Home / Tips Bisnis (page 5)

Tips Bisnis

Alasan Pekerjaan Admin Selalu Diminati

Bekerja apa saja punya kelebihan, kekurangan dan resiko masing-masing. Beberapa tipe pekerjaan malahan tergolong jenis pekerjaan berisiko, dimana sudah sangat wajar kalau tentu gajinya tinggi. Sementara itu beberapa jenis pekerjaan (job) tertentu diburu dengan alasan-alasan lain, hingga menyebabkan tak pernah sepi peminat.

Salah satu posisi favorit bagi para job seeker (pencari kerja), adalah posisi admin. Admin ini berarti administrator baik untuk office (pegawai kantoran) perusahaan swasta maupun pekerjaan admin yang menyangkut institusi negara. Tak pelak, ruang job admin kantor tak pernah surut dari antusiasme para pencari kerja.

Banyak alasan mengapa orang cenderung favourable dengan job yang satu ini, hingga posisi admin selalu banyak jadi pilihan pelamar kerja. Berikut ini adalah daftar alasan paling umum dari sekian banyak orang tentang mengapa sangat tertarik untuk bekerja sebagai admin.

  • Image (Kesan) Keren sebagai Pegawai Kantoran dan Kerjaannya Enak

Bersih rapi serta bekerja hanya berhadapan dengan setumpuk berkas serta tidak perlu menguras pikiran di depan komputer adalah image pertama yang muncul dibenak para pencari kerja tentang admin kantor. Image inilah yang jadi stigma berpikir umum sehingga sangat banyak orang tertarik bekerja sebagai admin.

Umumnya dengan gambaran semacam itu orang akan mengira kalau dengan kondisi kerja seperti itu maka admin adalah pekerjaan yang enak. Riilnya sama sekali tidak demikian, masing-masing office punya aturan dan job desk-nya sendiri-sendiri, ada tanggung jawab dan tuntutan kerja yang mesti deselesaikan dengan cermat dan tepat waktu.

  • Fleksibilitas Jenjang Pendidikan

Urusan jenjang pendidikan memang prasyarat utama dalam hal mencari kerja. Pekerjaan tertentu mensyaratkan jenjang minimal S1, bahkan ada juga yang mengharuskan si pelamar untuk entry dari jalur S2.

Persyaratan jenjang pendidikan ini kadang membebani sebagian orang. Sedangkan posisi admin kantor dirasa masih cukup fleksible antara jenjang pendidikan dengan tuntutan pekerjaan. Sehingga beberapa kantor tidak mematok jalur entri persyaratan yang cukup tinggi, biasanya posisi admin bisa diisi oleh lulusan D3, tak jarang juga bisa dimasuki mereka yang menyandang ijazah Sekolah Menengah Atas atau Sekolah Menengah Kejuruan.

  • Tuntutan Skill (Ketrampilan Kerja) Standar, Tak Perlu Skill Tinggi

Skill utama bagi mereka yang ingin menjadi seorang admin kantor adalah mengoperasikan perangkat komputer untuk program office tools (Ms Word, Excell sederhana). Dengan persyaratan skill ini, orang sudah bis amenjadi seorang admin.

Sementara itu, skill yang terkait dengan kemampuan manajerial, asal si pegawai dianggap punya sikap kerja yang baik, perusahaan tak akan segan untuk terus meningkatkannya. Skill manajerial ini termasuk diantaranya, kemampuan komunikasi yang baik, penyusunan dokuman, adminstrasi dan surat menyurat sederhana. Skill semacam ini, bisa dipelajari secara umum oleh sebagian besar orang, baik melalui institusi maupun lewat membaca referensi-referensi yang kini banyak tersedia di internet.

  • Punya Waktu Untuk Pengembangan Diri

Seorang admin lebih banyak berada di kantor menghadap komputer atau berurusan dengan berkas-berkas. Dengan demikian umumnya, jam kerja menjadi lebih teratur dengan jadwal yang pasti. Kondisi ini bagi sebagian orang dirasa menjadi habitat yang nyaman untuk bisa mengembangkan diri lebih lanjut. Seorang pekerja di bidang adminstrasi banyak yang masih punya pekerjaan sampingan di luar jam kerja kantor yang baku, beberapa juga masih bisa menekuni hobi serta antusiasme pribadi masing-masing.

Ulasan diatas, menjadi banyak alasan bagi sebagian besar orang untuk bergelut sebagai profesi admin kantoran. Disisi lain posisi admin juga dirasa aman dari target sehingga tidak beresiko kena PHK. Sementara sisanya lagi, banyak orang memang menganggap bahwa posisi admin adalah posisi dengan prestise diri yang baik karena citra yang disandang sebagai profesi pekerja kantoran ini.

6 Tipe Karyawan yang Paling Dicari oleh Perusahaan Menurut Penelitian

Bagaimana kita bisa mendefinisikan kualitas karyawan yang baik dan banyak dicari perusahaan? Apa yang dicari perusahaan ketika melakukan proses rekrutmen karyawan untuk mencari yang paling tepat dengan kebutuhan?

Untuk lebih memahami kualitas umum dari karyawan yang baik yang rata-rata dicari oleh perusahaan, CareerBuilder sebah lembaga survey karir melakukan penelitian dengan Harris Poll tahun lalu. Mereka mensurvei lebih dari 2.000 manajer dan profesional bidang SDM tentang masalah soft skill, hard skill dan karakteristik yang mereka cari selama ini. Berikut ini hasilnya:

1. Karyawan dengan etika dan etos kerja yang kuat
Etika dan etos kerja yang kuat jelas merupakan salah satu kualitas yang paling populer yang dicari oleh manajer SDM dari seorang kandidat. Menurut CareerBuilder, 73% responden ingin melihat pelamar menunjukkan kemampuan mereka untuk bekerja keras. Calon yang menetapkan tujuan karir jelas untuk diri mereka sendiri, atau merespon dengan baik untuk rencana karir dan tujuan yang jelas, menunjukkan kesediaan untuk melakukan lebih baik setiap harinya.

2. Karyawan dengan sikap positif dan mampu menciptakan lingkungan yang baik
Survei CareerBuilder 72% manager SDM menyatakan bahwa sikap positif memiliki banyak manfaat bagi karyawan individu dan rekan-rekan mereka. Sikap positif membuat mereka lebih produktif, dan menciptakan lingkungan yang lebih baik untuk sesama karyawan.

