Home / Uncategorized / Tips Bisnis (page 3)

Tips Bisnis

Tips Memilih Investor yang Tepat untuk Usaha Anda

Dalam sebuah survei Donna Harris, pendiri 1776, sebuah perusahaan bantuan startup baru-baru ini terhadap pemilik usaha kecil, dengan masing-masing 11 hingga 50 karyawan, mencatat bahwa “arus kas” sebagai perhatian utama mereka. Dua puluh satu persen melaporkan masalah “meningkatkan modal / pendanaan,” sebagai perhatian utama mereka. Salah satu sumber modal yang menarik adalah investor.

Ketika Anda bertemu dengan investor, biasanya insting pertama yang mucnul cukup sederhana: startup Anda membutuhkan uang dan investor memilikinya, jadi tak ada yang lebih penting untuk dilakukan selain meyakinkan mereka bahwa bisnis Anda memiliki banyak potensi tetapi membutuhkan banyak dana.

Saat ini mencari modal lebih mudah diakses daripada di masa lalu, tetapi yang lebih penting adalah bahwa pemilik memilih sumber pendanaan yang paling sesuai dengan kebutuhan spesifik mereka. Maka dari itu inilah beberapa tips untuk menemukan investor yang tepat bagi usaha Anda.

  1. Memahami berbagai opsi investasi yang Anda miliki

Ada banyak opsi untuk mendapatkan investor. Beberapa diantaranya sebagai berikut:

  • Ekuitas pribadi (PE). PE mencakup sejumlah jenis investasi yang biasanya dibuat oleh perorangan atau lembaga swasta untuk membeli perusahaan, mendanai proyek, atau melakukan investasi swasta.
  • Modal ventura (VC). Investasi VC dikelola secara berbeda dan biasanya dirancang untuk mendanai perusahaan pemula dengan potensi pertumbuhan tinggi. VC juga menyediakan keahlian dan bantuan perencanaan bisnis pemula.
  • Angle investor (Investasi malaikat). Angel investor adalah individu dengan kekayaan bersih tinggi yang mencari pengembalian tinggi melalui investasi swasta di perusahaan pemula. Mereka menyediakan pembiayaan awal yang serupa dengan pemodal ventura dalam jumlah yang lebih kecil.

Pengusaha yang mencari pendanaan juga harus mempertimbangkan program modal ventura pemerintah yang tersedia melalui program Small Business Investment Company ata uyang sejenisnya dan biasanya dalam bentuk program pemerintah melalui BUMN.

  1. Ketahui apa yang ingin disediakan investor untuk Anda

Seberapa terlibat yang Anda inginkan dari investor Anda? Bo Yaghmaie, seorang mitra di firma hukum Cooley LLP, mengulas bahwa ketika bertemu dengan mitra keuangan potensial, Anda mestinya akan mendapat penjelasan tentang skema investasi mereka, apa yang biasanya mereka berikan kepada perusahaan, harapan mereka terhadap CEO dan bagaimana mereka ingin terlibat. Faktor-faktor lain yang harus Anda ketahui ketika datang ke calon investor termasuk diantaranya adalah area fokus dan pengalaman mereka, rencana pengembangan dari investasi tersebut dan reputasi mereka.

Memahami tips memilih investor diatas bisa membantu membesarkan usaha Anda dengan dukungan modal yang tepat.

  1. Tahu ke mana harus mencari investor

Menemukan jenis investor terbaik untuk perusahaan Anda adalah langkah penting dalam mewujudkan visi keseluruhannya, tetapi Anda juga perlu tahu cara terhubung dengan investor tersebut. Di perusahaan besar, biasanya sudah terbentuk semacam Angel Capital Association di seluruh AS, bersama dengan basis data yang luas untuk dibaca oleh para pengusaha. Mereka menyediakan platform lain yang memungkinkan CEO perusahaan baru menemukan dan berkomunikasi dengan calon investor. Untuk tanah air, Anda bisa bergabung dengan berbagai kelompok wirausaha di media sosial maupun asosiasi pengusaha yang biasanya banyak menggelar agenda acara untuk menambah jaringan Anda untuk mencari investor yang tepat.

  1. Sampaikan kerjasama yang jelas dan rinci sejak awal

Pahami bahwa investor lebih dari sekadar buku cek berjalan – mereka adalah layaknya seorang veteran industri. Kerjasama yang tepat dapat membantu Anda mengelola modal, infrastruktur, dan lainnya. Banyak investor yang justru memiliki kursi di dalam manajemen perusahaan Anda. Anda tentu menginginkan mitra yang memberikan panduan tanpa menantang setiap keputusan yang Anda buat.

Bahkan banyak juga investor yang layaknya sebuah perusahaan mandiri misalnya saja banyak perusahaan VC besar memiliki departemen pemasaran yang ditujukan untuk menangani pesan dan portofolio dari pihak eksternal. Strategi ini dapat memposisikan startup Anda di depan calon investor dan membantu mempromosikan usaha Anda yang mungkin tidak memiliki jangkauan luas sebelumnya.

Wujudkan Impian Anda Melalui Perencanaan Keuangan yang Benar!

Mewujudkan impian butuh perencanaan, jika impian tersebut butuh biaya maka perencanaan keuangan adalah solusinya. Dalam merencanakan keuangan, apakah Anda melakukannya sendiri atau menyewa konsultan keuangan, ada beberapa langkah penting untuk mengelola keuangan Anda dan menjadikannya referensi di masa depan.

Anda dapat mengingat enam langkah dengan menghafal akronim TKMKLP, huruf-huruf yang memulai kata pertama dari setiap langkah berikut ini:

  • Tetapkan tujuan
  • Kumpulkan data
  • Menganalisis data
  • Kembangkan sebuah rencana
  • Laksanakan rencana tersebut
  • Pantau rencananya

Langkah 1 dalam Perencanaan Keuangan: Menetapkan Tujuan

Tujuan menetapkan tujuan adalah untuk membentuk fondasi atau tujuan perencanaan itu sendiri atau dengan kata lain untuk memulai perjalanan finansial dengan konsep yang terarah. Terlalu banyak orang menabung dan menginvestasikan uang tanpa tujuan khusus. Sedikit lebih dalam lagi, terlalu banyak orang memiliki tujuan finansial tetapi tujuan ini bukan tujuan mereka sendiri. Tujuan keuangan harus mengikuti tujuan hidup, bukan sebaliknya.

Berikut beberapa contoh pertanyaan terbuka yang dapat Anda gunakan dalam perencanaan Anda sendiri:

  • Apa saja ingatan Anda yang paling awal dan pengalaman yang dihasilkan dari perencanaan keuangan (misalnya saat membuka rekening tabungan pertama, rekening giro pertama, dan kartu kredit pertama)
  • Apa kekuatan finansial Anda? Apa kelemahan finansial Anda?
  • Bagaimana Anda berencana menabung agar cukup untuk masa pensiun?

