Home / Uncategorized / Tips Bisnis (page 4)

Tips Bisnis

Atur Stock Minimal & Stock Maksimal Persediaan Barang Anda

Sebagai pebisnis saya merasakan sekali bagaimana susahnya mengatur yang namanya persediaan barang. Ada saatnya salah menstok barang-barang yang susah movingnya dan kadang juga sering kehabisan stok barang terlaris yang notabenya penyumbang 80% omset. Oleh karena itu selain laporan fast moving tentu saja kita membutuhkan bantuan sistem dalam mengantur stok minimal dan stok maksimal.

Agar Anda tahu kapan waktunya order barang tersebut dan berapa batas maksimal jumlah stok barang tersebut. Karena jika Anda tidak memilikinya maka manajemen persediaan barang di tempat Anda akan amburadul. Ini mengakibatkan  Anda tidak tahu pasti kapan waktunya re-order ke supplier dan kapan menstop pembelian barang. Tentunya ini akan berakibat fatal.

Ini beberapa akibatnya jika Anda sampai salah dalam manajemen stock ;

1. Cash Flow Macet

Semakin banyak barang yang tertimbun di gudang berarti begitu banyak juga uang Anda yang terhenti disana. Dan mengakibatkan perputaran uang Anda menjadi terhambat. Oleh karena itu Anda harus memperhatikan stok persediaan barang Anda ini dengan seksama dan teliti.

2. Resiko Merugi

Dengan banyaknya barang yang ada di gudang ini juga bisa berakibat banyak barang yang rusak dan tidak bisa di jual. Ini akan mengakibatkan kerugian untuk Anda. Selain itu jika barang yang Anda jual memiliki kadaluarsa ini cukup beresiko tinggi jika tidak segera diselesaikan.

3. Omset Turun

Karena mau tidak mau permasalahan stok ini juga berakibat pada omset Anda. Jika barang yang laris dipasaran kosong maka omsetpun akan turun karena barang Anda tidak ada. Maka Anda akan kehilangan peluang-peluang yang ada.

4. Kehilangan Customer 

Ini salah satu hal yang mengerikan bagi Anda seorang pebisnis jika sampai kehilanga customer. Nah jika barang yang mereka inginkan tidak ada ditempat Anda kemungkinan besar mereka akan mengambil barang ke tempat kompetitor. Dan dari sini Anda harus sudah waspada karena bisa jadi mereka lebih nyaman berbelanja di kompetitor karena barang yang mereka butuhkan selalu tersedia dll.

Karena itu seperti yang saya bilang diatas selain Anda harus tahu mengenai barang-barang apa saja yang menyumbangkan 80% omset. Anda juga memerlukan sistem yang dapat mengingatkan atau warning jika stok tersebut sudah memenuhi batas minimal maupun maksimal. Ini semua agar Anda tidak terlalu banyak menimbun uang di gudang.

Coba bayangkan saja jika Anda harus membuat ini secara manual maka Anda harus melihat satu persatu. Ini akan menambah pekerjaan, jika barang Anda hanya ratusan tidak akan menjadi masalah namun jika sudah ribuan bisa Anda bayangkan bukan? saya saja yang barangnya ratusan saja bingung, bagaimana kalau ribuan hehe.

Karena perkembangan teknologi saat ini begitu pesat. Maka saran saya gunakan saja software dari pada manual hehe. Mungkin memang Anda harus merogoh kocek untuk membeli software tersebut.  Tapi menurut saya tidak akan menjadi masalah jika itu mempermudah pekerjaan. Sehingga kinerja Anda maupun karyawan lebih efektif dan efisisen. 

Yuk mulai saat ini perhatikan dengan benar stock barang Anda. Sekian artikel dari saya. Jika di rasa mememberikan manfaat untuk Anda. Jangan sungkan untuk meng-share kesosial media Anda agar teman yang lain juga mendapatkan manfaatnya. Salam Let’s #beefree

 

 

 

5 Trik Mudah Mengelola Stok Barang Persediaan di Gudang Anda

Salah satu aktivitas rutin perusahaan dagang yaitu mengelola tempat penyimpanan barang atau manajemen gudang. Kegiatan tersebut wajib dilakukan dengan baik dan benar mengingat gudang merupakan bagian dari sistem logistik perusahaan.

Gudang juga menyediakan informasi mengenai status serta kondisi material atau produk yang disimpan sampai barang tersebut dikeluarkan sesuai dengan permintaan. Dalam mengelola gudang tidak bisa dilakukan secara sembarangan.

Diperlukan cara yang tepat agar barang tertata rapi, masuk dan keluarnya barang dilakukan secara teratur serta tertib administrasi. Karena tidak sedikit perusahaan yang mengalami kerugian akibat manajemen gudang yang kacau. Itulah sebabnya para pelaku usaha terutama penanggung jawab gudang harus mengetahui trik yang mudah diaplikasikan dalam mengelola stok barang. Simak ulasan berikut.

bee-gratis-demo

Secara umum, ada 5 trik yang mudah dilakukan dalam mengelola stok barang, antara lain :

1. Pastikan Data Pencatatan Barang Atau Material Valid

Sangat penting diketahui oleh penanggung jawab gudang tentang data barang ataupun material yang masuk, tersimpan serta yang telah keluar. Tekankan kepada admin agar teliti dalam melakukan pencatatan, jangan sampai ada yang terlewat.

Karena penanggung jawab gudang tidak hanya menangani masalah administrasi, tetapi juga keseluruhan aktivitas di gudang. Maka data yang akurat menjadi pegangan wajib dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

2. Lakukan Kodifikasi Terhadap Barang Yang Tersimpan Di Dalam Gudang

Kodifikasi atau pemberian kode terhadap barang atau material juga penting dilakukan agar Anda lebih mudah dalam mencarinya. Jika stok material atau barang tidak terlalu banyak masih memungkinkan untuk mencarinya dengan cepat.