Satu sifat yang harus dicari dalam kandidat adalah kemampuan mereka untuk mengakui kesalahan dan masih bergerak maju dengan cara yang positif. Ini menunjukkan bahwa mereka akan sama tangguhnya di tempat kerja.

3. Mampu motivasi diri sendiri dan bekerja efektif dengan sedikit pengarahan
Dua pertiga responden, sekitar 66%, menyatakan bahwa mampu memotivasi diri sendiri sebagai keterampilan utama di antara para kandidat. Manager SDM selalu mencari kandidat yang dapat mengambil inisiatif dan menyelesaikan pekerjaan dengan sedikit pengarahan. Antusiasme yang rendah dan minat pada pekerjaan yang kurang mantap seringkali membutuhakn motivasi yang kuat dari dalam diri sendiri.

4. Mampu berorientasi pada tim dengan memanfaatkan kolaborasi
Menurut CareerBuilder, 60% dari manajer SDM mencari kandidat yang berorientasi tim selama proses rekrutmen. Banyak perusahaan berhasil berdasarkan kerja tim dari seluruh departemen, bukan hanya individu. Jadi saat Anda meninjau aplikasi dan melakukan wawancara, cari kandidat dengan riwayat kolaborasi, serta mampu memberi dan menerima umpan balik dari anggota tim yang sifatnya membangun.

5. Mampu berkomunikasi dengan efektif
Keahlian lain yang dipilih oleh manajer SDM adalah kemampuan komunikasi. Lebih dari 56% responden mencari softskill ini dari para kandidat. Karyawan yang ideal akan memahami pentingnya komunikasi yang baik, dan betapa buruknya hal-hal yang dapat salah ketika pesan tidak jelas atau tidak terjawab sama sekali. Ketika mencari SDM berkualitas ini di antara para pelamar, ajukan pertanyaan tentang metode komunikasi yang mereka sukai, atau contoh komunikasi yang baik yang pernah mereka alami. Jika tanggapan mereka (verbal dan nonverbal) selaras dengan harapan Anda, mereka mungkin menjadi karyawan yang cocok dengan bisnis Anda.

6. Fleksibel, mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja
Fleksibilitas atau kemampuan beradaptasi dipilih oleh 51% responden. Seorang karyawan yang baik tidak akan menolak perubahan secara membabi buta, tetapi berusaha untuk beradaptasi dengannya karena meyakini perubahan itu diperlukan dalam bisnis. Apakah mereka mau mengambil keterampilan baru dan menyesuaikan diri dengan pergeseran bisnis? Jika pelamar Anda dapat menunjukkan fleksibilitas, Anda akan yakin mereka akan bisa beradaptasi dengan mudah ke lingkungan kerja baru mereka.

Anda mungkin tidak sepenuhnya setuju dengan pentingnya setiap soft skill diatas, tetapi Anda setidaknya pasti akan setuju bahwa karyawan dengan kemampuan skill diatas merupakan pilihan setiap Manager SDM yang sedang mencari karyawan untuk perusahaannya.

Tips Memelihara Aset Perusahaan Sesuai dengan Visi Bisnis yang Dijalankan

Aset perusahaan adalah hal yang penting dan perlu untuk dipelihara. Pasalnya, aset berarti berjalannya sebuah perusahaan dengan baik. Ini berhubungan secara langsung dengan hal-hal yang terkait dengan operasional sehari-hari sebuah perusahaan, mulai dari belanja perusahaan, mekanisme gaji karyawan, sampai berhubungan dengan kegiatan utama perusahaan seperti misalnya penjualan untuk tipe perusahaan dagang, layanan untuk tipe perusahaan jasa, maupun produksi bagi tipe perusahaan industri.

Tak pelak, memelihara aset perusahaan agar tetap dalam performa optimal serta dapat beroperasi secara efektif mutlak adanya. Dalam artikel kali ini, akan diurakan bagaimana cara-cara tepat untuk memelihara aset perusahaan. Tips yang dirangkum bersifat umum dan dapat diterapkan untuk jenis usaha apa saja.

  • Siapkan legalitas dan bentuk usaha yang tepat sesuai dengan visi bisnis Anda

 Diawal memulai usaha, sangatlah wajar bilamana kepemilikan bersifat tunggal. Akan tetapi bila usaha sudah mulai membesar dan memasuki ranah yang lebih complicated ada baiknya untuk memikirkan sebuah entitas yang tepat. Bisa jadi melangkah ke arah perseroan terbatas bisa dilakukan, hal semacam ini akan menjaga berbagai aset yang dimiliki sehingga tidak bercampur mana yang milik perusahaan dan pribadi.

Sisi lain dari segi pengembangan bisnis menjadi sebuah entitas adalah langkah-langkah untuk menegakkan legitimasi bisnis. Legalitas yang ada, juga urusan perpajakan yang efektif akan membawa kemajuan dari sisi manajerial.

  • Berpikirlah Untuk Mengasuransikan Bisnis agar terhindar dari resiko fatal

Dalam bisnis dikenal rumus mutlak yaitu hukum untung rugi. Kerugian adalah hal yang jelas dihindari apapun alasannya. Tetapi, terkadang kondisi juga mengarah pada hal-hal dimana kecenderungan kerugian bisa saja muncul.

Bila sudah dirasa begini, ada baiknya untuk mulai berpikir tentang asuransi. Ini karena dengan memilih mitra perusahaan asuransi yang tepat maka tanggungan kerugian menjadi beban perusahaan asuransi dan bukan sepenuhnya bergantung dari kantong perusahaan. Oleh karena itu, asuransi bisnis adalah langkah tepat untuk menjaga dan melindungi aset secara finansial. Hal serupa juga berlaku untuk element lain termasuk para karyawan, sangat tepat kalau juga terlindungi asuransi.

  • Kenali Apa itu Arus Kas, Pisahkan Rekening Pribadi dengan Perusahaan

Bisnis dilandasi perhitungan yang matang. Pebisnis yang terlalu berani mengambil keputusan akan berada dalam skala resiko tinggi untuk jangka waktu tertentu. Sementara bila tidak berani keluar dari zona nyaman, maka kemungkinan pengembangan usaha juga akan semakin kecil sebab kompetitor akan terus muncul.

