Home / Tips Bisnis (page 8)

Tips Bisnis

Membuat Laporan Laba Rugi dengan Excel

Dalam menjalankan bisnis, pengusaha yang baik pastinya akan menyusun laporan keuangan. Laporan tersebut berguna untuk menggambarkan kinerja perusahaan selama periode akuntansi. Tidak hanya pihak internal yang berkepentingan dengan laporan keuangan, tetapi juga pihak eksternal. Karena dari membaca laporan keuangan masing-masing pihak dapat menentukan sikap.

Selanjutnya, sesuai dengan  pasal 2 UU no.8 tahun 1997 bahwa salah satu bagian dari laporan keuangan yang wajib dibuat yaitu laporan laba rugi (income statement). Laporan ini dibuat untuk mengukur keberhasilan operasional perusahaan dalam jangka waktu tertentu. Untuk membuatnya, terlebih dahulu perlu Anda ketahui unsur-unsur yang ada dalam laporan tersebut.

Unsur–Unsur Laporan Laba Rugi

  1. Pendapatan (income), yaitu arus masuk atau peningkatan aktiva lainnya. Pendapatan juga diperoleh setelah menyelesaikan liabilitas selama periode tertentu.
  2. Beban (expenses), yaitu arus keluar atau penggunaan aktiva. Timbulnya liabilitas juga dikarenakan perusahaan telah mengirimkan barang atau telah menyelesaikan jasa.
  3. Keuntungan (profit), yaitu meningkatnya ekuitas akibat dari transaksi perusahaan yang periferal. Keuntungan juga bisa dihasilkan dari pendapatan atau investasi dari pemilik bisnis
  4. Kerugian (loss), yaitu menurunnya ekuitas dikarenakan adanya transaksi perusahaan yang periferal. Kerugian juga bisa dihasilkan dari beban atau pendistribusian kepada pemilik bisnis secara langsung.

Setelah mengetahui unsur–unsur laporan laba rugi, selanjutnya Anda bisa membuat laporannya. Salah satunya dengan menggunakan excel. Bagaimana langkah–langkahnya? Simak penjelasan berikut.

bee-solusi-bisnis

Langkah–Langkah Membuat Laporan Laba Rugi :

  1. Ketik nama perusahaan, judul laporan (laba rugi) dan periode akuntansi pada bagian paling atas dari
  2. Ketik penjualan dan masukkan angkanya sejajar dengan kata penjualan. Jika tidak ada komponen lain yang berhubungan dengan penjualan, maka angka tersebut merupakan total penjualan. Namun jika ada komponen lain seperti : diskon, retur dan pendapatan lain maka komponen tersebut harus ditotal terlebih dahulu. Selanjutnya, ketik total penjualan dan masukkan angkanya
  3. Ketik HPP (harga pokok penjualan) dan masukkan angkanya
  4. Ketik laba/rugi kotor dibawah HPP dan hitunglah laba kotor tersebut. Untuk mendapatkan angka laba kotor, Anda harus mengurangkan antara total penjualan dengan HPP
  5. Ketik biaya – biaya, dan rinci satu per satu biaya yang telah di bayarkan, seperti : gaji pegawai, listrik, telepon, internet, biaya penyusutan dan sebagainya. Selanjutnya, total semua biaya dan masukkan angkanya
  6. Hitunglah laba sebelum pajak dengan cara mengurangkan antara laba/rugi kotor dengan total biaya. Tulislah laba sebelum pajak tepat dibawah total biaya. Jika tidak memasukkan komponen pajak maka perhitungan laba/rugi telah selesai. Namun jika memasukkannya, maka perhitungan masih tetap berlanjut.
  7. Masukkan komponen pajak dibawah laba sebelum pajak. Kurangkan antara laba sebelum pajak dengan pajak yang telah dibayarkan. Hasilnya berupa laba/rugi bersih.

Berikut ini adalah contoh laporan laba rugi yang dibuat dengan menggunakan excel

 

PT. Bumi Sejahtera Sentosa

Laporan Laba Rugi
Per 31 januari 2018
         
I   Pendapatan    
  a Penjualan 100.000.000  
  b Diskon 20.000.000  
  c Retur 10.000.000  
    Total pendapatan   130.000.000
II   HPP   50.000.000
    Laba/Rugi kotor   80.000.000
III   Biaya – biaya    
  a Gaji pegawai 25.000.000  
  b Listrik 10.000.000  
  c Telepon 15.000.000  
  d Perlengkapan kantor 8.000.000  
  e Transportasi 7.000.000  
    Total biaya   65.000.000
    Laba sebelum pajak   15.000.000
IV   Pajak   1.000.000
    Laba Bersih   14.000.000

 

Selain dengan excel, pembuatan laporan laba rugi bisa Anda kerjakan dengan menggunakan software akuntansi yang sudah banyak dijual secara bebas.

Itulah cara membuat laporan laba rugi dengan excel. Jika Anda rasa artikel ini bermanfaat, maka jangan lupa membagikannya kepada pembaca yang lain. Berbagi itu indah. Salam Let’s #beefree

Cara Mengisi Faktur Pajak atau E-Faktur Yang Baik dan Benar

Sudah menjadi rahasia umum jika pemerintahan saat ini sedang giat-giatnya menggalakkan pajak. Oleh karena itu Anda sebagai seorang pengusaha mau tidak mau harus melek pajak. Dan pada kesempatakan kali ini saya akan membahas bagaimana caranya mengisi faktur pajak atau e-faktur.

Langsung saja yuk kepokok bahasan yaitu cara mengisi faktur pajak. Namun sebelum itu saya memberikan contoh form faktur pajak kosongan yang belum disini.

Contoh Form Faktur Pajak Kosong

contoh-faktur-elektronikDengan melihat contoh form faktur pajak di atas sudah punya gambaran belum bagaimana cara mengisinya?