Sekarang Anda memiliki gagasan tentang tujuan keuangan Anda – filosofi panduan untuk mengarahkan tujuan investasi, manajemen kas, kebutuhan asuransi, dan instrumen keuangan lainnya untuk membantu mencapai tujuan Anda.

Langkah 2 dalam Perencanaan Keuangan: Kumpulkan Data yang Relevan

Langkah ini adalah tempat informasi yang diperlukan untuk membuat rekomendasi untuk strategi dan produk keuangan yang tepat untuk mencapai tujuan Anda. Misalnya, berapa horizon waktu Anda? Apakah Anda ingin mencapai tujuan ini dalam lima tahun, 10 tahun, 20 tahun, atau 30 tahun? Apa toleransi risiko Anda? Apakah Anda bersedia menerima risiko pasar relatif tinggi untuk mencapai tujuan investasi Anda, atau akankah portofolio konservatif menjadi pilihan yang lebih baik untuk Anda?

Misalnya, jika Anda mengumpulkan data untuk perencanaan pensiun, Anda harus mengetahui penghasilan tahunan, tingkat imbal balik dari tabungan, berapa lama rencana menabung sampai tujuan terwujud, misal untuk persiapan masa pensiun, usia ketika Anda memenuhi syarat untuk menerima Jaminan Sosial atau dana pensiun, berapa banyak tingkat pengembalian yang diharapkan dan masih banyak lagi yang lainnya.

Meskipun Anda mungkin sudah mengetahui informasi ini, sebaiknya semuanya dituliskan sehingga Anda dapat memvisualisasikan semua data yang diperlukan untuk membuat keputusan investasi – serta mampu memberi diri Anda “saran” yang bijaksana.

Langkah 3 dalam Perencanaan Keuangan: Analisis Data

Anda telah mengumpulkan data yang relevan, sekarang analisislah! Mengikuti contoh perencanaan pensiun, data yang Anda kumpulkan dapat membantu Anda mencapai beberapa asumsi dasar. Mari kita asumsikan Anda memiliki 30 tahun waktu menabung hingga sampai usia pensiun, Anda telah menabung Rp. 500 juta dan Anda mengharapkan pengembalian 8,00% dari investasi Anda, maka Anda dapat menabung Rp. 2,5 juta per bulan ke depannya.

Jika Anda tidak memiliki kalkulator keuangan, Anda dapat menganalisis data dengan kalkulator keuangan atau Anda dapat mengunjungi salah satu dari banyak kalkulator onlin. Anda tinggal masukkan angkanya dan lihat apakah hasilnya sesuai dengan harapan Anda.

Setelah Anda membuat kalkulasi, silahkan di cek apakah tujuan pensiun Anda dapat dicapai? Seringkali, asumsi awal tidak cukup untuk mencapai tujuan itu. Di sinilah Anda mulai menyusun solusi alternatif yang ada di langkah berikutnya.

Langkah 4 dalam Perencanaan Keuangan: Kembangkan Rencana

Katakanlah Anda membutuhkan Rp. 10 M untuk mencapai tujuan Anda. Asumsi sebelumnya (dalam Langkah 3: Analisis Data) ternyata Anda kekurangan Rp. 100 juta. Untuk kondisi seperti ini, Anda dapat mengambil risiko pasar yang lebih besar, dan meningkatkan eksposur Anda terhadap saham dalam portofolio investasi yang lebih agresif dan mengasumsikan tingkat pengembalian lebih tinggi misalnya 9,00%. Dengan asumsi semua asumsi lain tetap sama, dan dengan meningkatkan laba yang diharapkan naik sebesar 1,00%, dalam waktu 30 tahun Anda.

Langkah 5 dalam Perencanaan Keuangan: Terapkan Rencana (Tahap Implementasi)

Sekarang Anda cukup menjalankan rencana Anda! Walau sesederhana ini kedengarannya, namun banyak orang menemukan bahwa implementasi ini adalah langkah paling sulit dalam perencanaan keuangan. Meskipun Anda memiliki rencana yang dikembangkan, tetap saja dibutuhkan disiplin dan keinginan kuat untuk mewujudkannya. Menabung Rp.2,5-3 juta per bulan mungkin sulit. Anda mungkin mulai bertanya-tanya apa yang akan terjadi jika Anda gagal. Di sinilah kelambanan tumbuh menjadi penundaan. Ingat petuah bijak bahwa baru memulai adalah aspek terpenting dari kesuksesan.

Anda tidak perlu memulai dengan tabungan tingkat tinggi atau strategi investasi tingkat lanjut. Anda bisa belajar cara berinvestasi hanya dengan satu dana atau Anda bisa mulai menabung beberapa rupiah per minggu untuk menambah investasi pertama Anda.

Intinya adalah membuat strategi keuangan Anda dapat dicapai dan mempertimbangkan untuk perlahan-lahan naik ke tingkat tabungan yang diinginkan daripada beralih ke sesuatu yang mungkin menantang namun jika diterapkan terlalu cepat justru mengganggu tingkat kenyamanan dan anggaran Anda.

Langkah 6 dalam Perencanaan Keuangan: Memantau Rencana

Ini bagian terpenting dari perencanaan keuangan karena suatu alasan: rencana berkembang dan berubah seperti kehidupan. Inilah sebabnya mengapa rencana tersebut perlu dipantau dan disesuaikan dari waktu ke waktu. Pikirkan apa yang bisa berubah dalam hidup Anda, seperti pernikahan, kelahiran anak-anak, perubahan karier, dan banyak lagi. Semua peristiwa ini membutuhkan perspektif baru tentang kehidupan dan keuangan. Sekarang pikirkan jika terjadi perubahan keuangan di luar kendali Anda, seperti perubahan regulasi yang mengganggu pendapatan Anda, suku bunga, tingkat inflasi, fluktuasi imbal balik investasi, dan resesi ekonomi.

Dengan menerapkan 6 langkah perencanaan keuangan diatas, diharapkan impian Anda lebih mudah diwujdukan. Ingat, tidak ada yang tetap kecuali perubahan itu sendiri!

Benarkah Perusahaan StartUp Cenderung Lebih Sukses Dibanding Perusahaan Besar?

Jaman sudah berubah begitupun cara cari uang sudah berubah, kalau Anda melakukan hal yang sama, maka hasil yang Anda dapatkan akan sama, Begitulah yang dikatakan Tung Desem Waringin – Pakar Marketing dan Properti.