Namun jika jumlahnya mencapai ratusan bahkan ribuan, maka membutuhkan waktu yang lama ketika mencarinya. Selanjutnya, kodifikasi bisa dilakukan dengan menggunakan warna jika jumlah barang masih terjangkau. Tetapi apabila jumlahnya sangat banyak, maka menggunakan huruf atau angka merupakan cara yang paling tepat.

3. Pisahkan Antara Stok Lama Dan Baru

Mengapa material atau barang yang lama dan baru harus dipisah? Tujuannya adalah untuk mengantisipasi penyimpanan stok yang terlalu lama sehingga material atau barang tersebut tidak dapat dipakai karena sudah kedaluarsa.

Saking lamanya waktu penyimpanan akhirnya mengakibatkan rusaknya material atau barang karena terjadi perubahan fisika ataupun kimia. Karena itulah material atau barang produksi lama harus dipergunakan terlebih dahulu sebelum menggunakan yang baru.

4. LakukanPengecekan Ulang Sebelum Barang Dimasukkan Kedalam Gudang

Pengecekan ulang (re-cek) bertujuan untuk memastikan bahwa barang yang masuk gudang sudah sesuai dengan ketentuan pembuatan. Jika ditemukan barang yang cacat atau salah produksi ketika pengecekan ulang, maka segera pisahkan dan kumpulkan menjadi satu.

Biasanya barang yang catat dijual kembali dengan harga yang lebih murah. Namun ada pula perusahaan yang mewajibkan untuk memusnahkan barang–barang yang catat agar tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.

5. Lakukan Pengaturan Tata Letak Material Maupun Barang

Serapi apapun pengemasan barang, atau sebagus apapun kodifikasinya, jika tidak dilakukan pengaturan tata letaknya maka akan menyulitkan petugas dalam mencarinya. Karena itu, aturlah material atau barang secara berurutan dari angka terkecil hingga terbesar.

Kemudian, buatlah daftar/list material ataupun barang dan tempel di rak depan (lemari) agar mudah dalam mengontrolnya. Selanjutnya, jika diperlukan, buatlah map yang ditempet di area gudang agar mudah dilihat.

Itulah 5 trik mudah dalam mengelola stok barang persediaan di  gudang Anda. Jika Anda rasa artikel ini bermanfaat, maka jangan lupa membagikannya kepada pembaca yang lain. Berbagi itu indah. Salam Let’s #beefree

Fungsi dan Tata cara melakukan Tukar TT

Tukar TT sering dipraktekan dalam bisnis antar perusahaan, terutama kredit yang menjadi hutang dagang. Misal perusahaan A menjual barang ke perusahaan B dengan cara kredit tentunya yang dikasihkan invoicenya, surat jalannya ke perusahaan B pada hari jumat lembar keudanya yang biasanya berwarna merah atau kuning.

Lalu jadwal Tukar TT nya ternyata hari kamis, minggu depannya. Collector dari perusahaan A datang ke perusahaan B membawa invoice, surat jalan, faktur pajak yang asli untuk diberikan ke perusahaaan B (biasanya berwarna putih).

Lalu Perusahaan B memberikan surat tanda terima jika sudah menerima dokumen yang asli, setelah itu baru pembayaran bisa dibayarkan sesuai dengan jatuh temponya.

Seringnya praktek ini dilakukan dalam usaha, membuat Anda perlu mengenal Fungsi dan Tata cara melakukan Tukar TT. Invoice/Faktur penjualan yang selanjutnya kita sebut invoice adalah dokumen yang digunakan sebagai pernyataan tagihan yang harus dibayar oleh customer.

Dalam bentuk sederhana dikenal dengan nama BON. Pada transaksi yang nominalnya relatif kecil, invoice digunakan langsung sebagai dokumen tagihan sedangkan pada perusahaan yang nominal transaksinya besar, biasanya dilengkapi dengan surat tagihan atau kwitansi.

Penerimaan Tagihan (tukar faktur) dari pemasok/rekanan/suplier.

1. Petugas penerima tagihan dari supplier mengecek : Kelengkapan dokumen tagihan dan Kelengkapan antara barang yang dikirim dengan PO dan tagihan.

2. Setelah lengkap dibuatkan tanda terima faktur disi tanggal dan tanda tangan serta nama jelas penerima dan diberi stampel Receipt.

3. Dokumen yang diterima distempel penerimaan tagihan sebagai dasar perhitungan jatuh tempo.

4. Supplier mengirimkan tagihan lengkap kebagian terima tagihan /tukar faktur meliputi :

  • Kwitansi bermaterai cukup.
  • Faktur asli Surat jalan asli setelah barang diterima oleh Receiver Perusahaan sesuai Purchases Order (PO).
  • Faktur Pajak 2 (dua) rangkap asli dan copy asli (putih dan kuning)
  • Purchases Order /kontrak /SPK.

Prosedur verifikasi data & dokumen hutang dagang.

1. Memasukkan data-data tagihan kedalam buku hutang dan kartu hutang secara periodik (harian) sesuai tanggal terima tagihan dari Supplier.

2. Memeriksa kebenaran data hutang sesuai PO dan Price list/kontrak/SPK antara lain: Harga, Kuantitas, Term of payment dan syarat-syarat lain.

3. Memeriksa dan melengkapi dokumen meliputi :

  • Tagihan/kwitansi bermaterai.
  • Surat Jalan asli.
  • Faktur pajak asli & copy asli ( putih, kuning).
  • Purchases Order asli atau yang dilegalisir.
  • Receiving report asli.
  • Faktur pembelian intern asli.

