Home / Tips Bisnis (page 5)

Tips Bisnis

4 Tips Mudah Mengatur Keuangan untuk Usaha Kecil

Memiliki usaha kecil dan mengelola keuangan sendiri bisa jadi prosesnya menjadi rumit utamanya saat harus membedakan keuangan perusahaan dan keuangan pribadi. Apalagi jika smeuanya masih serba manual dan belum tersistem menggunakan softwrae berbasis IT. Padahal dengan pengelolaan keuangan yang baik, pemilik usaha lebih ralistis dalam merencanakan pengembangan usaha berdasarkan kemampuan keuangan yang disajikan dalan sebuah laporan keuangan yang mudah dipahami.

Idealnya jika usaha masih kecil, pemilik usaha fokus untuk pengembangan usaha dan perluasan pasar. Disisi lain, sebenarnya ada cara mudah dan praktis bagi pemilik usaha kecil untuk mengatur keuangan perusahaan tanpa mengganggu program utama perluasan pasar tersebut. Berikut ini ulasan tips praktis tersebut:

  1. Luangkan waktu untuk memahami semua tanggung jawab keuangan Anda.

Jadi Anda menjalankan bisnis Anda sendiri (artinya bukan usaha gabungan atau malah jadi karyawan), maka Anda bertanggung jawab untuk mengelola uang Anda sendiri. Beberapa tanggung jawab keuangan yang perlu Anda pahami:

Pemasukan

Pemasukan merupakan sumber utama penyumbang dana segar bagi perusahaan. Catatdengan rapi dan alokasikan untuk menutup biaya yang dikeluarkan untuk menjalankan usaha.

Biaya

Biaya operasional harian- Biaya operasional harian dari usaha Anda yang perlu dicatat dengan rapi kedalam sistem meliputi pembukuan dan pencatatan transaksi, pemantauan dan pembayaran faktur, membayar gaji pegawai, membayar tagihan suplier, biaya pajak dan juga penganggaran.

Laba dan Rugi

Laba dan rugi merupakan akumulasi seilih dari pemasukan dan biaya yang dikeluarkan. Jika plus artinya untung dan jika minus artinya usaha Anda rugi. Sisiahkan dana cadangan untuk memperkuat arus kas perusahaan.

Investasikan waktu dalam memahami proses dari setiap tanggung jawab keuangan yang Anda miliki tersebut agar usaha berjalan dengan lancar.

  1. Buat jadwal pencatatan yang rapi

Kunci pengelolaan keuangan yang baik adalah kontrol dalam bentuk pencatatan yang rapi. Kehilangan kendali akan kontrol keuangan merupakan bahaya yang siap membuat usah Anda terjerumus dalam ober budget yang membuat usaha merugi bahkan tutup. Tugaskan salah seorang karyawan Anda untuk menyimpan hal-hal yang teratur dan melakukan tugas-tugas akuntansi sesuai jadwal. Menggunakan software sistem berbasis IT merupakan langkah yang tepat.

  1. Gunakan perangkat lunak akuntansi berbasis IT

Walau Anda bukan seorang akuntan, tetapi itu tidak berarti Anda tidak dapat menggunakan alat kontrol yang “user friendly” alias mudah dipahami.

Praktik umum untuk pemilik bisnis yang menjalankan usaha kecil adalah mengelola akun keuangan mereka melalui spreadsheet dasar seperti Excel, tetapi perangkat lunak ini sebenarnya tidak dirancang untuk mendukung proses akuntansi Anda. Anda bisa menemukan banyak contoh perangkat lunak akuntansi, seperti beeaccounting.com yang memiliki fitur untuk memudahkan pengelolaan keuangan Anda. Beberapa fitur yang Anda butuhkan misalnya saja proses pembuatan anggaran, pemantauan untuk perolehan modal, prosedur faktur, pemisahan rekening antara penerimaan dan pengeluaran, dan kemampuan untuk menerapkan filter ke catatan keuangan Anda untuk membuat berbagai jenis data dan laporan.

Dengan sedikit meluangkan waktu untuk memahami bagaimana perangkat lunak itu bekerja, pemilik usaha akan lebih mudah dalam membuat pengelolaan keuangan atas bisnis yang dijalankan.

  1. Tahu kapan harus mengambil tindakan atas laporan keuangan yang ada

Pemilik usaha harus paham baca laporan keuangan. Setidaknya tahu kapan harus mengambil tindakan atas laporan keuangan yang dan ada apa yang harus dilakukan setelahnya. Ketika menghadapi masalah dengan manajemen akuntansi dan keuangan misalnya saja Anda kehilangan kendali atas angka Anda alias tidak tahu mengapa yang tercatat diluar prediksi, Anda menghadapi hasil audit yang banyak selisih data, Anda mengalami pertumbuhan yang terlalu cepat diluar dugaan dsb. maka perlu kiranya dilakukan pembahasan atas laporan keuangan tersebut.

Jangan biarkan bisnis Anda tenggelam karena uang Anda tidak dikelola dengan benar. Akuntansi untuk pengelolaan keuangan itu tidak rumit. Kini banyak software akuntasi yang bisa Anda gunakan sehingga Anda bisa selalu menjadi akuntan untuk usaha Anda sendiri.

3 Alasan Penting Mengapa Bisnis butuh Laporan Keuangan

Sebuah transaksi bisnis harus bisa diukur nilainya dengan uang atau dapat dinyatakan dalam mata uang yang berlaku. Informasi yang dihasilkan dari proses akuntansi sangat diperlukan untuk sebuah bisnis. Tujuan utama dari kegiatan bisnis sebuah perusahaan adalah untuk memperoleh laba atau keuntungan. Untuk memastikan apakah dalam suatu periode tertentu perusahaan mengalami laba atau rugi, diperlukan adanya catatan transaksi keuangan perusahaan secara menyeluruh, detail dan uptodate menggunakan proses akuntansi. Untuk itu kami akan memaparkan pada Anda 3 Alasan Penting Mengapa Bisnis butuh Laporan Keuangan.

