Home / Program Akuntansi (page 2)

Program Akuntansi

program akuntansi

Bagaimana Mengelola Laba dan Beban Perusahaan?

Setiap bisnis harus focus pada pengelolaan laba dan beban perusaahan mereka agar tetap bertahan untuk terus beroperasi.  Profit/laba adalah uang perusahaan yang bertahan setelah semua pembayaran pengeluaraan perusahaan. Sedangkan, Beban/loss berasal dari jumlah pembayaran melebihi penjualan perusahaan dalam satu periode. Perusahaan harus mengelola laporan pendapatan, yang biasa dikenal dengan laporan laba rugi untuk menjaga agar profit terus positif dan mengontrol biaya pengeluaran agar tidak melebih batas wajar.

Cara untuk mengelola laba rugi usaha anda :

1. Initial Financial Assessment (Melakukan penilaian Keuangan Awal/ saldo awal)

Mengelola laba dan rugi dengan melakukan pengamatan posisi keuangan perusahaan. Anda harus mereview arus laporan laba rugi dan membandingkan hasil laporan akhir perusahaan sejak 2 hingga 3 tahun lalu. Akan lebih baik, bila anda memiliki orang khusus yang bertugas untuk menganalisa dan melaporkan informasi keadaan keuangan untuk dijadikan tolak ukur kinerja hasil rata-rata pendapatan dan pengeluaran perusahaan.

2.  Preparing Analytical Tools (Mempersiapkan Alat untuk Analisa)

Bagian keuangan pada bisnis anda harus mempersiapakan alat yang menghasilkan semua laporan keuangan. Laporan tersebut untuk menunjukan persentasi beban dari setiap penjualan, yang memungkinkan managemen mampu membatasin pengeluarannya.

3. Explaining Expense Growth ( Menjelaskan Perkembangan Biaya)

Orang yang bertugas menjadi akuntan dan analis harus mampu menyelidiki serta menjelaskan biaya mana yang menunjukkan pertumbuhan dari waktu ke waktu. Dan mampu memberikan masukan kepada perusahaan hal-hal apa saja yang dapat di tingkatkan oleh perusahaan.

4. Sales Review (Kesimpulan penjualan)

Seorang akuntan dan analis perusahan juga harus melakukan review penjualan perusahaan. Dan menganalisa terhadapa kondisi, biaya internal yang harus dikelola untuk menekan biaya perusahaan. Dalam hal ini, perusahaan harus mampu mengambil keputusan untuk membatasan produk dan pengeluaran.

Untuk mempermudah segala aktifitas bagian keuangan dalam menganalisa keuangan perusahaan sangat disarankan memiliki software akuntansi yang mampu dengan mudah memperoleh laporan perkembangan keuangan. BeeAccounting mampu menjawab kebutuhan perusahaan dalam mengelola keuangan. Selain itu, beeAccounting dapat digunakan tidak hanya untuk departemen keuangan saja. Namun, juga bisa untuk gudang bagian pengiriman, sales dan admin bagian proses penjualan. Dengan menggunakan BeeAccounting pekerja antar departemen akan jauh lebih mudah.

Tutorial Instalasi Web Server Bee PResto di Windows

Tutorial Instalasi Web Server Bee PResto di Windows

Berikut akan dijelaskan step-by-step cara instalasi web server Bee PResto di Windows.

1. Langkah pertama, silahkan download xampp versi 1.8.3 dari link berikut: www.BeeAccounting.com/z/xamppdl. Tunggu sampai proses download selesai, lalu lanjutkan dengan menginstall xampp tersebut

2. Selanjutnya, download juga aplikasi php Web Resto dari link berikut: http://www.beeaccounting.com/z/prestowebdl . Tunggu sampai proses download selesai, lalu extract file hasil download dengan cara klik kanan pada file tersebut -> Extract Here


Gambar 2. Extract file web-resto

3. Setelah file berhasil terextract menjadi folder yii dan resto, pindah kedua folder tersebut ke direktori C:\xampp\htdocs


Gambar 3. Pindah folder yii dan resto ke direktori C:\xampp\htdocs

4. Terakhir, jalankan aplikasi php Web Resto dengan cara buka browser anda, lalu masukkan alamat berikut: http://localhost/resto/ atau silahkan buka halaman berikut: http://localhost/resto/site/setting untuk setting koneksi database