Prosedur Proses Invoice Supplier / Vendor adalah sebagai berikut :

a. AP Staff telah menerima invoice supplier/vendor beserta dokumen pendukungnya (Faktur Pajak, RR, Surat Jalan dan PO).

b. AP Staff memverifikasi invoice beserta dokumen pendukungnya tersebut dengan memeriksa sbb:

  • Kuantiti yang tertera di invoice dengan kuantiti yang tertera pada Good Receive notes dan Purchase Order.
  • Spesifikasi item/barang yang tertera diinvoice dengan RR dan PO.
  • Nilai rupiah per item/barang yang tertera diinvoice dengan RR dan PO.
  • Nama supplier yang tertera diinvoice dengan Faktur Pajak PPN.
  • Masa/periode atas PPN Masukan tersebut (lebih dari 3 bulan tidak dapat dikreditkan sebagai PPN Masukan).

c. AP Staff melakukan entry ke dalam sistem atas invoice supplier/vendor dan mencetak Tanda Terima Faktur. Tanda Terima Faktur tersebut yang digunakan sebagai bukti untuk pengambilan giro.

d. Jatuh Tempo pembayaran hutang supplier/vendor terhitung sejak tanggal yang tertera pada Tanda Terima Faktur tersebut.

e. AP Staff melakukan entry ke dalam sistem untuk membukukan transaksi atas invoice supplier/vendor tersebut(mencatat hutang supplier dan jatuh tempo pembayarannya).

f. Untuk Invoice Non PO, AP Staff menerima invoice beserta dokumen pendukungnya dari user. AP Staff memeriksa kelengkapan dokumen dan tandatangan persetujuan dari masing-masing Dept. Head sebelum memproses pembayaran atas invoice tersebut.

g. AP Staff melakukan pembayaran hutang supplier/vendor sesuai dengan jatuh tempo pembayarannya.

Sekian artkel dari kami, Jangan lupa share artikel ini ya ke sosial media Anda. Agar teman Anda juga bisa belajar tentang apa itu akuntansi? Banyak berbagi banyak rejeki Terimakasih. Salam Let’s #beefree

5 Keunggulan Software Berbasis Dekstop

Hampir semua pengguna komputer menggunakan aplikasi desktop. Aplikasi desktop dapat ditemukan di mana saja hanya untuk setiap jenis penggunaan. Namun, selama ini (kira-kira) 10-18 tahun, muncul trend baru yang disebut aplikasi web, mobile (cloud).

Aplikasi web, sederhananya, adalah program yang pengguna dapat berinteraksi dengan menggunakan browser web mereka. Pengguna juga tidak perlu menginstal aplikasi web. Mereka sudah “diinstal” di server yang Anda akses dengan browser web Anda.

Aplikasi desktop adalah aplikasi yang berdiri sendiri yang diinstal pada komputer desktop atau laptop. Ini bisa berfitur lengkap seperti Microsoft Excel atau melakukan satu atau dua fungsi seperti aplikasi kalender.

Biasanya, aplikasi desktop dibatasi oleh perangkat keras yang dijalankannya. Dikombinasikan dengan aplikasi terminal mainframe, mereka memiliki antarmuka pengguna yang tidak kompleks. Mereka juga sulit untuk diperbarui, terutama jika peningkatan perangkat keras diperlukan agar aplikasi berfungsi.

bee-gratis-demo

Tapi, jangan terlalu cepat menilai software berbasis desktop. Aplikasi desktop biasanya memiliki kontrol lebih besar atas komputer pengguna dibandingkan dengan aplikasi web. Selain itu, aplikasi desktop sering offline dan tidak perlu koneksi Internet berfungsi dibandingkan dengan aplikasi web. Untuk itu kami akan menjelaskan “5 Keunggulan Software Berbasis Dekstop” 

1. Pengembangan Cepat (Rapid Development)

Didesain dari awal menjadi solusi cepat dan mudah untuk membangun antarmuka pengguna grafis (GUI), terutama ketika menggunakan Windows Forms di Visual Studio untuk Windows. Dari perspektif developer, Anda dapat mengakses lebih banyak sumber daya komputasi dari aplikasi desktop karena Anda tidak menggunakan browser web sebagai jembatan, dengan keterbatasannya.

Pengembangan applikasi desktop memungkinkan Anda untuk menulis kode lebih dekat ke bahasa mesin yang standar untuk kebanyakan mesin yang menjalankan browser web, menyediakan akses ke alat tingkat yang lebih rendah untuk kinerja yang lebih baik.

2. Keamanan (Security)

Karena pengguna menyimpan datanya sendiri di sistem komputernya sendiri (program ini berjalan dari desktop pengguna), ini mempersulit para peretas untuk mendapatkan akses ke data Anda.

3. Kenyamanan 

Dari sudut pandang pengguna, ini terasa lebih selaras dengan OS GUI Anda jika aplikasi desktop dibuat mengikuti standar UI / UX untuk masing-masing platform yang berbeda.

Meskipun saat ini Anda dapat melakukan sebagian besar hal yang Anda lakukan di desktop di browser web (aman untuk perangkat lunak komputasi mahal yang perlu berkomunikasi langsung dengan OS) itu masih terasa kurang terintegrasi dan nyaman untuk menggunakan aplikasi melalui tab browser web.

4. Performa

Saat ini, kinerja dan stabilitas aplikasi desktop masih jauh di depan aplikasi web, bayangkan Anda membuat aplikasi besar (contoh: aplikasi perdagangan saham),  masih banya celah antara stock tick yang ditampilkan di native dan di web.

Stabilitas ikut bermain juga, lebih sering jika Anda membangun aplikasi yang kompleks, Anda akan menemukan browser Anda tertinggal untuk beberapa saat dan resume lagi sementara Anda tidak akan menemukan hal seperti itu di aplikasi desktop (mengingat keduanya dibuat dengan baik).

5. Efisien

Aplikasi desktop adalah aplikasi yang berjalan di desktop atau laptop komputer pengguna. Aplikasi semacam itu dapat berinteraksi dengan perangkat lunak sisi server, di mana mereka dikenal sebagai thick clients. Manfaat utama dari aplikasi desktop adalah efisiensi tinggi dan fleksibilitas antarmuka pengguna.

Dapat disimpulkan bahwa aplikasi berbasis desktop lebih stabil, aman dan umumnya tidak menggunakan jaringan internet untuk menggunakannya.