Tapi yang pasti sebelum Anda mengisi e-faktur cek dahuluapakah Anda  sudah terdaftar di DPJ atau belum. Jika belum Anda harus melakukan registrasi di pajak online terlebih dahulu. Jika Anda sudah melakukan registrasi langsung saja mengisi faktur pajaknya sbb;

1. Yang Pertama Anda harus memasukan Kode  dan Nomor Seri Faktur Pajak yang telah didapat dari DJP

2. Kemudian masukkan nama, alamat, dan NPWP Perusahaan yang menyerahkan Barang atau Jasa Kena Pajak pada kolom Pengusaha Kena Pajak

3. Masukkan nama, alamat, dan NPWP Perusahaan yang membeli atau menerima Baranga atau Jasa Kena Pajak pada kolom Pembeli Barang Kena Pajak atau Penerima Jasa Kena Pajak

4. Masukkan nomor urut sesuai dengan urutan jumlah barang atau jasa kena pajak yang diserahkan yaitu (1, 2 dst)

5. Masukkan nama barang atau jasa kena pajak yang diserahkan

6. Masukkan nominal harga pada kolom Harga Jual atau Penggantian atau Uang Muka ataupun Termin (jika nominal bukan dalam satuan rupiah, maka Anda harus memiliki Faktur Pajak khusus untuk nominal selain rupiah, yakni Faktur Pajak Valas)

7. Total keseluruhan harga ditulis pada kolom Harga Jual atau Penggantian atau Uang Muka atau bisa juga Termin

8. Total nilai potongan harga Barang atau Jasa Kena Pajak ditulis (jika ada potongan) ditulis pada kolom Dikurangi Potongan Harga

9. Jika Anda sudah menerima uang muka sesudah penyerahan Barang atau Jasa Kena Pajak, maka nominal uang tersebut dapat ditulis pada kolom Nilai Uang Muka yang telah diterima.

10. Jumlah Harga Jual/Penggantian/Uang Muka/Termin dikurangi dengan Potongan Harga dan Uang muka yang telah diterima, kemudian ditulis pada kolom Dasar Pengenaan Pajak

11. Jumlah PPN yang terutang sebesar 10% dari Dasar Pengenaan Pajak ditulis pada kolom PPN = 10% x Dasar Pengenaan Pajak

12. Pada kolom Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM), hanya diisi apabila terjadi penyerahan Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah. Dapat diisi dengan cara, besar tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah dikalikan dengan Dasar Pengenaan Pajak

13. Masukkan Tempat dan Tanggal pada saat membuat Faktur Pajak tersebut

14. Masukkan Nama dan Tanda Tangan dari Nama Pejabat yang telah ditunjuk oleh Perusahaan (harus sesuai dengan Nama Pejabat pada saat Perusahaan resmi menjadi Pengusaha Kena Pajak/PKP)

15. Kini, Anda dapat menggunakan Faktur Pajak tersebut dan segera setor, lapor, dan hitung Pajak Bulanan atau Tahunan Anda dengan OnlinePajak. Gratis!

Nah berikut ini contoh faktur pajak yang sudah di isi.

contoh-e-fakturKalau E-Faktur ini Anda input satu persatu beh bisa-bisa seharian Anda hanya kerjanya hanya membuat e-faktur saja. Mungkin kalau transaksi Anda seharinya hanya 50 kebawah masih bisalah tapi kalau sudah 50 keatas apalagi ratusan. Bisa dibayangin sendiri gimana repotnya bukan?  kecuali nie Anda memang kerjaannya khusus cuma membuat e-faktur saja.

Oleh karena itu Anda perlu memiliki sistem akuntansi yang bisa langsung mencetak atau ekspor secara otomatis. Jadi dengan begitu Anda tidak perlu repot input satu persatu lagi secara manual. Tenang sudah ada kok sistem akuntansi yang bisa export e-faktur yaitu beeaccounting.

Dengan beeaccounting ini Anda dapat langsung meng-export transaksi Anda  menjadi e-faktur. Tampilan softwarenya seperti ini.

apa-itu-plugin-03

Jika kebetulan Anda sudah mengguankan Beeaccounting langsung saja download plug in e-fakturnya dengan cara klik disini. Tenang plug in e-faktur ini sifatnya free alias tidak dikenakan biaya seratu perakpun.

Bagaimana cara install pluginnya ?
Pada saat anda login ke program BeeAccounting ada menu Tools > Plugin Manajer. Di sana nanti anda lakukan pemasangan pluginnya.

Nah buat Anda yang belum menggunakan Beeaccounting silahkan dicoba trial softwarenya dengan cara klik download gratis sekarang dibawah ini.

Kesimpulan :

  1. Sebelum Anda mengisi faktur pajak resgiter terlebih dahulu DPJ
  2. Kemudian setelah itu Anda masuk ke menu penjualan lalu buat draf baru
  3. Setelah itu Anda baru mengisi yang namanya e-faktur 
  4. Jika Anda kesusahan gunakanlah sistem akuntansi yang sudah bisa langsung import e-faktur sekaligus

Sekian artikel mengenai tata cara mengisi e-faktur/ faktur pajak. Jika Anda masih bingung atau Ada yang ingin ditanyakan silahkan corat-coret dibawah ini.

Oh iya jangan lupa bagikan artikel ini ya ke sosial media Anda. Agar rekan Anda juga mendapatkan manfaatnya. Banyak berbagi banyak rejeki. Terimakasih. Salam Let’s #beefree

 

Pilihlah Software Akuntansi Yang Stabil (Long Time)

Anda pernah mendengar tidak ada satu software yang ketika listrik mati dengan tiba-tiba datanya terhapus, atau ada juga yang diinput apa muncul laporannya apa. Kasus-kasus seperti ini sering kali saya dengar dari beberapa rekan bisnis saya. 

Jadi misal begini ada penjualan item A dengan nominal 1 juta. Eh setelah selesai di input dan Anda ingin melihat laporannya eh justru tidak masuk padahal itu sudah disimpan. Atau masuk tapi data item dan nominalnya berbeda. Tentunya ini akan sangat merugikan Anda baik secara materiil maupun immateriil. 

Oleh karena itu ketika Anda memilih software akuntansi banyak hal yang harus Anda pertimbangkan. Mulai dari layanan after salesnya, fleksibilitasnya dll. Dan yang paling penting dari itu semua adalah kestabilannya.

Stabil yang dimaksud disini yaitu jadi apapun yang Anda input ya itu yang keluar laporannya. Dan datanya tidak berubah-rubah sendiri kecuali ada yang merubahnya. Karena jika tidak stabil bayangkan saja dampak yang harus Anda terima. 

Dampak Dari Software Yang Tidak Stabil 

1. Menimbulkan Kesempatan Kecurangan Karyawan

Entah itu melakukan kecurangan dalam bentuk pencurian barang maupun berupa uang. 

2. Laporan Keuangan Tidak Akurat

Dengan software yang tidak stabil juga mengakibatkan laporan yang tersaji tidak akurat sehingga Anda bisa salah mengambil kebijakan dan keputusan yang terkait dengan perusahaan.

Ini sangat berbahaya bagi kelangsungan bisnis karena dengan Anda salah mengambil keputusan bisa-bisa usaha Anda merugi atau terburuknya adalah  kebangkrutan lah yang akan Anda alami.

Tidak hanya sampai disitu saja dampaknya. Jika laporan keuangan salah otomatis pajak yang Anda bayarkan dan laporkanpun juga salah. Jika tidak ada pemeriksaan pajak mungkin ini tidak akan menjadi masalah besar. Tapi jika ada pemeriksaan siap-siap saja Anda membayar denda atau bahkan Anda bisa masuk penjara.

