturnya dengan cara klik disini. Tenang plug in e-faktur ini sifatnya free alias tidak dikenakan biaya seratu perakpun.

Bagaimana cara install pluginnya ?
Pada saat anda login ke program BeeAccounting ada menu Tools > Plugin Manajer. Di sana nanti anda lakukan pemasangan pluginnya.

Nah buat Anda yang belum menggunakan Beeaccounting silahkan dicoba trial softwarenya dengan cara klik download gratis sekarang dibawah ini.

Kesimpulan :

  1. Sebelum Anda mengisi faktur pajak resgiter terlebih dahulu DPJ
  2. Kemudian setelah itu Anda masuk ke menu penjualan lalu buat draf baru
  3. Setelah itu Anda baru mengisi yang namanya e-faktur 
  4. Jika Anda kesusahan gunakanlah sistem akuntansi yang sudah bisa langsung import e-faktur sekaligus

Sekian artikel mengenai tata cara mengisi e-faktur/ faktur pajak. Jika Anda masih bingung atau Ada yang ingin ditanyakan silahkan corat-coret dibawah ini.

Oh iya jangan lupa bagikan artikel ini ya ke sosial media Anda. Agar rekan Anda juga mendapatkan manfaatnya. Banyak berbagi banyak rejeki. Terimakasih. Salam Let’s #beefree

 

Cara Penghitungan pph 21 Dan Besaran Tarifnya

Direktorat Jenderal Pajak telah Mengeluarkan Peraturan Pajak terbaru PPh 21 yaitu Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-16/PJ/2016 tentang Pedoman Teknis Tata Cara Pemotongan, Penyetoran dan Pelaporan Pajak Penghasilan Pasal 21 dan/atau Pajak Penghasilan Pasal 26 Sehubungan Dengan Pekerjaan, Jasa, dan Kegiatan Orang Pribadi.

Lalu bagaimanakah Cara Penghitungan pph 21 dan besaran tarifnya. Untuk itu Anda dapat melihat Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-16/PJ/2016. Dalam Pasal 9 peraturan terbaru PPh 21 PER-16/PJ/2016 diuraikan bahwa Dasar pengenaan dan pemotongan PPh 21 / PPh 26 adalah

Dasar pengenaan dan pemotongan PPh Pasal 21, berupa: 

1. Penghasilan Kena Pajak, yang berlaku bagi:

  • Pegawai Tetap.
  • Penerima pensiun berkala.
  • Pegawai Tidak Tetap yang penghasilannya dibayar secara bulanan atau jumlah kumulatif penghasilan yang diterima dalam 1 (satu) bulan kalender telah melebihi Rp4.500.000,00 (empat juta lima ratus ribu rupiah).
  • Bukan Pegawai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf c yang menerima imbalan yang bersifat berkesinambungan.

2. Jumlah penghasilan yang melebihi Rp 450.000,00 (empat ratus lima puluh ribu rupiah) sehari, yang berlaku bagi Pegawai Tidak Tetap atau Tenaga Kerja Lepas yang menerima upah harian, upah mingguan, upah satuan atau upah borongan.

Sepanjang penghasilan kumulatif yang diterima dalam 1 (satu) bulan kalender belum melebihi Rp 4.500.000,00 (empat juta lima ratus ribu rupiah).

3. 50% (lima puluh persen) dari jumlah penghasilan bruto, yang berlaku bagi Bukan Pegawai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf c yang menerima imbalan yang tidak bersifat berkesinambungan.

4. Jumlah penghasilan bruto, yang berlaku bagi penerima penghasilan selain penerima penghasilan sebagaimana dimaksud pada huruf a, b, dan huruf c.

Dasar pengenaan dan pemotongan PPh Pasal 26 adalah jumlah penghasilan bruto.

Perubahan lainnya adalah jumlah besaran PTKP, sesuai Pasal 11 peraturan terbaru PPh 21 PER-16/PJ/2016 sebagai berikut:

1. Besarnya PTKP per tahun adalah sebagai berikut:

  • Sejumlah, Rp. 54.000.000,00 (lima puluh empat juta rupiah) untuk diri Wajib Pajak orang pribadi.
  • Sejumlah, Rp. 4.500.000,00 (empat juta lima ratus ribu rupiah) tambahan untuk Wajib Pajak yang kawin.
  • Sejumlah, Rp. 4.500.000,00 (empat juta lima ratus ribu rupiah) tambahan untuk setiap anggota keluarga sedarah dan keluarga semenda dalam garis keturunan lurus serta anak angkat, yang menjadi tanggungan sepenuhnya, paling banyak 3 (tiga) orang untuk setiap keluarga.