Gambar 4. Halaman awal web server BeeAccounting – PResto

TROUBLESHOOT
Apabila aplikasi php Web Resto tidak berjalan atau kolom Hasil dari tabel Checking List masih bernilai Failed, silahkan coba troubleshooting berikut:

1. Pastikan modul Apache, MySql dan Filezilla dari xampp anda sudah dalam status Running (sudah di start). Cara start modul-modul tersebut, klik dua kali pada shortcut xampp di desktop anda (bila xampp belum dibuka) atau klik satu kali pada small icon di taskbar (apabila sudah dibuka tapi belum di start). Lalu, klik tombol start pada ketiga modul tersebut


Gambar 5. Modul Apache, MySql dan FileZilla yang sudah running

2. Apabila aplikasi php Web Resto sudah berjalan tapi kolom Hasil dari tabel Checking List masih bernilai Failed, silahkan masuk ke direktori C:\xampp\php lalu buka file: php.ini dengan cara klik kanan -> Open With -> WordPad


Gambar 6.1. Kolom Hasil dari tabel Checking List masih bernilai Failed


Gambar 6.2. Masuk ke direktori C:\xampp\php lalu buka file php.ini

3. Tekan tombol Ctrl+F pada keyboard untuk melakukan pencarian cepat, ketikkan: php_pdo_pgsql.dll lalu tekan enter atau klik tombol Find Next


Gambar 7. Cari cepat php_pdo_pgsql.dll

4. Selanjutnya, edit baris php_pdo_pgsql.dll dari sebelumnya ;extension=php_pdo_pgsql.dll menjadi extension=php_pdo_pgsql.dll dengan cara menghapuskan tanda titik koma (;) pada awalan baris tersebut. Klik tombol Save atau tekan Ctrl+S untuk menyimpan perubahan, lanjutkan dengan restart modul Apache dengan cara buka XAMPP Control Panel Application dari small icon di taskbar, tekan tombol Stop pada modul Apache lalu klik Start lagi


Gambar 8.1. Sebelum di edit (;extension=php_pdo_pgsql.dll)


Gambar 8.2. Sesudah di edit (extension=php_pdo_pgsql.dll)

5. Refresh halaman http://localhost/resto di browser anda, maka status Extension PostgreSQL sudah berubah menjadi Passed.


Gambar 9. Status Extension PostgreSQL sudah berubah menjadi Passed

6. Selanjutnya, apabila status dari Koneksi Database anda masih Failed, silahkan masuk ke halaman: http://localhost/resto/site/setting lalu isikan kolom Nama Database sesuai dengan nama database dari konfigurasi profil khusus resto di Bee anda. Klik Save, apabila nama database telah sesuai, maka anda akan langsung diarahkan kembali ke halaman index dengan pesan: Setting database, OK!


Gambar 10.1.  Isi kolom Nama Database sesuai dengan nama database dari konfigurasi profil khusus resto di Bee anda


Gambar10.2. Setting database OK

Silahkan klik link berikut : http://beeaccounting.com/z/installprestoandroid untuk mempelajari cara instalasi Bee PResto di smartphone dan tablet android

Download Aplikasi Akuntansi Gratis kualitas premium

Mencari nikmat menghindari sengsara, Cari software akuntansi maunya gratis melulu! Hahaha, gak segitu banget lah bro, tapi memang Itu sifat dasar kita sebagai manusia. Selama masih ada yang gratis dan legal kenapa kita harus mengeluarkan biaya ekstra. Bukankah prinsip dasar supaya bisnis maju adalah minimalkan pengeluaran dan maksimalkan pemasukan alias pendapatan. Read More »

Cara Input Investasi Saham di BeeAccounting

Cara Input Investasi Saham di BeeAccounting

Berikut akan dijelaskan step-by-step cara input investasi saham di software akuntansi Bee Accounting.

1. Langkah pertama, kita buatkan akun untuk menampung nominal investasi saham dari masing-masing investor terlebih dahulu. Caranya, masuk ke menu [Akuntansi] – Daftar Akun


Gambar 1. Masuk ke menu Daftar Akun

2. Pilih klasifikasi akun Modal, lalu klik Refresh


Gambar 2. Pilih klasifikasi akun Modal lalu klik Refresh

3. Klik New, lalu isikan data akun baru sebagai berikut :
– No. Akun              : Nomor urut akun terakhir dari daftar akun dengan klasifikasi Modal
– Nama                   : Modal [Nama investor] – Klasifikasi Akun    : Modal