Jadi jika Anda ingin memilih sebuah software akuntansi jangan pernah terbujuk rayuan harga murah.  Intinya sich jangan sampai software yang Anda beli bukannya membantu pekerjaan dan bisnis Anda tapi justru merepotkan bahkan merugikan Anda.

Kalimat ini sering kali saya tuliskan setiap saya membahas mengenai pemilihan software akuntansi. Ini memang sengaja saya lakukan agar Anda sadar betul tujuan membeli sebuah sistem. Dan tidak membeli software sembarangan yang bisa Anda dapatkan dengan harga murah.

bee-solusi-bisnis

Lantas software akuntansi apa yang sudah teruji ke kestabilannya?

Langsung saja deh coba Anda cek software akuntansi beeaccounting dengan cara klik disini. Beeaccounting ini merupakan software akuntansi no 2 di indonesia yang sudah teruji kestabilannya. 

Yakin Stabil?? 

Jangan percaya apa yang saya katakan!! Anda buktikan sendiri aja deh. Dengan begitu Anda bisa tahu betul bagaimana kualitas dari beeaccounting tersebut.

Caranya gimana?

Gunakan saja faslitias trial gratis yang ada di beaacoounting. Dengan download trial gratisnya selama 30 hari  klik download gratis sekarang dibawah ini.

Download Gratis Sekarang

Trial softwarenya yang bisa Anda coba selama 30 hari ini full version lho. Full version yang dimaksud disini adalah seluruh fitur yang Anda coba pada saat trial, ya itu yang akan Anda dapat pada saat nanti Anda membeli softwarenya. 

Jadi ibaratnya Anda tidak membeli kucing didalam karung hehe. Karena Anda sudah tahu persis apa yang akan diperoleh ketika membeli software beeaccounting.

Nah jika Anda masih bingung entah itu dalam cara pengaplikasiannya ataupu ingin diskusi lainya mengenai custom satu laporan dll. Jangan sungkan-sungkan untuk menghubungi team kami dengan cara klik disini ya.

Oh ya selain itu beeaccounting juga merupakan satu-satunya software akuntansi di indonesia yang sudah jadi namun masih bisa di custom. Untuk penjelasan detailnya Anda bisa artikel saya tentang kelebihan dan kekurangan software custom dengan cara klik disini.  

Kesimpulannya adalah :

1. Anda harus memilih software yang stabil 

2. Software yang after salesnya jelas

3. Software akuntansi jadi tapi yang fleksibel

Jika Anda rasa artikel ini bermanfaat, maka jangan lupa membagikannya kepada pembaca yang lain. Salam Let’s #beefree

Cara Penghitungan pph 21 Dan Besaran Tarifnya

Direktorat Jenderal Pajak telah Mengeluarkan Peraturan Pajak terbaru PPh 21 yaitu Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-16/PJ/2016 tentang Pedoman Teknis Tata Cara Pemotongan, Penyetoran dan Pelaporan Pajak Penghasilan Pasal 21 dan/atau Pajak Penghasilan Pasal 26 Sehubungan Dengan Pekerjaan, Jasa, dan Kegiatan Orang Pribadi.

Lalu bagaimanakah Cara Penghitungan pph 21 dan besaran tarifnya. Untuk itu Anda dapat melihat Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-16/PJ/2016. Dalam Pasal 9 peraturan terbaru PPh 21 PER-16/PJ/2016 diuraikan bahwa Dasar pengenaan dan pemotongan PPh 21 / PPh 26 adalah

Dasar pengenaan dan pemotongan PPh Pasal 21, berupa: 

1. Penghasilan Kena Pajak, yang berlaku bagi:

  • Pegawai Tetap.
  • Penerima pensiun berkala.
  • Pegawai Tidak Tetap yang penghasilannya dibayar secara bulanan atau jumlah kumulatif penghasilan yang diterima dalam 1 (satu) bulan kalender telah melebihi Rp4.500.000,00 (empat juta lima ratus ribu rupiah).
  • Bukan Pegawai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf c yang menerima imbalan yang bersifat berkesinambungan.

2. Jumlah penghasilan yang melebihi Rp 450.000,00 (empat ratus lima puluh ribu rupiah) sehari, yang berlaku bagi Pegawai Tidak Tetap atau Tenaga Kerja Lepas yang menerima upah harian, upah mingguan, upah satuan atau upah borongan.

Sepanjang penghasilan kumulatif yang diterima dalam 1 (satu) bulan kalender belum melebihi Rp 4.500.000,00 (empat juta lima ratus ribu rupiah).

3. 50% (lima puluh persen) dari jumlah penghasilan bruto, yang berlaku bagi Bukan Pegawai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf c yang menerima imbalan yang tidak bersifat berkesinambungan.

4. Jumlah penghasilan bruto, yang berlaku bagi penerima penghasilan selain penerima penghasilan sebagaimana dimaksud pada huruf a, b, dan huruf c.

Dasar pengenaan dan pemotongan PPh Pasal 26 adalah jumlah penghasilan bruto.

Perubahan lainnya adalah jumlah besaran PTKP, sesuai Pasal 11 peraturan terbaru PPh 21 PER-16/PJ/2016 sebagai berikut:

1. Besarnya PTKP per tahun adalah sebagai berikut:

  • Sejumlah, Rp. 54.000.000,00 (lima puluh empat juta rupiah) untuk diri Wajib Pajak orang pribadi.
  • Sejumlah, Rp. 4.500.000,00 (empat juta lima ratus ribu rupiah) tambahan untuk Wajib Pajak yang kawin.
  • Sejumlah, Rp. 4.500.000,00 (empat juta lima ratus ribu rupiah) tambahan untuk setiap anggota keluarga sedarah dan keluarga semenda dalam garis keturunan lurus serta anak angkat, yang menjadi tanggungan sepenuhnya, paling banyak 3 (tiga) orang untuk setiap keluarga.

2. PTKP per bulan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (2) huruf c adalah PTKP per tahun sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibagi 12 (dua belas), yaitu:

  • Sejumlah, Rp. 4.500.000,00 (empat juta lima ratus ribu rupiah) untuk diri Wajib Pajak orang pribadi.
  • Sejumlah, Rp. 375.000,00 (tiga ratus tujuh puluh lima ribu rupiah) tambahan untuk Wajib Pajak yang kawin.
  • Sejumlah, Rp. 375.000,00 (tiga ratus tujuh puluh lima ribu rupiah) tambahan untuk setiap anggota keluarga sedarah dan keluarga semenda dalam garis keturunan lurus serta anak angkat, yang menjadi tanggungan sepenuhnya, paling banyak 3 (tiga) orang untuk setiap keluarga.

