Home / KB / Cara Mutasi Stok Barang Antar Gudang dengan Sistem Transit

Cara Mutasi Stok Barang Antar Gudang dengan Sistem Transit

Cara Mutasi Stok Barang Antar Gudang dengan Sistem Transit

Apabila anda mengalami kendala dalam hal mutasi stok barang antar gudang, contohnya anda mengirim barang dari gudang ke toko. Tentunya anda harus melakukan kegiatan mutasi stok barang itu sendiri di Bee Accounting sehingga mengurangi stok di gudang & menambah stok di toko. Padahal secara riil, stok gudang memang sudah berkurang tapi stok toko belum bertambah, dikarenakan barang yang belum sampai ke toko. Berikut akan dijelaskan step-by-step cara mutasi stok barang antar gudang dengan sistem transit di software akuntansi Bee Accounting.

1. Langkah pertama, kita buatkan terlebih dahulu master gudang Transit dengan cara masuk ke menu [Master] – Gudang


Gambar 1. Masuk ke menu Gudang

2. Klik New, Lalu buatkan master gudang baru sebagai berikut :
– Kode         : 03
– Gudang     : IN TRANSIT

Klik Save untuk menyimpan data. Gudang IN TRANSIT berfungsi sebagai gudang temporary yang akan menampung stok barang yang dimutasikan dari gudang ke toko selama dalam proses pengantaran (belum sampai ke Toko)


Gambar 2. Buat gudang baru dengan nama IN TRANSIT

3. Lalu misalnya stok barang yang ingin kita mutasikan adalah stok dari Item A, Item B dan Item C dari Gudang ke Toko. Apabila kita lihat gambar berikut, stok dari Item A, Item B dan Item C pada Gudang masih berjumlah 1000 PCS


Gambar 3. Lihat stok dari Item A, Item B dan Item C pada Gudang yang masih berjumlah 1000 PCS

4. Selanjutnya kita lakukan mutasi stok barang tersebut dengan cara masuk ke menu [Stock] – Mutasi Stock


Gambar 4. Masuk ke menu Mutasi Stock

5. Klik New, lalu kita pilih tanggal mutasi (misal, 11 Juli 2013). Gudang asal kita pilih Gudang, gudang tujuan kita pilih IN TRANSIT. Mengapa kita memilih IN TRANSIT bukannya Toko? hal ini dimaksudkan agar pencatatan stok yang terjadi di Bee sama dengan realnya, yaitu stok Gudang berkurang namun stok dari Toko belum bertambah. Setelah itu, pilih item yang ingin dimutasikan beserta qty nya. Tambahkan keterangan bila perlu lalu klik Save untuk menyimpan data


Gambar 5. Lakukan mutasi stok dari Gudang ke IN TRANSIT

6. Sekarang kita coba lihat stok. Jika kita lihat, stok dari Item A, Item B dan Item C pada Gudang telah berkurang sesuai dengan jumlah qty yang dimutasikan


Gambar 6.1. Stok Item A, Item B dan Item C pada Gudang sudah berkurang

Lalu apabila kita lihat stok dari IN TRANSIT, maka akan muncul qty dari Item A, Item B dan Item C yang bertambah sesuai dengan jumlah qty yang dimutasikan


Gambar 6.2. Stok Item A, Item B dan Item C pada IN TRANSIT sudah bertambah

Sedangkan apabila kita lihat stok dari Toko, maka akan terlihat bahwa qty dari Item A, Item B dan Item C belum masuk pada Toko itu sendiri, sesuai dengan realnya


Gambar 6.3. Stok Item A, Item B dan Item C belum masuk pada Toko

7. Lalu misalkan barang yang kita mutasikan telah sampai ke Toko pada tanggal 14 Juli 2013 (3 hari setelah pengiriman dari Gudang), maka kita lakukan mutasi kembali, sebagai berikut :
– Tanggal                     : Tanggal sampainya barang (dalam kasus ini 14 Juli 2013)
– Gudang Asal              : IN TRANSIT
– Gudang Tujuan          : Toko

Lanjutkan dengan memilih item beserta qty dari barang yang dimutasikan. Setelah itu, tambahkan keterangan bila perlu lalu klik Save untuk menyimpan data


Gambar 7. Lakukan mutasi dari IN TRANSIT ke Toko saat item dari Gudang telah sampai ke Toko

8. Selanjutnya, kita coba lihat stok kembali. Apabila kita lihat stok dari IN TRANSIT, maka akan terlihat bahwa stok dari Item A, Item B dan Item C telah berkurang sesuai dengan jumlah qty yang dimutasikan


Gambar 8.1. Stok Item A, Item B dan Item C pada IN TRANSIT telah berkurang

Sedangkan jika kita lihat stok dari Toko, maka akan terlihat bahwa stok dari Item A, Item B dan Item C telah bertambah sesuai dengan jumlah qty yang dimutasikan


Gambar 8.2. Stok Item A, Item B dan Item C yang telah bertambah pada Toko

9. Berikut laporan Mutasi Stock yang terjadi :


Gambar 9. Laporan Mutasi Stock

Banyak Berbagi Banyak Rejeki Banyak Berbagi Banyak Rejeki

About Rizal Arisona

Marketing BeeAccounting - Surabaya | Rumus sukses dalam bisnis adalah 1% teori dan 99% action | Boleh tanya2 di Twitter @rizalarisona jam 09:00 - 16:00

6 comments

  1. Saya mau bertanya, apabila ketika dalam proses pengiriman dari gudang ke toko yang terjadi item A hanya 20pcs (dikarenakan barang 5pcs rusak).
    pertanyaan saya :
    1. apakah ketika barang samapai di toko status di IN TRANSIT item A tetap 0 PCS ? atau + 5 PCS (dikarenakan adanya 5pcs barang rusak)
    2. dan apakah stock barang item A digudang tetap 975pcs ?
    thanks

    • Halo Bapak Yosua,
      Misal stock awal pada Gudang A dan untuk item A1 adalah 100 pcs, selanjutnya ketika barang dikirim ke gudang B sebanyak 20 pcs. Saat pegiriman menggunakan cara sistem transit barang ada yang rusak 5 pcs. Jika barang yang rusak ini akan dikirim kembalikan lagi ke gudang A maka ketika mutasi dari gudang transit ke gudang B di isi 15. Sisa barang 5 bisa dimutasi lagi ke gudang A lalu di retur ke supplier atau di stock keluar sebagai biaya.

      Tetapi jika 20 pcs tetap diletakkan di gudang B, tentu sewaktu mutasi dari gudang transit ke gudang B tetap diisi 20 pcs. Hanya nanti yang 5 pcs bisa diretur ke supplier atau di stock keluar untuk dibiayakan.
      Untuk pertanyaan lainnya bisa ditanyakan melalui ticket dihalaman http://www.beeaccounting.com/z/ticket

      Terimakasih 🙂

  2. Mutasi antar gudang itu masuk jurnal juga ga ??

  3. Pak saya mau tnya. Kan stok toko saya ada 23 diaplikasi bee. Tapi barangnya cuma ada 10. Otomatis kan barang kurang 13. Itu caranya kalau mau mengurangi diaplikasi bee gimanaya biar barangnya sesuai.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.