2. PTKP per bulan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (2) huruf c adalah PTKP per tahun sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibagi 12 (dua belas), yaitu:

  • Sejumlah, Rp. 4.500.000,00 (empat juta lima ratus ribu rupiah) untuk diri Wajib Pajak orang pribadi.
  • Sejumlah, Rp. 375.000,00 (tiga ratus tujuh puluh lima ribu rupiah) tambahan untuk Wajib Pajak yang kawin.
  • Sejumlah, Rp. 375.000,00 (tiga ratus tujuh puluh lima ribu rupiah) tambahan untuk setiap anggota keluarga sedarah dan keluarga semenda dalam garis keturunan lurus serta anak angkat, yang menjadi tanggungan sepenuhnya, paling banyak 3 (tiga) orang untuk setiap keluarga.

3. Besarnya PTKP bagi karyawati berlaku ketentuan sebagai berikut:

  • Bagi karyawati kawin, sebesar PTKP untuk dirinya sendiri.
  • Bagi karyawati tidak kawin, sebesar PTKP untuk dirinya sendiri ditambah PTKP untuk keluarga yang menjadi tanggungan sepenuhnya.

4. Dalam hal karyawati kawin dapat menunjukkan keterangan tertulis dari Pemerintah Daerah setempat serendah-rendahnya kecamatan.

Yang menyatakan bahwa suaminya tidak menerima atau memperoleh penghasilan, besarnya PTKP adalah PTKP untuk dirinya sendiri ditambah PTKP untuk status kawin dan PTKP untuk keluarga yang menjadi tanggungan sepenuhnya.

5. Besarnya PTKP ditentukan berdasarkan keadaan pada awal tahun kalender.

6. Dikecualikan dari ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (5), besarnya PTKP untuk pegawai yang baru datang dan menetap di Indonesia dalam bagian tahun kalender ditentukan berdasarkan keadaan pada awal bulan dari bagian tahun kalender yang bersangkutan.

Dalam Peraturan Terbaru PPh 21 pasal 12 ada perubahan juga mengenai Penghasilan Pegawai Tidak tetap atau Tenaga kerja Lepas, yaitu:

1. Atas penghasilan bagi Pegawai Tidak Tetap atau Tenaga Kerja Lepas yang tidak dibayar secara bulanan atau jumlah kumulatifnya dalam 1 (satu) bulan kalender belum melebihi Rp4.500.000,00 (empat juta lima ratus ribu rupiah), berlaku ketentuan sebagai berikut:

  • tidak dilakukan pemotongan PPh Pasal 21, dalam hal penghasilan sehari atau rata-rata penghasilan sehari belum melebihi Rp450.000,00 (empat ratus lima puluh ribu rupiah);
  • dilakukan pemotongan PPh Pasal 21, dalam hal penghasilan sehari atau rata-rata penghasilan sehari melebihi Rp450.000,00 (empat ratus lima puluh ribu rupiah), dan jumlah sebesar Rp450.000,00 (empat ratus lima puluh ribu rupiah) tersebut merupakan jumlah yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto.

2. Rata-rata penghasilan sehari sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah rata-rata upah mingguan, upah satuan, atau upah borongan untuk setiap hari kerja yang digunakan.

3. Dalam hal Pegawai Tidak Tetap telah memperoleh penghasilan kumulatif dalam 1 (satu) bulan kalender melebihi Rp4.500.000,00 (empat juta lima ratus ribu rupiah) maka jumlah yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto adalah sebesar PTKP yang sebenarnya.

4. PTKP yang sebenarnya sebagaimana dimaksud pada ayat (3) adalah sebesar PTKP untuk jumlah hari kerja yang sebenarnya.

5. PTKP sehari sebagai dasar untuk menetapkan PTKP yang sebenarnya adalah sebesar PTKP per tahun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (1) dibagi 360 (tiga ratus enam puluh) hari.

6. Dalam hal berdasarkan ketentuan di bidang ketenaga kerjaan diatur kewajiban untuk mengikut sertakan Pegawai Tidak Tetap atau Tenaga Kerja Lepas dalam program jaminan hari tua atau tunjangan hari tua.

Maka iuran jaminan hari tua atau iuran tunjangan hari tua yang dibayar sendiri oleh Pegawai Tidak Tetap kepada badan penyelenggara jaminan sosial tenaga kerja atau badan penyelenggara tunjangan hari tua, dapat dikurangkan dari penghasilan bruto.

Dalam Pasal 15 peraturan terbaru PPh Pasal 21 juga disebutkan:

1. Atas penghasilan yang diterima atau diperoleh Pegawai Tidak Tetap atau Tenaga Kerja Lepas berupa upah harian, upah mingguan, upah satuan, upah borongan.