3. Besarnya PTKP bagi karyawati berlaku ketentuan sebagai berikut:

  • Bagi karyawati kawin, sebesar PTKP untuk dirinya sendiri.
  • Bagi karyawati tidak kawin, sebesar PTKP untuk dirinya sendiri ditambah PTKP untuk keluarga yang menjadi tanggungan sepenuhnya.

4. Dalam hal karyawati kawin dapat menunjukkan keterangan tertulis dari Pemerintah Daerah setempat serendah-rendahnya kecamatan.

Yang menyatakan bahwa suaminya tidak menerima atau memperoleh penghasilan, besarnya PTKP adalah PTKP untuk dirinya sendiri ditambah PTKP untuk status kawin dan PTKP untuk keluarga yang menjadi tanggungan sepenuhnya.

5. Besarnya PTKP ditentukan berdasarkan keadaan pada awal tahun kalender.

6. Dikecualikan dari ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (5), besarnya PTKP untuk pegawai yang baru datang dan menetap di Indonesia dalam bagian tahun kalender ditentukan berdasarkan keadaan pada awal bulan dari bagian tahun kalender yang bersangkutan.

Dalam Peraturan Terbaru PPh 21 pasal 12 ada perubahan juga mengenai Penghasilan Pegawai Tidak tetap atau Tenaga kerja Lepas, yaitu:

1. Atas penghasilan bagi Pegawai Tidak Tetap atau Tenaga Kerja Lepas yang tidak dibayar secara bulanan atau jumlah kumulatifnya dalam 1 (satu) bulan kalender belum melebihi Rp4.500.000,00 (empat juta lima ratus ribu rupiah), berlaku ketentuan sebagai berikut:

  • tidak dilakukan pemotongan PPh Pasal 21, dalam hal penghasilan sehari atau rata-rata penghasilan sehari belum melebihi Rp450.000,00 (empat ratus lima puluh ribu rupiah);
  • dilakukan pemotongan PPh Pasal 21, dalam hal penghasilan sehari atau rata-rata penghasilan sehari melebihi Rp450.000,00 (empat ratus lima puluh ribu rupiah), dan jumlah sebesar Rp450.000,00 (empat ratus lima puluh ribu rupiah) tersebut merupakan jumlah yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto.

2. Rata-rata penghasilan sehari sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah rata-rata upah mingguan, upah satuan, atau upah borongan untuk setiap hari kerja yang digunakan.

3. Dalam hal Pegawai Tidak Tetap telah memperoleh penghasilan kumulatif dalam 1 (satu) bulan kalender melebihi Rp4.500.000,00 (empat juta lima ratus ribu rupiah) maka jumlah yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto adalah sebesar PTKP yang sebenarnya.

4. PTKP yang sebenarnya sebagaimana dimaksud pada ayat (3) adalah sebesar PTKP untuk jumlah hari kerja yang sebenarnya.

5. PTKP sehari sebagai dasar untuk menetapkan PTKP yang sebenarnya adalah sebesar PTKP per tahun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (1) dibagi 360 (tiga ratus enam puluh) hari.

6. Dalam hal berdasarkan ketentuan di bidang ketenaga kerjaan diatur kewajiban untuk mengikut sertakan Pegawai Tidak Tetap atau Tenaga Kerja Lepas dalam program jaminan hari tua atau tunjangan hari tua.

Maka iuran jaminan hari tua atau iuran tunjangan hari tua yang dibayar sendiri oleh Pegawai Tidak Tetap kepada badan penyelenggara jaminan sosial tenaga kerja atau badan penyelenggara tunjangan hari tua, dapat dikurangkan dari penghasilan bruto.

Dalam Pasal 15 peraturan terbaru PPh Pasal 21 juga disebutkan:

1. Atas penghasilan yang diterima atau diperoleh Pegawai Tidak Tetap atau Tenaga Kerja Lepas berupa upah harian, upah mingguan, upah satuan, upah borongan.

Dan uang saku harian, sepanjang penghasilan tidak dibayarkan secara bulanan, tarif lapisan pertama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (1) huruf a Undang-Undang Pajak Penghasilan diterapkan atas:

  • jumlah penghasilan bruto sehari yang melebihi Rp450.000,00 (empat ratus lima puluh ribu rupiah); atau
  • jumlah penghasilan bruto dikurangi PTKP yang sebenarnya, dalam hal jumlah penghasilan kumulatif dalam 1 (satu) bulan kalender telah melebihi Rp4.500.000,00 (empat juta lima ratus ribu rupiah).

2. Dalam hal jumlah penghasilan kumulatif dalam satu bulan kalender telah melebihi Rp10.200.000,00 (sepuluh juta dua ratus ribu rupiah), PPh Pasal 21 dihitung dengan menerapkan tarif Pasal 17 ayat (1) huruf a Undang-Undang Pajak Penghasilan atas jumlah Penghasilan Kena Pajak yang disetahunkan.

Sekian Cara Penghitungan pph 21 Dan Besaran Tarifnya. Jangan lupa share artikel ini ya ke sosial media Anda. Agar teman Anda juga bisa belajar tentang apa itu akuntansi? Banyak berbagi banyak rejeki Terimakasih. Salam Let’s #beefree

Tarif Perhitungan Besaran Pesangon Karyawan

Karyawan merupakan salah satu aset perusahaan. Dalam pengelolannya, perusahaan merujuk pada undang-undang ketenagakerjaan no.13 tahun 2003. Undang-undang tersebut mengatur semua hal yang berhubungan dengan tenaga kerja pada waktu sebelum, selama dan sesudah berakhirnya masa kerja.

Salah satunya juga mengatur tentang uang penghargaan masa kerja atau uang pesangon. Apakah uang pesangon itu? Secara umum, uang pesangon merupakan uang yang dibayarkan oleh pemberi kerja kepada tenaga kerja dengan nama dan dalam bentuk apapun.

Uang pesangon diberikan sehubungan dengan berakhirnya masa kerja atau terjadi pemutusan hubungan kerja. Termasuk juga uang penghargaan masa kerja serta uang penggantian hak.

Dan penting untuk Anda ketahui bahwa perhitungan Uang Pesangon (UP) berbeda dengan perhitungan Uang Penghargaan Masa Kerja (UPMK) serta Uang Penggantian Hak (UPH). Berikut penjelasannya.