Dengan berkembangnya teknologi saat ini sadar atau tidak sadar Bisnis Anda akan semakin tertinggal jika tidak melakukan PERUBAHAN atau INOVASI pemasaran maupun pengembangan produk/ jasa Anda. Inilah yang menjadi kekhawatiran perusahaan-perusahaan besar yang berada di indonesia.

Karena skala perusahaan yang lebih kecil dan usia perusahaan yang tergolong baru, startup lebih banyak menitikberatkan segala kegiatan kerjanya pada inisiatif (pemrakarsa) individu. Sehingga lingkungan kerja ini menuntut lebih pada inisiatif dan loyalitas karyawan. Jika Anda bukan inisiator, mungkin perusahaan korporasi lebih cocok untuk karir Anda.

Pada kehidupan korporasi, tuntutan untuk menjadi pemrakarsa lebih rendah karena pekerjaan sudah dirancang dan ditetapkan oleh klien atau manajer. Yang dapat dilakukan karyawan hanyalah menyelesaikan masalah yang dihadapi kantor, serta menetapkan dan mencapai target.

Startup bisa diartikan sebagai perusahaan yang baru berkembang. Startup biasanya berukuran kecil dan awalnya didanai serta dioperasikan oleh para pendirinya atau satu individu. Perusahaan startup menawarkan produk atau layanan yang tidak ditawarkan pihak lain, atau yang diyakini pendirinya ditawarkan dengan cara yang inferior.

Pada tahap awal, pengeluaran perusahaan startup cenderung melebihi pendapatan karena mereka bekerja mengembangkan, menguji, dan memasarkan ide mereka. Dengan begitu, mereka sangat membutuhkan pendanaan. Startup bisa didanai oleh pinjaman bisnis kecil tradisional dari bank atau satuan kredit, pinjaman yang disponsori pemerintah, atau dana dari organisasi non profit, dan pemerintah pusat. Teman dan keluarga juga bisa memberikan pinjaman.

Sebanyak 9 dari 10 startup mengalami kegagalan. Ini bukan fakta yang mudah diterima, tapi ini jadi hal yang perlu Anda perhatikan. Bahkan para wirausahawan perlu merencanakan kegagalan mereka sebelum memulai sebuah bisnis. Kenapa demikian? Karena pengusaha yang sangat optimis perlu melihat realita yang terjadi baik saat ini maupun nanti. Statistik ini tidak ditujukan untuk menakut-natkuti Anda, tapi untuk mendorong Anda bekerja lebih cerdas dan lebih keras.

Masalah umum yang menyebabkan startup gagal adalah tim manajemen yang lemah. Tim manajemen yang bagus akan cukup cerdas untuk menghindari alasan di atas. Tim manajemen yang lemah membuat kesalahan di banyak area:

  • Mereka sering kali lemah pada strategi, membangun produk yang tidak ada pembelinya karena mereka gagal bekerja untuk memvalidasi ide sebelum dan selama proses pengembangan.
  • Mereka biasanya tidak bagus pada tahap eksekusi, yang dapat memicu masalah dengan produk yang tidak dibangun dengan baik atau tepat waktu, dan menuju eksekusi pasar yang buruk implementasinya.
  • Mereka akan membangun tim yang lemah di bawah mereka. Ada pepatah mengatakan: pemain A mempekerjakan pekerja A, dan pemain B hanya bisa mempekerjakan pemain C, karena pemain B tidak ingin bekerja untuk pemain B yang lain. Jadi perusahaan akan berakhir dengan eksekusi yang lemah dan buruk.

Jika Anda seorang investor atau jurnalis, ketika Anda melihat sebuah startup, jangan hanya melihat idenya. Cobalah untuk mengerti bagaimana founder mengeksekusi idenya dan berjuang untuk mencapai kesuksesan. Itu adalah motor sebenarnya dalam suatu bisnis.

Jika Anda adalah startup tiruan di Asia, jangan merasa malu. Tapi juga jangan terang-terangan meniru ide orang. Eksekusilah ide Anda dengan baik dan berinovasilah sembari menyesuaikan ide Anda dengan pasar.

Ide memang penting, tapi bukan segalanya. Membangun startup bukan hanya tentang menjadi inovatif tapi juga tentang mengisi kekosongan pada pasar dan membangun sebuah bisnis dari situ. Ini adalah alur yang menentukan apakah sebuah startup akan terus hidup atau mati.

Sekian artikel dari kami, Jangan lupa share artikel ini ya ke sosial media Anda. Agar teman Anda juga bisa belajar tentang apa itu akuntansi? Banyak berbagi banyak rejeki Terimakasih. Salam Let’s #beefree

5 Jenis Bisnis UKM yang Menguntungkan

Usaha kecil menengah (UKM) adalah salah satu motor penggerak perekonomian di negara kita. Bahkan menurut informasi yang saya baca di berbagai media informasi, Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) merupakan ‘tulang punggung’ perekonomian di Indonesia.

Peluang bisnis dengan modal kecil yang sangat menguntungkan dan usaha yang menjanjikan penghasilan besar, cocok untuk pemula yang ingin sukses merintis wirausaha, tentunya tidak terlepas dari cara atau strategi anda dalam menentukan target konsumen yang harus dibidik dengan tepat.

Menyimak sekilas tentang pertumbuhan Usaha Kecil Menengah (UKM) di Indonesia saat ini memang mempunyai peranan penting, dan telah banyak memberikan kontribusi yang cukup besar dalam meningkatkan perekonomian serta pembangunan negara.

Sehingga bentuk peluang bisnis dan usaha yang paling sesuai bagi pemiliki modal kecil sebaiknya lebih mengedepankan kreatifitas, karena hal ini bertujuan agar mereka tetap mampu bersaing pada era ekonomi global seperti sekarang ini bahkan sampai masa yang akan datang. Berikut adalah 5 Jenis Bisnis UKM yang Menguntungkan.

Usaha Kecil Menegah di Bidang Kuliner

Bisnis kuliner adalah jenis usaha yang menguntungkan dan akan selalu laris sepanjang masa. Alasannya karena makanan adalah kebutuhan pokok manusia yang tidak bisa lepas dari kehidupan kita. Bisnis kuliner ini pun punya banyak kategori, mulai dari makanan ringan (camilan), minuman, hingga makanan pokok. Semua kategori di bisnis kuliner ini (camilan, minuman, makanan pokok) punya potensi yang sangat bagus, tergantung cara kita dalam memasarkannya.

Menjalankan Bisnis Online Dengan Membangun Web atau Blog

Peluang bisnis online saat ini hingga kedepannya bisa dikatakan paling potensial mengingat pengguna internet di dunia yang akan terus bertambah setiap harinya. Setiap orang telah begitu akrab dengan internet untuk berbagai keperluan mulai dari sekedar mencari informasi, hiburan, hingga menjalankan bisnis dan usahanya.