Oleh karenanya memahami arus kas, besaran pendapatan dan pengeluaran, simpanan serta hal lain adalah hal mutlak untuk proyeksi pengembangan bisnis. Senada dengan itu, pemisahan rekening antara milik pribadi dengan perusahaan juga harus dijalani. Agar lalu lintas pendapatan dan pengeluaran terpantau secara faktual. Memantau lalu lintas keuangan dalam bisnis berarti sama saja mengamankan aset yang sudah dimiliki perusahaan.

  • Cermat atas setiap bentuk kerjasama/kontrak yang dilakukan

Sudah banyak pebisnis yang jatuh dan harus kehilangan banyak aset perusahaan bahkan pailit karena kesalahan sistem kontrak. Di dalam bisnis kepercayaan memang adalah hal yang utama. Tetapi berpijak pada kepercayaan atau kontrak lisan saja, terlalu besar pertaruhannya.

Ketika bisnis mulai bergerak dan aset sudah meningkat. Ada baiknya untuk menggunakan sistem kontrak tertulis. Ini juga dimaksudkan untuk menghindari kreditur nakal yang pada saat tertentu bisa saja menjatuhkan bisnis yang sudah susah payah dibangun dari nol. Hadirkan saksi notaris atau penasihat hukum dalam setiap perjanjian kontrak bisnis. Maksudnya agar bargaining power perusahaan di mata kreditur terjaga dan aset tetap aman.

Itulah tadi cara-cara terbaik yang bisa menjadi langkah dalam mengamankan aset bisnis yang sudah dimiliki. Mencoba salah satu atau setiap tips bisa jadi jalan terbaik agar aset tetap aman dan pengembangan bisnis semakin cemerlang dari hari ke hari.

4 Cara Efektif Mengelola Pendapatan Pada Perusahaan Jasa

Mengelola pendapatan adalah kunci bagi setiap alur keuangan yang sehat. Baik untuk pribadi ataupun perusahaan, tata kelola pendapatan yang benar harus diperhatikan dengan seksama. Apalagi bagi perusahaan jasa dimana bentuk-bentuk pendapatan berbeda dengan perusahaan industri atau manufakturing, juga tidak sama dengan perusahaan dagang.

Pendapatan perusahaan jasa bersumber dari imbalan yang diberikan konsumen atas layanan yang diberikan. Secara umum, hal paling pokok yang mesti diperhatikan adalah bagaimana sebuah usaha jasa menangani berbagai macam kebutuhan konsumennya sampai pada kualitas layanan itu sendiri.

Tapi tentu, kepiawaian seorang manager dalam mengelola pendapatan usaha jasa sehingga semakin berkembang dari waktu ke waktu. Ada cara-cara khusus yang harus ditempuh, berikut ini rangkumannya.

  • Alokasikan Pendapatan Dari Sumber Gaji dan Laba Perusahaan

Sebagai seorang pemilik perusahaan, tak jarang pula orang masih bekerja di tempat lain. Karenanya perlu disiplin dalam membuat alokasi pengeluaran. Jangan sampai dana perusahaan tercampur dengan gaji.

Karena itulah, perlu dibuat pembukuan sederhana agar bisa diketahui mana yang dana pribadi dan berasal dari gaji hasil bekerja serta mana yang adalah pendapatan perusahaan. Kalaupun ada kebutuhan yang sifatnya mendesak serta harus menggunakan uang perusahaan, catatlah berapa pinjaman tersebut dan harus disiplin untuk kemudian dikembalikan ke kas perusahaan.

  • Catat Proyeksi Arus Kas, Langkah Antisipasi Problem Keuangan

Bagi pemilik usaha bentuk apapun, termasuk perusahaan jasa, pailit atau kebangkrutan adalah hal yang sangat dihindari. Karenanya perlu dibuat catatan proyeksi arus kas. Dengan cara ini, maka akan diketahui seberapa besar pendapatan yang masuk serta pengeluaran, bahkan kapan ada pendapatan dalam bentuk kas, besarnya piutang atau hal lain.

Dengan membuat catatan semacam ini tujuannya adalah bisa mengambil antisipasi, sehingga bila dalam waktu tertentu akan ada kondisi yang menjadikan minus dalam hal pendapatan, maka solusi dapat ditemukan lebih dini.

  • Bedakan antara Rekening Pribadi dan Perusahaan

Alur keuangan yang bercampur antara pribadi dan perusahaan adalah salah satu awal dari problem finansial sebuah perusahaan. Karenanya untuk mengantisipasi hal tersebut perlu diterapkan perbedaan antara rekening pribadi dan perusahaan.

Dengan cara ini, maka diharapkan akan memberikan dampak untuk memudahkan pengelolaan pendapatan. Sebab seluruh arus keuangan untuk perusahaan dijalankan lewat satu pintu sementara demikian pula dengan arus pengeluaran pribadi. Harapannya tentu saja agar arus keuangan lebih terkontrol.

  • Buat Job Deskripsi yang Jelas Untuk Karyawan, Hindari Uang Menginap

Tak jarang sebuah perusahaan jasa juga punya karyawan. Karenanya tetap perlu dilakukan managerial yang tepat. Seperti misalnya membedakan posisi akuntan dan kasir. Ini perlu dan penting agar jangan sampai orang yang memegang uang adalah sekaligus yang membuat laporan keuangan. Hal yang demikian akan mengundang kerancuan.

Selain itu, terkait dengan teknis tertentu ada baiknya uang jangan sampai terbawa pulang karyawan. Biasanya setelah penagihan atau hal lain, karyawan di bagian penagihan membawa pulang uang dengan alasan jam kantor sudah habis. Sebaiknya semua urusan diselesaikan di kantor pada jam kerja, sekali lagi agar alur pendapatan jelas serta tidak muncul kerancuan pada banyak aspek.

Dengan menerapkan cara-cara diatas diaharapkan tata kelola pendapata sebuah usaha jasa akan semakin terstruktur. Mekanisme semacam ini tentu tak bisa dilakukan sekali jalan, perlu pembiasaan dengan disiplin ketat serta kemauan dari seluruh pihak didalam perusahaan tersebut. Intinya toh kembali pada kemajuan perusahaan dan kesejahteraan itu sendiri.

