Home / Tips Bisnis (page 2)

Tips Bisnis

Mengapa Laporan Keuangan Penting Bagi Bisnis UKM?

Walaupun skalanya masih kecil, namun Usaha Kecil Menengah tetap perlu memiliki laporan keuangan yang memberikan gambaran tentang bagaimana model bisnis saat ini berjalan dan apakah bisnis UKM tersebut saat ini menguntungkan atau tidak. Laporan keuangan dapat mencakup informasi tentang pengeluaran modal, pendapatan bisnis, tren bisnis, arus kas, neraca perusahaan, dan bagaimana kas ditangani. Sebagai pemilik UKM, ada berbagai alasan mengapa penting bagi Anda untuk terus-menerus menganalisis laporan keuangan perusahaan Anda. Berikut ini alasan mengapa laporan keuangan penting bagi bisnis UKM:

Agar Tidak Terlmabt Bayar Pajak

Walaupun kelasnya masih UKM, namun Anda tetap harus bisa memastikan bahwa semua laporan keuangan akurat dan dilaporkan dengan benar serta bebas kesalahan kepada pemerintah selama musim pajak. Sebagai pemilik UKM, Anda perlu memantau hal-hal seperti arus kas, pengeluaran modal, masalah penggajian, tagihan pelanggan, jadwal bayar suplier dan sebagainya. Untuk itulah laporan keuangan dibuat agar tertib administrasi.

Agar Akuntabilitas Usaha Anda Terjaga Dengan Baik

Menganalisis laporan keuangan akan mendorong akuntabilitas karyawan yang berkontribusi pada usaha Anda. Hal ini penting untuk memastikan bahwa tidak ada penyelewengan atau penggelapan yang dilakukan oleh karyawan atau yang lainnya. Mumpung usaha Anda masih kecil, maka menganalisis laporan keuangan penting untuk memastikan akuntabilitas usaha Anda.

Sebagai Dasar Dalam Mengambil Keputusan Keuangan

Laporan keuangan diperlukan ketika Anda ingin mengembangkan bisnis Anda, karena laporan keuangan ini dapat melukiskan gambaran kesehatan keseluruhan perusahaan Anda. Sebagai pemilik usaha kecil, Anda dapat melihat tindakan dan keputusan manajemen apa yang harus diambil berdasarkan informasi yang diberikan oleh laporan keuangan Anda. Misalnya, jika laporan keuangan Anda menunjukkan tumpang tindih departemen yang mengganggu akselerasi usaha Anda, maka Anda dapat mempertimbangkan untuk melakukan konsolidasi antar departemen. 

Baca Juga: 5 Strategi Menjalankan Usaha Kuliner yang Tepat & Berhasil

Menjaga Kesehatan Keuangan Perusahaan

Keberhasilan bisnis seringkali tergantung pada keberhasilan keuangannya. Menganalisa laporan keuangan perusahaan Anda akan memberi Anda gagasan yang lebih baik tentang kesehatan keuangan bisnis Anda. Gambaran keuangan ini dapat mencakup informasi tentang likuiditas, leverage, dan profitabilitas, dan akan jadi alat bantu dalam memandu strategi manajemen Anda untuk mencapai tujuan dan sasaran perusahaan Anda.

Apa Sajakah yang Harus Anda Perhatikan Dalam Melakukan Analisa Laporan Keuangan Anda?

Ada tiga laporan dasar yang dibutuhkan usaha kecil menengah untuk melacak keuangannya: neraca, laporan laba rugi, dan laporan arus kas. Laporan arus kas bisa dibilang yang paling penting dari laporan keuangan usaha kecil. Laporan ini pada dasarnya menunjukkan apakah bisnis menghasilkan uang, atau tidak. 

Laporan Keuangan yang Komprehensif

Dalam laporan keuangan, Neraca menunjukkan aset, kewajiban, dan kekayaan bersih perusahaan, dan tidak terlalu berkaitan dengan operasi harian bisnis. Sedangkan Laporan laba rugi terkait erat dengan arus kas – ini menunjukkan apakah bisnis telah menghasilkan untung atau rugi, dengan mempertimbangkan total pendapatan dikurangi total biaya. Arus kas memecah informasi dalam neraca dan laporan laba rugi menjadi data yang lebih sederhana. Data yang lebih sederhana ini memberikan gambaran tentang seberapa baik kinerja bisnis Anda.

Fokus Pada Arus Kas

Sebuah bisnis skala kecil menggunakan laporan arus kas untuk melaporkan arus masuk dan keluar bisnis. Arus masuk adalah uang tunai atau pendapatan yang masuk ke bisnis melalui penjualan komoditas; sedangkan arus keluar adalah uang tunai yang digunakan dalam operasi harian bisnis. Aliran uang masuk dan keluar ini penting untuk menjaga bisnis tetap beroperasi. Tanpa arus masuk yang memadai, maka bisnis akan kekurangan uang tunai untuk membayar pengeluaran dan untuk membeli persediaan atau stok.

Frekuensi

Seberapa seringkah suatu usaha kecil mengelola laporan arus kasnya? Pemilik usaha kecil harus melaporkan arus kasnya setiap bulan. Hal ini karena sebagian besar usaha kecil membeli inventaris dan membayar biaya setiap bulan. Karena peran krusial yang dimainkannya dalam bisnis, penting untuk tidak mengabaikan pelaporan dan akuntantabilitas untuk arus kas ini. Hal ini penting terutama karena usaha kecil seringkali mengalami kesulitan dalam meningkatkan dan menghasilkan uang ketika mereka baru saja memulai usaha.

Dengan memahami pentingnya laporan keuangan diatas, diharapkan setiap pemilik UKM memiliki panduan dalam mengelola usahanya menuju ke arah yang benar.

Inilah Jenis-Jenis Biaya Pengelolaan Bisnis

Jenis Jenis Biaya Pengelolaan Bisnis dicatat dalam akuntansi biaya. Akuntansi biaya adalah proses akuntansi yang mengukur dan menganalisis biaya yang terkait dengan produk, proses produksi, dan pemasaran, dan dilaporkan pada laporan keuangan perusahaan. Alat bantu akuntansi biaya dalam proses pengambilan keputusan memudahkan perusahaan untuk menghitung, mengevaluasi, dan memantau biayanya.

Berikut adalah beberapa jenis biaya pengelolaan bisnis yang digunakan dalam akuntansi biaya:

Biaya langsung

Biaya langsung terkait dengan memproduksi barang atau jasa. Biaya langsung termasuk biaya material/bahan, tenaga kerja, biaya distribusi yang terkait dengan memproduksi suatu produk. Misalnya saja, Ford Motor Company memproduksi mobil dan truk. Seorang pekerja pabrik menghabiskan delapan jam merakit mobil. Biaya langsung yang terkait dengan mobil adalah upah yang dibayarkan kepada pekerja dan suku cadang yang digunakan untuk merakit mobil.