Bahkan sampai pada saat ini telah banyak yang membuktikan bahwa dunia online bisa menjadikan sumber penghasilan yang sangat fantastis untuk mendapatkan uang dari internet dengan modal yang tidak terlalu besar. Di Indonesia sendiri tidak sedikit blogger yang sudah berpenghasilan hingga puluhan juta rupiah perbulan hanya dari mengelola sebuah blog maupun toko online.

Adapun cara menjadikan blog dan web sebagai sumber penghasilan ialah melalui beberapa metode diantaranya adalah:

  • Menjalankan program periklanan CPC, CPM hingga CPA
  • Bergabung dengan program affiliasi
  • Menjual produk sendiri (toko online)
  • Iklan advertorial (konten review) atau guest post
  • Membangun blog sebaiknya dengan memiliki domain sendiri agar brand yang di kelola menjadi semakin profesional apalagi untuk sebuah brand toko online.

Sebagai contoh, toko online atau blog gratisan dengan naman domain toko.blogspot.com tentunya sangat tidak profesional jika dibandingkan dengan www.toko.com bukan?

Nah, dengan demikian mulai sekarang saatnya anda memikirkan tentang nama domain sebagai brand yang akan anda pilih. Tidak perlu khawatir soal harga, saat ini domain beserta hosting untuk menjalankan bisnis online bisa anda dapatkan dengan harga cukup terjangkau namun sangat berkualitas.

Usaha Kecil Menengah di Bidang Fashion

Sama halnya dengan bisnis kuliner, bisnis fashion (pakaian) adalah jenis bisnis yang menjanjikan dan sangat potensial karena akan selalu dicari oleh banyak orang. Alasannya sangat sederhana, pakaian adalah kebutuhan sekunder bagi manusia, dan manusia sekarang ini punya banyak keinginan untuk model pakaian mereka.

Bisnis fashion memiliki banyak sekali kategori yang bisa dimanfaatkan. Misalnya kategori pakaian pria atau wanita, pakaian muslim, pakaian model korea, dan masih banyak lagi. Salah satu bisnis busana muslim yang cukup sukses adalah Jilbab Rabbani yang membidik target market khusus wanita muslimah. Jilbab Rabbani juga memberikan kesempatan kepada pengecer untuk mendapatkan keuntungan dari penjualan produk mereka dengan cara menjadi reseller.

Yang menarik dari bisnis fashion saat ini adalah, kita bisa bisa memiliki bisnis fashion dengan modal yang sangat minim namun potensi keuntungannya cukup menggiurkan. Banyaknya suplier fashion yang menawarkan sistem penjualan dengan cara reseller ataupun dropship, sehingga kita cukup mengeluarkan modal yang relatif kecil untuk memulai bisnis ini.

Bisnis UKM di Bidang Agribisnis

Anda pasti pernah mendengar lagu Koes Plus “Orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat, kayu dan batu jadi tanaman…”. Ya, negara kita memang terkenal dengan berbagai tanaman yang dimanfaatkan sebagai bahan pangan dan kebutuhan lainnya. Mulai dari beras, aneka sayuran, aneka buah-buahan, dan tanaman penting lainnya.

Kebutuhan akan bahan pangan dan nutrisi nabati tentunya membuat bisnis UKM agrobisnis di bidang pertanian akan terus dibutuhkan masyarakat Indonesia. Bahkan kita bisa mengekspor ke luar negeri.

Bisnis UKM di bidang Agrobisnis lainnya adalah peternakan. Seperti kita ketahui, protein hewani adalah salah satu kebutuhan pokok manusia, itulah sebabnya mengapa bisnis peternakan akan selalu dibutuhkan.

Sayangnya, meski bisnis agrobisnis peternakan telah menelurkan banyak miliuner sukses di Indonesia. Belum banyak pengusaha muda yang menggeluti bidang ini karena dianggap kolot dan hanya cocok untuk masyarakat pedesaan.

Usaha Kecil Menengah di Bidang Otomotif

Perkembangan dunia otomotif di Indonesia mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Lihat saja jumlah sepeda motor dan mobil yang semakin banyak. Tentunya ini bisa menjadi salah satu peluang bisnis yang menjanjikan bagi mereka yang jeli memanfaatkannya. Bisnis otomotif tidak harus besar, yang penting hasilnya menguntungkan dan jangka panjang.

Ada beberapa usaha yang bisa dimanfaatkan di bidang otomotif. Diantaranya jasa bengkel dan spare part, jasa cuci motor/mobil, menjual perlengkapan kendaraan bermotor, dan masih banyak lagi. Banyak sekali ceruk di bisnis otomotif yang bisa kita manfaatkan, misalnya menjual helm sepeda motor. Bagi sebagian orang mungkin jualan helm itu biasa saja. Namun bagi mereka yang jeli pasti akan bisa mendapatkan keuntungan besar hanya dari berjualan helm sepeda motor.

Sekian artikel dari kami, Jangan lupa share artikel ini ya ke sosial media Anda. Agar teman Anda juga bisa belajar tentang apa itu akuntansi? Banyak berbagi banyak rejeki Terimakasih. Salam Let’s #beefree

4 Tips Jitu Memulai Usaha Peternakan

Memulai usaha membutuhkan pengetahuan lebih tentang seluk beluk komoditas yang nantinya akan digeluti. Atas alasan ini pula, maka setiap orang yang akan bergerak dalam dunia bisnis peternakan sedikit banyak mulai mengenali hal-hal yang terkait di dalamnya.

Pasalnya meski tampaknya terbilang sepele, bisnis peternakan bukanlah sebuah bisnis main-main. Ada banyak faktor penentu keberhasilan yang bisa dibilang cukup “njelimet”, dan hal yang demikian perlu diurai oleh seseorang yang hendak bergelut dengan bidang ini bila hendak menemukan benang merah menuju kesuksesan. Mengapa demikian?

Pasalnya, komoditas bidang peternakan adalah, benda hidup. Salah sedikit saja dalam penangan seluruh faktor produksi, modal, sumber daya, waktu dan tenaga bisa terbuang sia-sia. Oleh karena itu, bagi siapa saja yang hendak memulai terjun dalam dunia bisnis peternakan sebaiknya memperhatikan beberapa hal berikut ini;

  • Kenali Komoditas Apa Yang Ingin Dikembangkan

Seorang peternak sukses umumnya membidik satu komoditas bisnis untuk digeluti dan ditekuni dalam keseharian. Sebagai contoh, mendiang Bob Sadino, nama besar dibalik berdirinya Kem-Chicks sebuah perusahaan raksasa berbasis Agrobisnis dan Agroindustri, memulai dengan membidik komoditas ayam potong beserta sub produknya.