Cara Jitu Memelihara Aset Perusahaan agar Terkontrol dan Cepat Berkembang

Ketika menjalankan perusahaan atau setidaknya usaha sendiri, Anda pasti akan membeli aset  untuk menunjang operasional perusahaan baik itu perangkat keras komputer, meja atau kursi untuk kantor dan sebagainya. Penting untuk dilakukan setelah pembelian aset adalah melacak aset perusahaan Anda untuk memastikan aset tersebut bekerja seefisien mungkin.

Secara umum, aset adalah item yang dibeli untuk penggunaan jangka panjang oleh perusahaan – misalnya laptop baru, printer atau kursi kantor biasanya digolongkan sebagai aset, sedangkan DVD kosong atau tinta printer tidak karena habis dipakai dalam jangka pendek.

Penting bagi Anda untuk mengklasifikasikan pengeluaran dan aset Anda dengan benar. Ada dua pertanyaan sederhana untuk ditanyakan pada diri sendiri saat melakukan pembelian yaitu apakah barang tersebut memiliki masa manfaat lebih dari satu tahun? Dan, apakah harganya lebih dari Rp. 500 ribu? Dengan demikian Anda bisa mengelompokkan pembelian sebagai aset atau biaya.

Cara jitu cek dan kontrol posisi aset

Ada banyak cara yang bis dilakukan untuk memudahkan kita mengontrol posisi dan efektivitas aset perusahaan, salah satunya bisa denga nmetode dibawah ini:

Barcode

Metode pelacakan ini cocok untuk barang inventaris. Setelah produk tiba di gudang Anda, berikan nomor khusus dan dari nomor ini Anda dapat melacak pergerakan produk di seluruh gudang sampai Anda harus mengirimkannya ke konsumen.

Dengan sistem barcode, Anda dapat menetapkan jenis produk tertentu dengan kode unik untuk memudahkan identifikasi produk di gudang dan mengatur fasilitas penyimpanan sesuai dengan nomor unik cukup dengan memindai barcode dengan smartphone Anda.

Tunjuk karyawan khusus bagian kontrol aset

Sistem barcode yang anda siapkan bisa berjalan dengan baik manakal ada karyawan atau petugas khusus yang menjalankan sistem dengan benar. Karyawan yang bertanggung jawab melacak persediaan ini harus memberi Anda laporan terbaru setiap bulan atau kuartal.

Masukkan data aset kedalam sistem database

Untuk memudahkan kontrol, buat basis data aset yang menggambarkan detil aset yang Anda miliki, mulai dari tahun pembelian, nilai aset, lokasi dan bagian yang bertanggung jawab atas aset tersebut untuk meminimalkan pencurian atau kerusakan. Anda kemudian harus mem-backup database pada komputer yang berbeda atau melalui cloud computing. Ini memastikan Anda memiliki titik referensi jika terjadi kerusakan pada databased asli.

 

Cara jitu memelihara aset perusahaan

Berikut adalah beberapa strategi yang dapat Anda rencanakan untuk menjaga aset perusahaan.

Lakukan proteksi aset dengan asuransi

Asuransi ada banyak macamnya. Sesuaikan saja dengan kebutuhan proteksi aset perusahaan, misalnya saja asuransi kendaraan, asuransi kebakaran, asuransi properti dan sebagainya. Biaya premi asuransi harus diperhitungkan tidak menjadi beban berlebihan pada anggaran dan nilai proteksi bisa menutup kerugian jika terjadi resiko.

Jika usaha masih skala kecil menengah, pastikan rekening pribadi dan perusahaan terpisah

UKM (usaha Kecil Menengah) apalagi jika masih skala mikro sering tidak rapi dalam mencatat aset perusahaan akibat rekening pribadi dan perusahaan masih tercampur. Catatan terpisah ini memudahkan dalam mengelola arus kas, dan juga memudahkan Anda dalam mengelola aset perusahaan. Reputasi usaha juga meningkat jika menggunakan nama perusahaan disetiap pertemuan bisnis.

Jeli dan cermat dalam setiap menjalin kerjasama bisnis

Anda mungkin pernah atau sering melihat usaha dipailitkan pihak kreditur akibat gagal bayar atau wan prestasi atas sebuah kesepakatan (MOU)? Belajar dari sini, Anda harus lebih jeli jika menjalin kerjasama usaha yang melibatkan penyelesaian kewajiban dalam jangka tertentu misalnya saja perjanjian kerja sama, perjanjian sewa menyewa, atau jual beli. Tidak cermat dalam mempelajari klausul MOU, bisa jadi Anda akan terjebak dalam tuntutan yang otomatis aset usaha Anda akan terancam.  

Dengan mempelajari strategi diatas, aset yang Anda miliki akan tercatat dengan rapi sehingga memudahkan dalam pengembangan aset itu sendiri.

 

4 Tips Mudah Mengatur Keuangan untuk Usaha Kecil

Memiliki usaha kecil dan mengelola keuangan sendiri bisa jadi prosesnya menjadi rumit utamanya saat harus membedakan keuangan perusahaan dan keuangan pribadi. Apalagi jika smeuanya masih serba manual dan belum tersistem menggunakan softwrae berbasis IT. Padahal dengan pengelolaan keuangan yang baik, pemilik usaha lebih ralistis dalam merencanakan pengembangan usaha berdasarkan kemampuan keuangan yang disajikan dalan sebuah laporan keuangan yang mudah dipahami.

Idealnya jika usaha masih kecil, pemilik usaha fokus untuk pengembangan usaha dan perluasan pasar. Disisi lain, sebenarnya ada cara mudah dan praktis bagi pemilik usaha kecil untuk mengatur keuangan perusahaan tanpa mengganggu program utama perluasan pasar tersebut. Berikut ini ulasan tips praktis tersebut:

  1. Luangkan waktu untuk memahami semua tanggung jawab keuangan Anda.

Jadi Anda menjalankan bisnis Anda sendiri (artinya bukan usaha gabungan atau malah jadi karyawan), maka Anda bertanggung jawab untuk mengelola uang Anda sendiri. Beberapa tanggung jawab keuangan yang perlu Anda pahami:

Pemasukan

Pemasukan merupakan sumber utama penyumbang dana segar bagi perusahaan. Catatdengan rapi dan alokasikan untuk menutup biaya yang dikeluarkan untuk menjalankan usaha.