Perusahaan dikatakan maju dan tumbuh dengan baik ketika bisa menyajikan informasi keuangan yang rapi, valid, akurat serta mudah dipahami. Di mana penyajian informasi tersebut dapat diperoleh melalui proses penctatan yang benar yaitu mencatat, mengelompokkan, mengidentifikasi transaksi-transaksi keuangan perusahaan dengan rapi, baik dan benar sesuai dengan bukti-bukti transaksi yang ada. Dari sanalah tersedia laporan keuangan yang dapat digunakan untuk melihat serta mengukur tingkat pertumbuhan dan kemajuan perusahaan. Berikut adalah 3 Alasan Penting Mengapa Bisnis butuh Laporan Keuangan:

Mengetahui Jumlah Laba atau Rugi

Tujuan utama dari kegiatan bisnis sebuah perusahaan adalah untuk memperoleh laba atau keuntungan. Untuk memastikan apakah dalam suatu periode tertentu perusahaan mengalami laba atau rugi, diperlukan adanya catatan transaksi keuangan perusahaan secara menyeluruh, detail dan uptodate menggunakan proses akuntansi. Dari proses tersebut akhirnya akan menghasilkan informasi berupa laporan keuangan yang dapat memperlihatkan dengan jelas dan pasti tentang laba rugi perusahaan pada periode tertentu.

Informasi Keuangan Perusahaan

Pihak internal perusahaan meliputi direktur, para manajer, dan pemegang saham. Mereka berkepentingan untuk melihat informasi keuangan untuk memenuhi tugasnya dalam menganalisa kondisi keuangan perusahaan, apakah dalam kondisi yang sehat atau tidak sehat. Selain itu juga untuk mengambil keputusan yang tepat demi kelangsungan jalannya perusahaan. Sedangkan pihak eksternal meliputi investor, rekan bisnis, kreditur dan pemerintah. Para eksternal seperti investor juga berhak melihat kondisi keuangan perusahaan apakah dalam kondisi stabil dan menguntungkan. Sehingga ketika investor memutuskan untuk berinvestasi, perusahaan dapat memberikan timbal balik berupa dividen yang tinggi bagi dirinya.

Informasi bagi Operasional Perusahaan

Laporan keuangan dapat memenuhi kebutuhan manajemen sebagai pihak pengambil keputusan. Karena dalam laporan keuangan terdapat berbagai informasi keuangan seperti berapa jumlah uang kas maupun non kas perusahaan saat ini, berapa tingkat penjualan apakah telah mencapai terget perusahaan, berapa jumlah persediaan bahan baku apakah masih mencukupi untuk kegiatan produksi selanjutnya, berapa biaya operasional perusahaan apakah mengalami pemborosan, dan sebagainya.

Bagaimanapun juga, sebuah bisnis akan melibatkan sejumlah uang / modal di dalamnya. Sehingga sangat penting untuk selalu berhati-hati dalam mengelola dan menjalankannya. Pada kenyataannya, hampir semua bisnis yang sukses merupakan bisnis yang telah direncanakan dengan baik sejak awal. Inilah yang menjadi alasan mengapa sebuah perencanaan yang tepat akan sangat Anda butuhkan untuk menjalankan bisnis yang Anda impikan.

Anda tentu tidak ingin membangun sebuah bisnis yang hanya akan berumur beberapa pekan saja, bukan? Tidak hanya rencana semata. Anda juga wajib untuk mengerti berbagai hal yang penting untuk Anda terapkan di dalam bisnis yang Anda rintis nanti.

Hal-hal seperti ini akan membantu Anda mengambil berbagai kebijakan yang dibutuhkan oleh perusahaan Anda. Sehingga bisnis Anda bisa berjalan dengan baik dan tetap dalam tujuan awalnya.

Bukan hanya itu saja, berbagai kebijakan ini juga akan sangat membantu Anda untuk bisa lebih mudah dalam mencapai tujuan dan target perusahaan yang akan Anda tuju di dalam bisnis Anda tersebut.

Sekian artikel dari kami, Jangan lupa share artikel ini ya ke sosial media Anda. Agar teman Anda juga bisa belajar tentang apa itu akuntansi? Banyak berbagi banyak rejeki Terimakasih. Salam Let’s #beefree

Bagaimana Cara Mengatasi Piutang yang Macet?

Salah satu pendukung kelancaraan bisnis adalah cashflow yang lancar. Piutang dalam bisnis merupakan hal yang wajar dilakukan untuk menciptakan mitra bisnis. Piutang biasanya timbul dari penjualan kredit barang/jasa yang merupakan hasil usaha dari perusahaan yang bersangkutan. Akan tetapi, hal tersebut akan memberikan resiko bagi perusahaan seperti akan adanya kemungkinan piutang-piutang yang tidak tertagih atau macet. Lalu Bagaimana Cara Mengatasi Piutang yang Macet? untuk itu kami akan membagi tips pada Anda.

Ketika terjadi kemacetan piutang, perhatikan apa yang menjadi penyebab piutang macet. Apakah karena faktor moral si penghutang yang memang tidak memiliki itikad baik untuk membayar? Apakah karena bisnisnya yang sedang turun sedangkan mereka bisa Anda percaya?Atau cuma karena faktor teknis seperti metode penagihan yang kurang bersahabat dengan kondisi cashflow mereka.

Pebisnis yang akan melakukan piutang usaha  disarankan membuat keputusan kebijakan piutang yang akan diambil sematang mungkin. Berikut Cara efektif menekan agar tidak macet dan tak tertagih:

Jalur Hukum

Jika yang menjadi masalah piutang macet adalah faktor moral penghutang, maka tidak ada jalan lain kecuali dengan melalui jalur hukum. Tidak harus ke pengadilan, tapi bisa melalui bantuan mediasi dari konsultan hukum. Jangan harap uang Anda kembali dengan cepat, karena proses ini akan memakan waktu panjang.

Berikan Opsi Keringanan Pembayaran

Jika penghutang memiliki itikad baik untuk membayar, namun mengalami masalah dengan kondisi keuangannya sendiri, Anda bisa tawarkan keringanan seperti pembayaran bisa dicicil, atau penyitaan aset lain. Jika Anda menjadi supplier utama bagi pelanggan tersebut, tidak ada salahnya sedikit “mengancam” untuk mengatasi pembelian sehingga pelanggan tadi benar-benar serius untuk melakukan negosiasi.