Belajar dari mendiang milyader eksentrik ini. Para pemula bisa memeik pelajaran, bahwa sebelum menuju pada kesuksesan sebagai peternak sekaligus pebisnis peternakan harus paham betul komoditas peternakannya. Kalau perlu mesti turun langsung ke kandang, yang notabene tak semua orang mampu. Karena harus berinteraksi dengan hal-hal normal di dunia peternakan seperti kotoran hewan, periaku hewan, penyakit yang mungkin menyerang hewan dan sejenisnya.

  • Kenali Kebutuhan Pasar Lokal

Produk yang dihasilkan bisnis peternakan adalah barang mentah. Setiap bisnis yang membidik barang mentah berhadapan dengan resiko kerugian akibat jangka waktu masa pakai sebuah produk sebelum sampai ke tangan konsumen.

Konsumen produk peternakan juga kebanyakan adalah pasar lokal yang memang ada diseputaran lokasi berdirinya peternakan tersebut. Untuk itu, kemampuan membaca kebutuhan pasar lokal perlu dipunyai oleh seorang peternak pemula. Ini akan berkaitan dengan kesuksesan nantinya.

  • Siapkan Sumber Daya

Terdapat beberapa elemen vital sebagai sumber daya utama untuk memulai bisnis peternakan. Antara lain, permodalan dalam bentuk uang, lokasi, dan tenaga kerja. Ketiga elemen ini harus dipersiapkan secara matang dan mendalam.

Karena itu sangat wajar ketika sebuah bisnis peternakan memulai usaha dengan skala kecil terlebih dahulu. Pengembangan usaha dilakukan sejalan dengan kebutuhan pasar, cash flow yang mulai meningkat, serta faktor keuntungan lainnya.

  • Pahami Tata Laksana Peternakan Untuk Komoditas Yang Hendak Digarap

Setiap peternak besar tahu, bahwa bisnis peternakan tak sekedar berkutat pada urusan membangun kandang serta memberi makan hewan dalam satu peternakan tersebut. Ada variabel-variabel mendasar yang harus sangat-sangat diperhatikan. Variabel ini termasuk dalam tatalaksana peternakan bagi setiap hewan ternak.

Masing-masing hewan ternak punya karakternya sendiri-sendiri. Beberapa memiliki tingkat kerumitan yang lebih tinggi dibandingkan lainnya. Sehingga sebagai peternak harus tahu bagaimana tatalaksana dan tatakelolanya.

Setiap peternak sukses punya fokus masing-masing. Karena itu, sebagai peternak pemula hal pertama yang harus dicanangkan adalah prinsip serupa. Bisnis peternakan punya resiko karena tipe bisnis ini bukan bisnis yang mudah untuk melakukan manuver di sisi penggantian komoditas.

Evolusi bisnis peternakan mungkin saja untuk dilakukan. Tetapi mengganti tipe komoditas ditengah jalan semasa usaha sedang berjalan sama saja dengan membentuk kegagalan ditengah proses. Oleh karena itu, kata fokus merupakan hal utama yang mesti dipegang oleh seorang peternak pemula.

Mengenal Lebih Dekat tentang Penentuan Harga Pokok Penjualan

Setiap perusahaan harus punya apa itu yang disebut dengan harga pokok penjualan. Pasalnya, ini berkaitan secara menyeluruh dengan perhitungan harga pokok suatu barang yang nanti akan disajikan tiap kali pelaporan keuangan perusahaan dikeluarkan. Fungsinya untuk mendapatkan perbandingan antara pendapatan perusahaan dengan keseluruhan biaya yang dikeluarkan sebuah perusahaan sampai produk atau jasa tersebut siap diluncurkan ke pasaran.

Secara definitif, Harga Pokok Penjualan (HPP) adalah keseluruhan biaya baik yang terikut secara langsung maupun tidak langsung dan harus ditanggung perusahaan mulai waktu pertama barang atau jasa tersebut sampai di tangan perusahaan sebagai bahan baku atau bahan setengah jadi hingga bisa dijual dalam bentuk produk siap pakai. HPP ini berbeda dengan Harga Pokok Produksi. Apa perbedaannya?

Perbedaannya terdapat pada komponen yang terkait secara langsung dalam perhitungan hingga didapatkan nilai. Banyak perusahaan salah memperkirakan, dan mengira bahwa harga pokok penjualan sama dengan harga pokok produksi, nyatanya keduanya tidaklah sama. Berikut ini adalah komponen-komponen perhitungan HPP;

  1. Bahan Baku

Ini adalah komponen utama. Diistilahkan pula sebagai Direct Material komponen ini membentuk sebuah barang dan hampir secara menyeluruh ada pada barang jadi tersebut. Karena itu, perhitungan biaya bahan baku adalah komponen perhitungan HPP yang pertama, didalamnya termasuk beberapa elemen harga antara lain, harga bahan baku itu sendiri, biaya pengangkutan bahan baku dari lokasi awal ke lokasi produksi, storage atau penyimpanan bahan baku sejak sampai di lokasi produksi hingga masuk masa produksi dan beberapa komponen harga lainnya yang lebih mendetil.

  1. Tenaga Kerja

Diistilahkan pula sebagai Direct Labour komponen perhitungan HPP yang ini menyangkut beberapa atau keseluruhan biaya yang harus ditanggung perusahaan dalam bentuk gaji atau upah tenaga kerja. Perhitungan biaya ini diluar biaya yang tertanggung oleh perusahaan yang diantaranya adalah; pemasaran atau marketing, distribusi dan ongkos pengangkutan ke lokasi pasar, serta komponen pembiayaan lainnya. Biaya tenaga kerja produksi untuk menemukan HPP dihitung pada lini produksi saja.

  1. Biaya Tidak Langsung

Berbeda dengan dua komponen lainnya komponen biaya yang ini tidak secara langsung tampak namun tetap menjadi bagian perhitungan biaya tertanggung oleh perusahaan untuk memproduksi produk tersebut. Diistilahkan dengan Factory Overhead perusahaan meski mempertimbangkan 2 aspek untuk menemukan biaya ini, yang diantaranya, [1]Produk itu Sendiri, dan [2]Volume Produksi Produk Tersebut.