Klik Save untuk menyimpan data


Gambar 3. Isikan data akun baru

4. Langkah selanjutnya, kita buatkan Mitra Bisnis baru atas nama investor itu sendiri. Masuk ke menu [Master] – Mitra Bisnis – Mitra Bisnis


Gambar 4. Masuk ke menu Mitra Bisnis

5. Klik New, lalu pilih As Customer


Gambar 5. Klik New – As Customer

6. Isikan data mitra bisnis baru sesuai dengan data dari investor yang bersangkutan


Gambar 6. Isikan data mitra bisnis sesuai dengan data dari investor

7. Selanjutnya kita lakukan proses penginputan investasi dengan cara masuk ke menu [Kas/Bank] – Penerimaan Pembayaran – Penerimaan Pembayaran


Gambar 7. Masuk ke menu Penerimaan Pembayaran

8. Pilih mitra bisnis yang ingin melakukan investasi saham, lalu klik Pilih Akun


Gambar 8. Pilih mitra bisnis yang ingin melakukan investasi saham, lalu klik Pilih Akun

9. Pilih klasifikasi akun Modal lalu klik Refresh. Lanjutkan dengan memilih akun Modal [Nama investor] lalu klik OK


Gambar 9. Pilih akun Modal [Nama investor] lalu klik OK

10. Isikan jumlah bayar sesuai dengan nominal investasi saham yang dibayarkan, lalu klik tab Cara Pembayaran


Gambar 10. Isikan jumlah bayar sesuai dengan nominal yang dibayarkan lalu klik tab Cara Pembayaran

11. Pada tab Cara Pembayaran klik tombol Cara Bayar


Gambar 11. Pada tab Cara Pembayaran, klik tombol Cara Bayar

12. Isikan detail cara pembayaran sebagai berikut :
– Cara Bayar     : Cara pembayaran yang dilakukan
– Kas/Bank        : Kas/Bank yang digunakan untuk menerima pembayaran
– Jumlah            : Nominal yang diterima
– Keterangan    : Isi bila perlu


Gambar 12.1. Isikan detil pembayaran, lalu klik OK

Klik OK, lalu klik Save untuk menyimpan data


Gambar 12.2. Klik Save untuk menyimpan data

13. Berikut penjurnalan yang terjadi :


Gambar 13. Penjurnalan yang terjadi

 

Install Bee Accounting di Windows 7

Cara untuk instalasi Bee Accounting di Windows 7
Untuk melakukan instalasi di windows 7 terkadang instalasi yang kita lakukan gagal atau tidak bisa terinstall dengan sempurna. Oleh karena itu sebelum melakukan instalasi,ikuti langkah- langkah berikut:

1. Masuk ke Control Panel>> User Accounts>> Pilih Change User Account Control Setting. 

2. Geser tombol pada posisi paling bawah agar setiap kali kita melakukan istalasi selalu dikonfirmasi oleh Windows.

3. Klik OK untuk menyimpan pengaturan. 

4. Untuk langkah instalasi berikutnya,klik kanan pada file installer,kemudian pilih Run As Administrator 

5. Kemudian untuk proses instalasi sama dengan proses instalasi di windows.
Atau lihat Video Tutorialnya disini:

Video Tips:

  • cara lihat video youtube agar tajam dan jelas (hi-resolution / highdefinition)
  • cara download video youtube agar bisa di lihat offline

Cara Melakukan Estimasi & Pembayaran Listrik di BeeAccounting

Cara Melakukan Estimasi & Pembayaran Listrik di BeeAccounting

Seperti yang kita ketahui, nilai riil biaya listrik baru bisa diketahui pada bulan berikutnya. Lalu bagaimana apabila ada studi kasus, PT A harus membuat laporan pada akhir bulan Juni 2013 sehingga membutuhkan rincian biaya operasional termasuk biaya listrik itu sendiri? Berikut akan dijelaskan step-by-step cara melakukan estimasi & pembayaran listrik di software akuntansi Bee Accounting.