Uang Pesangon (UP)

Ketentuan serta cara perhitungan uang pesangon berdasarkan UU No.13 tahun 2003 pasal 156 ayat (2) dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :

Masa Kerja Besaran Uang Pesangon
Kurang dari 1 tahun 1 bulan upah
1 tahun atau lebih, tetapi kurang dari 2 tahun 2 bulan upah
2 tahun atau lebih, tetapi kurang dari 3 tahun 3 bulan upah
3 tahun atau lebih, tetapi kurang dari 4 tahun 4 bulan upah
4 tahun atau lebih, tetapi kurang dari 5 tahun 5 bulan upah
5 tahun atau lebih, tetapi kurang dari 6 tahun 6 bulan upah
6 tahun atau lebih, tetapi kurang dari 7 tahun 7 bulan upah
7 tahun atau lebih, tetapi kurang dari 8 tahun 8 bulan upah
8 tahun atau lebih 9 bulan upah

Uang Penghargaan Masa Kerja (UPMK)

Sedangkan untuk ketentuan dan cara perhitungan uang penghargaan masa kerja sesuai dengan UU No.13 tahun 2003 pasal 156 ayat (3) yaitu :

Masa Kerja Besaran Uang Pesangon
3 tahun atau lebih, tetapi kurang dari 6 tahun 2 bulan upah
6 tahun atau lebih, tetapi kurang dari 9 tahun 3 bulan upah
9 tahun atau lebih, tetapi kurang dari 12 tahun 4 bulan upah
12 tahun atau lebih, tetapi kurang dari 15 tahun 5 bulan upah
15 tahun atau lebih, tetapi kurang dari 18 tahun 6 bulan upah
18 tahun atau lebih, tetapi kurang dari 21 tahun 7 bulan upah
21 tahun atau lebih, tetapi kurang dari 24 tahun 8 bulan upah
24 tahun atau lebih 9 bulan upah

Keterangan : Upah yang dimaksud yaitu jumlah gaji pokok setelah ditambah dengan gaji tetap.

Uang Penggantian Hak (UPH)

Selanjutnya, berdasarkan UU No.13 tahun 2003 pasal 156 ayat (4) seorang karyawan juga berhak atas uang penggantian hak sebagai pesangon yang harus dibayarkan oleh perusahaan. Apa saja yang termasuk dalam uang penggantian hak (UPH)? Yaitu :

  1. Cuti tahunan yang belum sempat diambil atau belum gugur
  2. Biaya atau ongkos pekerja atau buruh serta keluarganya ke tempat dimana ia diterima bekerja
  3. Biaya penggantian perumahan, pengobatan dan perawatan yang ditetapkan sebesar 15% dari uang pesangon dan atau uang penghargaan masa kerja bagi yang memenuhi syarat
  4. Hal – hal lain yang ditetapkan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan atau perjanjian kerja sama.

Perlu Anda perhatikan bahwa dalam menghitung pesangon karyawan harus benar–benar tepat. Karena kesalahan dalam perhitungan merupakan pemicu konflik yang sering terjadi antara pemberi kerja dan karyawan.

Dan jangan lupa untuk mencatat uang pesangon yang telah dikeluarkan perusahaan. Untuk mempermudah dalam pencatatan, Anda dapat menggunakan software akuntansi yang sudah banyak beredar di masyarakat.

Itulah sekilas pembahasan tentang tarif perhitungan besaran pesangon karyawan. Jika Anda rasa artikel ini bermanfaat, maka jangan lupa membagikannya kepada pembaca yang lain. Berbagi itu indah. Salam Let’s #beefree

Cara & Syarat Pengajuan PKP Dan Pengukuhan PKP

PKP (Pengusaha Kena Pajak) adalah pengusaha yang melakukan penyerahan BKP (Barang Kena Pajak) dan/atau penyerahan JKP (Jasa Kena Pajak) yang dikenai PPN (Pajak Pertambahan Nilai) berdasarkan Undang-undang Pajak Pertambahan Nilai (UU PPN) 1984 dan perubahannya.

Pengusaha wajib menjadi PKP apabilamemiliki pendapatan bruto (omset) dalam 1 tahun buku mencapai Rp. 4,800,000,000 (empat milyar delapan ratus juta rupiah).

Selain itu pengusaha yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau Jasa Kena Pajak di dalam daerah Pabean dan/atau melakukan ekspor Barang Kena Pajak Berwujud, ekspor Jasa Kena Pajak dan/atau Barang Kena Pajak Tidak Berwujud diwajibkan:

  1. Melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak
  2. Memungut pajak yang terutang
  3. Menyetorkan PPN (Pajak Pertambahan Nilai) yang masih harus dibayar dalam hal Pajak Keluaran lebih besar dari pada Pajak Masukan yang dapat dikreditkan serta menyetorkan Pajak Penjualan atas Barang Mewah yang terutang
  4. Melaporkan pemungutan, penyetoran, dan penghitungan pajaknya paling lambat akhir bulan berikutnya (SPT Masa PPN)

Untuk itu kami akan membagikan pada Anda Cara Dan Syarat Pengajuan PKP Dan Pengukuhan PKP. Lalu apa saja kah syarat pengajuan PKP? Untuk mendapat pengukuhan Pengusaha Kena Pajak dari Direktorat Jenderal Pajak,  harus memenuhi syarat sebagai berikut:

  1. Memiliki pendapatan bruto (omzet) dalam 1 tahun buku mencapai Rp. 4,800,000,000 (empat milyar delapan ratus juta rupiah). Tidak termasuk pengusaha dengan pendapatan bruto kurang dari Rp 4,8 miliar, kecuali pengusaha tersebut memilih dikukuhkan jadi Pengusaha Kena Pajak.
  2. Melewati proses survey yang dilakukan KPP atau KP2KP tempat pendaftaran
  3. Melengkapi dokumen dan syarat pengajuan PKP atau pengukuhan PKP.

Untuk mendapatkan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak, Wajib Pajak cukup mengisi dan menandatangani formulir pendaftaran PKP yang perlu Anda unduh di situs pajak online, selanjutnya dilengkapi dengan dokumen yang disyaratkan.  Dokumen yang disyaratkan sebagai kelengkapan permohonan pengukuhan Pengusaha Kena Pajak, meliputi:

I. Wajib Pajak Orang Pribadi

  • Fotokopi KTP bagi WNI atau fotokopi KITAS/KITAP bagi WNA
  • Dokumen izin kegiatan usaha yang diterbitkan oleh instansi berwenang
  • Surat keterangan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas dari pejabat Pemerintah Daerah sekurang-kurangnya Lurah atau Kepala Desa.