Ketiga komponen diatas adalah komponen utama yang membentuk HPP. Setiap perusahaan sangat perlu untuk memperhatikan daftar dari ketiga komponen biaya diatas untuk mendapatkan satu visi menyeluruh terhadap Harga Pokok Penjualan sebuah produk. Sementara itu digunakan beberapa rumus untuk menentukan HPP dan bisa dijabarkan sebagai berikut;

  • HPP = Inventory Cost + Factory Overhead
  • HPP = Total Inventory (Keseluruhan Persediaan Barang Siap Jual) – Persedian Akhir
  • HPP = Inventory Awal + Cost (Keseluhan Biaya belanja Direct Material) – Persediaan Akhir

Dengan menggunakan ketiga rumus sederhana diatas sekaligus memperhatikan dengan seksama poin-poin terkait dengan komponen penentuan HPP maka sebuah perusahaan dapat menemukan berapa HPP untuk satu produk yang diproduksi perusahaan tersebut. Hal ini tentu sangat penting, sebab dengan menemukan HPP secara tepat maka sebuah perusahaan dapat memulai langkah efisiensi proses produksi sampai sebuah produk siap pakai atau berbentuk barang jadi.

 Semakin jeli sebuah perusahaan dalam menemukan HPP maka secara langsung bisa berdampak pada efesiensi biaya produksi, serta efektifitas penggunaan bahan baku. Yang tentu diharapkan bakal mendongkrak keuntungan dari penjualan barang jadi.

Berikut Strategi yang Harus Anda Lakukan Sebelum Melakukan Promosi

Promosi adalah bagian wajib dari sebuah perusahaan untuk memperbesar skala pemasarannya. Dengan promosi pula, perusahaan bisa meraih atensi publik agar tahu tentang keunggulan sebuah produk atau layanan.

Meski setiap perusahaan sudah tahu betap pentingnya promosi untuk ekspansi bisnis, namun ternyata banyak juga yang perlu dibenahi dalam strategi promosinya karena tak banyak perusahaan punya strategi promosi yang efektif sekaligus effisien. Beberapa saling mengadaptasi strategi perusahaan lain, hasilnya, keunikan produk atau layanan yang diunggulkan tak mampu ditanggkap pasar secara utuh.

Karenanya, sebelum melakukan promosi ada riset yang harus dilakukan sebagai tahapan awal melangsungkan promo. Beberapa tercantum dalam tips berikut ini.

  • Budgeting Yang Pasti dan Jelas

Promosi bisa menelan biaya yang tak sedikit. Beberapa perusahaan sampai harus mengalami kolaps akibat promo yang terlalu gencar dan tidak punya standar acuan pasti. Oleh karenanya pastikan untuk menyiapkan budgeting pasti, dan tentu sesuai dengan kemampuan perusahaan tersebut.

  • Ukur Target Pemasaran

Selanjutnya adalah membuat target pemasaran yang terukur dan tergarget. Pastikan bahwa target promosi sudah diketahui, mulai dari demografis atau corak kultur masyarakat dimana promo dijalankan, cara promosi, bahkan sampai pada ukuran yang lebih spesifik seperti jenis kelamin atau jenis organisasi target promosi.

Menjalankan promosi tanpa ukuran target yang jelas dan pasti ibarat menembakkan peluru secara serampangan. Hanya akan membuang sumber daya perusahaan dan tak mendapatkan feedback yang baik.

  • Syarat dan Ketentuan Promo, Bentuk Promo

Dalam setiap promosi, perusahaan harus membuat syarat dan ketentuan yang baku. Karenanya, tidak heran kalau tidak semua orang bisa mendapatkan kelebihan dan keuntungan dari promosi yang dijalankan.

Bukan hanya itu, bentuk promosi juga haruslah dikenali. Apakah bersifat potongan harga, diskon, kupon promo atau voucher serta lainnya. Setiap bentuk promo punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Mengenali bentu promo berarti sudah siap dengan promo tertarget dan harus mengantongi data-data dari target promosi.

  • Message

Singkat saja, message yang artinya adalah pesan harus sudah diketahui oleh perusahaan sebelum menjalankan promo. Pesan harus mudah ditangkap konsumen atau target promo, memberikan keunggulan serta menjanjikan kelebihan dibanding kompetitor. Pesan juga bisa bersifat personal pada mereka yang ditujukan sebagai target promosi produk perusahaan.

Banyak perusahaan menggeluhkan sudah menghabiskan banyak sumberdaya utamanya uang untuk promosi namun hanya sedikit meraih benefitnya. Kebanyakan karena pesan tak bisa sampai kepada target promosi secara personal. Secara mudah, pesan promosi gagal ditangkap konsumen.

  • Media dan Durasi

Sudah jadi rahasia umum kalau media menjadi salah satu tempat promosi paling pas. Banyak perusahaan memilih media online, mulai sosial media, endorsment via sosmed selebriti, memasang iklan di blog, bahkan memulai membangun sebuah situs.

Masing-masing punya keunggulannya sendiri. Hanya saja setiap bentuk media termasuk juga media cetak dan elektronik dan televisi harus benar-benar sudah dipersiapkan pesan apa yang hendak dikirimkan kepada konsumen. Jangan sampai membuang durasi promo sedemikian panjang tetapi tidak memperoleh feedback dari konsumen yang valid setelah melakukan promo tersebut.

Masing-masing strategi promo berpulang balik pada kebijakan internal sebuah perusahaan. Tidak ada acuan baku yang pasti. Karena itu, tim R&D (Research & Development) sebuah perusahaan adalah ujung tombak utama dalam menentukan promosi yang efektif. Tumpulnya fungsi R&D team bagi sebuah perusahaan bisa jadi akan melemahkan teknik promosi dan ujung-ujungnaya rendah feedback dari calon konsumen yang valid.

Macam-Macam Usaha Dagang yang Bisa Anda Pilih

Mendirikan usaha dagang bisa menjadi satu alternatif bagi siapa saja yang hendak memulai usaha. Sifat usaha dagang yang mendasari pada aktifitas jual beli sepenuhnya memberikan fleksibilitas dari segi pengembangan usaha serta kebutuhan akan soft skill yang tidak terlalu menuntut soft skill yang tinggi. Karenanya, untuk siapa saja yang memang tak ingin terlalu ambil pusing dalam hal meningkatkan skill individu, tetapi memiliki kecukupan modal, memilih tipe bisnis usaha dagang jelas lebih masuk akal ketimbang masuk ke bidang usaha jasa.

Sebelum memutuskan untuk benar-benar terjun kebidang usaha dagang. Ada baiknya untuk mencermati beberapa poin penting pendukung usaha dagang ini. Misalnya saja; bisa mengukur tingkat kemampuan antara usaha dagang yang akan ditekuni dengan tingkat persaingan antar usaha sejenis, bersiap memberikan layanan terbaik guna mendapatkan konsumen serta punya keunikan diantara para pesaing, dan mampu melakukan riset terkait dengan harga terbaik untuk barang yang akan dijual, sekaligus dengan kualitasnya. Semua hal ini perlu dilakukan agar mudah dan efektif meningkatkan omzet selama menjalankan usaha tersebut.