Aplikasi jenis ini juga umumnya telah ditentukan penggunaannya pada sistem operasi tertentu. Sekian artkel dari kami, Jangan lupa share artikel ini ya ke sosial media Anda. Agar teman Anda juga bisa belajar tentang apa itu akuntansi? Banyak berbagi banyak rejeki Terimakasih. Salam Let’s #beefree

Metode Penghitungan Komisi Sales

Sebagai ujung tombak perusahaan, sales bertanggung jawab dalam melakukan  penjualan produk. Baik buruknya kinerja sales ditentukan oleh seberapa banyak produk yang telah dijual dalam periode tertentu, misalnya satu bulan. Dan dalam periode tersebut, tentunya sales harus menghasilkan profit sesuai target perusahaan. Namun, mereka tidak wajib untuk memikirkan apakah pelanggan terpuaskan atau tidak.

Selanjutnya, sebagai kompensasi atas tanggung jawab serta kontribusinya kepada perusahaan, maka sebagian besar perusahaan akan memberikan gaji, bonus serta komisi. Gaji diberikan karena sales merupakan karyawan perusahaan, meskpiun statusnya masih kontrak maupun sudah permanen.

Bonus biasanya diberikan sebagai apresiasi dari perusahaan atas kinerjanya yang sangat baik dan membanggakan perusahaan. Sedangkan komisi, secara sederhana diartikan sebagai imbalan yang diberikan sebagai balas jasa karena telah melakukan jual–beli atau yang sejenisnya.

Umumnya berbentuk uang serta dihitung berdasarkan persentase tertentu sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati antara pekerja dan pemberi kerja. Sebelum menghitung komisi sales, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, antara lain :

  1. Sebagai sales, Anda perlu mengetahui dasar perhitungan besarnya komisi, seperti berdasarkan atas harga beli barang dan jasa yang terjual. Atau juga berdasarkan laba bersih yang diperoleh perusahaan.
  2. Anda perlu menanyakan kepada perusahaan apakah besarnya komisi diberlakukan untuk semua produk atau hanya produk tertentu.
  3. Anda juga berhak untuk menanyakan besaran komisi yang ditetapkan, misalnya : 5%, 10%, 20% dan sebagainya. Serta ketentuan jika melampaui target yang telah ditetapkan.
  4. Jangka waktu pembayaran komisi juga perlu Anda ketahui. Ada perusahaan yang membayarnya sekali dalam seminggu namun ada juga yang melakukan pembayaran komisi setiap sebulan sekali.
  5. Hal yang juga penting Anda ketahui yaitu sistem komisi yang akan dibagikan, apakah untuk satu divisi sales atau langsung dihitung secara personal.

Selanjutnya, untuk menghitung komisi, Anda hanya perlu menghitungnya dari persentase yang telah di tetapkan. Contoh : Seorang salesmen akan mendapatkan komisi sebesar 10% jika berhasil menjual barang seharga Rp 20.000.000. Maka besarnya komisi yang akan dia dapat yaitu 10% x Rp 20.000.000 = Rp 2.000.000.

Jika komisi dihitung dari laba bersih yang diperoleh, maka perlu dihitung terlebih dahulu besarnya laba bersih tersebut. Misalnya, perusahaan mendapatkan laba bersih Rp. 50.000.000 selama bulan Februari 2018. Sedangkan komisi yang ditetapkan yaitu sebesar 5%, maka besarnya komisi yang akan diterima adalah 5% x Rp 50.000.000 = Rp 2.500.000

Lain lagi ketika perusahaan menetapkan komisi untuk divisi sales yang harus dibagi dengan tim (staf sales). Contohnya, selama satu bulan divisi sales mendapatkan komisi sebesar Rp 25.000.000. Dalam divisi tersebut terdiri dari seorang kepala divisi dan tujuh orang staf sales. Dan sesuai dengan ketentuan awal bahwa persentase untuk kepala divisi sebesar 30% sedangkan untuk masing – masing sales sebesar 10%, maka pembagian komisinya yaitu:

  • 30% x Rp 25.000.000 = Rp 7.500.000 (untuk kepala divisi)
  • 10% x Rp 25.000.000 = Rp 2.500.000 (untuk masing – masing anggota)

Selain dengan cara manual, untuk menghitung komisi sales juga bisa dilakukan dengan menggunakan microsoft excel. Perlu diketahui bahwa ketika menghitung dengan menggunakan microsoft excel Anda harus paham tentang formula yang akan digunakan.

Karena itu, ada cara lain yang lebih praktis yaitu dengan menggunakan software akuntansi yang saat ini sudah banyak dijual secara bebas. Tinggal memilih software akuntansi yang sesuai dengan bidang usaha Anda.

Itulah cara menghitung komisi sales di perusahaan yang bisa Anda terapkan. Jika Anda rasa artikel ini bermanfaat, maka jangan lupa membagikannya kepada pembaca yang lain. Berbagi itu indah. Salam Let’s #beefree

Cara Menghitung Tunjangan Hari Raya untuk Pekerja Harian dan Contohnya

Kapankah Hari raya Idul Fitri untuk tahun 2018 ini? Pasti semua sudah mengetahuinya. Tepatnya di tanggal 14–15 Juni 2018 nanti. Hari Raya idul fitri merupakan waktu yang ditunggu-tunggu oleh sebagaian besar pekerja muslim.

Karena menjelang hari Raya selain mendapat libur yang cukup panjang, mudik ke kampung halaman, karyawan juga mendapat tambahan uang berupa THR. Apa sih THR itu? Siapa saja yang berhak mendapatkanya? Serta bagaimana ketentuan THR untuk pekerja harian? Berikut penjelasannya.

Pengertian Tunjangan Hari raya (THR)

Di Indonesia, Tunjangan Hari raya (THR) telah diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan transmigrasi no. 6 tahun 2016. Dalam Permen tersebut dijelaskan bahwa THR merupakan pendapatan non upah yang wajib dibayarkan oleh perusahaan kepada buruh/pegawai/pekerja menjelang Hari Raya Keagamaan.