Pada akhir bulan Juni 2013, kita buatkan terlebih dahulu jurnal estimasi dengan mengambil nilai biaya listrik dari bulan sebelumnya, misal Rp 5.000.000,-, dengan cara sebagai berikut:

1. Langkah pertama, Buatkan telebih dahulu akun penampung untuk biaya listrik yang harus dibayarkan. Caranya masuk ke menu [Akuntansi] – Daftar Akun


Gambar 1. Masuk ke menu Daftar Akun

2. Filter daftar akun dengan cara pilih klasifikasi akun Hutang Lainnya lalu klik Refresh


Gambar 2. Filter daftar akun dengan memilih klasifikasi akun Hutang Lainnya

3. Klik New, lalu isikan data akun baru sebagai berikut :
– No. Akun                : Nomor urut akun terakhir dari daftar akun dengan klasifikasi Hutang Lainnya atau apabila masih kosong isikan 250001
– Nama                      : Biaya Listrik yg Harus Dibayar
– Klasifikasi Akun   : Hutang Lainnya

Klik Save untuk menyimpan data


Gambar 3. Isikan data akun baru seperti gambar diatas

4. Selanjutnya kita buatkan penjurnalan estimasi biaya listrik bulan Juni 2013, masuk ke menu [Akuntansi] – Jurnal Umum


Gambar 4. Masuk ke menu Jurnal Umum

5. Klik New, lalu sesuaikan tanggal dengan tanggal pembuatan jurnal estimasi (dalam kasus ini, 30 Juni 2013) lanjutkan dengan klik tombol kaca pembesar pada kolom No. Akun untuk memilih akun


Gambar 5. Klik new, sesuaikan tanggal lalu pilih akun

6. Filter daftar akun dengan cara pilih klasifikasi akun Biaya Operasional, klik Refresh, Pilih akun Listrik, Air dan Telpon lalu klik OK


Gambar 6. Pilih akun Listrik, Air dan Telpon

7. Isikan nominal estimasi biaya listrik (dalam kasus ini, Rp 5.000.000,-)  pada kolom debet, lanjutkan dengan menekan tombol arah bawah pada keyboard, lalu pilih akun sekali lagi


Gambar 7. Masukkan nominal estimasi pada kolom debet, tekan tombol arah bawah, lalu pilih akun lagi

8. Kita filter kembali daftar akun dengan cara pilih klasifikasi akun Hutang Lainnya, klik Refresh, pilih akun Biaya Listrik yg Harus Dibayar lalu klik OK


Gambar 8. Pilih akun Biaya Listrik yg Harus Dibayar

9. Isikan juga nominal estimasi biaya listrik pada baris Kredit, tambahkan keterangan bila perlu, lalu klik Save untuk menyimpan penjurnalan estimasi tsb


Gambar 9. Isikan nominal akun Biaya Listrik yg Harus Dibayar pada baris Kredit

Maka penjurnalan yang akan terjadi adalah sebagai berikut :
__________________________________________________________________
Tgl 30 Juni 2013                                               |         Debet         |         Kredit          |
===========================================================
Listrik, Air dan Telpon                                |      5.000.000     |                             |
Biaya Listrik yg Harus Dibayar       |                           |      5.000.000       |
===========================================================

Lalu misalnya pada tanggal 5 Juli 2013, PT A mendapat nota total biaya listrik bulan Juni 2013 yang sebenarnya, sebesar Rp 5.500.000,-
Maka kita buatkan 2 jenis jurnal, yaitu Jurnal Pembalik Estimasi yang telah dibuat sebelumnya & Jurnal Beban Listrik yang Sebenarnya

1. Jurnal Pembalik Estimasi :

Lakukan penjurnalan pembalik dengan cara yang sama seperti sebelumnya hanya berbeda di peletakkan akun debet kreditnya. Letakkan akun Biaya Listrik yg Harus Dibayar pada kolom Debet & akun Listrik, Air dan Telpon pada kolom Kredit, seperti pada gambar berikut :


Gambar 10. Jurnal Pembalik Estimasi

2. Jurnal Beban Listrik yang Sebenarnya :

Lakukan penjurnalan dengan cara yang sama seperti cara pertama (akun Listrik, Air dan Telpon pada kolom debet & akun Biaya Listrik yg Harus Dibayar pada kolom Kredit) dengan nominal yang sama dengan biaya listrik yang sebenarnya, seperti pada gambar berikut :


Gambar 11. Jurnal Beban Listrik yang Sebenarnya

Selanjutnya, misalkan pada tanggal 9 Juli 2013, terjadi pembayaran untuk melunasi biaya listrik bulan Juni 2013 itu sendiri. Langkah-langkah yang harus dilakukan adalah :

1. Masuk ke menu [Kas/Bank] – Pembayaran – Pembayaran


Gambar 12. Masuk ke menu Pembayaran

2. Klik New, sesuaikan tanggal pembayaran, lalu klik tombol Pilih Akun


Gambar 13. Klik new, sesuaikan tanggal pembayaran lalu klik Pilih Akun

3. Filter daftar akun dengan cara pilih klasifikasi akun Hutang Lainnya, klik Refresh, pilih akun Biaya Listrik yg Harus Dibayar, lalu klik OK