Tapi jika Anda nilai bahwa masalah piutang karena bisnisnya yang sedang turun padahal memiliki potensi yang besar, tidak ada salahnya untuk menawari hutang yang lebih besar untuk membeli barang Anda. Karena bisa jadi bisnisnya akan terbantu dengan pasokan barang dari Anda, dan piutang kita pun menjadi lebih lancar. 

Memisahkan Pencatatan dengan bagian piutang dan kas

Menghindari terjadinya penyelewengan akun piutang oleh bagian internal caranya adalah dengan memisahkan antara bagian pencatatan dengan bagian piutang dan kas. Jika bagian piutang digabungkan bersama bagian pencatatan dan bagian penerimaan kas dikhawatirkan memberikan peluang untuk melakukan kecurangan.

Hubungi debitur secara langsung

Jangan menghubungi debitur lewat orang lain. Hubungi secara langsung, baik melalui telepon atau mendatangi kantornya secara langsung. Ciptakan pertemuan itu sepersonal mungkin antara Anda dan dia. Sehingga Anda bisa membicarakan masalah ini dengan jelas.

Akun piutang khusus 

Sebagai pengingatkan pebisnis kepada pelanggan akan habisnya waktu jatuh tempo dari pada piutang tersebut. Maka disarankan pihak perusahaan untuk selalu memiliki data pelanggan dengan lengkap terutama informasi tentang nomor yang bisa dihubungi baik nomor end user ataupun nomor kantor pelanggan jika pelanggan kita suatu instansi perusahaan juga.

Persistent

Jangan setengah-tengah dalam menagih ‘uang’. Jika mereka menolak menerima telepon Anda ataupun menolak bertemu, jangan menyerah. Hubungi terus atau bila Anda terlanjur ke kantornya tunggulah sampai ia mau menemui Anda. Jika diinformasikan bahwa ia tidak ditempat lakukan konfirmasi. Pokoknya jangan biarkan ia bersembunyi dan menghindar dari Anda. Tunjukkan bahwa Anda sangat serius melakukannya karena ini menyangkut keuangan perusahaan, tempat dimana Anda mencari nafkah. Mereka yang berhutang wajib mengembalikannya dan Anda sangat berhak mendapatkannya kembali.

Sistem Keuangan Valid

Untuk meminimalkan terjadinya piutang yang tidak tertagih agar lebih terarah maka perusahaan lebih memahami bagaimana caranya melakukan manajemen piutang. Sehingga resiko terjadinya piutang yang tidak tertagih tersebut bisa diminimalkan bahkan dihindari tentunya. Tidak perlu jera bahkan anti untuk menerapkan piutang usaha karena kekhawatiran kita akan terjadinya piutang usaha yang tidak tertagih yang akan mengakibatkan dampak kerugian bagi perusahaan. Perlunya sistem keuanganya yang valid untuk membantu perusahaan dalam mengatasi piutang. Cari sistem keuangan valid yang bisa memberitahu Anda kapan waktunya piutang jatuh tempo dan semua hal mengenai piutang usaha Anda. Jika Anda ingin mencari sistem keuangan yang dapat me-manage piutang Anda, Silahkan coba trialnya di BeeAccounting

Sekian artikel dari kami, Jangan lupa share artikel ini ya ke sosial media Anda. Agar teman Anda juga bisa belajar tentang apa itu akuntansi? Banyak berbagi banyak rejeki Terimakasih. Salam Let’s #beefree

 

Cara Sederhana Menghemat Biaya Perusahaan

Ketika Anda mengembangkan bisnis, perlu kiranya membuat daftar biaya setiap tahun maupun triwulanan untuk dicek dan audit kembali. Langkah ini diharapkan bisa memotong biaya-biaya yang mungkin saja bisa meningkatkan profitabilitas perusahaan. Menghemat dana perusahaan termasuk hal yang penting di lakukan, terutama untuk Anda yang memiliki bisnis atau berencana untuk menjalankannya. Kami akan menyajikan artikel Cara Sederhana Menghemat Biaya Perusahaan kepada Anda.

Banyak faktor yang membuat pengeluaran perusahaan membengkak, seperti biaya produksi, operasional, distribusi atau biaya pemasaran. Biaya operasional yang tinggi tapi tidak diimbangi dengan pemasukan yang besar misalnya, akan berdampak pada kerugian. Perlu sebuah kebijakan yang masuk akal untuk menekan pengeluaran perusahaan. Sebuah perusahaan tidak akan memotong gaji karyawan karena alasan merugi.

Berikut adalah Cara Sederhana Menghemat Biaya Perusahaan:

Menjalin hubungan baik dengan Perguruan Tinggi dan Dosen

Dengan menjalin hubungan baik dengan Perguruan Tinggi dan Dosen, Anda akan dimudahkan untuk mendapat saran untuk kemajuan bisnis Anda dan juga memudahkan Anda untuk medapatkan tenaga internship. Kita bisa mendapat masukan yang komperhensif dari penelitan dan juga skripsi mahasiswa, sehingga Anda bisa menghemat biaya dari jasa konsultan.

Kurangi Penggunaan Kertas

Dengan software dan signature elektronik, penggunaan kertas untuk mencetak dapat menyusut drastis. Tambahkan lebih banyak sistem elektronik yang handal dengan layanan backup. Jadi mulailah beralih untuk paperless tidak hanya akan menghemat biaya kertas, tetapi juga tinta yang digunakan untuk mencetak.

Manfaatkan Percetakan Online

Untuk menghemat waktu dan biaya seperti mencetak brosur, banner ataupun lainnya dalam hal memenuhi kebutuhan perusahaan, Anda bisa menggunakan percetakan online. Saat ini sudah banyak percetakan online dengan harga yang bersaing.

Rekrut Fresh Graduate

Biasanya orang yang belum cukup pengalaman lebih cenderung mencari pekerjaan dengan gaji standar, yang mana hal ini dapat menekan pengeluaran perusahaan untuk membayar karyawan. Meskipun karyawan yang berpengalaman akan memberikan keuntungan untuk kemajuan perusahaan, tapi karyawan baru juga memiliki kompenten dalam bekerja karena itu adalah pertama kali mereka berada di dunia kerja.