Biaya tidak langsung

Biaya tidak langsung adalah pengeluaran yang tidak terkait dengan proses produksi barang atau jasa. Biaya tidak langsung tidak dapat dengan mudah ditelusuri. Misalnya saja Ford Motor Company,memiliki biaya langsung yang ada dalam setiap kendaraan termasuk material ban dan kerangka kendaraan. Namun, listrik yang digunakan untuk menyalakan pabrik dianggap sebagai biaya tidak langsung karena listrik digunakan untuk semua produk yang dibuat di pabrik.

Biaya Tetap

Biaya tetap terkait erat dengan jumlah barang atau jasa yang diproduksi perusahaan dalam jangka pendek. Sebagai contoh, anggaplah perusahaan menyewa mesin untuk produksi selama dua tahun. Perusahaan harus membayar Rp. 20 juta per bulan untuk menutupi biaya sewa, tidak peduli berapa banyak produk yang digunakan mesin tersebut. Pembayaran sewa dianggap sebagai biaya tetap karena tidak berubah. 

Baca Juga: Manfaat Membayar Pajak Bagi Pengusaha

Biaya Variabel

Biaya variabel berfluktuasi ketika tingkat output produksi berubah, hal ini berkebalikan dengan biaya tetap. Jenis biaya ini bervariasi tergantung pada jumlah produk yang diproduksi perusahaan. Biaya variabel meningkat ketika volume produksi meningkat, dan turun ketika volume produksi menurun. Misalnya, produsen mainan harus mengemas mainannya sebelum mengirim produk ke toko. Ini dianggap sebagai jenis biaya variabel karena produsen memproduksi lebih banyak mainan, biaya pengemasannya meningkat. Namun, jika tingkat produksi produsen mainan menurun, biaya variabel yang terkait dengan kemasan menurun.

Biaya operasional

Biaya operasi adalah biaya yang terkait dengan kegiatan bisnis sehari-hari tetapi tidak dapat atau sulit ditelusuri untuk satu per satu produk. Biaya operasi dapat bervariasi atau tetap. Contoh biaya operasional adalah sewa dan utilitas untuk pabrik. Biaya operasional adalah biaya sehari-hari, tetapi diklasifikasikan secara terpisah dari biaya tidak langsung – yaitu, biaya yang terkait dengan produksi secara langsung. Investor dapat menghitung rasio biaya operasional perusahaan, yang menunjukkan seberapa efisien suatu perusahaan dalam menggunakan biaya mereka untuk menghasilkan penjualan.

Stand By Cost (Biaya utuk Berjaga-Jaga)

Stand By Cost adalah semua biaya yang dikeluarkan untuk mempertahankan kapasitas atau kemampuan organisasi dalam menjalankan kegiatan produksi, pemasaran dan administrasi. Secara berkala beban biaya ini masuk dalam laporan laba rugi. Untuk memahami biaya ini paling mudah bisa melihat contoh biaya penyusutan aktiva tetap yang secara periodik (bulanan dan tahunan) selalu ada sepanjang umur aktiva tetap tersebut masih tercatat. Biaya ini juga tidak memandang perusahaan sedang surut atau maju dan tidak pula dapat dihapuskan atau ditiadakan.

Dengan memahami berbagai jenis biaya pengelolaan bisnis diatas, diharapkan pemilik perusahaan mampu mengelolanya dengan baik sehingga bisa efektif. Prinsip untuk meningkatkan laba perusahaan adalah menghasilkan omset penjualan produk atau jasa yang lebih tinggi dengan biaya yang lebih rendah.

5 Pola Pikir Pengusaha Sukses yang Wajib Anda Tiru

Bagi seorang pebisnis, keberhasilan dan kegagalan sering kali semuanya tergantung pada mentalitas seseorang. Meskipun wirausahawan yang sukses dapat saja memiliki berbagai tipe kepribadian, ada beberapa ciri yang sama-sama mereka miliki. Penting bagi wirausahawan pemula untuk mengadopsi sifat-sifat ini ketika menjalankan bisnis mereka. Kami melihat setidaknya ada 5 elemen kunci yang menentukan pola pikir pelaku bisnis yang sukses seperti berikut ini:

1. Pengusaha Sukses Selalu Lapar Untuk Mengejar Pengetahuan Baru

Tidak ada individu yang tahu segala hal atas bidang yang akan maupun sedang dia tekuni. Dan faktanya, banyak pengusaha sukses di dunia ini yang memiliki budaya membaca dan selalu mencari pengetahuan baru yang akan meningkatkan pekerjaan dan kehidupan sosial mereka.

Jika Anda ingin menjadi lebih baik dalam mencapai tujuan bisnis dan pribadi Anda, kembangkan kebiasaan membaca yang sehat. Jangan mudah tergoda berita hoax maupun gosip karena itu justru akan meracuni pikiran Anda sendiri. Budaya membaca ini tidak terbatas pada buku dan majalah tetapi juga situs web informatif yang terkait dengan bisnis Anda tentunya.

2. Kegigihan Yang Luar Biasa

Sebagian besar perusahaan yang baru dibentuk akan membutuhkan waktu berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun untuk mencapai titik impas. Lebih buruk lagi, menghasilkan untung tidak berarti Anda keluar dari usaha keras tersebut. Membangun perusahaan yang sukses adalah tugas harian yang tidak pernah benar-benar berakhir sampai kapanpun. Hanya saja kadang orang melihat pengusaha sukses itu jika sudah santai dan punya banyak uang. Padahal tidak. Di masa seperti itupun, mereka tetap bekerja keras.

Jika Anda memulai bisnis dengan harapan bisa menjadi besar dalam semalam, kemungkinan Anda akan sangat kecewa. Tentu saja, wirausahawan terbaik adalah yang gigih bekerja tetapi juga bijaksana. Mereka memiliki perasaan yang baik untuk mengetahui kapan saatnya untuk melepaskan upaya sia-sia yang tidak produktif.

3. Pengusaha Sukses Selalu Berpikir untuk Menciptakan Tim yang Mandiri

Pengusaha besar adalah manajer yang baik. Mereka tahu bagaimana mengerahkan pasukan, menggalang mereka ke arah suatu tujuan dan memastikan semua orang di tim mampu menarik beban dan tanggung jawab secara bersama-sama.

Jika Anda ingin sukses sebagai pengusaha, Anda harus menghilangkan ketergantungan pada satu orang. Sebaliknya, kembangkan sistem yang bebrasis teknologi dan proses otomasi untuk menciptakan prosedur dan kebijakan yang memastikan tim berfungsi dengan lancar bahkan ketika satu anggota tidak ada atau tidak dapat diandalkan.