Dan uang saku harian, sepanjang penghasilan tidak dibayarkan secara bulanan, tarif lapisan pertama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (1) huruf a Undang-Undang Pajak Penghasilan diterapkan atas:

  • jumlah penghasilan bruto sehari yang melebihi Rp450.000,00 (empat ratus lima puluh ribu rupiah); atau
  • jumlah penghasilan bruto dikurangi PTKP yang sebenarnya, dalam hal jumlah penghasilan kumulatif dalam 1 (satu) bulan kalender telah melebihi Rp4.500.000,00 (empat juta lima ratus ribu rupiah).

2. Dalam hal jumlah penghasilan kumulatif dalam satu bulan kalender telah melebihi Rp10.200.000,00 (sepuluh juta dua ratus ribu rupiah), PPh Pasal 21 dihitung dengan menerapkan tarif Pasal 17 ayat (1) huruf a Undang-Undang Pajak Penghasilan atas jumlah Penghasilan Kena Pajak yang disetahunkan.

Sekian Cara Penghitungan pph 21 Dan Besaran Tarifnya. Jangan lupa share artikel ini ya ke sosial media Anda. Agar teman Anda juga bisa belajar tentang apa itu akuntansi? Banyak berbagi banyak rejeki Terimakasih. Salam Let’s #beefree

Tarif Perhitungan Besaran Pesangon Karyawan

Karyawan merupakan salah satu aset perusahaan. Dalam pengelolannya, perusahaan merujuk pada undang-undang ketenagakerjaan no.13 tahun 2003. Undang-undang tersebut mengatur semua hal yang berhubungan dengan tenaga kerja pada waktu sebelum, selama dan sesudah berakhirnya masa kerja.

Salah satunya juga mengatur tentang uang penghargaan masa kerja atau uang pesangon. Apakah uang pesangon itu? Secara umum, uang pesangon merupakan uang yang dibayarkan oleh pemberi kerja kepada tenaga kerja dengan nama dan dalam bentuk apapun.

Uang pesangon diberikan sehubungan dengan berakhirnya masa kerja atau terjadi pemutusan hubungan kerja. Termasuk juga uang penghargaan masa kerja serta uang penggantian hak.

Dan penting untuk Anda ketahui bahwa perhitungan Uang Pesangon (UP) berbeda dengan perhitungan Uang Penghargaan Masa Kerja (UPMK) serta Uang Penggantian Hak (UPH). Berikut penjelasannya.

Uang Pesangon (UP)

Ketentuan serta cara perhitungan uang pesangon berdasarkan UU No.13 tahun 2003 pasal 156 ayat (2) dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :

Masa Kerja Besaran Uang Pesangon
Kurang dari 1 tahun 1 bulan upah
1 tahun atau lebih, tetapi kurang dari 2 tahun 2 bulan upah
2 tahun atau lebih, tetapi kurang dari 3 tahun 3 bulan upah
3 tahun atau lebih, tetapi kurang dari 4 tahun 4 bulan upah
4 tahun atau lebih, tetapi kurang dari 5 tahun 5 bulan upah
5 tahun atau lebih, tetapi kurang dari 6 tahun 6 bulan upah
6 tahun atau lebih, tetapi kurang dari 7 tahun 7 bulan upah
7 tahun atau lebih, tetapi kurang dari 8 tahun 8 bulan upah
8 tahun atau lebih 9 bulan upah

Uang Penghargaan Masa Kerja (UPMK)

Sedangkan untuk ketentuan dan cara perhitungan uang penghargaan masa kerja sesuai dengan UU No.13 tahun 2003 pasal 156 ayat (3) yaitu :

Masa Kerja Besaran Uang Pesangon
3 tahun atau lebih, tetapi kurang dari 6 tahun 2 bulan upah
6 tahun atau lebih, tetapi kurang dari 9 tahun 3 bulan upah
9 tahun atau lebih, tetapi kurang dari 12 tahun 4 bulan upah
12 tahun atau lebih, tetapi kurang dari 15 tahun 5 bulan upah
15 tahun atau lebih, tetapi kurang dari 18 tahun 6 bulan upah
18 tahun atau lebih, tetapi kurang dari 21 tahun 7 bulan upah
21 tahun atau lebih, tetapi kurang dari 24 tahun 8 bulan upah
24 tahun atau lebih 9 bulan upah

Keterangan : Upah yang dimaksud yaitu jumlah gaji pokok setelah ditambah dengan gaji tetap.

Uang Penggantian Hak (UPH)

Selanjutnya, berdasarkan UU No.13 tahun 2003 pasal 156 ayat (4) seorang karyawan juga berhak atas uang penggantian hak sebagai pesangon yang harus dibayarkan oleh perusahaan. Apa saja yang termasuk dalam uang penggantian hak (UPH)? Yaitu :

  1. Cuti tahunan yang belum sempat diambil atau belum gugur
  2. Biaya atau ongkos pekerja atau buruh serta keluarganya ke tempat dimana ia diterima bekerja
  3. Biaya penggantian perumahan, pengobatan dan perawatan yang ditetapkan sebesar 15% dari uang pesangon dan atau uang penghargaan masa kerja bagi yang memenuhi syarat
  4. Hal – hal lain yang ditetapkan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan atau perjanjian kerja sama.