Kurangi Jam Kerja

Ada banyak karyawan terbaik yang keluar dari sebuah perusahaan dengan alasan jenuh, mereka ingin mencoba hal baru. Dengan cara ini Anda bisa memberikan kesempatan kepada mereka yang ingin mengerjakan hal lain tanpa kehilangan mereka. Misalnya dalam seminggu hanya 5 hari kerja, sehingga biaya yang dikeluarkan perusahaan juga berkurang dan karyawan terbaik tetap Anda miliki.

Dengan meningkatnya loyalitas karyawan maka, Anda tidak akan dipusingkan dengan perekrutan dan pelatihan. Pos pengeluaran Anda untuk hal tersebut pun akan berkurang.

Microcontract

Ketika sebuah perusahaan memiliki project yang harus diselesaikan dan bukan project jangka panjang, ada baiknya Anda menggunakan jasa freelancer. Saat ini sudah banyak situs yang mempertemukan antara pekerja dan perusahaan untuk menyelesaikan sebuah project, salah satunya adalah Sribulancer.

Dengan adanya hal ini, berarti sudah menghemat dana perusahaan, tidak perlu mengeluarkan dana yang banyak untuk menghire karyawan. Anda hanya membayar project yang sudah diselesaikan dan jumlah biayanya kita yang menentukan sendiri.

Tinjau Biaya Operasional

Periksa biaya listrik dan air yang biasa Anda keluarkan dalam beberapa bulan terakhir.Jika Anda peningkatan yang signifikan, Anda perlu terjun langsung melihat penggunaan listrik dan air oleh seluruh karyawan. Kemungkinan ada peralatan yang tidak digunakan namun tetap dalam kondisi menyala.

Sekian artikel dari kami, Jangan lupa share artikel ini ya ke sosial media Anda. Agar teman Anda juga bisa belajar tentang apa itu akuntansi? Banyak berbagi banyak rejeki Terimakasih. Salam Let’s #beefree

 

Cara Mengelola Keuangan di Bulan Ramadhan

Akhirnya bulan penuh berkah ini kembali lagi hadir di tengah-tengah kita semua. Meskipun selama 1 bulan ini Anda akan lebih jarang makan karena puasa, bukan berarti pengeluaran Anda akan berkurang loh. Biasanya banyak orang yang pengeluarannya malah jadi membengkak selama bulan ini. Berikut akan kami bahas Cara Mengelola Keuangan di Bulan Ramadhan.

Persiapan pengeluaran saat lebaran harus diurutkan menurut prioritas Anda. Sisihkan uang untuk menabung dan zakat, sisanya baru kelola pengeluaran di pos lain. Siapkan dana untuk mudik karena biasanya harga tiket melambung sangat tinggi, disusul dengan biaya untuk membeli baju atau barang-barang baru, biaya saat hari raya, Saweran Keluarga dan lainnya.

Buat Rencana Keuangan

Membuat anggaran bulanan merupakan salah satu cara terbaik untuk mengurangi pengeluaran. Anggaran dengan pengeluaran reguler seperti yang dilakukan pada bulan-bulan lain sebaiknya tetap dijalankan dengan teratur. Jangan lupa untuk mengatur antara tagihan bulanan, investasi, tabungan, dan pengeluaran sehari-hari menurut prioritasnya masing-masing. Hal yang paling terasa saat bulan Ramadan biasanya adalah pos pengeluaran untuk makanan dan biaya untuk merayakan hari raya Idul Fitri. Untuk menyiasati pengeluaran di pos makanan dan hari raya, Anda bisa menekan anggaran dan lebih hemat untuk pengeluaran lain, agar arus pengeluaran Anda tetap seimbang.

Biasanya keinginan dan nafsu untuk berbelanja akan meledak saat bulan Ramadhan. Begitu banyak orang yang berbelanja, terutama mengincar pakaian dan barang elektronik. Jika tetap ingin mengelola keuangan di bulan Ramadan dengan baik, sebaiknya Anda benar-benar dapat menahan diri dan benar-benar memilih hal yang dibutuhkan sebelum dibeli. Pos belanja seringkali diprioritaskan saat bulan Ramadan, hal inilah yang seringkali membuat orang jadi lepas kendali, gampang menguras isi tabungan, dan utang kartu kredit menumpuk.

Sebelum memulai bulan Ramadhan, Anda harus membuat daftar yang jelas untuk menentukan prioritas Anda dalam mengalokasikan penghasilanmu. Sisihkan uang untuk makanan sahur dan berbuka. Tetapkan anggaran yang masuk akal dan sesuai, tidak terlalu kecil namun juga jangan terlalu besar. Lalu jangan lupa juga alokasikan uang Anda untuk membeli baju baru atau barang-barang bagi Anda ataupun keluarga. Dan juga jangan sampai lupa untuk menyisihkan uang untuk bersedekah, masih banyak orang yang membutuhkan bantuan Anda. Perhitungkan anggaran untuk sebulan ini dengan jelas dan masuk akal.

Kelompokan Pengeluaran Untuk Hari Raya

Darimanakah sumber pendapatan Anda bulan ini? Bagi Anda yang bekerja pada perusahaan, Anda akan mendapatkan gaji bulanan dan THR (Tunjangan Hari Raya). Gunakan gaji Anda untuk memenuhi kebutuhan harian dan gunakan THR untuk keperluan Mudik. Jangan hambur-hamburkan THR untuk bermewah-mewah di Bulan Ramadhan dan berhutang untuk mudik.

Hal yang biasa terjadi selama bulan Ramadhan adalah harga bahan pokok yang meningkat. Pengeluaran Anda akan semakin banyak untuk keperluan yang satu ini. Selain itu, perhitungkan juga biaya untuk membeli hadiah bagi sanak saudara, membeli pakaian baru, membeli atau membuat kue lebaran, dan biaya untuk pulang kampung. Pengeluaran untuk menyambut Hari Raya Lebaran ini harus mulai Anda persiapkan perhitungannya agar lebih teratur. Lebih baik gunakan uang bonus atau Tunjangan Hari Raya (THR) dari perusahaanmu untuk memenuhi keperluan ini. Jangan sampai Anda berhutang hanya untuk hal ini. Ingat lakukanlah sesuai dengan kemampuan finansial Anda.