Biaya

Biaya operasional harian- Biaya operasional harian dari usaha Anda yang perlu dicatat dengan rapi kedalam sistem meliputi pembukuan dan pencatatan transaksi, pemantauan dan pembayaran faktur, membayar gaji pegawai, membayar tagihan suplier, biaya pajak dan juga penganggaran.

Laba dan Rugi

Laba dan rugi merupakan akumulasi seilih dari pemasukan dan biaya yang dikeluarkan. Jika plus artinya untung dan jika minus artinya usaha Anda rugi. Sisiahkan dana cadangan untuk memperkuat arus kas perusahaan.

Investasikan waktu dalam memahami proses dari setiap tanggung jawab keuangan yang Anda miliki tersebut agar usaha berjalan dengan lancar.

  1. Buat jadwal pencatatan yang rapi

Kunci pengelolaan keuangan yang baik adalah kontrol dalam bentuk pencatatan yang rapi. Kehilangan kendali akan kontrol keuangan merupakan bahaya yang siap membuat usah Anda terjerumus dalam ober budget yang membuat usaha merugi bahkan tutup. Tugaskan salah seorang karyawan Anda untuk menyimpan hal-hal yang teratur dan melakukan tugas-tugas akuntansi sesuai jadwal. Menggunakan software sistem berbasis IT merupakan langkah yang tepat.

  1. Gunakan perangkat lunak akuntansi berbasis IT

Walau Anda bukan seorang akuntan, tetapi itu tidak berarti Anda tidak dapat menggunakan alat kontrol yang “user friendly” alias mudah dipahami.

Praktik umum untuk pemilik bisnis yang menjalankan usaha kecil adalah mengelola akun keuangan mereka melalui spreadsheet dasar seperti Excel, tetapi perangkat lunak ini sebenarnya tidak dirancang untuk mendukung proses akuntansi Anda. Anda bisa menemukan banyak contoh perangkat lunak akuntansi, seperti beeaccounting.com yang memiliki fitur untuk memudahkan pengelolaan keuangan Anda. Beberapa fitur yang Anda butuhkan misalnya saja proses pembuatan anggaran, pemantauan untuk perolehan modal, prosedur faktur, pemisahan rekening antara penerimaan dan pengeluaran, dan kemampuan untuk menerapkan filter ke catatan keuangan Anda untuk membuat berbagai jenis data dan laporan.

Dengan sedikit meluangkan waktu untuk memahami bagaimana perangkat lunak itu bekerja, pemilik usaha akan lebih mudah dalam membuat pengelolaan keuangan atas bisnis yang dijalankan.

  1. Tahu kapan harus mengambil tindakan atas laporan keuangan yang ada

Pemilik usaha harus paham baca laporan keuangan. Setidaknya tahu kapan harus mengambil tindakan atas laporan keuangan yang dan ada apa yang harus dilakukan setelahnya. Ketika menghadapi masalah dengan manajemen akuntansi dan keuangan misalnya saja Anda kehilangan kendali atas angka Anda alias tidak tahu mengapa yang tercatat diluar prediksi, Anda menghadapi hasil audit yang banyak selisih data, Anda mengalami pertumbuhan yang terlalu cepat diluar dugaan dsb. maka perlu kiranya dilakukan pembahasan atas laporan keuangan tersebut.

Jangan biarkan bisnis Anda tenggelam karena uang Anda tidak dikelola dengan benar. Akuntansi untuk pengelolaan keuangan itu tidak rumit. Kini banyak software akuntasi yang bisa Anda gunakan sehingga Anda bisa selalu menjadi akuntan untuk usaha Anda sendiri.

3 Alasan Penting Mengapa Bisnis butuh Laporan Keuangan

Sebuah transaksi bisnis harus bisa diukur nilainya dengan uang atau dapat dinyatakan dalam mata uang yang berlaku. Informasi yang dihasilkan dari proses akuntansi sangat diperlukan untuk sebuah bisnis. Tujuan utama dari kegiatan bisnis sebuah perusahaan adalah untuk memperoleh laba atau keuntungan. Untuk memastikan apakah dalam suatu periode tertentu perusahaan mengalami laba atau rugi, diperlukan adanya catatan transaksi keuangan perusahaan secara menyeluruh, detail dan uptodate menggunakan proses akuntansi. Untuk itu kami akan memaparkan pada Anda 3 Alasan Penting Mengapa Bisnis butuh Laporan Keuangan.

Perusahaan dikatakan maju dan tumbuh dengan baik ketika bisa menyajikan informasi keuangan yang rapi, valid, akurat serta mudah dipahami. Di mana penyajian informasi tersebut dapat diperoleh melalui proses penctatan yang benar yaitu mencatat, mengelompokkan, mengidentifikasi transaksi-transaksi keuangan perusahaan dengan rapi, baik dan benar sesuai dengan bukti-bukti transaksi yang ada. Dari sanalah tersedia laporan keuangan yang dapat digunakan untuk melihat serta mengukur tingkat pertumbuhan dan kemajuan perusahaan. Berikut adalah 3 Alasan Penting Mengapa Bisnis butuh Laporan Keuangan:

Mengetahui Jumlah Laba atau Rugi

Tujuan utama dari kegiatan bisnis sebuah perusahaan adalah untuk memperoleh laba atau keuntungan. Untuk memastikan apakah dalam suatu periode tertentu perusahaan mengalami laba atau rugi, diperlukan adanya catatan transaksi keuangan perusahaan secara menyeluruh, detail dan uptodate menggunakan proses akuntansi. Dari proses tersebut akhirnya akan menghasilkan informasi berupa laporan keuangan yang dapat memperlihatkan dengan jelas dan pasti tentang laba rugi perusahaan pada periode tertentu.