Untuk Muslim, Hari Raya yang dimaksud adalah Hari raya Idul Fitri. Sedangkan untuk Kristen Katolik dan Protestan Hari Rayanya adalah Natal. Nyepi untuk umat Hindu, Waisak untuk umat Budha, dan Imlek untuk umat Konghucu. THR diberikan kepada buruh/pegawai/pekerja yang telah bekerja minimal satu bulan secara terus–menerus atau lebih.

Itu peraturan terbaru yang berbeda dengan peraturan sebelumnya. Dan seorang pengusaha wajib memberikan THR kepada pekerja karena memiliki hubungan kerja dengannya. Hubungan kerja tersebut baik berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu (PKWTT) ataupun perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT).

Termasuk didalamnya adalah pekerja harian lepas. Selanjutnya, Besaran THR untuk pekerja harian lepas yaitu sebesar rata-rata upah yang diterimanya per bulan. Itu berlaku jika masa kerjanya telah mencapai satu tahun atau lebih.

Sedangkan jika masa kerjanya belum mencapai satu tahun, maka perhitungannya berdasarkan rata-rata upah yang diterimanya tiap bulan selama masa kerja. Dan apabila masa kerjanya kurang dari satu bulan, maka pekerja tersebut tidak berhak mendapatkan THR.

Contoh Penghitungan THR Untuk Pekerja Harian

Sebagai contoh, pak Joni bekerja dari tanggal 5 Juni 2017 sebagai tenaga harian. Dia menerima gaji setiap dua minggu sebesar Rp 1.000.000, jadi tanggal 16 Juni 2017 dia gajian. Hari Raya Idul Fitri jatuh pada tanggal 26 Juni 2017. Maka sesuai dengan ketentuan, pak Joni tidak mendapatkan THR

Beda dengan pak Amir yang juga bekerja sebagai tenaga harian dari tanggal 1 Mei 2017. Juga sama menerima gaji setiap dua minggu sebesar Rp 1.000.000. Bila ditotal selama satu bulan pak Amir akan menerima Rp 2.000.000. Maka untuk Hari Raya Idul Fitri yang jatuh pada tanggal 26 Juni 2017 dia berhak atas THR sebesar Rp 2.000.000

Lain lagi dengan pak Iwan. Dia juga sebagai pekerja lepas selama 12 bulan dengan gaji per bulan sebagai berikut :

Bulan Besaran gaji
Juli 2016 Rp 2.000.000
Agustus 2016 Rp 3.000.000
September 2016 Rp 2.500.000
Oktober 2016 Rp 2.000.000
November 2016 Rp 2.500.000
Desember 2016 Rp 2.000.000
Januari 2017 Rp 3.000.000
Februari 2017 Rp 2.500.000
Maret 2017 Rp 2.000.000
April 2017 Rp 3.000.000
Mei 2017 Rp 2.000.000
Juni 2017 Rp 3.500.000

Rata-rata gaji yang diterimanya dalam 12 bulan tersebut yaitu Rp 2.500.000. Maka sebelum Hari Raya Idul Fitri 26 Juni 2017, dia berhak menerima THR Rp 2.500.000.

Besaran THR memang sudah di tetapkan pemerintah. Namun dalam kenyataannya, masih ada perusahaan yang berbaik hati memberikan uang THR lebih dari ketetapan. Bahkan ada juga pemilik usaha yang memberikan THR kepada pekerja meskipun belum genap satu bulan. Teragntung dari kebijakan masing-masing perusahaan.

Itulah pembahasan tentang cara menghitung tunjangan hari raya untuk pekerja harian dan contohnya. Jika Anda rasa artikel ini bermanfaat, maka jangan lupa membagikannya kepada pembaca yang lain. Berbagi itu indah. Salam Let’s #beefree

Pengertian dan Cara Menentukan Key Performance Indicator (KPI)

Pengertian Performa Indicator (KPI)

Key Performance Indicator (KPI) adalah nilai terukur yang menunjukkan seberapa efektif perusahaan mencapai tujuan bisnis utama. Perusahaan menggunakan KPI untuk mengevaluasi keberhasilan mereka dalam mencapai target. 

Key Performance Indicator biasanya digunakan untuk menilai kondisi suatu bisnis serta tindakan apa yang diperlukan untuk menyikapi kondisi tersebut. Sangat penting bagi Anda untuk mengetahui Pengertian dan Cara Menentukan Key Performance Indicator (KPI).

High-level KPI umumnya fokus pada kinerja keseluruhan perusahaan, sementara  low-level KPI lebih fokus pada proses di departemen seperti penjualan, pemasaran, atau pusat panggilan pelanggan (Customer Service). KPI sama pentingnya dengan performa operasi yang dinilai.

Terkadang, organisasi secara buta mengadopsi KPI yang diakui industri dan kemudian bertanya-tanya mengapa KPI itu tidak mencerminkan bisnis mereka sendiri dan gagal mempengaruhi perubahan positif apa pun.

Salah satu aspek yang paling penting, tetapi sering diabaikan dalam penerapan KPI adalah bahwa bentuk komunikasi mereka. Dengan demikian, mereka mematuhi aturan yang sama dan praktik terbaik sebagai bentuk komunikasi dan pertukarn informasi. Informasi yang jelas dan relevan jauh lebih mudah untuk diserap dan ditindaklanjuti.

Dalam hal mengembangkan strategi untuk merumuskan KPI, tim Anda harus mulai dengan dasar-dasar dan memahami apa tujuan bisnis Anda, bagaimana Anda berencana mencapainya, dan siapa yang dapat bertindak atas informasi ini.

Ini harus menjadi proses berulang yang melibatkan umpan balik (feedback) dari analis, kepala departemen dan manajer. Ketika tugas pencarian informasi selesai, Anda akan mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang proses bisnis mana yang perlu diukur dengan KPI dan dengan siapa informasi itu harus dibagikan.