4. Pengusaha Sukses Selau Siap Berubah Dalam Menghadapai Persaingan Bisnis

Lingkungan bisnis tidak pernah statis. Ini terus menerus berubah dengan teknologi, regulasi, pesaing, dan harapan pelanggan yang terus berubah. Umumnya manusia dibentuk dalam kondisi suka untuk menikmati zona nyaman mereka, tetapi ini bisa menjadi kesalahan fatal dalam menjalankan bisnis.

Pengusaha yang sukses selalu memiliki telinga yang peka dan tahu kapan saatnya untuk mulai melakukan hal-hal yang berbeda. Mereka memiliki kemampuan luar biasa untuk mengantisipasi perubahan sehingga memberi mereka awal yang baik untuk memulai kompetisi.

5. Pengusaha Sukses Selau Berfikir Untuk Maju, Setiap Saat

Ketika Anda seorang karyawan, Anda adalah bagian dari tim yang bekerja menuju tujuan yang ditentukan perusahaan atau boss Anda. Namun sebaliknya, berbeda jika Anda pengusaha. Kehidupan seorang wirausahawan bisa jadi sangat sunyi. Keberhasilan bisnis terletak di pundak Anda. Pada akhir setiap akhir hari, Anda tidak hanya harus berpikir apakah Anda menghasilkan cukup uang banyak untuk membayar staf Anda, tetapi juga apakah usaha Anda hari ini cukup untuk membuat bisnis berjalan ke arah yang Anda impikan?

Beban dan harapan inilah yang menjadi dorongan bagi seorang wiraswasta yang tanpa henti untuk menghasilkan lebih banyak lagi hasil setiap harinya. Hal ini kadang menyebabkan kelelahan. Pengusaha besar sangat memperhatikan perawatan diri karena mereka mengenali pentingnya menyegarkan pikiran dan memulihkan tingkat energi mereka.

Cara Sederhana Mengelola Keuangan UKM/UMKM

Melakukan bisnis sendiri adalah sebuah pertaruhan besar akan masa depan kita. Bisa jadi sukses, atau gagal. Bisnis Anda lebih merupakan hobi jika Anda tidak menghasilkan uang. Oleh karena itu mengelola dan mengatur keuangan bisnis kecil Anda , dalam skala UKM/UMKM dengan tepat dapat berkontribusi pada keberhasilan bisnis Anda dan memastikan Anda mencapai sasaran laba yang diinginkan. Seperti keuangan pribadi, ada banyak cara untuk mengatur keuangan usaha kecil Anda tergantung pada apa tujuan Anda.

Untuk membantu Anda dalam mengelola keuangan dan mencapai target yang diinginkan, berikut ini cara sederhana mengelola keuangan UKM/UMKM

Telusuri Penghasilan Usaha Anda Baik Minggunan atau Bulanan

Penting untuk mengetahui berapa banyak yang Anda hasilkan. Anda dapat melacak penghasilan Anda, bulanan, mingguan, atau bahkan setiap hari sehingga Anda dapat lebih memahami berapa banyak uang yang Anda miliki saat itu. Saya suka menggunakan spreadsheet untuk melacak pendapatan saya dan saya membagi pendapatan saya ke dalam kategori yang mewakili berbagai aliran pendapatan bisnis saya.

Jika Anda menggunakan perangkat lunak faktur atau pembukuan, Anda juga dapat menggunakan program tersebut untuk membantu Anda melacak pendapatan bisnis Anda. Manfaat lain dari melacak penghasilan Anda adalah memungkinkan Anda memantau hal-hal dengan lebih baik sehingga Anda dapat menentukan stratgei bisnis ke depannya.

Lacak dan Audit Biaya Anda

Jika Anda melacak penghasilan Anda, Anda perlu juga melacak pengeluaran Anda juga. Pengusaha memiliki pengeluaran penting yang harus dibayar untuk menjaga bisnis tetap berjalan. Anda dapat mengurangi sebagian pengeluaran bisnis Anda untuk pajak misalnya, dan ini akan menurunkan penghasilan kena pajak Anda. Ini juga akan menurunkan jumlah uang yang ada di laporan arus kas usaha Anda.

Anda dapat melacak pengeluaran Anda dengan cara yang sama dengan saat Anda melacak pengeluaran Anda. Melakukan hal ini akan memungkinkan Anda untuk mengaudit pengeluaran Anda secara teratur juga sehingga dapat memastikan Anda tidak mengeluarkan uang terlalu banyak pada biaya yang tidak perlu.

Simpan Rekening Bank Terpisah

Segera setelah bisnis Anda mulai menghasilkan uang, Anda perlu memisahkan keuangan Anda. Sekedar berbagai pengalaman, saya menyimpan semua keuangan pribadi dan bisnis saya di satu rekening bank selama tahun pertama saya berwirausaha dan saya benar-benar menyesalinya. Saya sangat bingung saat pajak dan semua pengeluaran sangat tidak terorganisir. Butuh berjam-jam untuk kembali ditata.

Anda dapat menghindari sakit kepala ini hanya dengan membuka rekening bank terpisah untuk bisnis Anda.

Biarkan penghasilan Anda terkontrol melalui akun itu dan Anda dapat membayar semua pengeluaran Anda dari akun itu. Setiap bulan Anda akan menerima laporan dan akan lebih mudah untuk melacak arus kas Anda.

Pertimbangkan Cara Anda Menerima Pembayaran

Jika Anda ingin membuat sistem pembayaran menjadi lancar dan mudah, maka Anda perlu menentukan bagaimana Anda akan menerima pembayaran. Membuat sistem pembayaran ini  tergantung pada cara kerja bisnis Anda. Jika bisnis Anda adalah bisnis jasa Anda mungkin ingin mengirim faktur secara teratur. Jika Anda menjual produk, Anda mungkin ingin menerima pembayaran kartu kredit di lokasi Anda atau menyiapkan opsi keranjang online untuk situs web Anda. Bandingkan opsi dan pertimbangkan berapa biayanya untuk menemukan solusi yang tepat untuk Anda.

Buat Sistem Anda Secara Digital

Di era teknologi seperti saat ini, banyak orang benci berurusan dengan banyak kertas. Itulah sebabnya saya mencoba mendigitalkan sebagian besar dokumen keuangan agar bisnis saya tetap teratur. Anda dapat menyimpan dokumen secara digital dan melindunginya dengan menggunakan layanan aman pihak ketiga. Anda tidak harus menyimpan semuanya di komputer Anda dan mungkin justru tidak boleh karena alasan keamanan.