Berkomitmen Dengan Rencana Keuangan

Ketika Anda sudah memiliki rencana keuangan. Tetap jalankan rencana keuangan Anda. Pengeluaran yang besar di Bulan Ramadhan tidak berarti menunda rencana keuangan Anda. Tetap jalankan rencana yang telah dibuat. Semua akan sia-sia jika Anda tidak berkomitmen dalam menjalankannya. Memiliki komitmen yang teguh akan membuat Anda tetap menjalani perencanaan yang sudah Anda buat. Dengan begitu, mengatur keuangan menjadi lebih mudah dan pengeluaran bisa lebih terkontrol. Jaga terus komitmenmu pada rencana di awal bulan.

Bulan Ramadhan umumnya juga dimanfaatkan sebagai momen untuk saling membantu, bantuan yang disebut zakat fitrah ini bisa berupa uang maupun barang kepada orang yang ingin dibantu. Jika Anda berencana untuk memberi zakat berupa uang maka sisihkan terlebih dahulu, samakan sistemnya dengan menabung.Ketahui dengan jelas ke mana saja Anda akan mengalokasikan zakat yang sudah Anda siapkan, tidak hanya itu Anda pun juga dapat memberi zakat berupa barang berupa baju layak pakai maupun sembako. Intinya jika Anda berniat memberikan lebih baik sisihkan terlebih dahulu baru pengeluaran lainnya menyusul di belakang.

Sekian artikel dari kami, Jangan lupa share artikel ini ya ke sosial media Anda. Agar teman Anda juga bisa belajar tentang apa itu akuntansi? Banyak berbagi banyak rejeki Terimakasih. Salam Let’s #beefree

 

3 Strategi Penetapan Harga yang Wajib Anda Ketahui

Salah satu permasalahan yang populer dan banyak di alami oleh seorang pengusaha adalah masalah penetapan harga. Bila Anda sedang mengalaminya jangan berkecil hati, karena masalah ini dianggap wajar bagi siapapun yang akan memulai bisnis dan bahkan yang sudah lama menjalankan bisnis. Didalam dunia bisnis, untuk mencapai sebuah kesuksesan dalam bisnis, Anda perlu mengetahui bagaimana suatu harga terbentuk, kemudian pahami juga strategi penetapan harga.

Harga adalah salah satu aspek penting dalam bisnis, yaitu suatu biaya yang harus dikeluarkan oleh calon pembeli untuk menukarnya dengan produk yang diinginkan. Harga akan menjadi pertimbangan utama oleh mayoritas calon pembeli sebelum membeli sebuah produk. Harga juga mencerminkan kualitas suatu produk sehingga perlu dilakukan yang namanya penetapan harga.

Dari kebanyakan teori ekonomi, setiap perusahaan selalu berorientasi pada seberapa besar pendapatan yang diperoleh dari suatu produk atau jasa yang dimilikinya, sehingga tujuan dari penetapan harga hanya berdasarkan pada tingkat pendapatan atau keuntungan yang akan diperoleh. Namun dalam perkembangannya tujuan dari penetapan harga sebenarnya bukan hanya berdasarkan tingkat perolehan saja, melainkan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan non ekonomis lainnya.

Ada beberapa metode yang bisa Anda terapkan untuk menentukan harga jual produk, namun secara umum ada tiga cara dalam melaksanakan penetapan harga yaitu:

Penetapan Harga berdasarkan Biaya.
Merupakan cara umum yang sering diterapkan disetiap perusahaan, yaitu metode penetapan harga berdasarkan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk produksi dan menambahkan suatu jumlah prosentase untuk menghasilkan laba.Terdapat 3 kategori dalam penetapan harga berdasarkan biaya diantaranya:

  1. Cost-Plus Pricing Method, yakni penetapan harga jual per-unit dengan cara menghitung jumlah biaya perunit ditambah beberapa jumlah sebagai laba atau yang sering disebut dengan margin (Rumus: Biaya total + Laba = Harga Jual).
  2. Mark-up Pricing, yakni penetapan harga yang banyak digunakan oleh pedagang perantara yaitu dengan hanya menambahkan sejumlah laba saja (Rumus: Harga Beli + MarkUp = Harga Jual).
  3. Fixed Fee Pricing, pada metode ini pembuat akan mendapatkan ganti rugi sejumlah yang dikeluarkan, dan mendapatkan sejumlah fee tertentu yang telah disepakati, jadi nilai fee tidak dipengaruhi nilai harga barang.
  4. Target Pricingyang merupakan penetapan harga yang dilakukan berdasarkan tingkat pengembalian investasi (ROI) sesuai dengan yang diinginkan.
4-penetapan-harga
4 Metode Penetapan Harga Berdasarkan Biaya by Beeaccounting

Penetapan Harga berdasarkan Pendekatan Kebutuhan/Permintaan.
Merupakan strategi penetapan harga yang dilakukan dengan tujuan untuk melakukan pendekatan terhadap kebutuhan konsumen. Metode ini juga melewati proses penetapan harga yang didasari persepsi konsumen terhadap nilai/velue yang diterima. Untuk mengetahui suatu nilai dari produk berkualitas yang dapat diterima oleh konsumen adalah dengan melakukan Price Sensitivity Meter (PSM).

Namun untuk menanggapi aneka macam konsumen yang menginginkan suatu produk, juga dapat melakukan deskriminasi harga. Deskriminasi harga merupakan kebijakan menentukan harga jual yang berbeda-beda untuk satu jenis barang yang sama dalam satu segmen pasar. Macam-macam deskriminasi harga yang dapat dilakukan contohnya deskriminasi terhadap wilayah, konsumen, waktu dan kualitas, atau bentuk produk.

Penetapan Harga berdasarkan Persaingan.
adalah penentuan harga jual dengan mempertimbangkan harga jual yang sudah atau akan ditetapkan oleh pesaing. Terdapat 2 metode dalam penetapan harga jual tersebut. Ke-2 metode tersebut adalah perceived value pricing dan sealed bid pricing. Perceived value pricing adalah penetapan harga jual berdasarkan harga jual rata-rata industri. Sealed bid pricing adalah penetapan harga jual berdasarkan penawaran yang diajukan oleh pesaing.