Salah satu cara untuk mengevaluasi relevansi KPI adalah dengan menggunakan kriteria SMART (specific, measurable, attainable, relevant, time-bound). Kuncinya adalah spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, terikat waktu. Dengan kata lain:

  • Apakah tujuan Anda Spesifik?
  • Bisakah Anda Mengukur kemajuan menuju tujuan itu?
  • Apakah tujuan itu realistis dicapai?
  • Seberapa relevan tujuan Anda?
  • Apa kerangka waktu (Time-frame) untuk mencapai tujuan ini?

Cara Menentukan Key Performance Indicator (KPI)

Mendefinisikan KPI memang tidak mudah dan sedikit tricky. Kata operasi dalam KPI adalah “kunci” karena setiap KPI harus terkait dengan hasil bisnis tertentu. KPI sering dicampurkan dengan metrik bisnis.

Meskipun sering digunakan untuk tujuan yang sama, KPI perlu didefinisikan sesuai dengan tujuan bisnis yang penting. Ikuti langkah-langkah ini saat menentukan KPI:

  • Apa hasil yang Anda inginkan?
  • Mengapa hasil ini penting?
  • Bagaimana Anda akan mengukur kemajuan?
  • Bagaimana Anda bisa mempengaruhi hasilnya?
  • Siapa yang bertanggung jawab atas hasil bisnis?
  • Bagaimana Anda tahu bahwa Anda telah mencapai hasil Anda?
  • Seberapa sering Anda akan meninjau kemajuan menuju hasil?

Sebagai contoh, katakanlah tujuan Anda adalah untuk meningkatkan pendapatan penjualan tahun ini. Anda akan memanggil KPI ini KPI Pertumbuhan Penjualan Anda. Berikut ini bagaimana Anda mendefinisikan KPI ini:

  • Untuk meningkatkan pendapatan penjualan sebesar 15% tahun ini
  • Mencapai target ini akan memberi keuntungan bagi perusahaan
  • Kemajuan akan diukur sebagai peningkatan pendapatan yang diukur dalam rupiah yang dihabiskan
  • Dengan mempekerjakan staf penjualan tambahan, dengan mempromosikan pelanggan yang sudah ada untuk membeli lebih banyak produk
  • Manager penjualan bertanggung jawab atas ini
  • Pendapatan akan meningkat 15% tahun ini
  • KPI akan ditinjau setiap bulan

Kriteria SMART juga dapat diperluas menjadi SMARTER (specific, measurable, attainable, relevant, time-bound,evaluate and reevaluate) dengan penambahan evaluasi dan evaluasi kembali. Kedua langkah ini sangat penting, karena memastikan Anda terus menilai KPI Anda dan relevansinya dengan bisnis Anda.

Misalnya, jika Anda telah melampaui target pendapatan Anda untuk tahun berjalan, Anda harus menentukan apakah itu karena Anda menetapkan sasaran terlalu rendah atau jika itu disebabkan oleh beberapa faktor lain.

KPI sering memiliki konotasi negatif yang terkait dengan mereka. Sayangnya, banyak pelaku bisnis mulai melihat pemantauan KPI sebagai praktik yang usang. Ini karena KPI menjadi korban dari masalah yang paling umum yaitu kurangnya komunikasi.

KPI hanya berfungsi sesuai seperti yang Anda buat. KPI membutuhkan waktu, tenaga dan dukungan karyawan untuk memenuhi harapan mereka yang tinggi. Sekian artkel dari kami, Jangan lupa share artikel ini ya ke sosial media Anda. Agar teman Anda juga bisa belajar tentang apa itu akuntansi? Banyak berbagi banyak rejeki Terimakasih. Salam Let’s #beefree

Pengertian dan Fungsi Pajak Masukan dan Keluaran

Hai, kali ini kami akan membahas tentang Pengertian dan Fungsi Pajak Masukan dan Pajak Keluaran. Secara umum pajak masukan dan pajak keluaran merupakan komponen dari pajak pertambahan nilai (PPN).

Pajak pertambahan nilai (PPN) sendiri merupakan pajak yang dikenakan pada pada waktu perusahaan melakukan pembelian atas barang kena pajak (BKP)/ jasa kena pajak (JKP) yang dikenakan dari dasar pengenaan pajak (DPP).

Pajak pertambahan nilai (PPN) juga merupakan pajak yang menggantikan pajak penjualan (PPn) karena memiliki karakter positif yang tidak dimiliki oleh pajak penjualan.

PPN sebagai pajak objektif dapat diartikan sebagai kewajiban membayar pajak oleh konsumen yang terdiri atas orang pribadi atau badan, dan tidak berkorelasi dengan tingkat penghasilan tertentu.

Siapapun yang mengonsumsi barang atau jasa yang termasuk objek PPN, akan diperlakukan sama dan wajib membayar PPN atas konsumsi barang atau jasa tersebut. Ditinjau dari ilmu perpajakan PPN termasuk dalam kategori: pajak objektif, pajak atas konsumsi umum dalam negeri, dan pajak tidak langsung.

Pajak Masukan

Pajak Masukan merupakan salah satu komponen dari pajak pertambahan nilai (PPN). Pajak masukan sama dengan utang pajak. Dalam hal tertentu, pajak masukan tidak dapat dikreditkan. Faktur pajak merupakan bukti pungutan pajak dan dapat digunakan sebagai sarana untuk mengkreditkan pajak masukan.

Istilah pajak masukan ini mengartikan penerimaan pajak dari orang/badan yang membayar pajak akibat dari pembelian barang kena pajak dari pengusaha kena pajak. Pengusaha kena pajak akan mencatat utang pajak di sisi kredit.

Pajak masukan adalah pajak pertambahan nilai yang seharusnya sudah dibayar oleh pengusaha kena pajak karena perolehan barang kena pajak dan atau penerimaan jasa kena pajak dan atau pemanfaatan barang kena pajak tidak berwujud dari luar daerah pabean dan atau pemanfaatan jasa kena pajak dari luar daerah pabean dan atau impor barang kena pajak.