Jika Anda lebih suka menyimpan beberapa salinan cetak, pastikan untuk memilah-milah dan mengaturnya dalam lemari arsip. Anda juga perlu melacak dokumen penting seperti berikut ini:

  • Catatan akuntansi dan pembukuan
  • Catatan bank
  • Kontrak, termasuk sewa dan perjanjian pembelian
  • Aplikasi dan paten merek dagang
  • Izin dan lisensi
  • Catatan karyawan

Percayalah pada saya, mengatur dan mendigitalkan dokumen-dokumen ini sangat penting.

Jadwalkan Pembahasan Laporan Keuangan Secara Berkala

Penting untuk menjadwalkan waktu untuk duduk bersama tim dan memeriksa keuangan bisnis Anda secara teratur. Penghasilan dan pengeluaran Anda akan berfluktuasi, jadi yang terbaik adalah tetap fokus dan konsisten memeriksa keuangan Anda.

Beberapa langkah awal dasar ini akan membantu Anda berada di jalur yang benar dalam mengatur keuangan usaha kecil Anda dengan lebih baik.

Manfaat Membayar Pajak Bagi Pengusaha

Pajak merupakan sumber pendapatan negara yang paling utama. Pemasukan pajak, diharapkan menjadi salah satu sarana pemerataan pendapatan warga negara dan sumber dana pembangunan negara bagi pemerintah. Warga negara yang baik memiliki kewajiban untuk melakukan pelaporan pajak yang dikenal dengan SPT atau surat Pemberitahuan Tahunan. Batas waktu pelaporan SPT Tahunan dibagi menjadi 2 yaitu , setiap tanggal 31 Maret untuk pribadi dan 30 April untuk badan usaha atau perusahaan. Anda bis melaporkannya secara manual atau online.

Manfaat Membayar Pajk Bagi Pengusaha

Selain untuk kepentingan warga negara dan juga mendukung pemerintah dalam menjalankan program pembangunan, pajak juga memberikan manfat bagi pengusaha. Berikut ini sederet manfaat ajak bagi pengusaha yang perlu Anda pahami agar Anda makin semangat mendukung pembangunan melalui sektor pajak ini:

  1. Usaha Anda makin punya reputasi dan dipercaya di mata konsumen. Jika usaha Anda sudah memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) maka perkembangan bisnis juga lebih mudah dilakukan karena NPWP seringkali menjadi syarat kontrak dengan konsumen.
  2. Usaha Anda akan semakin mudah untuk mendapatkan modal dari kreditur (bank). Salah satu syarat utama untuk mendapatkan pendanaan dari bank adalah memiliki NPWP. Dengan memiliki NPWP, usaha Anda akan lebih mudah mengajukan pinjaman modal, makin terlihat lebih profesional dan pada akhirnya membuat pertumbuhan bisnis semakin cepat dengan dukungan modal yang lebih mudah untuk didapatkan.
  3. Dengan memiliki NPWP, artinya usaha Anda akan tertib membayar pajak yang pada akhirnya Anda akan membantu pemerintah secara aktif dan nyata berkontribusi dalam pembangunan negara. Oleh karena itu, pemerintah dalam hal ini akan makin gencar mendorong tumbuhnya pengusaha baru demi menunjang pendapatan negara dari sektor pajak.

Bagaimana hutang dan pajak dapat membuat pengusaha semakin sukses?

Untuk menjadi pengusaha sukses, Anda harus pintar dalam mengelola hutang dan juga pajak. Dalam hal ini kami akan lebih banyak mengulas dari sisi manfaat keduanya bagi pengusaha.

  • Pengusaha jadi lebih paham dengan risiko. Semua pasar memiliki risiko. Apakah Anda berinvestasi dalam real estat, energi, pertanian atau membuat bisnis Anda lebih besar, ada risiko kehilangan uang. Tren bisnis bisa dianalisa dari tren pembayaran pajak anda, sedangkan resiko bisnis bisa dianalisa dari hutang usaha Anda. Tertib dalam mengelola kedua hal ini akan membuat usaha Anda makin besar dan sehat.
  • Taklukkan fobia audit Anda. Pengusaha bisnis besar sering membiarkan ketakutan akan audit menghalangi mereka mengambil keuntungan dari setiap manfaat pajak yang mungkin saja tersedia. Jadikan audit sebagai peluang untuk mempelajari dan meningkatkan kesehatan bisnis Anda. Pikirkan audit sebagai pemeriksaan tahunan, seperti ujian fisik. Jika Anda telah memilih akuntan Anda dengan baik, ia akan mengajari Anda jika Anda menghadapi audit.

Kedua hal ini bisa Anda lihat dari kedua sisi. Jika Anda seorang karyawan yang bermimpi menjadi bos bagi Anda sendiri atau pemilik usaha kecil, Anda mungkin fokus untuk bekerja demi uang dan menghindari hutang. Anda mungkin berpikir bahwa 1 persen harus menanggung lebih banyak beban pajak. Coba lihat perspektif pihak lain. Bayangkan Anda seolah berdiri di tepi koin logam. Dari sudut pandang itu, Anda dapat melihat kedua sisi dan membuat keputusan yang cerdas dalam hal ini keputusan untuk mengelola uang, hutang dan juga pembayaran pajak termasuk didalamnya.

Jenis-jenis Pajak yang Harus Dibayar Pengusaha Bisnis Properti

Bagi Anda yang ingin memulai usaha di bidang properti, pemahaman akan aturan pajak penting untuk dilakukan. Hal ini tentu saja akan masuk dalam komponen perhitungan harga jual beli properti, agar keuntungan yang didapatkan bisa sesuai harapan. Pemahaman yang salah akan membuat bisnis Anda justru rugi karena ada pajak yang jumlahnya lumayan besar tapi tidak Anda perhitungkan.
Dalam transaksi jual-beli properti subjek pajak terdiri dari penjual dan pembeli, sedangkan objek pajak adalah properti itu sendiri. Penjual sebagai penerima uang kena pajak sedangkan pembeli sebagai penerima barang juga kena pajak. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat ulasan berikut ini:

Pajak untuk Pengusaha (Penjual) Properti

Pajak Penghasilan (PPh) Final

PPh Final dikenakan karena adanya Pengalihan Hak Atas Tanah & Bangunan dengan besaran tarif PPh adalah 2,5 % dari Nilai Peralihan ÷ Nilai Transaksi. Misalnya pengusaha properti menjual rumah seharga 2,5 milyar rupiah, maka besarnya PPh final adalah sebesar: 62,5 juta rupiah, hasil perhitungan 2,5% x 2,5 milyar rupiah.