Gambar 14. Pilih akun Biaya Listrik yg Harus Dibayar

4. Isikan nominal Jumlah Bayar sesuai dengan biaya listrik yang sebenarnya serta tambahkan keterangan bila perlu


Gambar 15. Isikan nominal jumlah bayar sesuai dengan biaya listrik yang sebenarnya

5. Selanjutnya masuk ke tab Cara Pembayaran, klik tombol Cara Bayar, lalu isikan detail cara pembayaran sebagai berikut :
– Cara Bayar          : Cara pembayaran yang dilakukan
– Kas/Bank             : Kas/Bank yang digunakan untuk melakukan pembayaran
– Jumlah                 : Nominal yang dibayarkan
– Keterangan         : Isikan keterangan bila perlu

Klik OK, lalu klik Save untuk menyimpan data


Gambar 16. Isikan detail cara pembayaran

6. Berikut penjurnalan yang terjadi atas pembayaran biaya listrik bulan Juni 2013 yang telah dilakukan :


Gambar 17. Penjurnalan yang terjadi atas pembayaran listrik

Cara Mutasi Stok Barang Antar Gudang dengan Sistem Transit

Cara Mutasi Stok Barang Antar Gudang dengan Sistem Transit

Apabila anda mengalami kendala dalam hal mutasi stok barang antar gudang, contohnya anda mengirim barang dari gudang ke toko. Tentunya anda harus melakukan kegiatan mutasi stok barang itu sendiri di Bee Accounting sehingga mengurangi stok di gudang & menambah stok di toko. Padahal secara riil, stok gudang memang sudah berkurang tapi stok toko belum bertambah, dikarenakan barang yang belum sampai ke toko. Berikut akan dijelaskan step-by-step cara mutasi stok barang antar gudang dengan sistem transit di software akuntansi Bee Accounting.

1. Langkah pertama, kita buatkan terlebih dahulu master gudang Transit dengan cara masuk ke menu [Master] – Gudang


Gambar 1. Masuk ke menu Gudang

2. Klik New, Lalu buatkan master gudang baru sebagai berikut :
– Kode         : 03
– Gudang     : IN TRANSIT

Klik Save untuk menyimpan data. Gudang IN TRANSIT berfungsi sebagai gudang temporary yang akan menampung stok barang yang dimutasikan dari gudang ke toko selama dalam proses pengantaran (belum sampai ke Toko)


Gambar 2. Buat gudang baru dengan nama IN TRANSIT

3. Lalu misalnya stok barang yang ingin kita mutasikan adalah stok dari Item A, Item B dan Item C dari Gudang ke Toko. Apabila kita lihat gambar berikut, stok dari Item A, Item B dan Item C pada Gudang masih berjumlah 1000 PCS


Gambar 3. Lihat stok dari Item A, Item B dan Item C pada Gudang yang masih berjumlah 1000 PCS

4. Selanjutnya kita lakukan mutasi stok barang tersebut dengan cara masuk ke menu [Stock] – Mutasi Stock


Gambar 4. Masuk ke menu Mutasi Stock

5. Klik New, lalu kita pilih tanggal mutasi (misal, 11 Juli 2013). Gudang asal kita pilih Gudang, gudang tujuan kita pilih IN TRANSIT. Mengapa kita memilih IN TRANSIT bukannya Toko? hal ini dimaksudkan agar pencatatan stok yang terjadi di Bee sama dengan realnya, yaitu stok Gudang berkurang namun stok dari Toko belum bertambah. Setelah itu, pilih item yang ingin dimutasikan beserta qty nya. Tambahkan keterangan bila perlu lalu klik Save untuk menyimpan data


Gambar 5. Lakukan mutasi stok dari Gudang ke IN TRANSIT

6. Sekarang kita coba lihat stok. Jika kita lihat, stok dari Item A, Item B dan Item C pada Gudang telah berkurang sesuai dengan jumlah qty yang dimutasikan


Gambar 6.1. Stok Item A, Item B dan Item C pada Gudang sudah berkurang

Lalu apabila kita lihat stok dari IN TRANSIT, maka akan muncul qty dari Item A, Item B dan Item C yang bertambah sesuai dengan jumlah qty yang dimutasikan