Ada banyak cara yang dapat Anda gunakan untuk mendapatkan harga yang bisa diterima oleh pasar. Namun perlu diketahui bahwa Anda wajib memperbarui harga jual secara rutin dengan mempertimbangkan perubahan situasi dan kondisi pasar dan juga industri. Hindari penetapan harga yang dilakukan secara bebas dengan tidak mempertimbangkan harga rata-rata industri dan pasar.

Anda juga bisa melakukan pencatatan harga yang sudah ditetapkan pada sebuah software agar Anda bisa langsung memperhatikan perubahan harga yang sudah ditetapkan. Kami sangat merekomendasikan Anda memilih software yang sudah mendukung fitur pengecekan daftar harga yang Anda miliki.

Silahkan berkomentar di bawah apabila Anda merasa bingung tentang software yang cocok untuk kemajuan bisnis Anda. Karena kami bersedia memberi solusi tentang keluhan Anda 🙂

ba-email-728x90-01

Atur Stock Minimal & Stock Maksimal Persediaan Barang Anda

Sebagai pebisnis saya merasakan sekali bagaimana susahnya mengatur yang namanya persediaan barang. Ada saatnya salah menstok barang-barang yang susah movingnya dan kadang juga sering kehabisan stok barang terlaris yang notabenya penyumbang 80% omset. Oleh karena itu selain laporan fast moving tentu saja kita membutuhkan bantuan sistem dalam mengantur stok minimal dan stok maksimal.

Agar Anda tahu kapan waktunya order barang tersebut dan berapa batas maksimal jumlah stok barang tersebut. Karena jika Anda tidak memilikinya maka manajemen persediaan barang di tempat Anda akan amburadul. Ini mengakibatkan  Anda tidak tahu pasti kapan waktunya re-order ke supplier dan kapan menstop pembelian barang. Tentunya ini akan berakibat fatal.

Ini beberapa akibatnya jika Anda sampai salah dalam manajemen stock ;

1. Cash Flow Macet

Semakin banyak barang yang tertimbun di gudang berarti begitu banyak juga uang Anda yang terhenti disana. Dan mengakibatkan perputaran uang Anda menjadi terhambat. Oleh karena itu Anda harus memperhatikan stok persediaan barang Anda ini dengan seksama dan teliti.

2. Resiko Merugi

Dengan banyaknya barang yang ada di gudang ini juga bisa berakibat banyak barang yang rusak dan tidak bisa di jual. Ini akan mengakibatkan kerugian untuk Anda. Selain itu jika barang yang Anda jual memiliki kadaluarsa ini cukup beresiko tinggi jika tidak segera diselesaikan.

3. Omset Turun

Karena mau tidak mau permasalahan stok ini juga berakibat pada omset Anda. Jika barang yang laris dipasaran kosong maka omsetpun akan turun karena barang Anda tidak ada. Maka Anda akan kehilangan peluang-peluang yang ada.

4. Kehilangan Customer 

Ini salah satu hal yang mengerikan bagi Anda seorang pebisnis jika sampai kehilanga customer. Nah jika barang yang mereka inginkan tidak ada ditempat Anda kemungkinan besar mereka akan mengambil barang ke tempat kompetitor. Dan dari sini Anda harus sudah waspada karena bisa jadi mereka lebih nyaman berbelanja di kompetitor karena barang yang mereka butuhkan selalu tersedia dll.

Karena itu seperti yang saya bilang diatas selain Anda harus tahu mengenai barang-barang apa saja yang menyumbangkan 80% omset. Anda juga memerlukan sistem yang dapat mengingatkan atau warning jika stok tersebut sudah memenuhi batas minimal maupun maksimal. Ini semua agar Anda tidak terlalu banyak menimbun uang di gudang.

Coba bayangkan saja jika Anda harus membuat ini secara manual maka Anda harus melihat satu persatu. Ini akan menambah pekerjaan, jika barang Anda hanya ratusan tidak akan menjadi masalah namun jika sudah ribuan bisa Anda bayangkan bukan? saya saja yang barangnya ratusan saja bingung, bagaimana kalau ribuan hehe.

Karena perkembangan teknologi saat ini begitu pesat. Maka saran saya gunakan saja software dari pada manual hehe. Mungkin memang Anda harus merogoh kocek untuk membeli software tersebut.  Tapi menurut saya tidak akan menjadi masalah jika itu mempermudah pekerjaan. Sehingga kinerja Anda maupun karyawan lebih efektif dan efisisen. 

Yuk mulai saat ini perhatikan dengan benar stock barang Anda. Sekian artikel dari saya. Jika di rasa mememberikan manfaat untuk Anda. Jangan sungkan untuk meng-share kesosial media Anda agar teman yang lain juga mendapatkan manfaatnya. Salam Let’s #beefree

 

 

 

5 Hal Ini Yang Menghambat Bisnis Anda Untuk Berkembang

Berbisnis memang gampang-gampang susah. Seperti roda kehidupan yangg selalu berputar, berbisnis juga demikian. Ada kalanya bisnis Anda berada di atas, untung berkali–kali lipat, dan mengalami perkembangan yang pesat. Namun, ada saatnya bisnis Anda berada di bawah, lesu, hutang menumpuk dan selalu rugi.

Banyak faktor yang menghambat perkembangan bisnis, baik dari sisi eksternal maupun internal. Jika masalah yang Anda hadapi dari sisi eksternal, seperti kondisi ekonomi makro yang sedang mengalami krisis. Atau karena situasi perpolitikan yang sedang bergejolak.

Maka kecil kemungkinan untuk dapat mengendalikannya, kecuali Anda memiliki wewenang untuk melakukan intervensi. Namun, jika masalahnya dari sisi internal perusahaan, maka wajib bagi Anda untuk segera mengatasinya.

Hal apa saja yang menghambat bisnis Anda untuk bekembang? Berikut penjelasannya.

1. Salah Merekrut Pekerja

Sebagai pemilik usaha, Anda harus ekstra hati–hati dalam memilih pekerja dan jangan asal mempekerjakan orang sebelum mengenalnya lebih jauh. Luangkan waktu lebih banyak untuk melihat kepribadian calon karyawan perusahaan Anda ketika proses rekrutmen.