Pajak masukan sendiri berfungsi sama seperti jenis pajak pada umumya yaitu budgetair, regulerend, fungsi stabilitas dan fungsi redistribusi pendapatan. Tata cara umum Pajak Pertambahan Nilai (PPN) adalah pengusaha kena pajak mengkreditkan pajak masukan dalam suatu masa dengan pajak keluaran dalam masa pajak yang sama.

Apabila dalam masa pajak tersebut lebih besar pajak keluaran, kelebihan pajak keluaran harus disetorkan ke kas negara. Sebaliknya, apabila dalam masa pajak tersebut pajak masukan lebih besar dari pajak keluaran, kelebihan pajak masukan dapat dikompensasikan ke masa pajak berikutnya atau dimintakan restitusi.

Pajak Keluaran

Pajak keluaran adalah pajak yang dikenakan atas penjualan barang kena pajak yang ditambahkan sebesar 10% dari harga jual. Pajak keluaran dikenakan ketika Pengusaha Kena Pajak melakukan penjualan terhadap barang kena pajak atau jasa kena pajak. 

Adapun batas waktu untuk melakukan pengkreditan pajak keluaran tersebut adalah tiga bulan setelah masa pajak berakhir sehingga PKP memiliki waktu yang cukup leluasa untuk melakukan pengkreditan pajaknya. Pajak Keluaran sendiri berfungsi sama seperti jenis pajak pada umumya yaitu budgetair, regulerend, fungsi stabilitas dan fungsi redistribusi pendapatan. 

Pajak keluaran sama dengan pajak dibayar di muka. Istilah pajak keluaran ini mengartikan bahwa orang/badan yang membeli barang/jasa kena pajak sekaligus membayar pajak kepada pengusaha kena pajak. Pembeli ini akan mencatat pajak dibayar di muka di sisi debit.

Batas waktu untuk melakukan pengkreditan pajak masukan adalah tiga bulan setelah masa pajak berakhir sehingga PKP memiliki waktu yang cukup lama untuk melakukan pengkreditan pajaknya. 

Sekian artikel Pengertian dan Fungsi Pajak Masukan dan Pajak Keluaran dari kami, Jangan lupa share artikel ini ya ke sosial media Anda. Agar teman Anda juga bisa belajar tentang apa itu akuntansi? Banyak berbagi banyak rejeki Terimakasih. Salam Let’s #beefree

 

12 Cara untuk Meningkatkan Produktivitas Sales dan Marketing Anda

Sebagai seorang pengusaha tentunya Anda harus memahami tugas dan peran seorang sales dan marketing. Pada umumnya, sales bertanggung jawab untuk melakukan  penjualan produk. Sedangkan marketing bertanggung jawab untuk merancang strategi pemasaran dengan tepat. Kedua bagian tersebut merupakan ujung tombak perusahaan. Karena maju tidaknya suatu usaha ada di tangan mereka.

Di beberapa perusahaan, sales dan marketing merupakan dua divisi yang terpisah. Sales lebih fokus pada penjualan produk. Dia tidak memikirkan apakah pelanggan terpuaskan atau tidak. Sedangkan marketing berfokus pada cara untuk menjaga citra dan brand awareness suatu produk agar pelanggan dapat memutuskan membeli atau tidak dengan cepat.

Namun, tidak sedikit juga perusahaan yang menjadikan dua divisi tersebut menjadi satu dikarenakan minimnya jumlah karyawan ataupun karena untuk efisiensi cost perusahaan. Dan tidak ada yang salah ketika bagian sales dan marketing dijadikan satu ataupun dipisah.

Tergantung dari kebutuhan dan kemampuan dari masing–masing peusahaan. Intinya bahwa tugas dan tanggung jawab dari sales ataupun marketing dijalankan dengan baik serta dapat mencapai target yang ditetapkan. Kemudian yang juga penting yaitu menjaga agar kedua divisi tersebut tetap produktif.

Selanjutnya, bagaimana cara untuk meningkatkan produktivitas sales dan merketing?

Caranya adalah :

  1. Jaga kekompakan tim. Perhatikan kembali apakah tim tersebut masih bekerja secara individu atau sudah dapat bekerja sama dengan baik. Luruskan kembali jika masih ada tim yang berkompetisi di dalam tubuh perusahaan.
  2. Atur ulang jadwal meeting internal supaya lebih efektif. Jika sebelumnya meeting internal bisa menghabiskan waktu hingga satu jam, maka Anda dapat mengaturnya kembali menjadi setengah jam. Sedangkan sisanya bisa digunakan untuk aktivitas yang lain.
  3. Ciptakan sistem untuk menggantikan data entry yang selama ini masih dilakukan secara manual.
  4. Siapkan target dan gol yang ingin diraih oleh tim baik bulanan, kuartalan, semester ataupun tahunan.
  5. Buatlah perencanaan dengan matang sebagai pendukung untuk mencapai target yang telah ditetapkan.
  6. Fokus pada perencanaan yang telah dibuat. Fokus juga pada pembeli yang sudah ada serta calon pembeli potensial.
  7. Terus belajar dalam situasi apapun. Belajar untuk memperbaiki kesalahan yang telah dilakukan. Bisa dari pengalaman pribadi ataupun orang lain. Dengan belajar maka produktivitas akan meningkat.
  8. Istirahatlah sejenak ketika Anda merasa sangat lelah. Jangan terlalu memforsir tubuh Anda yang dapat mengakibatkan kerja menjadi tidak produktif. Beristirahatah sejenak untuk mengembalikan tenaga Anda.
  9. Evaluasi kinerja tim secara berkala. Baik secara harian, mingguan ataupun bulanan. Dengan melakukan evaluasi, maka kinerja yang kurang efektif dapat segera diperbaiki.
  10. Tingkatkan sikap sosial kepada pelanggan. Jagalah hubugan baik dan bersosialisasilah dengan pelanggan. Kenali pelanggan dengan baik dan jangan putus komunikasi. Berilah ucapan selamat ketika hari besar atau ketika mereka mencapai suatu prestasi.
  11. Alokasikan waktu untuk bersama–sama melakukan sharing session. Karena tim perlu menceritakan kesulitan-kesulitan yang dihadapi di lapangan dan bagaimana cara mengatasinya. Hal ini bisa menjadi new insight bagi tim lain yang mungkin belum mengalaminya.
  12. Berikan perhatian dan penghargaan atas prestasi yang telah diraih tim. Dengan harapan dapat dijadikan sebagai role model bagi tim lain yang belum mencapai target dan agar lebih produktif dalam bekerja.