Perlu Anda perhatikan bahwa dalam menghitung pesangon karyawan harus benar–benar tepat. Karena kesalahan dalam perhitungan merupakan pemicu konflik yang sering terjadi antara pemberi kerja dan karyawan.

Dan jangan lupa untuk mencatat uang pesangon yang telah dikeluarkan perusahaan. Untuk mempermudah dalam pencatatan, Anda dapat menggunakan software akuntansi yang sudah banyak beredar di masyarakat.

Itulah sekilas pembahasan tentang tarif perhitungan besaran pesangon karyawan. Jika Anda rasa artikel ini bermanfaat, maka jangan lupa membagikannya kepada pembaca yang lain. Berbagi itu indah. Salam Let’s #beefree

Software Akuntansi Custom Atau Yang Sudah Jadi ?

Apakah Anda saat ini sedang bingung mau memilih software akuntansi yang sudah jadi atau custom?

Baca artikel ini sampai selesai ya agar Anda bisa tercerahkan hehe. 

Memilih software untuk bisnis  Anda memang susah-susah gampang. Karena jika Anda sampai salah memilih yang ada justru software tersebut merepotkan Anda atau bahkan sia-sia karena tidak cocok dengan kebutuhan. Padahal tujuan awalnya beli untuk mempermudah kinerja Anda dan membantu mengembangkan bisnis Anda.

Yuk ketahui dulu kekurangan dan kelebihan dari software akuntansi yang sudah jadi dan yang custome;

No. Software Custom Software Jadi
1. Harga Mahal Harga Standar
2. Pengerjaan Lama Sudah Jadi. Bisa Langsung Pakai
3. Dibuat Khusus sesuai kebutuhan Bisnis Anda  Dibuat Sesuai Kebutuhan Umum
4. Flexibel (Masih bisa dirubah ) Tidak Bisa
5. Tidak Stabil  Stabil 
6. Belum tentu berjalan dengan baik Sudah Berjalan Dengan Baik
7. Layanan Support Mahal dan Tidak Terjamin Layanan Support Standar dan Terjamin

Hem, gimana nie udah punya gambaran belum jadinya mau pilih yang mana? atau justru timbul pertanyaan. Ada tidak ya software akuntansi yang sudah jadi tapi masih flexibel bisa ditambahin atau di custom? mengingat kalau yang custom harganya mahal, pengerjaannya lama dan belum tentu running well. 

Tenang saya rekomendasikan satu software akuntansi yang sudah jadi tapi masih bisa di custom sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda. Software akuntansi apa itu? Nama softwarenya adalah beeaccounting yang merupakan salah satu software akuntansi terbaik no 2 di indonesia. 

bee-solusi-bisnis

Beeacccounting ini adalah satu-satunya software akuntansi jadi di indonesia yang masih bisa di custom.

Selain itu beeaccounting juga sudah berdiri selama kurun waktu 10 tahun. Dan memiliki ratusan ribu customer yang tersebar di seluruh kota di indonesia.  Jadi sudah tidak diragukan lagi mengenai layanan support after salesnya. Dan juga kualitas dari softwarenya itu sendiri.

Tenang!! Beeaccounting juga menyediakan trial gratis softwarenya yang bisa Anda coba selama 30 hari  full version. full version yang dimaksud disini adalah seluruh fitur yang Anda coba pada saat trial ya itu yang akan Anda dapat pada nanti saat Anda membeli softwarenya. 

Dengan begitu Anda benar-benar tahu persis apakah software ini sudah sesuai dengan kebutuhan Anda atau belum. Ketika belum begitu memenuhi kebutuhan silahkan Anda konsultasi dengan team kami mengenai kebutuhan custome Anda. Jangan sungkan-sungkan untuk menghubungi team kami dengan cara klik disini.  

Oh iya jika Anda penasaran dengan softwarenya Anda bisa langsung download trialnya dengan cara klik download gratis sekarang dibawah ini. 

Download Gratis Sekarang

Jika Ada yang software akuntansi yang bisa di custom dengan Harga yang terjangkau dan berkualitas bagus kenapa mesti memilih yang mahal dan belum tentu running well. Semoga artikel ini dapat membantu mengatasi kegalauan hati Anda dalam memilih software.

Jangan lupa share artikel ini ke teman-teman dan saudara Anda agar mereka juga mendapatkan manfaatnya. Banyak berbagi banyak rejeki. Terimakasih. Salam Let’s #beefree