Gambar 6.2. Stok Item A, Item B dan Item C pada IN TRANSIT sudah bertambah

Sedangkan apabila kita lihat stok dari Toko, maka akan terlihat bahwa qty dari Item A, Item B dan Item C belum masuk pada Toko itu sendiri, sesuai dengan realnya


Gambar 6.3. Stok Item A, Item B dan Item C belum masuk pada Toko

7. Lalu misalkan barang yang kita mutasikan telah sampai ke Toko pada tanggal 14 Juli 2013 (3 hari setelah pengiriman dari Gudang), maka kita lakukan mutasi kembali, sebagai berikut :
– Tanggal                     : Tanggal sampainya barang (dalam kasus ini 14 Juli 2013)
– Gudang Asal              : IN TRANSIT
– Gudang Tujuan          : Toko

Lanjutkan dengan memilih item beserta qty dari barang yang dimutasikan. Setelah itu, tambahkan keterangan bila perlu lalu klik Save untuk menyimpan data


Gambar 7. Lakukan mutasi dari IN TRANSIT ke Toko saat item dari Gudang telah sampai ke Toko

8. Selanjutnya, kita coba lihat stok kembali. Apabila kita lihat stok dari IN TRANSIT, maka akan terlihat bahwa stok dari Item A, Item B dan Item C telah berkurang sesuai dengan jumlah qty yang dimutasikan


Gambar 8.1. Stok Item A, Item B dan Item C pada IN TRANSIT telah berkurang

Sedangkan jika kita lihat stok dari Toko, maka akan terlihat bahwa stok dari Item A, Item B dan Item C telah bertambah sesuai dengan jumlah qty yang dimutasikan


Gambar 8.2. Stok Item A, Item B dan Item C yang telah bertambah pada Toko

9. Berikut laporan Mutasi Stock yang terjadi :


Gambar 9. Laporan Mutasi Stock

Cara Mengembalikan Uang Lebih Bayar Customer di BeeAccounting

Cara Mengembalikan Uang Lebih Bayar Customer di BeeAccounting

Apakah anda pernah mengalami kasus dimana customer anda melakukan pembayaran lebih dari jumlah yang seharusnya dibayarkan, lalu customer yang bersangkutan tersebut meminta agar uang lebih bayarnya dikembalikan? jika iya, bagaimana cara inputnya di Bee Accounting? Silahkan ikuti tutorial berikut untuk mempelajari cara mengembalikan uang lebih bayar customer di software akuntansi Bee Accounting.

Pada saat kita melakukan penerimaan pembayaran dari customer yang menyebabkan adanya lebih bayar, berikut penjurnalan yang terjadi:


Gambar 1. Penjurnalan Transaksi dengan Lebih Bayar

Seperti yang kita lihat, nominal uang lebih bayar masuk ke akun Deposit Customer, dimana akun ini tidak bisa dipilih untuk transaksi penerimaan pembayaran dan/atau pembayaran dikarenakan akun ini masuk ke klasifikasi Hutang Lancar. Lalu bagaimana solusinya? kita buatkan akun temporary yang berfungsi untuk menampung sementara nominal uang lebih bayar tersebut agar bisa dipilih pada saat transaksi penerimaan pembayaran dan pembayaran.

1. Pertama, masuk ke menu [Akuntansi] – Daftar Akun


Gambar 2. Masuk ke Menu Daftar Akun

2. Filter daftar akun dengan cara pilih klasifikasi akun Hutang Lainnya, lalu klik Refresh


Gambar 3. Filter Daftar Akun dengan Klasifikasi Akun Hutang Lainnya

3. Klik New, lalu isikan data akun baru sebagai berikut :
– No. Akun              : Nomor urut akun terakhir dari daftar akun dengan klasifikasi Hutang Lainnya atau apabila masih kosong isikan 250001
– Nama                   : Temporary Deposit Customer
– Klasifikasi Akun    : Hutang Lainnya

Klik Save untuk menyimpan data


Gambar 4. Buat Akun Baru dengan Nama Temporary Deposit Customer

Selanjutnya, kita pindahkan nominal uang lebih bayar dari akun Deposit Customer ke akun Temporary Deposit Customer yang barusan kita buat sebelumnya.