Karena kesalahan dalam memilih orang akan berdampak buruk bagi perusahaan. Ingat bahwa pekerja merupakan aset perusahaan. Jika kualitasnya baik maka bisnis Anda akan semakin berkembang, dan sebaliknya, jika kualitasnya buruk maka akan menjadi virus bagi perusahaan

2. Kekurangan Modal Usaha

Setiap bisnis pasti membutuhkan modal usaha, dimana modal tersebut diputar untuk menghasilkan keuntungan serta mengembangkan bisnis. Ibaratnya, modal usaha merupakan darah bagi kehidupan bisnis Anda. Bila kekuarangan darah, maka bisnis Anda akan mati.

Karena itu, lakukan tindakan preventif untuk menjaga keberlangsungan bisnis. Sisihkan 20-30% dari profit sebagai dana cadangan ketika Anda membutuhkan dana cepat. Cara lainnya yaitu dengan melakukan utang usaha. Sesuaikan utang dengan kemampuan perusahaan untuk membayarnya. Dan carilah pihak ketiga yang bisa memberikan pinjaman modal dengan bunga yang rendah.

3. Manajemen Organisasi Yang Buruk

Sangat penting bagi Anda untuk melakukan manajemen organisasi. Dimulai dari melakukan perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), penggerakkan (actuating) dan pengawasan (controlling). Jika Anda tidak menerapkan manajemen organisasi tersebut.

Misalnya tidak ada perencanaan, maka akan berantakan ketika Anda mengeksekusinya. Atau tidak ada pengawasan terhadap pekerja, maka akan banyak terjadi loss dalam pekerjaan yang ujung-ujungnya akan menimbulkan kerugian perusahaan.

4. Tidak Mengikuti Tren Atau Perkembangan

Awal mula munculnya bisnis karena ada potensi atau permintaan pasar pada saat itu. Kemudian Anda menciptakan suatu produk dan ternyata benar bahwa produk tersebut diminati publik. Namun, beberapa tahun kemudian kemudian peminatnya menurun, mengapa?

Ternyata karena konsumen jenuh dengan produk Anda. Serta adanya produk sejenis yang lebih bagus. Jika Anda tetap bertahan pada produk lama dan tidak mengikuti perkembangan, maka akan lebih banyak lagi konsumen yang berpindah ke lain hati.

5. Lokasi Usaha Yang Kurang Strategis

Jika Anda menginginkan perusahaan semakin dikenal publik, maka pilihlah lokasi yang strategis, seperti di pusat keramaian, sentral bisnis atau kawasan industri. Jangan bertahan di tempat yang sama bila ternyata lokasi tersebut semakin sepi.

Apalagi (misalnya) di kawasan kumuh atau di sebuah gang sempit yang hanya cukup untuk satu mobil. Coba Anda perhatikan bahwa perusahaan–perusahaan yang sudah berkembang pesat pasti berlokasi di tempat yang mudah dijangkau.

Itulah cara menghitung gaji karyawan perusahaan Anda yang baik dan benar berdasarkan ketentuan yang berlaku. Jika Anda rasa artikel ini bermanfaat, maka jangan lupa membagikannya kepada pembaca yang lain. Berbagi itu indah. Salam Let’s #beefree

Cara Menyusun Job Description Sesuai Dengan Jabatan Yang Baik

Cara Anda Menyusun Job Description adalah kesempatan Anda untuk terhubung dengan calon potensial. Dan kesan pertama itu penting. Deskripsi pekerjaan (Job Description) yang efektif menarik dan inklusif, menarik orang yang tepat untuk mendaftar dan membantu Anda memangkas waktu Anda.

Dengan mengetahui Cara Menyusun Job Description Sesuai Dengan Jabatan Yang Baik, akan meningkatkan performa bisnis Anda.

Job Description seperti promosi perusahaan kepada kandidat. Anda harus menjadikannya cukup deskriptif untuk mendapatkan perhatian kandidat, dan cukup menarik untuk menjaganya. Sebagian besar perusahaan seperti Apple atau Google, dengan ribuan calon pelamar menguntit laman karier setiap hari.

Perekonomian terus membaik dan semakin banyak pasar kerja kandidat. Kiat-kiat berikut akan membantu Anda menulis deskripsi pekerjaan yang menarik yang membantu lowongan Anda naik di atas persaingan.

bee-gratis-demo

1. Gunakan Keyword Pekerjaan Yang Jelas

Pertimbangkan proses pencarian pekerjaan dari sudut pandang kandidat. Calon yang serius tidak mencari istilah seperti “data master” atau “pakar media sosial.”

Mereka mencari “data scientist” atau “spesialis media sosial”. Saat menulis deskripsi pekerjaan Anda, cobalah masuk ke dalam kata kunci Anda audiens target sedang mencari. Tools Tren Kerja memang dapat membantu Anda mengetahui seberapa populer kata kunci Anda.

Untuk menghindari tersesat di tengah kerumunan, cobalah untuk membuat deskripsi pekerjaan Anda sespesifik dan sejelas mungkin, dan terapkan kata kunci long-tail.

2. Langsung Pada Intinya

Iklan pekerjaan yang efektif bersifat profesional dan dapat dihubungkan. Calon cenderung untuk skim deskripsi pekerjaan, sehingga jargon dan frasa membingungkan akan mematikannya. Sebelum mempublikasikan, periksa kembali deskripsi Anda untuk memastikan kejelasan dan akurasi.

Saat menulis deskripsi pekerjaan, selalu periksa oleh seseorang yang sudah bekerja dalam peran itu. Jika ini posisi baru, mintalah saran dari orang-orang di luar bisnis Anda yang bekerja dalam pekerjaan yang terdengar serupa untuk memastikan apa yang Anda cari realistis.

Profesional yang memiliki pengalaman paralel dengan apa yang Anda rekrut akan membantu Anda menetapkan ekspektasi yang wajar dan mencari tahu kualifikasi apa yang merupakan persyaratan mutlak, apa yang menyenangkan dan apa yang benar-benar tidak realistis atau tidak perlu.

3. Detail

Membantu calon memvisualisasikan suasana di tempat kerja. Memecah tanggung jawab menjadi tugas pekerjaan yang singkat dan jelas.