Pajak Bumi Bangunan (PBB)

PBB dipungut karena adanya keuntungan dari orang yang mempunyai tanah dan bangunan tersebut dengan besaran yang berbeda-beda tergantung lokasi dan bisa dilihat di Surat Pemberitahuan Pajak Terutang Pajak Bumi dan Bangunan (SPPT PBB) dan dibayarkan setahun sekali. Komponen yang tertera dalam SPPT PBB adalah Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) dan NJOP Tidak Kena Pajak. Misalnya saja pemilik properti memiliki properti dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) :  2.049.175.000, NJOP Tidak Kena Pajak (NJOP TKP) : 15.000.000, NJOP untuk perhitungan PBB : 2.030.175.000 maka PBB yang terutang adalah 0.2 % x 2.030.175.000 = 4.060.350.

Pajak untuk Pembeli Properti

Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

Pajak ini dikenakan untuk setiap pertambahan nilai dari barang atau jasa atas peredarannya dari produsen ke konsumen. Pajak ini dipungut penjual (Jika terdaftar sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP) untuk disetorkan ke Negara yang besarnya adalah 10 % dari Nilai Peralihan. PPN berlaku untuk jual beli rumah baru (termasuk yang dijual pengembang ke konsumen) dan tidak berlaku untuk jual beli rumah seken.

Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM)

PPnBM khusus berlaku untuk barang mewah, sedangkan di bidang properti, PPnBM hanya berlaku untuk primary product (jaul rumah dari developer ke konsumen) dan tidak berlaku antar individu yang besarnya ditetapkan 20 % dari Nilai Transaksi. Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 206/PMK.010/2015, mengatur properti yang digolongkan barang mewah yaitu apabila harganya mencapai 20 milyar rupiah untuk rumah tapak dan 10 milyar rupiah untuk apartemen.

Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)

BPHTB dikenakan sebagai akibat diperolehnya hak atas tanah dan atau bangunan oleh orang pribadi atau badan yang besarnya adalah 5% dari Nilai Transaksi. Besaran pajak tersebut dikenakan untuk Nilai Transaksi yang sudah dikurangi terlebih dahulu dengan Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP). Jadi misalnya besarnya NPOPTKP besarnya 60 juta,s edangkan rumah dijual dengan harga 150 juta, maka besarnya BPHTB adalah 5% x (150 juta – 60 juta) = 4,5 juta rupiah.

Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)

PNBP pada bidang properti dilakukan ketika pengajuan permohonan balik nama sertifikat di Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang besarnya ditetapkan sebesar (0,1 % x Zona Nilai Tanah) + 50.000. Besarnya Zona Nilai Tanah (ZNT) ditetapkan oleh Kementrian Agraria dan Tata Ruang/BPN yang menggambarkan nilai tanah yang relatif sama atas sekumpulan bidang tanah yang ada di dalamnya.

BBN (Bea Balik Nama)

BBN pada bidang properti dikenakan kepada pembeli untuk proses balik nama sertifikat properti saat terjadi pembelian dari penjual. Jika beli dari developer biasanya sudah dihitung diawal dan di urus oleh developer, sedangkan untuk transaksi perorangan bisa diurus sendiri atau oleh notaris. Besarnya BBN rata-rata sekitar 2% dari nilai transaksi yang besarnya tiap daerah bisa saja berbeda.

Bagi Anda yang terjun dalam dunia bisnis properti, perhitungan pajak diatas penting untuk dipahami dengan baik agar usaha Anda bisa berjalan lancar.

Pajak UMKM: Apa Saja Pajak yang Harus Dibayarkan?

Salah satu upaya pemerintah menggenjot pertumbuhan UKM dan UMKM di tanah air adalah dengan kebijakan pajak UKM dan UMKM. Kebijakan pajak UKM dan UMKM ini berlaku jika usaha Anda masuk dalam kategori UMKM. Menurut Undang-undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro Kecil Menengah, klasifikasi UMKM bisa dibedakan dari jumlah aset dan total omzet penjualan. Sedangkan menurut Badan Pusat Statistik, klasifikasi tersebut termasuk juga jumlah karyawan.

Klasifikasi Usaha Mikro atau Industri Rumah Tangga

Kelompok usaha terkecil ini adalah usaha produktif milik orang perorangan dan/atau badan usaha perorangan dengan kriteria memiliki karyawan kurang dari empat orang dengan aset (kekayaan bersih) hingga Rp 50 juta dan omzet penjualan tahunan maksimal Rp. 300 juta.

Klasifikasi Usaha Kecil

Kelompok usaha masuk dalam kageori usaha kecil adalah usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah, atau usaha besar yang memenuhi kriteria usaha kecil. Masuk dalam kategori usaha kecil ini jika memiliki karyawan kurang dari 5-19 orang, aset (kekayaan bersih) dari Rp 50 juta hingga Rp 500 juta dan omzet penjualan tahunan dari 300 juta hingga Rp 2,5 miliar

Klasifikasi Usaha Menengah

Kelompok usaha masuk dalam kageori usaha menengah adalah usaha seperti definisi diatas dan memenuhi klasifikasi ussaha kelas menengah yang meliputi jumlah karyawan antara 20 sampai 99 orang, aset (kekayaan bersih) antara Rp 500 juta hingga Rp 10 miliar, dan omzet penjualan tahunan antara Rp 2,5 miliar hingga Rp 50 miliar

Klasifikasi Usaha Besar

Kelompok usaha masuk dalam kageori usaha besar adalah usaha seperti definisi diatas dan memenuhi klasifikasi usaha besar yang meliputi jumlah karyawan lebih dari 100 orang, aset (kekayaan bersih) lebih dari Rp 10 miliar dan omzet penjualan tahunan lebih dari Rp 50 miliar.

Bagaimana proses pembayaran pajak untuk UKM atau UMKM dimulai?

Saat awal usaha Anda berdiri, administrasi perpajakan Anda dimulai dari mendaftarkan perusahaan atau badan di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) sesuai tempat usaha Anda berdomisili. Setelah terdaftar, Anda akan mendapatkan SKT atau Surat Keterangan Terdaftar. Di SKT tersebut disebutkan pajak-pajak apa saja yang harus Anda bayarkan.

Bagaimana Pemberlakukan Pajak untuk UKM/UMKM tersebut?