1. Masuk ke menu [Kas/Bank] – Penerimaan Pembayaran – Penerimaan Pembayaran


Gambar 5. Masuk ke Menu Penerimaan Pembayaran

2. Klik New, pilih mitra bisnis yang bersangkutan lalu klik tombol Pilih Akun


Gambar 6. Klik New, Pilih Mitra Bisnis lalu Klik Pilih Akun

3. Pilih klasifikasi akun Hutang Lainnya, klik Refresh, pilih akun Temporary Deposit Customer lalu klik OK


Gambar 7. Pilih Akun Temporary Deposit Customer

4. Isikan nominal Jumlah Bayar sesuai dengan nominal uang lebih bayar customer, lalu masuk ke tab Cara Pembayaran


Gambar 8. Isikan Nominal Jumlah Bayar lalu Masuk ke Tab Cara Pembayaran

5. Pada tab Cara Pembayaran, klik Cara Bayar, lalu isikan detail pembayaran sebagai berikut :
– Cara Bayar          : Potong Lebih Bayar
– Ref. No                : Pilih nomor referensi dari daftar penerimaan pembayaran yang mengakibatkan lebih bayar
– Jumlah                 : Nominal uang lebih bayar customer
– Keterangan         : Isikan keterangan bila perlu

Klik OK, lalu klik Save untuk menyimpan data


Gambar 9. Isikan Detail Pembayaran, Pastikan Anda Memilih Cara Bayar Potong Lebih Bayar

6. Berikut penjurnalan yang terjadi :


Gambar 10. Penjurnalan yang Terjadi Atas Transaksi Pindah Buku

Pada penjurnalan diatas, bisa kita lihat bahwa nominal uang lebih bayar customer yang sebelumnya masuk ke akun Deposit Customer telah berpindah ke akun Temporary Deposit Customer. Langkah terakhir, kita tinggal inputkan transaksi pengembalian uang lebih bayar ke customer yang bersangkutan.

1. Masuk ke menu [Kas/Bank] – Pembayaran – Pembayaran


Gambar 11. Masuk ke Menu Pembayaran

2. Pilih mitra bisnis yang bersangkutan, lalu klik Pilih Akun


Gambar 12. Pilih Mitra Bisnis, lalu Klik Pilih Akun

3. Pilih akun Temporary Deposit Customer seperti sebelumnya, lalu isikan nominal Jumlah Bayar sesuai dengan nominal uang lebih bayar customer yang akan dikembalikan


Gambar 13. Pilih Akun Temporary Deposit Customer Seperti Sebelumnya, lalu Isikan Nominal Jumlah Bayar

4. Setelah itu masuk ke tab Cara Pembayaran, klik Cara Bayar, lalu isikan detail pembayaran sebagai berikut :
– Cara Bayar          : Cara pembayaran yang dilakukan
– Kas/Bank             : Kas/Bank yang digunakan untuk melakukan pembayaran
– Jumlah                 : Nominal uang lebih bayar yang dibayarkan
– Keterangan         : Isikan keterangan bila perlu

Klik OK, lalu klik Save untuk menyimpan data


Gambar 14. Isikan Detail Pembayaran

5. Berikut penjurnalan yang terjadi :


Gambar 15. Penjurnalan yang Terjadi Atas Pengembalian Uang Lebih Bayar Customer

 

Cara Mengembalikan Uang Muka Customer di BeeAccounting

Cara Mengembalikan Uang Muka Customer di BeeAccounting

Apakah anda pernah mengalami kasus dimana customer anda telah memberikan uang muka / down payment (DP) kepada anda, tetapi ternyata tidak jadi membeli dari anda, sehingga customer tersebut ingin DP-nya dikembalikan? jika iya, bagaimana cara inputnya di Bee Accounting? Silahkan ikuti tutorial berikut untuk mempelajari cara mengembalikan uang muka customer di software akuntansi Bee Accounting.

Pada saat kita melakukan penerimaan pembayaran DP dari customer, berikut penjurnalan yang terjadi:


Gambar 1. Penjurnalan transaksi penerimaan pembayaran DP

Seperti yang kita lihat, nominal DP masuk ke akun Deposit Customer, dimana akun ini tidak bisa dipilih untuk transaksi penerimaan pembayaran dan/atau pembayaran dikarenakan akun ini masuk ke klasifikasi Hutang Lancar. Lalu bagaimana solusinya? kita buatkan akun temporary yang berfungsi untuk menampung sementara nominal DP tersebut agar bisa dipilih pada saat transaksi penerimaan pembayaran dan pembayaran.