Misalnya, jika Anda beriklan untuk Manajer Pemasaran Digital, alih-alih menggunakan deskripsi yang tidak jelas (mis. “Anda akan bertanggung jawab untuk departemen Pemasaran Digital”), deskripsikan tanggung jawab khusus:

  • Kelola semua saluran pemasaran digital (mis. Situs web, blog, email, dan media sosial) untuk memastikan konsistensi merek
  • Mengukur ROI dan KPI
  • Memantau akun media sosial

Pastikan Anda dan manajer hrd berada disisi yang sama tentang persyaratan posisi untuk menghindari kebingungan dengan calon di kemudian hari dalam proses perekrutan.

4. Fokus Pada Tujuan (Bukan Apa Telah Dicapai)

Mungkin perusahaan Anda memiliki sejarah yang terkenal dan beberapa pengakuan merek yang luar biasa sebagai hasilnya. Besar. Tapi coba tebak?

Calon tidak bekerja di sana saat itu. Kita hidup di era pertumbuhan pesat yang belum pernah terjadi sebelumnya, di mana pemain besar yang diperdagangkan secara publik dapat diubah semalaman oleh startup yang ramping dan berarti.

Kandidat ingin tahu apa rencana masa depan untuk perusahaan Anda. Lagi pula, merekalah yang akan membantu membentuk dan melaksanakan rencana ini.

Apakah Anda perusahaan yang fokus pada perluasan penawaran produk Anda?

Perusahaan perawatan kesehatan meningkatkan fokus Anda pada asuransi? 

Perusahaan besar yang masuk ke dalam wilayah online?

Kasus piala yang penuh dengan penghargaan itu semua baik dan bagus, tapi calon benar-benar ingin tahu tentang peluang yang ada di depan. Sekian artikel dari kami, Jangan lupa share artikel ini ya ke sosial media Anda. Agar teman Anda juga bisa belajar tentang apa itu akuntansi? Banyak berbagi banyak rejeki Terimakasih. Salam Let’s #beefree

 

5 Trik Mudah Mengelola Stok Barang Persediaan di Gudang Anda

Salah satu aktivitas rutin perusahaan dagang yaitu mengelola tempat penyimpanan barang atau manajemen gudang. Kegiatan tersebut wajib dilakukan dengan baik dan benar mengingat gudang merupakan bagian dari sistem logistik perusahaan.

Gudang juga menyediakan informasi mengenai status serta kondisi material atau produk yang disimpan sampai barang tersebut dikeluarkan sesuai dengan permintaan. Dalam mengelola gudang tidak bisa dilakukan secara sembarangan.

Diperlukan cara yang tepat agar barang tertata rapi, masuk dan keluarnya barang dilakukan secara teratur serta tertib administrasi. Karena tidak sedikit perusahaan yang mengalami kerugian akibat manajemen gudang yang kacau. Itulah sebabnya para pelaku usaha terutama penanggung jawab gudang harus mengetahui trik yang mudah diaplikasikan dalam mengelola stok barang. Simak ulasan berikut.

bee-gratis-demo

Secara umum, ada 5 trik yang mudah dilakukan dalam mengelola stok barang, antara lain :

1. Pastikan Data Pencatatan Barang Atau Material Valid

Sangat penting diketahui oleh penanggung jawab gudang tentang data barang ataupun material yang masuk, tersimpan serta yang telah keluar. Tekankan kepada admin agar teliti dalam melakukan pencatatan, jangan sampai ada yang terlewat.

Karena penanggung jawab gudang tidak hanya menangani masalah administrasi, tetapi juga keseluruhan aktivitas di gudang. Maka data yang akurat menjadi pegangan wajib dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

2. Lakukan Kodifikasi Terhadap Barang Yang Tersimpan Di Dalam Gudang

Kodifikasi atau pemberian kode terhadap barang atau material juga penting dilakukan agar Anda lebih mudah dalam mencarinya. Jika stok material atau barang tidak terlalu banyak masih memungkinkan untuk mencarinya dengan cepat.

Namun jika jumlahnya mencapai ratusan bahkan ribuan, maka membutuhkan waktu yang lama ketika mencarinya. Selanjutnya, kodifikasi bisa dilakukan dengan menggunakan warna jika jumlah barang masih terjangkau. Tetapi apabila jumlahnya sangat banyak, maka menggunakan huruf atau angka merupakan cara yang paling tepat.

3. Pisahkan Antara Stok Lama Dan Baru

Mengapa material atau barang yang lama dan baru harus dipisah? Tujuannya adalah untuk mengantisipasi penyimpanan stok yang terlalu lama sehingga material atau barang tersebut tidak dapat dipakai karena sudah kedaluarsa.

Saking lamanya waktu penyimpanan akhirnya mengakibatkan rusaknya material atau barang karena terjadi perubahan fisika ataupun kimia. Karena itulah material atau barang produksi lama harus dipergunakan terlebih dahulu sebelum menggunakan yang baru.

4. LakukanPengecekan Ulang Sebelum Barang Dimasukkan Kedalam Gudang

Pengecekan ulang (re-cek) bertujuan untuk memastikan bahwa barang yang masuk gudang sudah sesuai dengan ketentuan pembuatan. Jika ditemukan barang yang cacat atau salah produksi ketika pengecekan ulang, maka segera pisahkan dan kumpulkan menjadi satu.

Biasanya barang yang catat dijual kembali dengan harga yang lebih murah. Namun ada pula perusahaan yang mewajibkan untuk memusnahkan barang–barang yang catat agar tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.

5. Lakukan Pengaturan Tata Letak Material Maupun Barang

Serapi apapun pengemasan barang, atau sebagus apapun kodifikasinya, jika tidak dilakukan pengaturan tata letaknya maka akan menyulitkan petugas dalam mencarinya. Karena itu, aturlah material atau barang secara berurutan dari angka terkecil hingga terbesar.

Kemudian, buatlah daftar/list material ataupun barang dan tempel di rak depan (lemari) agar mudah dalam mengontrolnya. Selanjutnya, jika diperlukan, buatlah map yang ditempet di area gudang agar mudah dilihat.

Itulah 5 trik mudah dalam mengelola stok barang persediaan di  gudang Anda. Jika Anda rasa artikel ini bermanfaat, maka jangan lupa membagikannya kepada pembaca yang lain. Berbagi itu indah. Salam Let’s #beefree