Pajak UKM dan UMKM diatur dalam Pasal 2 UU No. 36 tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan, setiap orang pribadi, orang pribadi yang memiliki warisan belum terbagi, badan dan bentuk usaha tetap merupakan objek pajak penghasilan. Pembayaran pajak dilakukan atas dasar jenis transaksi yang Anda lakukan dan jumlah omzet usaha Anda dalam setahun. Namun sekurangnya berikut ini yang harus Anda keluarkan pajaknya:

  • PPh Pasal 4 Ayat 2 atau PPh Final (jika ada sewa gedung/kantor, omzet penjualan, dll)
  • PPh Pasal 21 (jika memiliki pegawai)
  • PPh Pasal 23 (jika ada transaksi pembelian jasa)

Mengenal PPh Final 0,5%, Kebijakan khusus untuk UKM

Demi mendorong pertumbuhan UKM di Indonesia, pemerintah menerapkan kebijakan PPh Final yang sebenarnya merupakan nama lain dari PPh Pasal 4 ayat 2. Ojek PPh Final, ini meliputi sewa bangunan, jasa konstruksi, pajak atas obligasi, pajak atas peredaran bruto (omzet) usaha yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 46 Tahun 2013.

Ketentuan PPh Final ini menyebutkan bahwa pajak atas penghasilan dari usaha yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak yang memiliki peredaran bruto atau omzet di bawah Rp 4,8 miliar dalam setahun yaitu sebesar 0,5% dari total omzet usaha Anda. Jadi, jika misalnya omzet usaha Anda setahun adalah dibawah 4,8 M, maka besarnya PPh Final Anda adalah dibawah Rp.24 juta. Batas waktu pembayaran  yang harus dibayarkan adalah tanggal 15 setiap bulannya yang bisa dibayarkan secara online dengan mendapatkan id billing terlebih dahulu.

3 Metode Pembagian Laba Perusahaan Persekutuan

Perusahaan biasanya membagi laba antara dirinya dan pemegang sahamnya. Laba perusahaan adalah kelebihan pendapatan yang diterima oleh perusahaan atas biaya yang dikeluarkan perusahaan. Total laba perusahaan didistribusikan dalam tiga cara. Satu porsi digunakan untuk membayar pajak laba perusahaan. Yang kedua adalah laba perusahaan yang tidak didistribusikan dan disimpan oleh perusahaan untuk membiayai investasi modal. Dan yang ketiga kemudian dibayarkan sebagai dividen kepada pemegang saham, atau pemilik perusahaan.

Perusahaan memilih untuk membagi keuntungan dalam bentuk dividen karena mendorong pemegang saham untuk terus berinvestasi di perusahaan tersebut. Memahami transaksi yang berkaitan dengan dividen dan laba ditahan membantu Anda mengetahui dampak transaksi pada laporan keuangan perusahaan.

Prinsip Pembagian Laba Perusahaan Persekutuan

Ketika sebuah perusahaan publik menghasilkan laba, ia memutuskan apakah akan membagikan laba kepada pemegang saham dalam bentuk dividen atau tidak. Dalam kebanyakan kasus, perusahaan menerbitkan dividen tunai, tetapi mereka juga dapat menerbitkan dividen saham. Dividen tunai adalah pembayaran tunai, dan dividen saham mewakili saham tambahan yang diberikan perusahaan kepada pemegang saham mereka. Perusahaan biasanya membayar dividen setiap tiga bulan. Perusahaan tidak diwajibkan membayar dividen kepada pemegang saham, dan mereka terkadang bisa saja menghentikan pembayaran dividen selama periode yang tidak ditentukan.

Maka, salah satu upaya untuk menyelesaikan persoalan pembagian laba tersebut adalah dengan menjabarkan metode pembagian laba persekutuan komanditer dan harus dinyatakan dalam perjanjian kerjasama persekutuan. Secara prinsip aturannya sebagai berikut:

  1. Seluruh peserta (rekan) dalam perusahaan persekutuan memperoleh bagian yang sama jika perjanjian tidak menyebutkan mengenai pembagian laba bersih atau rugi bersih
  2. Seluruh peserta (rekan) dalam perusahaan persekutuan memperoleh bagian berdasarkan kontribusi modal masing-masing yang jumlahnya berbeda-beda.
  3. Seluruh peserta (rekan) dalam perusahaan persekutuan memperoleh bagian berdasarkan kontribusi jasa yang besarnya tidak sama jika jasa yang diberikan salah satu rekan lebih penting dibandingkan jasa rekan lainnya.

3 Metode Pembagian Laba Perusahaan Persekutuan

Atas dasar prinsip pembagian laba perusahaan seperti diulasa diatas, setidaknya ada 3 metode pembagian laba perusaan persekutuan sebagai berikut:

#1. Metode Pembagian Laba Berdasar Jasa Rekan

Konsep dari metode ini adalah memberikan tunjangan gaji kepada para rekan sesuai jasa yang diberikan. Secara hukum bukan merupakan karyawan perusahaan maka diperlakukan sebagai pembagian laba bersih dan dikreditkan ke akun modal saham.

Misalnya saja:

A dan B sepakat bersekutu mendirikan perusahaan dimana dalam perjanjian persekutuan menjanjikan tunjangan gaji bulanan. A akan menerima tunjangan bulanan sebesar Rp 4.000.000 atau Rp 48.000.000 satu tahun, dan B akan menerima Rp 3.000.000 atau Rp 36.000.000 setahun. Perhitungan laba bersih yang tersisa setelah pembagian tunjangan gaji akan dibagi sama rata dan dimasukkan dalam perjanjian.

#2. Metode Pembagian Laba  Berdasar Jasa Rekan dan Investasi

Konsep dari metode ini adalah sebelum pembagian laba bersih perusahaan menyediakan:

  • Tunjangan gaji
  • Bunga atas investasi modal
  • Sisa laba bersih kemudian dibagi sesuai kesepakatan.

Misalnya saja:

A dan B bersekutu mendirikan perusahaan dengan modal A sebesar 500 juta dan B sebesar 300 juta dan membuat perjanjian pembagian laba sebagai berikut:

  • Tunjangan gaji bulanan sebesar Rp 4.000.000 untuk A dan Rp 3.000.000 untuk B
  • Bunga sebesar 10% atas saldo modal masing-masing rekan per periode tertentu.
  • Sisa laba bersih dibagi rata di antara para rekan.

Jika pada periode yang ditentukan laba bersih 150 juta maka A akan mendapatkan saldo kredit atas laba perusahaan sebesar 10%x500 juta ditambah Rp 75 juta, sedangkan B akan memiliki saldo kredit atas laba perusahaan sebesar 10%x300 juta ditambah Rp 75 juta.

#3. Metode Pembagian Laba Berdasarkan Tunjangan diatas Laba Bersih

Konsep dari metode ini adalah jumlah pembagian laba bersih melebihi total jumlah tunjangan gaji dan bunga. Artinya jika jumlah laba bersih kurang dari total tunjangan, sisa saldo menjadi jumlah negatif yang pada akhirnya jumlah tersebut harus dibagi di antara para rekan sebagaimana terjadi rugi bersih. Dalam perjanjian persekutuan, sisa laba bersih atau rugi bersih apapun setelah dikurangkan dari tunjangan-tunjangan dibagi rata antara A dan B pada contoh diatas.