II. Wajib Pajak Badan

  • Fotokopi akta pendirian atau dokumen pendirian atau perubahan bagi Wajib Pajak Badan dalam negeri atau surat keterangan penunjukan dari kantor pusat bagi Bentuk Usaha Tetap (BUT), yang dilegalisasi oleh pejabat yang berwenang.
  • Fotokopi Kartu NPWP salah satu pengurus atau fotokopi paspor dan surat keterangan tempat tinggal dari pejabat pemerintah daerah sekurang-kurangnya lurah atau kepala desa jika penanggung jawab perusahaan adalah WNA.
  • Dokumen izin usaha dan/atau kegiatan yang diterbitkan oleh instansi berwenang.
  • Surat keterangan tempat kegiatan usaha yang diterbitkan dari Pejabat Pemerintah Daerah sekurang-kurangnya Lurah atau Kepala Desa.

III. Wajib Pajak Badan Bentuk Kerja Sama Operasi (Joint Operation)

  • Fotokopi Perjanjian Kerjasama / Akta Pendirian sebagai bentuk kerja sama operasi (Joint Operation) yang dilegalisasi oleh pejabat yang berwenang.
  • Fotokopi kartu NPWP masing-masing anggota bentuk kerja sama operasi (joint operation) yang diwajibkan untuk memiliki NPWP.
  • Fotokopi kartu NPWP orang pribadi salah satu pengurus perusahaan anggota bentuk kerja sama operasi (joint operation) atau fotokopi paspor dalam hal penanggung jawab adalah WNA.
  • Dokumen izin kegiatan usaha yang diterbitkan oleh instansi berwenang.
  • Surat Keterangan tempat kegiatan usaha dari Pejabat Pemerintah Daerah sekurang-kurangnya Lurah atau Kepala Desa bagi Wajib Pajak Badan dalam negeri maupun Wajib Pajak Badan asing.

Dokumen-dokumen lain yang biasanya disertakan adalah:

  • Bukti sewa / kepemilikan tempat usaha
  • Foto ruangan / tempat usaha
  • Peta lokasi
  • Spesimen penanda tangan faktur (form disediakan KPP) & fotokopi penanda tangan faktur
  • Daftar harta / invetaris kantor
  • Laporan keuangan (neraca laba / rugi)
  • SPT Tahunan terakhir

Biasanya, 3-5 hari sejak formulir (lengkap) diajukan, petugas verifikasi akan melakukan survey atau verifikasi. Apabila survey berjalan dengan lancar dan disetujui, sekitar 1-2 hari sejak survey, maka surat pengukuhan PKP dapat diambil di KPP tempat syarat pengajuan PKP diberikan.

Keputusan Permohonan Pengajuan PKP diterbitkan paling lambat 5 hingga 10 hari kerja setelah Bukti Penerimaan Surat diterbitkan.

Jangan lupa share artikel ini ya ke sosial media Anda. Agar teman Anda juga bisa belajar tentang pajak ini? Banyak berbagi banyak rejeki Terimakasih. Salam Let’s #beefree

Software Akuntansi Custom Atau Yang Sudah Jadi ?

Apakah Anda saat ini sedang bingung mau memilih software akuntansi yang sudah jadi atau custom?

Baca artikel ini sampai selesai ya agar Anda bisa tercerahkan hehe. 

Memilih software untuk bisnis  Anda memang susah-susah gampang. Karena jika Anda sampai salah memilih yang ada justru software tersebut merepotkan Anda atau bahkan sia-sia karena tidak cocok dengan kebutuhan. Padahal tujuan awalnya beli untuk mempermudah kinerja Anda dan membantu mengembangkan bisnis Anda.

Yuk ketahui dulu kekurangan dan kelebihan dari software akuntansi yang sudah jadi dan yang custome;

No. Software Custom Software Jadi
1. Harga Mahal Harga Standar
2. Pengerjaan Lama Sudah Jadi. Bisa Langsung Pakai
3. Dibuat Khusus sesuai kebutuhan Bisnis Anda  Dibuat Sesuai Kebutuhan Umum
4. Flexibel (Masih bisa dirubah ) Tidak Bisa
5. Tidak Stabil  Stabil 
6. Belum tentu berjalan dengan baik Sudah Berjalan Dengan Baik
7. Layanan Support Mahal dan Tidak Terjamin Layanan Support Standar dan Terjamin

Hem, gimana nie udah punya gambaran belum jadinya mau pilih yang mana? atau justru timbul pertanyaan. Ada tidak ya software akuntansi yang sudah jadi tapi masih flexibel bisa ditambahin atau di custom? mengingat kalau yang custom harganya mahal, pengerjaannya lama dan belum tentu running well. 

Tenang saya rekomendasikan satu software akuntansi yang sudah jadi tapi masih bisa di custom sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda. Software akuntansi apa itu? Nama softwarenya adalah beeaccounting yang merupakan salah satu software akuntansi terbaik no 2 di indonesia. 

bee-solusi-bisnis

Beeacccounting ini adalah satu-satunya software akuntansi jadi di indonesia yang masih bisa di custom.

Selain itu beeaccounting juga sudah berdiri selama kurun waktu 10 tahun. Dan memiliki ratusan ribu customer yang tersebar di seluruh kota di indonesia.  Jadi sudah tidak diragukan lagi mengenai layanan support after salesnya. Dan juga kualitas dari softwarenya itu sendiri.

Tenang!! Beeaccounting juga menyediakan trial gratis softwarenya yang bisa Anda coba selama 30 hari  full version. full version yang dimaksud disini adalah seluruh fitur yang Anda coba pada saat trial ya itu yang akan Anda dapat pada nanti saat Anda membeli softwarenya. 

Dengan begitu Anda benar-benar tahu persis apakah software ini sudah sesuai dengan kebutuhan Anda atau belum. Ketika belum begitu memenuhi kebutuhan silahkan Anda konsultasi dengan team kami mengenai kebutuhan custome Anda. Jangan sungkan-sungkan untuk menghubungi team kami dengan cara klik disini.  

Oh iya jika Anda penasaran dengan softwarenya Anda bisa langsung download trialnya dengan cara klik download gratis sekarang dibawah ini. 

Download Gratis Sekarang

Jika Ada yang software akuntansi yang bisa di custom dengan Harga yang terjangkau dan berkualitas bagus kenapa mesti memilih yang mahal dan belum tentu running well. Semoga artikel ini dapat membantu mengatasi kegalauan hati Anda dalam memilih software.

Jangan lupa share artikel ini ke teman-teman dan saudara Anda agar mereka juga mendapatkan manfaatnya. Banyak berbagi banyak rejeki. Terimakasih. Salam Let’s #beefree

Beli Software Akuntansi itu Yang After Sales Nya Jelas

Dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat saat ini. Juga berdampak pada pertumbuhan software akuntansi. Oleh karena itu banyak sekali bermunculan software-software akuntansi baik yang berbasis dekstop maupun web base

Jika Anda sampai terdampar di artikel ini saya pastikan Anda sedang mencari software Akuntansi.