Itulah 12 cara untuk meningkatkan produktivitas sales dan marketing Anda. Jika Anda rasa artikel ini bermanfaat, maka jangan lupa membagikannya kepada pembaca yang lain. Berbagi itu indah. Salam Let’s #beefree

Cara Menghitung Gaji Karyawan Perusahaan Anda yang Baik dan Benar

Seseorang yang bekerja di suatu perusahaan dimana perusahaan tersebut menghasilkan kentungan pasti akan mendapat gaji sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Karena gaji merupakan hak dari seorang pekerja setelah menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya.

Sedangkan bagi pengusaha, gaji merupakan kewajiban rutin yang harus ditunaikan setiap periode, baik sebulan sekali maupun seminggu sekali. Tergantung kebijakan masing-masing perusahaan. Sebelum menghitung gaji, terlebih dahulu harus Anda ketahui komponen–komponen yang terkandung di dalamnya.

Komponen-Komponen Gaji 

  1. Tunjangan
  2. Potongan
  3. Uang lembur
  4. dan Gaji pokok itu sendiri.

Komponen tunjangan merupakan pelengkap gaji, jenisnya antara lain : tunjangan transport, makan, jabatan, dan sebagainya. Pengusaha perlu memberikan tunjangan bagi karyawan sebagai bentuk kepedulian serta agar karyawan lebih semangat dalam bekerja.

Lain halnya dengan potongan. Perusahaan melakukan potongan karena berhubungan dengan pribadi karyawan. Misalnya, untuk iuran kesehatan, pajak atau kepentingan lain.

Sedangkan untuk uang lembur biasanya diberikan setelah karyawan melakukan kerja ekstra di luar jam kerja reguler. Namun, ada juga perusahaan yang tidak menetapkan adanya uang lembur. Semuanya tergantung kebijakan masing–masing perusahaan.

Dan untuk gaji pokok, ada ketentuan yang harus diikuti perusahaan. Seperti Undang–undang no. 13 tahun 2003 dan upah minimum provinsi (UMP) yang besarnya berbeda di tiap wilayah serta berubah setiap tahunnya. Selain itu, faktor pengalaman kerja serta keahlian juga menjadi pertimbangan dalam menentukan besarnya gaji karyawan.

Selanjutnya, untuk menghitung gaji karyawan dapat dilakukan dengan metode yang sudah umum digunakan yaitu metode prorata. Dalam metode ini ada dua cara yang dapat dipakai.

2 Macam Metode Penghitungan Gaji Karyawan

Cara Pertama

  1. Hitung jumlah hari kerja dalam satu bulan, misal di bulan Januari 2018 (Senin – Jumat) ada 23 hari kerja. Dari 23 hari tersebut, misalkan karyawan X hanya masuk selama 10 hari kerja.
  2. Hitung gaji pokok dan tunjangan yang telah ditetapkan perusahaan, contohnya : Rp 8.000.000 dalam sebulan.
  3. Hitung upah per jam dibagi dengan 173 jam kerja, maka didapat = Rp 8.000.000/173 = Rp 46.242,
  4. Masukkan ke dalam rumus berikut

= Jumlah hari kerja dalam sebulan x jumlah jam kerja dalam sehari x upah/jam

= 10 x 8 x Rp 46.242

= Rp 3.699.360

Angka Rp 3.699.360 belum dipotong pajak dan potongan lainnya.

Cara Kedua

  1. Bagilah gaji tahunan full time dengan 52 jam kerja, misal gaji bulanan = Rp 6.000.000, maka gaji tahunan = Rp 6.000.000 x 12 = Rp 72.000.000 / 52 = Rp 1.384.615
  2. Hitunglah tarif per jam karyawan dengan cara membagi hasil dari perhitungan pada nomor 1(Rp 1.384.615) dengan jumlah jam penuh selama sebulan (= 40 jam), sehingga didapat = Rp 1.384.615 / 40 = Rp 34.615
  3. Hitunglah gaji mingguan karyawan dengan cara mengalikan tarif per jam karyawan dengan 28 jam kerja per minggu = Rp 34.615 x 28 = Rp 969.220
  4. Hitunglah gaji bulanan karyawan dengan cara mengalikan gaji mingguan (Rp 807.692) dengan 52 minggu (dalam sebulan) = Rp 969.220 x 52 = Rp 50.399.440
  5. Bagilah gaji tahunan karyawan dengan 12 bulan gaji = Rp 50.399.440 / 12 = Rp 4.199.953

Kesimpulannya ;

Kedua cara tersebut sama–sama benar, tinggal Anda pilih salah satu. Kemudian, selain dengan perhitungan secara manual, untuk menghitung gaji karyawan juga bisa dilakukan dengan menggunakan excel ataupun software yang saat ini sudah banyak dijual bebas. Carilah yang sesuai dengan jenis perusahaan Anda.

Ingat bahwa masalah gaji merupakan hal yang sangat privacy dan crucial. Jadi, harus dihitung dengan ekstra hati- hati.

Itulah cara menghitung gaji karyawan perusahaan Anda yang baik dan benar berdasarkan ketentuan yang berlaku. Jika Anda rasa artikel ini bermanfaat, maka jangan sungkan-sungkan untuk membagikannya kepada pembaca yang lain. Berbagi itu indah. Salam Let’s #beefree