Setelah hal itu Anda pahami, maka selanjutnya tinggal melakukan persiapan baik modal, menyiapkan komoditas atau bidang yang akan ditekuni, serta menyiapkan moril untuk menjalankan usaha tersebut. Berikut ini ada macam usaha dagang yang bisa dipilih, siapa tahu diantaranya ada yang dirasa cocok untuk ditekuni.

  • Hasil Bumi atau Pertanian

Dari sekian banyak jenis usaha dagang, jenis usaha jual beli hasil bumi adalah jenis yang paling konvensional dan sudah terbukti membawa keuntungan asal ditekuni secara sungguh-sungguh. Tetapi, mengingat konvensionalitas jenis usaha dagang satu ini, ada baiknya perhatikan sisi persaingan yang sedemikian ketat. Kunci sukses utama tetap ada pada kesungguhan menjalankan usaha, kualitas produk juga layanan, dan pastinya harga yang bisa bersaing dengan pelaku usaha sejenis. Dan jangan lupa untuk peka terhadap perkembangan teknologi untuk melihat prospek usaha ini seiring dengan perkembangan teknologi.

  • Produk Peternakan

Jenis ini juga masih cenderung konvensional. Tetapi ada keunggulannya terlebih bisa menggarap dari hulu hingga sampai ke tangan konsumen. Contohnya, usaha ternak lele yang hasilnya juga dijual langsung ke pasar tidak melalui tengkulak. Tetapi menggarap dari hulu butuh proses dan kesabaran, itulah tantangannya. Sementara bila ingin cepat masuk ke pasar, manajemen yang bisa dijalankan mirip seperti usaha dagang hasil bumi atau produk pertanian seperti dibahas di poin sebelumnya.

  • Toko Kelontong

Masih sama seperti jenis yang dibahas seperti dua poin sebelumnya. Usaha ini bisa dijalankan mulai dari skala rumahan atau membuka lapak di pasar tradisional. Produk yang digelar masih mirip dengan dagang produk pertanian atau peternakan. Skalanya menyesuaikan dengan kecukupan modal serta element lain yang dimiliki calon pedagang.

  • Produk Digital atau Produk Busana

Dua produk ini perlu skala yang sedikit lebih besar dari segi permodalan. Untuk produk digital biasanya berbentuk konter pulsa, isi ulang token listrik atau kuota internet. Sementara untuk produk busana tentu yang dijual berkaitan dengan produk fashion atau sejenisnya.

  • Kuliner

Trend usaha dagang kuliner pernah sangat marak. Mulai dari warkop berskala kecil hingga resto maupun restoran. Warkop sendiri awalnya adalah pengembangan dari konsep dagang kios rokok. Konsep ini bisa dimodifikasi dalam bentuk trend butik kopi dengan aneka ragam olaha biji kopi dengan patokan harga yang lumayan. Bisnis warung pun juga masuk dalam bisnis ini. Tentu perlu mengetahui tentang seluk beluk menu yang akan jadi andalan, sementara bila konsepnya adalah warung kopi atau tempat nongkrong ada lebih banyak element serta variasi manajemen yang perlu dilakukan. Semua demi menarik pelanggan.

Beberapa poin diatas adalah contoh sederhana untuk macam usaha dagang yang bisa dijalankan. Intinya tetap ukur kemampuan, ketersediaan modal serta aspek lain, tujuannya tentu saja agar usaha bisa langgeng sampai menghasilkan omzet yang menawan.

Ini Dia 7 Patokan Manajemen Keuangan Perusahaan

Bagi sebuah perusahaan manajemen adalah faktor penentu kesuksesan. Dibalik sebuah perusahaan yang jaya dan terus berkembang ada prinsip-prinsip dasar yang terus dipegang serta menjadi semangat dalam menjalankan perusahaan tersebut.

Manajemen meliputi, sumber daya manusia, operasional, serta keuangan. Dari ketiga aspek tersebut, manajemen keuangan adalah salah satu dasar manajemen perusahaan yang mana didalamnya terdapat fungsi-fungsi utama yang mesti dikendalikan.

Berbicara tentang manajemen keuangan dimulai dari proses pendanaan, penggunaan atau alokasi dana, juga pengelolaan aset sehingga mencapai tujuan utama berdirinya perusahaan tersebut. Secara konsep mungkin sudah banyak orang yang paham, tetapi tidak selalu mulus dalam implementasinya. Artikel kali ini khusus mengulas tentang 7 prinsip dasar dari manajemen keuangan yang harus dipegang sebuah perusahaan.

  • Consistency atau Konsistensi

Dalam hal pengelolaan keuangan perusahaan sah-sah saja bila menggunakan pendekatan fleksibel. Tetapi, konsistensi dalam urusan sistem dan kebijakan mutlak adanya. Adanya inkonsesistensi dalam hal manajemen keuangan dapat menjadi pertanda munculnya manipulasi.

  • Accountability atau Akuntabilitas

Sudah menjadi kewajiban moral bagi perusahaan, maupun individu untuk menjalankan manajemen keuangan yang berpijak pada standar akuntabilitas. Secara definitif, ini berkaitan dengan kewajiban untuk menjelaskan tentang sejauh mana dana, alat-alat ataupun wewenang dipergunakan untuk menjalankan perusahaan tersebut. Pihak ketiga atau semua yang berkepentingan dengan aliran pendanaan serta pendiriaan perusahaan tersebut berhak untuk tahu.

  • Transparency atau Transparansi

Dalam hal laporan keuangan, perusahan wajib memberikan informasi secara akurat, lengkap serta tepat waktu, sekaligus bisa diakses secara mudah oleh mereka yang berkepentingan. Kurangnya transparansi terhadap laporan manajemen keuangna bisa diasumsikan bahwa ada sesuatu yang disembunyikan.

  • Viability atau Keberlangsungan Hidup

Demi menjaga likuiditas keuangan perusahaan wajib menata pengeluaran organisasi terlebih di tingkat strategis. Ini agar operasional bisa sejalan dan tersesuaikan dengan dana yang masuk. Secara umum organisasi harus tahu seberapa tingkat keamanan sekaligus keberlanjutan keuangan.

  • Integrity atau Integritas

Prinsip ini mengacu pada pribadi yang terlibat dalam sebuah organisasi perusahaan. Intinya, setiap orang yang terlibat wajib menjaga integritasnya melalui catatan keuangan yang lengkap dan akurat.