5 Faktor Penting yang Mempengaruhi Keberhasilan Bisnis Anda

Seringkali, wirausahawan pertama kali terjun ke sebuah bisnis hanya bermodalkan tren usaha yang sedang berkembang di masyarakat dan cenderung ikut-ikutan. Mereka buta seberapa besar potensi market yang ada dan seberapa kuat kekuatan pendukung bisnis dia untuk mencapai market atau bahkan menambah market yang tersedia saat ini. Untuk membantu Anda membaca peta kekuatan bisnis dan potensi market yang ada, berikut ini 5 faktor pendukung sukses bisnis Ada yang perlu dipahami pemilik bisnis baik yang masih baru maupun sudah berjalan setidaknya di 5 tahun pertama:

  1. Ide bisnis yang inovatif

Jika Anda ingin mencoba bertahan, terutama dalam industri yang kompetitif, maka Anda perlu menentukan apa yang membedakan Anda dari opsi bisnis lain yang sudah tersedia sebelumnya. Pemasaran yang cerdas atau teknologi yang menarik saja tidak akan menjamin bahwa target pelanggan Anda akan kagum dengan apa yang Anda tawarkan – Anda harus menawarkan nilai nyata yang berbeda dan / atau pengalaman baru bagi pelanggan baru Anda.

Richard Werbe, pendiri platform konsultan bisnis mikro StudyPool, menjelaskan strateginya untuk menghasilkan ide bisnis yang inovatif, dengan mengatakan bahwa, “Anda harus memperhatikan tren. Kebanyakan orang berpikir mereka harus datang dengan ide yang sepenuhnya orisinal, tetapi Anda dapat mengambil tren populer saat ini dan membangun dari apa yang sudah Anda lihat di sana, untuk kemudian menciptakan layanan atau produk yang lebih baik lagi. “

Pasar akan menentukan apakah bisnis Anda akan berhasil atau tersingkir dan satu cara untuk meraih peluang tersebut adalah dengan memiliki produk atau layanan inovatif yang akan diterima dengan baik. Anda tidak harus sepenuhnya menemukan sesuatu yang baru – Anda cukup hanya membuatnya lebih baik dari produk dan layana yang sudah ada saat ini.

  1. Mencari dan memilih bakat yang tepat

Keberhasilan jangka panjang bisnis Anda mengharuskan Anda mengumpulkan bakat yang tepat untuk membangun bisnis Anda. Tim Anda adalah tulang punggung perusahaan, dan satu orang yang tidak kompak saja bisa jadi “toxic employee” serta dapat sepenuhnya menggagalkan kemajuan bisnis Anda. Apakah Anda sedang membangun tim di satu tempat yang sama atau mencari tenaga kerja jarak jauh (freelance), satu hal yang Anda cari adalah bakat yang tepat dan cocok dengan visi yang sama untuk meningkatkan peluang keberhasilan.

Kip Skibicki, pendiri Top Notch Threads Consultant, memahami pentingnya menyusun tim all-star. “Ketika saya memulai perusahaan saya, saya tidak memiliki banyak koneksi, tetapi saya berkomitmen untuk membangun sebuah tim yang berbagi visi dengan saya, bekreja bersama dengan memiliki pengalaman dan pengetahuan yang diinginkan perusahaan untuk setiap peran yang mereka miliki,” kata Skibicki.

Membangun bisnis membutuhkan banyak pekerjaan selama fase startup dan akan jauh lebih menyenangkan ketika seluruh tim bersedia untuk berusaha keras untuk mencapai tujuan dan mencapai keberhasilan bersama.

  1. Memperluas jaringan Anda

Membangun jaringan pengusaha yang berpikiran sama memiliki beberapa manfaat. Hal ini bisa dijadikan media saling tukar pikiran terutama pada tahap awal bisnis. Ketika jaringan Anda tumbuh, demikian juga sumber daya Anda akan semakin besar.

Anda bisa bergabung dengan beberapa grup profesional bisnis dan terus-menerus berjejaring untuk menambah relasi. Secara bisnis, Anda akan melihat betapa untungnya jaringan bisnis tersebut dan telah mendorong Anda untuk mendapatkan peluang baru kedepannya.

  1. Kerja keras

Jika Anda tidak ingin tangan Anda kotor dan berkeringat, Anda mungkin sama saja dengan tidak memulai bisnis yang sukses. Banyak pengusaha potensial memiliki perasaan keliru tentang bagaimana sebenarnya memiliki bisnis. Bisnis adalah kerja keras, pada posisi apapun dan daam skala bisnis yang bagaimanapun. Tinggal Anda sebagai pebisnis mengelola kerja keras Anda dalam bentuk yang seusai dengan tantangan yang ada.

  1. Penjualan (sales)

Ada satu hal yang bisa Anda jadikan indikator yang cepat untuk membuktikan kelayakan produk atau layanan Anda yaitu penjualan. Penjualan membuktikan Anda memiliki sesuatu produk yang layak, dan juga menyuntikkan pendapatan ke bisnis Anda. Angka penjualan juga memungkinkan Anda untuk tumbuh dan menghindari defisit alias kebangkrutan.

Sebagai seorang wirausahawan, Anda harus terus-menerus menjual visi Anda kepada karyawan, mitra, investor, dan semua pihak bahwa saat ini bisnis Anda prospektif. Ide bagus, tetapi tanpa penjualan yag baik, ide ini kemungkinan besar akan gagal. Mark Cuban, konsultan bisnis terkemuka terus-menerus berbicara tentang bagaimana kesuksesan didasarkan pada penjualan. Pengusaha yang hebat dalam penjualan memberi bisnis mereka keunggulan yang kompetitif.

Dengan memahami 5 aspek penting diatas, Anda akan semakin sukses dalam menjalankan bisnis kedepannya.

Cara Mengelola Piutang agar Lancar tidak Macet Tak Tertagih

Banyak Perusahaan Merugi Akibat Piutang tak Tertagih..

 

Benarkah pernyataan seperti itu? Baiklah mari kita bahas pada artikel ini..

Salah satu pendukung kelancaraan bisnis adalah cashflow yang lancar. Piutang dalam bisnis merupakan hal yang wajar dilakukan untuk menciptakan mitra bisnis. Piutang biasanya timbul dari penjualan kredit barang/jasa yang merupakan hasil usaha dari perusahaan yang bersangkutan.

Akan tetapi, hal tersebut akan memberikan resiko bagi perusahaan seperti akan adanya kemungkinan piutang-piutang yang tidak tertagih atau macet. Sebagian dari Anda mungkin pernah mengalami hal ini pada perusahaan yang dipimpin.