Informasi Keuangan Perusahaan

Pihak internal perusahaan meliputi direktur, para manajer, dan pemegang saham. Mereka berkepentingan untuk melihat informasi keuangan untuk memenuhi tugasnya dalam menganalisa kondisi keuangan perusahaan, apakah dalam kondisi yang sehat atau tidak sehat. Selain itu juga untuk mengambil keputusan yang tepat demi kelangsungan jalannya perusahaan. Sedangkan pihak eksternal meliputi investor, rekan bisnis, kreditur dan pemerintah. Para eksternal seperti investor juga berhak melihat kondisi keuangan perusahaan apakah dalam kondisi stabil dan menguntungkan. Sehingga ketika investor memutuskan untuk berinvestasi, perusahaan dapat memberikan timbal balik berupa dividen yang tinggi bagi dirinya.

Informasi bagi Operasional Perusahaan

Laporan keuangan dapat memenuhi kebutuhan manajemen sebagai pihak pengambil keputusan. Karena dalam laporan keuangan terdapat berbagai informasi keuangan seperti berapa jumlah uang kas maupun non kas perusahaan saat ini, berapa tingkat penjualan apakah telah mencapai terget perusahaan, berapa jumlah persediaan bahan baku apakah masih mencukupi untuk kegiatan produksi selanjutnya, berapa biaya operasional perusahaan apakah mengalami pemborosan, dan sebagainya.

Bagaimanapun juga, sebuah bisnis akan melibatkan sejumlah uang / modal di dalamnya. Sehingga sangat penting untuk selalu berhati-hati dalam mengelola dan menjalankannya. Pada kenyataannya, hampir semua bisnis yang sukses merupakan bisnis yang telah direncanakan dengan baik sejak awal. Inilah yang menjadi alasan mengapa sebuah perencanaan yang tepat akan sangat Anda butuhkan untuk menjalankan bisnis yang Anda impikan.

Anda tentu tidak ingin membangun sebuah bisnis yang hanya akan berumur beberapa pekan saja, bukan? Tidak hanya rencana semata. Anda juga wajib untuk mengerti berbagai hal yang penting untuk Anda terapkan di dalam bisnis yang Anda rintis nanti.

Hal-hal seperti ini akan membantu Anda mengambil berbagai kebijakan yang dibutuhkan oleh perusahaan Anda. Sehingga bisnis Anda bisa berjalan dengan baik dan tetap dalam tujuan awalnya.

Bukan hanya itu saja, berbagai kebijakan ini juga akan sangat membantu Anda untuk bisa lebih mudah dalam mencapai tujuan dan target perusahaan yang akan Anda tuju di dalam bisnis Anda tersebut.

Sekian artikel dari kami, Jangan lupa share artikel ini ya ke sosial media Anda. Agar teman Anda juga bisa belajar tentang apa itu akuntansi? Banyak berbagi banyak rejeki Terimakasih. Salam Let’s #beefree

Bagaimana Cara Mengatasi Piutang yang Macet?

Salah satu pendukung kelancaraan bisnis adalah cashflow yang lancar. Piutang dalam bisnis merupakan hal yang wajar dilakukan untuk menciptakan mitra bisnis. Piutang biasanya timbul dari penjualan kredit barang/jasa yang merupakan hasil usaha dari perusahaan yang bersangkutan. Akan tetapi, hal tersebut akan memberikan resiko bagi perusahaan seperti akan adanya kemungkinan piutang-piutang yang tidak tertagih atau macet. Lalu Bagaimana Cara Mengatasi Piutang yang Macet? untuk itu kami akan membagi tips pada Anda.

Ketika terjadi kemacetan piutang, perhatikan apa yang menjadi penyebab piutang macet. Apakah karena faktor moral si penghutang yang memang tidak memiliki itikad baik untuk membayar? Apakah karena bisnisnya yang sedang turun sedangkan mereka bisa Anda percaya?Atau cuma karena faktor teknis seperti metode penagihan yang kurang bersahabat dengan kondisi cashflow mereka.

Pebisnis yang akan melakukan piutang usaha  disarankan membuat keputusan kebijakan piutang yang akan diambil sematang mungkin. Berikut Cara efektif menekan agar tidak macet dan tak tertagih:

Jalur Hukum

Jika yang menjadi masalah piutang macet adalah faktor moral penghutang, maka tidak ada jalan lain kecuali dengan melalui jalur hukum. Tidak harus ke pengadilan, tapi bisa melalui bantuan mediasi dari konsultan hukum. Jangan harap uang Anda kembali dengan cepat, karena proses ini akan memakan waktu panjang.

Berikan Opsi Keringanan Pembayaran

Jika penghutang memiliki itikad baik untuk membayar, namun mengalami masalah dengan kondisi keuangannya sendiri, Anda bisa tawarkan keringanan seperti pembayaran bisa dicicil, atau penyitaan aset lain. Jika Anda menjadi supplier utama bagi pelanggan tersebut, tidak ada salahnya sedikit “mengancam” untuk mengatasi pembelian sehingga pelanggan tadi benar-benar serius untuk melakukan negosiasi.

Tapi jika Anda nilai bahwa masalah piutang karena bisnisnya yang sedang turun padahal memiliki potensi yang besar, tidak ada salahnya untuk menawari hutang yang lebih besar untuk membeli barang Anda. Karena bisa jadi bisnisnya akan terbantu dengan pasokan barang dari Anda, dan piutang kita pun menjadi lebih lancar. 

Memisahkan Pencatatan dengan bagian piutang dan kas

Menghindari terjadinya penyelewengan akun piutang oleh bagian internal caranya adalah dengan memisahkan antara bagian pencatatan dengan bagian piutang dan kas. Jika bagian piutang digabungkan bersama bagian pencatatan dan bagian penerimaan kas dikhawatirkan memberikan peluang untuk melakukan kecurangan.

Hubungi debitur secara langsung

Jangan menghubungi debitur lewat orang lain. Hubungi secara langsung, baik melalui telepon atau mendatangi kantornya secara langsung. Ciptakan pertemuan itu sepersonal mungkin antara Anda dan dia. Sehingga Anda bisa membicarakan masalah ini dengan jelas.

Akun piutang khusus 

Sebagai pengingatkan pebisnis kepada pelanggan akan habisnya waktu jatuh tempo dari pada piutang tersebut. Maka disarankan pihak perusahaan untuk selalu memiliki data pelanggan dengan lengkap terutama informasi tentang nomor yang bisa dihubungi baik nomor end user ataupun nomor kantor pelanggan jika pelanggan kita suatu instansi perusahaan juga.