  • Accountating Standards atau Standard Akuntansi

Masing-masing negara punya standard akuntansinya sendiri-sendiri. Di Indonesia juga terdapat sistem akuntansi yang baku dan harus mengacu pada standard aturan yang ada. Ini dimaksudkan agar setiap audit yang dijalankan dapat dipahami sekaligus dimengerti sistemnya bila mengacu pada standar akuntabilitas global.

  • Stewardship atau Standar Pengelolaan

Dengan menjalankan prinsip dasar penggunaan keuangan saja hal ini akan memicu timbulnya manipulas terhadap keuangan perusahaan. Sementara kurang fleksibel akan menjadikan perusahaan kehilangan viability. Oleh karenanya penting adanya standar pengelolaan. Standar inilah yang harus menjadi acuan pengelolaan keuangan perusahaan untuk masa yang lama. Biasanya perusahaan juga perlu membuat standar pengelolaan untuk tiga rentang waktu, jangka pendek, menengah dan panjang.

Dengan menerapkan ketujuh hal diatas harapannya para pengusaha dapat mengetahui standar manajemen keuangan yang baku. Dan dengan demikian bisa menjaga langkah-langkah pemanfaatan dana yang ada.

Semakin detail manajemen keuangan perusahaan terkait dengan ketujuh hal diatas maka berbagai hal negatif bisa diceah sedini mungkin. Tentunya bagi keberlangsung hidup perusahaan, ada banyak hal diluar manajemen keuangan yang juga perlu diperhatikan. Ini semua agar usaha dapat berjalan dengan lancar serta mendorong tumbuh kembang perusahaan secara signifikan sebagaiman diharapkan.

Inilah Kesalahan Manajemen Keuangan yang Sering Dialami Pengusaha Pemula

Sukses di bidang bisnis lalu bisa mendapatkan keuntungan tentu didambakan banyak orang. Mimpi untuk bisa berdikari dan bekerja di bawah kendali sendiri secara penuh pasti sangat menyenangkan. Tak pelak belakangan semakin banyak orang yang ingin membangun bisnis.

Berbisnis adalah seni, tidak mudah, ada tantangan yang mesti dihadapi. Dengan segala jatuh bangun serta resiko, dimana segala sesuatunya harus bisa dihadapi dengan pikiran yang tenang.

Banyak pengusaha pemula, karena berbagai faktor berhasil mendirikan bisnisnya sendiri. Tetapi tak berapa lama kemudian, bisnis tersebut harus meredup, beberapa bahkan menghadapi kondisi yang fatal, terus merugi dan gulung tikar.

Sebenarnya, ada peta konsep yang harus diemban oleh seorang pebisnis. Sangat jelas bahwa kesalahan-kesalahan dimana hal tersebut sampai menjadikan pebisnis gulung tikar, dimulai dari kurang piawainya manajemen keuangan. Artikel kali ini ditujukan sebagai dasar rangkuman kesalahan-kesalahan dalam hal pengaturan keuangan yang pada akhirnya menyebabkan seorang pengusaha pemula musti gulung tikar dan keluar dari percaturan usaha.

  • Terlalu Berani, Investasi Didasarkan Pada Anggapan/Asumsi

Sebagai pebisnis keberanian mengambil keputusan mutlak diperlukan. Pebisnis pemula kadang punya kemauan berinovasi tinggi yang lebih dibanding para pemain lama. Hal ini bisa jadi positif tapi bila kurang kehati-hatian malahan bisa salah jalur. Ujung-ujungnya mematikan bisnis yang sudah dirintis sekian waktu.

Karenanya sebelum berinvestasi, ada dua hal yang mesti dilakukan. Pertama adalah tes animo pasar yang diperlukan agar bisa diambil keputusan terkait seberapa jauh dan besarnya produk tersebut akan diterima oleh pasar. Tujuannya agar jangan sampai mengeluarkan uang terlalu besar.

Kedua, melakukan tes produksi. Jangan sampai, animo pasar tinggi tetapi produk yang diunggulkan malahan tak punya sustainbility dan keberlanjutan bagus, alasannya variable produksi yang terlalu sulit. Ini bisa mematikan reputasi perusahaan diwaktu yang akan datang.

  • Meminjam Uang Tanpa Perhitungan Matang

Modal uang mutlak diperlukan untuk menjalankan bisnis. Salah satu caranya tentu mengajukan pinjaman. Banyak pebisnis pemula salah langkah dalam persoalan ini. Jumlah yang dipinjam terlalu besar.

Sebelum melakukan pinjaman mutlak diperlukan riset sederhana sebenarnya berapa besaran yang diperlukan sebagai “pelumas” untuk bisnis bisa berjalan. Selain itu timing atau pemikiran bahwa apakah ini sudah merupakan waktu yang tepat untuk meminjam uang, jangan sampai malahan terjadi utang yang membengkak dan menjadi beban, alih-alih sebagai pengembangan bisnis.

  • Aset Tercampur

Ini adalah hal lain yang umum. Sangat dilarang sebenarnya mencampur aset bisnis dan pribadi. Tetapi banyak pengusaha pemula yang kurang berhati-hati dan terjebak pada pemikiran menutup dengan dana pribadi sebagai suntikan untuk bisnis yang sedang lesu.

Hal ini sungguh kontraproduktif. Sebab bukannya akan menyelamatkan bisnis ini malahan mengakibatkan dana pribadi tersedot dan akhirnya menghilangkan kemampuan ekonomi personal. Sebaiknya, lakukan langkah pengamanan dengan menyisihkan sekian banyak keuntungan di waktu bisnis lancar. Dana inilah yang nantinya bisa dijadikan dana talangan dan bukan dari kantong pribadi.

  • Gagal Dalam Menilai Value of money dalam berinvestasi

Sangat penting untuk tetap punya pemikiran valuable for money artinya ketika memikirkan untuk mengeluarkan sejumlah dana investasi, maka itu akan berputar dan membawa keuntungan di masa depan.

Sebagai contoh; melakukan penyewaan ruang kantor yang mewah dan megah beserta segala isinya untuk merebut bonafiditas.

Bisnis yang bonafide mungkin memang menarik dan bisa membuahkan banyak kesepakatan yang menguntungkan. Tapi ingat bahwa jumlah yang dipakai untuk membeli bonafiditas ini juga harus bisa membawa keuntungan lebih. Jangan sampai malah melemahkan keuangan internal perusahaan. Pastikan antara fungsi dan cost yang diperlukan bisa minimal setara.

Itulah tadi daftar kesalahan-kesalahan pengusaha atau pebisnis pemula. Dengan mengenali serta menerapkan solusi sederhana sebagaimana dalam ulasan diharapkan bisnis yang dikembangkan akan bisa bertahan dalam waktu yang lama serta semakin membawa banyak keuntungan.