Sebelum Anda memutuskan ingin membeli atau memilih software akuntansi mana yang ingin Anda gunakan di perusahaan. Anda harus membaca ini artikel ini sampai selesai. Agar Anda tidak menyesal dikemudian hari karena salah memilih software.

Hal Utama yang harus diperhatikan adalah Layanan After Salesnya. Software akuntansi canggih dan komplet tidak akan ada gunanya bagi bisnis Anda jika tidak ada layanan after salesnya. Mengapa begitu?

Bayangkan saja jika pada suatu saat ada trobel yang terjadi. Entah itu dari softwarenya itu sendiri maupun kesalahan dari Anda karena salah input dll. Kalau tidak ada layanan after salesnya bagaimana Anda memperbaikinya? Dengan begitu otomatis software tersebut sudah tidak bisa digunkankan kembali. 

Tapi Anda juga harus memperhatikan juga mengenai after salenya ini. Banyak sich developers yang mengatakan jika ada layanan supportnya. Tapi ternyata layanannya lambat bisa memakan waktu berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan.

Dan yang paling parah ditelpon tidak diangkat, ini tentunya akan membuat kesal Anda. Padahal oeprasional diperusahaan Anda harus jalan. Tentunya ini akan sangat merugikan Anda baik dalam segi ekonomi dan juga tenaga.

Layanan support dikenai biaya itu wajar karena bagaimanapun perusahaan software tersebut butuh untuk memberi gaji kepada karyawannya. Yang notabennya melayani Anda pada saat trouble.

Namun dengan catatan tarifnya masih dalam kadar wajar. Lagian kan kalau dipikir Anda membayar jika membutuhkan layanan support jika tidak ya Anda tidak harus mengeluarkan uang.

Buat apa pelayanan after salesnya GRATIS tapi pelayanannya LAMBAT atau bahkan Anda TIDAK DI RESPON. Atau Anda membayar dengan BIAYA sewajarnya namun pelayanannya CEPAT. Tapi jika pelayanannya BERBAYAR dan LAMBAT pula ya sudahlah buang sampah saja hehehe. 

Jadi ingat jangan tergiur dengan software-software harga murah yang ada dipasaran. Anda membeli sebuah sistem untuk membantu bisnis Anda. Jadi jangan sampai sistem tersebut justru merepotkan atau bahkan merugikan Anda. 

Dan salah satu software akuntansi yang memiliki layanan support dengan baik yaitu beeaccounting. Dan tenang beeaccounting ini juga menyediakan trial softwarenya selama 30 hari full service.

Jadi apa yang Anda trial ya itu yang akan Anda peroleh saat membelinya. Jadi Anda ingin mencobanya silahkan klik coba gratis sekarang dibawah ini.

Download Gratis Sekarang

Untuk softwarenya silahkan di trial secara maksimal sebelum Anda membeli.

Nah, kalau masalah layanannya silahkan Anda buktikan sendiri jika baik silahkan Anda pilih jika tidak tinggalkan saja. Sekian artikel dari saya.  Jika Anda rasa artikel ini bermanfaat, maka jangan lupa membagikannya kepada pembaca yang lain. Salam Let’s #beefree

 

 

10 Jenis Kecurangan yang Paling Sering Karyawan Anda Lakukan

Definis Kecurangan (Fraud)

Kecurangan (fraud) dapat didefinisikan sebagai tindakan tidak jujur yang dilakukan seorang karyawan yang menghasilkan keuntungan pribadi bagi karyawan dan menimbulkan biaya bagi atasan atau pengusaha. Tindakan tidak jujur ini biasanya dilakukan karena dilatarbelakangi oleh adanya kesempatan, terdesaknya keadaan finansial individu, hingga rasionalisasi.

Tak jarang dari karyawan yang melakukan tindakan fraud ini membenarkan kecurangan mereka dengan merasionalisasikan tindakan mereka. Sebagai contoh ada karyawan yang merasa seharusnya pengusaha mampu membayar mereka dengan gaji yang lebih tinggi.

Tetapi tidak diberikan oleh pengusaha, sehingga mereka merasa kurang dihargai. Dan melakukan tindakan pencurian yang mereka anggap sebuah konsekuensi bagi pengusaha yang tidak memperlakukan mereka sesuai dengan yang mereka harapkan.

Berikut 10 Jenis Kecurangan yang Paling Sering Karyawan Anda Lakukan :

1. Kecurangan dalam Pencatatan Laporan Keuangan Perusahaan

Kecurangan ini terjadi ketika dalam penyajian informasi perusahaan data yang sebenarnya dilebih-lebihkan atau dikurang-kurangkan dari jumlah yang sebenarnya.

Contohnya ketika asset perusahaan dilebih-lebihkan dan kewajiban perusahaan dibuat se-efisien mungkin. Agar perusahaan terlihat kuat dalam segi finansial. Kemudian bentuk kecurangan lainnya yakni ketika pencatatan kegiatan transaksi perusahaan tidak sesuai dengan waktu yang sebenarnya.

Misalnya mencatat transaksi pembelian asset perusahaan lebih awal dari seharusnya. Kecurangan ini dilatarbelakangi banyak faktor, seperti untuk memperoleh tambahan pembiayaan dari bank, mencapai bonus yang berkaitan erat dengan kinerja karyawan dalam perusahaan, menutupi tindakan pencurian, dan berbagai tujuan memperoleh keuntungan pribadi lainnya.

2. Menyalahgunakan Fasilitas Perusahaan

Dalam kecurangan jenis ini karyawan yang tidak jujur seringkali menyalahgunakan fasilitas dari perusahaan yang seharusnya digunakan untuk menunjang kegiatan perusahaan tetapi justru digunakan untuk kepentingan pribadi.

Contohnya penggunaan telefon kantor yang seharusnya untuk kepentingan kantor tetapi justru digunakan untuk melakukan komunikasi pribadi yang pada akhirnya membuat tagihan telefon perusahaan membengkak, selain itu contoh lainnya ialah penggunaan alat transportasi perusahaan untuk kepentingan pribadi yang dapat menambah beban biaya bahan bakar kendaraan perusahaan yang seharusnya tidak terjadi.

3. Korupsi

Tindakan penyalahgunaan demi keuntungan sepihak ini dilatarbelakangi oleh beberapa alasan salah satunya conflict of interest di suatu pihak di mana ia mengutamakan kepentingan dan keuntungan pribadi dibanding perusahaan sehingga ia memilih untuk melakukan korupsi dan merugikan perusahaan. Contohnya ialah menerima suap dari pihak lain agar mau mengubah keputusan secara sepihak yang sebelumnya sudah ditetapkan bersama.

