Home / KB / Cara Input Modal dari Hutang di BeeAccounting

Cara Input Modal dari Hutang di BeeAccounting

Cara Input Modal dari Hutang di BeeAccounting

Dalam penjurnalan akuntansi, sebenarnya tidak ada yang namanya “modal dari hutang” atau “hutang untuk modal”. Hal ini dikarenakan, hutang adalah kewajiban sedangkan modal adalah ekuitas. Lalu bagaimana cara input “modal dari hutang” di Bee Accounting?
Berikut akan dijelaskan step-by-step cara input modal dari hutang di software akuntansi Bee Accounting.

Secara akuntansi manual, jurnal pencatatan modal dari pinjaman/hutang yang harus terjadi adalah sebagai berikut :

_________________________________________________________________________________

Nama Akun                                                     Debet                  Kredit
_________________________________________________________________________________
Kas                                                                    xxxxxxxxx
Hutang                                                                                    xxxxxxxxx

Sedangkan jurnal yang terjadi apabila modal berasal dari pemilik usaha (bukan hutang) adalah sebagai berikut :

_________________________________________________________________________________

Nama Akun                                                     Debet                  Kredit
_________________________________________________________________________________
Kas                                                                    xxxxxxxxx
Modal                                                                                     xxxxxxxxx

Misalkan, anda ingin membuka suatu usaha yang membutuhkan modal sebesar Rp 500 Juta. Untuk memenuhi kebutuhan modal tersebut, anda menggunakan harta anda sebesar Rp 300 Juta sedangkan kekurangan uang Rp 200 Juta ditutup dengan pinjaman/hutang dari bank.
Langkah-langkah yang harus dilakukan di Bee Accounting untuk melakukan penjurnalan seperti diatas, adalah sebagai berikut:

1. Pencatatan modal dari harta pribadi :
Masuk ke menu [Master] – Set Saldo Awal – Saldo Kas.


Gambar 1. Masuk ke menu [Master] – Set Saldo Awal – Saldo Kas

Klik New, lalu pilih Kas/Bank tempat penampungan uang modal, isikan jumlah modal dan beri keterangan bila perlu, setelah itu klik OK.


Gambar 2. Isikan Kas/Bank, Jumlah Modal dan Keterangan untuk Saldo Awal Kas/Modal

Masuk ke menu [Kas/Bank] – Lihat Kas untuk melihat kas yang sudah bertambah dari uang modal.


Gambar 3. Kas Bertambah Menjadi Rp 300 Jt Hasil dari Set Saldo Awal Kas/Modal dari Harta Pribadi

Lalu jurnal yang terjadi dari pencatatan modal dari harta pribadi adalah sebagai berikut :


Gambar 4. Penjurnalan Modal dari Harta Pribadi

2. Pencatatan modal dari pinjaman/hutang bank :
Buat Mitra Bisnis baru dengan cara masuk ke menu [Master] – Mitra Bisnis – Mitra Bisnis.


Gambar 5. Masuk ke Menu [Master] – Mitra Bisnis – Mitra Bisnis

Klik New – As Supplier, lalu isikan kolom Nama dengan nama perusahaan anda, setelah itu tambahkan juga tipe mitra bisnis Customer sehingga mitra bisnis ini mempunyai 2 tipe mitra bisnis, yaitu sebagai Supplier & Customer. Setelah itu klik Save untuk menyimpan data.


Gambar 6. Buat Mitra Bisnis Baru Atas Nama Perusahaan Anda Sendiri dengan 2 Tipe Mitra Bisnis, Yaitu Customer & Supplier

Masuk ke menu [Kas/Bank] – Penerimaan Pembayaran – Penerimaan Pembayaran.


Gambar 7. Masuk menu [Kas/Bank] – Penerimaan Pembayaran – Penerimaan Pembayaran

Klik New, pilih Supplier atas nama perusahaan anda sendiri, lalu klik Pilih Akun.


Gambar 8. Klik New, Pilih Supplier Atas Nama Perusahaan Anda lalu Klik Pilih Akun

Pilih klasifikasi akun Hutang Jangka Panjang – Klik Refresh – Lalu pilih akun Hutang Bank – Klik OK.


Gambar 9. Pilih Akun Hutang Bank

Isikan Jumlah Bayar sesuai dengan jumlah modal dari pinjaman/hutang bank, lalu klik tab Cara Pembayaran.


Gambar 10. Isikan Jumlah Bayar Sesuai Jumlah Pinjaman/Hutang Bank untuk Modal, Lalu Klik Cara Pembayaran

Klik Cara Bayar, pilih Cara Bayar, pilih Kas/Bank tempat penampungan uang pinjaman/hutang, lalu klik OK.


Gambar 11. Pilih Cara Pembayaran

Berikan juga keterangan apabila diperlukan, lalu klik Save.


Gambar 12. Isikan Keterangan lalu Klik Save

Masuk ke menu [Kas/Bank] – Lihat Kas untuk melihat kas yang sudah bertambah menjadi Rp 500 Jt.


Gambar 13. Kas Bertambah Menjadi Rp 500 Jt Hasil Set Saldo Awal Kas/Modal dari Harta Pribadi Ditambah Pinjaman/Hutang dari Bank

Lalu jurnal yang terjadi dari pencatatan modal dari pinjaman/hutang bank adalah sebagai berikut :


Gambar 14. Penjurnalan Modal dari Pinjaman/Hutang Bank

Setelah itu tentunya apabila kita melakukan pinjaman ke Bank ada bunga yang harus kita tanggung juga. Untuk step by step penginputan pembayaran hutang bank beserta bunganya di BeeAccounting, anda bisa ikuti dengan cara klik link di bawah ini :

Cara Input Pembayaran Hutang Bank Beserta Bunga

Banyak Berbagi Banyak Rejeki Banyak Berbagi Banyak Rejeki

About teguhs

IT Support/ Trainer BeeAccounting - Surabaya | Hitam - Manis - Murah Senyum |

3 comments

  1. Selamat Pagi Tim Support Beeaccounting .

    Saya mau bertanya, bagaimana cara menginput sumber hutang untuk modal dari dua Bank yang berbeda.
    yang nantinya akan dibayar secara kredit, sehingga saya mengetahui sisa hutang dari masing-masing Bank yang memberikan pinjaman kepada saya.
    terima kasih atas perhatiannya.

    Selamat Pagi.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.