Piutang macet merupakan salah satu gejala yang dapat menghambat kelancaran bisnis. Hal tersebut juga dapat menyebabkan cashflow (arus kas) jadi seret.

Ketika cash masuk tidak lancar, sehingga perkembangan bisnis akan terganggu jika cash masuk tidak lancar. Tidak hanya itu, cash masuk tidak lancar juga berpengaruh pada pembelian stok atau persediaan barang lain dan pembayaran biaya operasional Anda yang menjadi tertunda akibat kas yang minus.

Apa Solusinya??

Seperti yang sudah dibahas, begitu pentingnya mengatasi piutang macet supaya arus kas lancar. Kalau tidak segera diatasi, bisa saja perusahaan akan terus menerus merugi dan bisa berujung gulung tikar.

Solusinya yaitu dengan menyusun laporan piutang. Kalau Anda selama ini menyusun laporan piutang secara manual, itu masih bisa. Namun bila Anda melakukan pencatatan piutang di kertas biasa atau buku jurnal, dikhawatirkan buku-buku tersebut bisa hilang karena lupa taruh atau bahkan di makan binatang rayap bila disimpan di tempat sembarangan.

Sangat disarankan Anda menggunakan software yang dapat menampilkan laporan piutang secara tepat dan cepat..

 

1. Terapkan Kebijakan Jatuh Tempo

Jatuh tempo merupakan batas waktu akhir pembayaran yang harus dilakukan oleh pihak terutang. Bila sebelumnya perusahaan menerapkan jatuh tempo 30 hari, untuk menghindari piutang macet maka bisa dikurangi jatuh temponya menjadi 15 hari atau hanya menerima pembelian secara tunai.

2. Sering Lakukan Follow Up.

Cara yang pertama merupaka cara umum yang wajib dilakukan setiap perusahaan. Dengan sering melakukan follow Up terhadap piutang yang belum dibayar oleh pihak yang bersangkutan, maka potensi untuk dibayarnya piutang tersebut lebih besar.

Ada kemungkinan pihak yang memiliki hutang lupa bila mereka masih punya piutang yang harus dibayar. Untuk itu perlu dilakukan follow up sehingga tidak sampai menjadi piutang yang tak tertagih

3. Tagih secara Agresif

Apabila cara yang pertama sudah dilakukan namun belum ada hasil, maka Anda perlu melakukan tindakan yang lebih terhadap pihak yang memiliki hutang untuk menagih piutang yang belum lunas. Anda bisa memberikan surat teguran atau peringatan untuk pihak yang terutang.

Hal ini secara perlahan akan membuat pihak terutang terbiasa melakukan pelunasan secepat mungkin. Jadi masalah piutang yang tak tertagih kemungkinan tidak akan terjadi lagi

4. Kenakan Denda Keterlambatan

Dengan mengenakan biaya denda keterlambatan, tentunya akan membuat pihak terutang berifikir dua kali bila saat telat membayar hutang yang harus dibayar. Karena semakin terlambat dari waktu yang sudah ditentukan, maka semakin banyak pula jumlah hutang yang harus dibayar.

5. Jalur Hukum

Jika yang menjadi masalah piutang macet adalah faktor moral penghutang, maka tidak ada jalan lain kecuali dengan melalui jalur hukum. Tidak harus ke pengadilan, tapi bisa melalui bantuan mediasi dari konsultan hukum. Jangan harap uang Anda kembali dengan cepat, karena proses ini akan memakan waktu panjang.

6. Blacklist Customer yang Menunda Pembayaran

Bila sudah menggunakan tiga cara di atas namun hasilnya nihil, maka Anda bisa melakukan blacklist terhadap customer yang menunda pembayaran. Mungkin terbilang agak kontroversi, tapi hal ini dilakukan agar Anda tidak mengalami piutang macet.

Namun cara di atas belum dapat dilakukan bila Anda belum memiliki catatan piutang dan laporannya. Akan lebih mudah bila Anda memiliki beberapa laporan piutang seperti laporan kartu piutang, atau laporan piutang jatuh tempo.

Semua yang Anda butuhkan ada di Beeaccounting

Jika Anda membutuhkan sistem otomatis yang bisa menyusun laporan kartu piutang, laporan piutang jatuh tempo dengan sangat cepat dan akurat, maka sistem Beeaccounting jawabannya..

9 Alasan Mengapa Anda Harus Mulai Menggunakan Beeaccounting..

  1. Meningkatkan omset penjualan
    Mengontrol order penjualan, jadwal pengiriman, cetak surat jalan. Informasi harga dan stok dapat tersaji cepat dan akurat. Mencegah back order berkat manajemen order dan stok. Analisa kebutuhan & manajemen buffer stock (min/max).
  2. Menekan rasio piutang tak tertagih
    Mengontrol penagihan piutang jatuh tempo tepat waktu. Mencetak daftar penagihan per collector area. Kartu piutang per customer, analisa umur piutang.
  3. Terintegrasi menu perpajakan
    Mencetak faktur pajak standard / sederhana. Laporan PPN masukan / keluaran, laporan PPH.
  4. Efisiensi proses Pembelian
    Mengontrol proses pembelian mulai dari Permintaan Pembelian, P.O., Penerimaan Barang hingga Invoice Pembelian.
  5. Menekan pengeluaran biaya dengan sistem budgeting
    Setting anggaran biaya & target income per Departemen & Project. Laporan income, biaya & laba/rugi per Departemen & Project.
  6. Menekan Kebocoran Uang dan Stock
    Mutasi keluar/masuk uang & barang dapat dilacak dengan detail, cepat & akurat.
  7. Bisnis Anda bisa diDelegasikan & Terkontrol tanpa kehadiran Anda.
    Manajemen hak akses data bisa disesuaikan dengan sistem perusahaan anda. Aman dari manipulasi, semua transaksi bisa di-audit.
  8. Mempercepat Pengambilan Keputusan strategis
    Dilengkapi ratusan variasi laporan yang tersaji Cepat & Akurat. Laporan Laba/Rugi, Neraca, Kas/Bank, Stok, Piutang. Memudahkan manajemen mengambil keputusan bisnis seperti: Customer, Strategi harga jual, Stok, Kas/Bank, Limit piutang.
  9. Konsolidasi antar cabang dengan biaya rendah
    Mendukung sistem online antar cabang luar kota/pulau via internet. Semua bisa anda kontrol kapanpun & dimanapun. *membutuhkan koneksi internet dengan ip address static

Anda bisa mendownload Beeaccounting melalui link berikut ini : Download Sekarang!

Untuk menghubungi kami, silahkan klik tombol Whatsapp di bawah ini..

Silahkan share dan berkomentar yaa..

Salam Let’s #beefree