Persistent

Jangan setengah-tengah dalam menagih ‘uang’. Jika mereka menolak menerima telepon Anda ataupun menolak bertemu, jangan menyerah. Hubungi terus atau bila Anda terlanjur ke kantornya tunggulah sampai ia mau menemui Anda. Jika diinformasikan bahwa ia tidak ditempat lakukan konfirmasi. Pokoknya jangan biarkan ia bersembunyi dan menghindar dari Anda. Tunjukkan bahwa Anda sangat serius melakukannya karena ini menyangkut keuangan perusahaan, tempat dimana Anda mencari nafkah. Mereka yang berhutang wajib mengembalikannya dan Anda sangat berhak mendapatkannya kembali.

Sistem Keuangan Valid

Untuk meminimalkan terjadinya piutang yang tidak tertagih agar lebih terarah maka perusahaan lebih memahami bagaimana caranya melakukan manajemen piutang. Sehingga resiko terjadinya piutang yang tidak tertagih tersebut bisa diminimalkan bahkan dihindari tentunya. Tidak perlu jera bahkan anti untuk menerapkan piutang usaha karena kekhawatiran kita akan terjadinya piutang usaha yang tidak tertagih yang akan mengakibatkan dampak kerugian bagi perusahaan. Perlunya sistem keuanganya yang valid untuk membantu perusahaan dalam mengatasi piutang. Cari sistem keuangan valid yang bisa memberitahu Anda kapan waktunya piutang jatuh tempo dan semua hal mengenai piutang usaha Anda. Jika Anda ingin mencari sistem keuangan yang dapat me-manage piutang Anda, Silahkan coba trialnya di BeeAccounting

Sekian artikel dari kami, Jangan lupa share artikel ini ya ke sosial media Anda. Agar teman Anda juga bisa belajar tentang apa itu akuntansi? Banyak berbagi banyak rejeki Terimakasih. Salam Let’s #beefree

 

Cara Sederhana Menghemat Biaya Perusahaan

Ketika Anda mengembangkan bisnis, perlu kiranya membuat daftar biaya setiap tahun maupun triwulanan untuk dicek dan audit kembali. Langkah ini diharapkan bisa memotong biaya-biaya yang mungkin saja bisa meningkatkan profitabilitas perusahaan. Menghemat dana perusahaan termasuk hal yang penting di lakukan, terutama untuk Anda yang memiliki bisnis atau berencana untuk menjalankannya. Kami akan menyajikan artikel Cara Sederhana Menghemat Biaya Perusahaan kepada Anda.

Banyak faktor yang membuat pengeluaran perusahaan membengkak, seperti biaya produksi, operasional, distribusi atau biaya pemasaran. Biaya operasional yang tinggi tapi tidak diimbangi dengan pemasukan yang besar misalnya, akan berdampak pada kerugian. Perlu sebuah kebijakan yang masuk akal untuk menekan pengeluaran perusahaan. Sebuah perusahaan tidak akan memotong gaji karyawan karena alasan merugi.

Berikut adalah Cara Sederhana Menghemat Biaya Perusahaan:

Menjalin hubungan baik dengan Perguruan Tinggi dan Dosen

Dengan menjalin hubungan baik dengan Perguruan Tinggi dan Dosen, Anda akan dimudahkan untuk mendapat saran untuk kemajuan bisnis Anda dan juga memudahkan Anda untuk medapatkan tenaga internship. Kita bisa mendapat masukan yang komperhensif dari penelitan dan juga skripsi mahasiswa, sehingga Anda bisa menghemat biaya dari jasa konsultan.

Kurangi Penggunaan Kertas

Dengan software dan signature elektronik, penggunaan kertas untuk mencetak dapat menyusut drastis. Tambahkan lebih banyak sistem elektronik yang handal dengan layanan backup. Jadi mulailah beralih untuk paperless tidak hanya akan menghemat biaya kertas, tetapi juga tinta yang digunakan untuk mencetak.

Manfaatkan Percetakan Online

Untuk menghemat waktu dan biaya seperti mencetak brosur, banner ataupun lainnya dalam hal memenuhi kebutuhan perusahaan, Anda bisa menggunakan percetakan online. Saat ini sudah banyak percetakan online dengan harga yang bersaing.

Rekrut Fresh Graduate

Biasanya orang yang belum cukup pengalaman lebih cenderung mencari pekerjaan dengan gaji standar, yang mana hal ini dapat menekan pengeluaran perusahaan untuk membayar karyawan. Meskipun karyawan yang berpengalaman akan memberikan keuntungan untuk kemajuan perusahaan, tapi karyawan baru juga memiliki kompenten dalam bekerja karena itu adalah pertama kali mereka berada di dunia kerja.

Kurangi Jam Kerja

Ada banyak karyawan terbaik yang keluar dari sebuah perusahaan dengan alasan jenuh, mereka ingin mencoba hal baru. Dengan cara ini Anda bisa memberikan kesempatan kepada mereka yang ingin mengerjakan hal lain tanpa kehilangan mereka. Misalnya dalam seminggu hanya 5 hari kerja, sehingga biaya yang dikeluarkan perusahaan juga berkurang dan karyawan terbaik tetap Anda miliki.

Dengan meningkatnya loyalitas karyawan maka, Anda tidak akan dipusingkan dengan perekrutan dan pelatihan. Pos pengeluaran Anda untuk hal tersebut pun akan berkurang.

Microcontract

Ketika sebuah perusahaan memiliki project yang harus diselesaikan dan bukan project jangka panjang, ada baiknya Anda menggunakan jasa freelancer. Saat ini sudah banyak situs yang mempertemukan antara pekerja dan perusahaan untuk menyelesaikan sebuah project, salah satunya adalah Sribulancer.

Dengan adanya hal ini, berarti sudah menghemat dana perusahaan, tidak perlu mengeluarkan dana yang banyak untuk menghire karyawan. Anda hanya membayar project yang sudah diselesaikan dan jumlah biayanya kita yang menentukan sendiri.

Tinjau Biaya Operasional

Periksa biaya listrik dan air yang biasa Anda keluarkan dalam beberapa bulan terakhir.Jika Anda peningkatan yang signifikan, Anda perlu terjun langsung melihat penggunaan listrik dan air oleh seluruh karyawan. Kemungkinan ada peralatan yang tidak digunakan namun tetap dalam kondisi menyala.