4. Membocorkan Informasi Perusahaan pada Kompetitor

Kecurangan ini dilakukan ketika pekerja internal perusahaan mencoba untuk bekerja sama dengan pihak eksternal perusahaan demi keuntungan pribadi dengan cara membocorkan informasi internal perusahaan, seperti membocorkan strategi perusahaan dalam menentukan target pemasaran, penetapan harga, dan sebagainya. Dengan melakukan kecurangan ini karyawan tersebut mengharapkan imbalan dari pihak eksternal yang mendapatkan kebocoran informasi tersebut.

5. Menyampaikan Informasi yang Tidak Sesuai dengan Keadaan Sebenarnya

Kecurangan ini terjadi ketika karyawan memalsukan harga jual dan harga beli. Contoh memalsukan harga jual yaitu ketika karyawan menaikkan harga dari harga yang seharusnya ditetapkan, hal ini agar karyawan tersebut memperoleh keuntunggan pribadi dari kelebihan harga tersebut.

Kemudian memalsukan harga beli contohnya adalah ketika karyawan menaikkan harga beli dari supplier dengan membuat laporan palsu pada perusahaan, selisih antara harga beli sesungguhnya dengan laporan palsu yang ditulis karyawan itulah yang menjadi keuntungan bagi karyawan yang melakukan kecurangan jenis ini.

6. Kecurangan Manajemen Personalia

Kecurangan ini dapat berupa berbagai skenario palsu yang dilakukan karyawan perusahaan, seperti menggunakan jatah cuti kantor untuk melakukan pekerjaan lain, menyalahgunakan waktu kerja yang fleksibel, menggunakan izin sakit kantor tetapi pada kenyataannya ia tidak sakit dan sedang berusaha melamar kerja di perusahaan lain, hingga melakukan kualifikasi palsu untuk jaminan pekerjaan.

7. Memanipulasi Pasar

Kecurangan ini dilakukan dengan cara memberikan informasi dan kesan palsu pada target pasar dengan harapan konsumen tertarik pada produk perusahaan dan investor berinvetasi pada perusahaan. Contoh manipulasi pasar dapat dilakukan dengan aksi goreng-menggoreng saham demi terciptanya kesan perusahaan memiliki trend positif sehingga akan banyak investor yang tertarik untuk berinvestasi pada perusahaan tersebut.

8. Kecurangan Pembayaran

Kecurangan ini meliputi segala kegiatan yang berkaitan dengan pembuatan tagihan pembayaran yang salah atau bisa juga berupa pengalihan pembayaran yang tidak sesuai. Contohnya antara lain membuat catatan pelanggan palsu, mengubah rincian pembayaran beserta jumlah tagihannya, melakukan klaim palsu, dan lain-lain.

9. Kecurangan Penerimaan

Kecurangan ini biasanya sering dilakukan karyawan perusahaan, contohnya ketika perusahaan menerima pemasukan lalu karyawan yang tidak jujur mencuri uang tersebut untuk keperluan pribadi dengan cara mengganti jumlah cek yang diterima perusahaan.

10. Travel and Subsistence Fraud

Kecurangan ini terjadi ketika karyawan mengklaim biaya perjalanan ataupun biaya lainnya guna kepentingan perusahaan yang sebenarnya tidak terjadi dan tidak diperlukan. Contohnya karyawan melakukan klaim atas biaya perjalanan on the spot yang sebenarnya tidak dibutuhkan,  klaim atas biaya pelayanan customer yang sebenarnya tidak dikeluarkan, hingga melakukan tanda tanga palsu untuk memperoleh otorisasi pembayaran.

Demikian ulasan singkat mengenai 10 jenis kecurangan yang paing sering karyawan Anda lakukan, semoga dapat bermanfaat. Jangan lupa share agar teman Anda juga mendapatkan manfaatnya. Banyak berbagi banyak rejeki. Salam Let’s #befree

Penerapan Deposit pada Beeaccounting

Untuk sistem deposit pada usaha seperti Tiket, Pulsa dll. Tekniknya cukup mudah, apabila sistemnya adalah anda mendapatkan deposit dari mitra, lalu menjualnya seharga deposit+profit anda. Maka buat 2 Item yang sama, namun bedakan Jenis Type barangnya. Misalkan dalam kasus berikut: PT. Tiket adalah mitra kerja dari PT. Garuda Indonesia. Setiap bulannya PT.Tiket mendapat Deposit sebesar 100jt dari PT. Garuda Indonesia. PT.Tiket menjual harga tiket dengan profit sebesar 5% dari Harga beli deposit. Maka cara inputnya adalah:

screenshot_1
.                                                                      Gambar 1 Item Deposit
  • Buat 2 Item baru, masing-masing beri nama Deposit Garuda Indonesia dengan type barang jadi dan Tiket garuda indonesia dengan type jasa.
screenshot_2
.                                                             Gambar 2 Item Tiket
  • Saat pembelian Deposit, Gunakan Item Deposit Garuda Indonesia sebagai transaksi, gunanya untuk menyimpan stok deposit tersebut. Penting! Input nominal deposit pada quantity sesuai dengan deposit yang dibeli, dan jangan lupa untuk input harga deposit menjadi 1. Fungsinya agar 1 Deposit bernilai 1 rupiah.
screenshot_3
                                                            Gambar 3 Pembelian Deposit
  • Saat penjualan, ada 2 tahap yang harus dilakukan. Pertama yaitu jual barang menggunakan Item Tiket Garuda Indonesia, dan Kedua keluarkan deposit melalui stock keluar. Saya mulai dari yang pertama
  • Penjualan menggunakan Item Tiket Garuda, fungsinya adalah untuk nota invoice penjualan saja. Agar pembeli tiket mengetahui berapa Harga tiket yang dibelinya. Dan agar penjualannya tidak langsung menggunakan Item Deposit, karena jika menggunakan item deposit maka menyulitkan anda dalam memanage Deposit terhadap Harga Jual.
screenshot_4
                                                                   Gambar 4 Penjualan Tiket
  • Pengurangan Deposit, Caranya buka menu stock>stock keluar, lalu diisi dengan nominal deposit yang dikurangi tanpa profit (sesuai dengan harga beli ke pihak maskapai). Jangan lupa mengganti akun P/L ke akun HPP yang digunakan, dalam hal ini saya menggunakan akun default bee,yaitu Harga Pokok Penjualan.
screenshot_5
.                                                                            Gambar 5 Pengurangan Deposit
  • Selesai, sekarang cek laporan Laba/Rugi untuk penjualan item tersebut.
screenshot_6
.                                                                                  Gambar 6 Laporan Cost and Profit