1. Pertama, masuk ke menu [Akuntansi] – Daftar Akun


Gambar 2. Masuk ke menu Daftar Akun

2. Filter daftar akun dengan cara pilih klasifikasi akun Hutang Lainnya, lalu klik Refresh


Gambar 3. Filter Daftar Akun dengan klasifikasi Hutang Lainnya

3. Klik New, lalu isikan data akun baru sebagai berikut :
– No. Akun              : Nomor urut akun terakhir dari daftar akun dengan klasifikasi Hutang Lainnya atau apabila masih kosong isikan 250001
– Nama                   : Temporary Deposit Customer
– Klasifikasi Akun    : Hutang Lainnya

Klik Save untuk menyimpan data


Gambar 4. Buat Akun Baru dengan Nama Temporary Deposit Customer

Selanjutnya, kita pindahkan nominal uang lebih bayar dari akun Deposit Customer ke akun Temporary Deposit Customer yang barusan kita buat sebelumnya.

1. Masuk ke menu [Kas/Bank] – Penerimaan Pembayaran – Penerimaan Pembayaran


Gambar 5. Masuk ke menu Penerimaan Pembayaran

2. Klik New, pilih Mitra Bisnis yang bersangkutan, lalu akan muncul jendela konfirmasi “Customer ini mempunyai uang muka. Gunakan uang muka?”, pilih Yes


Gambar 6. Pilih Mitra Bisnis lalu gunakan uang muka dari Mitra Bisnis tersebut

3. Selanjutnya, tekan tombol arah bawah pada keyboard untuk menambah baris baru, lalu klik tombol Pilih Akun


Gambar 7. Tekan tombol arah bawah pada keyboard lalu klik Pilih Akun

4. Pilih klasifikasi akun Hutang Lainnya, klik Refresh, pilih akun Temporary Deposit Customer lalu klik OK


Gambar 8. Pilih akun Temporary Deposit Customer

5. Isikan kolom Jumlah Bayar sesuai dengan nominal DP customer lalu klik Save


Gambar 9. Isikan kolom Jumlah Bayar sesuai dengan nominal DP customer lalu klik Save

6. Berikut penjurnalan yang terjadi atas transaksi pindah buku dari Deposit Customer ke Temporary Deposit Customer :


Gambar 10. Penjurnalan yang terjadi atas transaksi pindah buku

Pada penjurnalan diatas, bisa kita lihat bahwa nominal DP customer yang sebelumnya masuk ke akun Deposit Customer telah berpindah ke akun Temporary Deposit Customer. Langkah terakhir, kita tinggal inputkan transaksi pengembalian DP ke customer yang bersangkutan.

1. Masuk ke menu [kas/Bank] – Pembayaran – Pembayaran


Gambar 11. Masuk ke menu Pembayaran

2. Pilih mitra bisnis yang bersangkutan, lalu klik tombol Pilih Akun. Setelah itu, pilih akun Temporary Deposit Customer seperti sebelumnya lanjutkan dengan mengisikan kolom Jumlah Bayar sesuai dengan nominal DP yang ingin dikembalikan


Gambar 12. Pilih Mitra Bisnis lalu pilih akun Temporary Deposit Customer seperti sebelumnya

3. Setelah itu masuk ke tab Cara Pembayaran, klik Cara Bayar, lalu isikan detail pembayaran sebagai berikut :
– Cara Bayar          : Cara pembayaran yang dilakukan
– Kas/Bank             : Kas/Bank yang digunakan untuk melakukan pembayaran
– Jumlah                 : Nominal DP yang dibayarkan
– Keterangan         : Isikan keterangan bila perlu

Klik OK, lalu klik Save untuk menyimpan data


Gambar 13. Isikan detail pembayaran

4. Berikut penjurnalan yang terjadi :


Gambar 14. Penjurnalan yang terjadi atas pengembalian DP customer

Software Akuntansi Untuk Perusahaan Advertising

Apabila anda adalah perusahaan advertising yang ingin mengimplementasikan software akuntansi Bee accounting Berbagai sample proses bisnis mulai pembelian, produksi hingga penjualan jasa bisa di handle :

  • Pembelian
  • Stock bahan
  • Produksi barang promosi/merchandise, spanduk, poster, dll
  • Stock barang merchandise
  • Pencatatan Pendapatan Jasa
  • dll

1. Setting data Master, set saldo awal

2. Input Transaksi dan Laporan

Video Tips:

  • cara lihat video youtube agar tajam dan jelas (hi-resolution / highdefinition)
  • cara download video youtube agar bisa di lihat offline