Sekian artikel dari kami, Jangan lupa share artikel ini ya ke sosial media Anda. Agar teman Anda juga bisa belajar tentang apa itu akuntansi? Banyak berbagi banyak rejeki Terimakasih. Salam Let’s #beefree

 

Cara Mengelola Keuangan di Bulan Ramadhan

Akhirnya bulan penuh berkah ini kembali lagi hadir di tengah-tengah kita semua. Meskipun selama 1 bulan ini Anda akan lebih jarang makan karena puasa, bukan berarti pengeluaran Anda akan berkurang loh. Biasanya banyak orang yang pengeluarannya malah jadi membengkak selama bulan ini. Berikut akan kami bahas Cara Mengelola Keuangan di Bulan Ramadhan.

Persiapan pengeluaran saat lebaran harus diurutkan menurut prioritas Anda. Sisihkan uang untuk menabung dan zakat, sisanya baru kelola pengeluaran di pos lain. Siapkan dana untuk mudik karena biasanya harga tiket melambung sangat tinggi, disusul dengan biaya untuk membeli baju atau barang-barang baru, biaya saat hari raya, Saweran Keluarga dan lainnya.

Buat Rencana Keuangan

Membuat anggaran bulanan merupakan salah satu cara terbaik untuk mengurangi pengeluaran. Anggaran dengan pengeluaran reguler seperti yang dilakukan pada bulan-bulan lain sebaiknya tetap dijalankan dengan teratur. Jangan lupa untuk mengatur antara tagihan bulanan, investasi, tabungan, dan pengeluaran sehari-hari menurut prioritasnya masing-masing. Hal yang paling terasa saat bulan Ramadan biasanya adalah pos pengeluaran untuk makanan dan biaya untuk merayakan hari raya Idul Fitri. Untuk menyiasati pengeluaran di pos makanan dan hari raya, Anda bisa menekan anggaran dan lebih hemat untuk pengeluaran lain, agar arus pengeluaran Anda tetap seimbang.

Biasanya keinginan dan nafsu untuk berbelanja akan meledak saat bulan Ramadhan. Begitu banyak orang yang berbelanja, terutama mengincar pakaian dan barang elektronik. Jika tetap ingin mengelola keuangan di bulan Ramadan dengan baik, sebaiknya Anda benar-benar dapat menahan diri dan benar-benar memilih hal yang dibutuhkan sebelum dibeli. Pos belanja seringkali diprioritaskan saat bulan Ramadan, hal inilah yang seringkali membuat orang jadi lepas kendali, gampang menguras isi tabungan, dan utang kartu kredit menumpuk.

Sebelum memulai bulan Ramadhan, Anda harus membuat daftar yang jelas untuk menentukan prioritas Anda dalam mengalokasikan penghasilanmu. Sisihkan uang untuk makanan sahur dan berbuka. Tetapkan anggaran yang masuk akal dan sesuai, tidak terlalu kecil namun juga jangan terlalu besar. Lalu jangan lupa juga alokasikan uang Anda untuk membeli baju baru atau barang-barang bagi Anda ataupun keluarga. Dan juga jangan sampai lupa untuk menyisihkan uang untuk bersedekah, masih banyak orang yang membutuhkan bantuan Anda. Perhitungkan anggaran untuk sebulan ini dengan jelas dan masuk akal.

Kelompokan Pengeluaran Untuk Hari Raya

Darimanakah sumber pendapatan Anda bulan ini? Bagi Anda yang bekerja pada perusahaan, Anda akan mendapatkan gaji bulanan dan THR (Tunjangan Hari Raya). Gunakan gaji Anda untuk memenuhi kebutuhan harian dan gunakan THR untuk keperluan Mudik. Jangan hambur-hamburkan THR untuk bermewah-mewah di Bulan Ramadhan dan berhutang untuk mudik.

Hal yang biasa terjadi selama bulan Ramadhan adalah harga bahan pokok yang meningkat. Pengeluaran Anda akan semakin banyak untuk keperluan yang satu ini. Selain itu, perhitungkan juga biaya untuk membeli hadiah bagi sanak saudara, membeli pakaian baru, membeli atau membuat kue lebaran, dan biaya untuk pulang kampung. Pengeluaran untuk menyambut Hari Raya Lebaran ini harus mulai Anda persiapkan perhitungannya agar lebih teratur. Lebih baik gunakan uang bonus atau Tunjangan Hari Raya (THR) dari perusahaanmu untuk memenuhi keperluan ini. Jangan sampai Anda berhutang hanya untuk hal ini. Ingat lakukanlah sesuai dengan kemampuan finansial Anda.

Berkomitmen Dengan Rencana Keuangan

Ketika Anda sudah memiliki rencana keuangan. Tetap jalankan rencana keuangan Anda. Pengeluaran yang besar di Bulan Ramadhan tidak berarti menunda rencana keuangan Anda. Tetap jalankan rencana yang telah dibuat. Semua akan sia-sia jika Anda tidak berkomitmen dalam menjalankannya. Memiliki komitmen yang teguh akan membuat Anda tetap menjalani perencanaan yang sudah Anda buat. Dengan begitu, mengatur keuangan menjadi lebih mudah dan pengeluaran bisa lebih terkontrol. Jaga terus komitmenmu pada rencana di awal bulan.

Bulan Ramadhan umumnya juga dimanfaatkan sebagai momen untuk saling membantu, bantuan yang disebut zakat fitrah ini bisa berupa uang maupun barang kepada orang yang ingin dibantu. Jika Anda berencana untuk memberi zakat berupa uang maka sisihkan terlebih dahulu, samakan sistemnya dengan menabung.Ketahui dengan jelas ke mana saja Anda akan mengalokasikan zakat yang sudah Anda siapkan, tidak hanya itu Anda pun juga dapat memberi zakat berupa barang berupa baju layak pakai maupun sembako. Intinya jika Anda berniat memberikan lebih baik sisihkan terlebih dahulu baru pengeluaran lainnya menyusul di belakang.

Sekian artikel dari kami, Jangan lupa share artikel ini ya ke sosial media Anda. Agar teman Anda juga bisa belajar tentang apa itu akuntansi? Banyak berbagi banyak rejeki Terimakasih. Salam Let’s #beefree