Home / Blog / Tips Memahami Piutang Dagang agar Usaha Anda Sukses

Tips Memahami Piutang Dagang agar Usaha Anda Sukses

Piutang dagang sebenarnya merujuk pada piutang yang timbul dari penjualan barang-barang atau jasa-jasa yang dihasilkan oleh perusahaan secara kredit. Piutang dicatat dengan mendebit akun piutang dagang. Piutang dagang semacam ini normalnya diperkirakan akan tertagih dalam periode waktu yang relatif pendek, seperti 30 atau 60 hari sehingga dikelompokkan dalam aktiva lancar. Untuk itu kami akan memberikan Tips Memahami Piutang Dagang agar Usaha Anda Sukses.

Dalam operasional perusahaan yang bergerak di bidang distribusi dan pemasaran kita akan mengenal tiga macam transaksi penjualan, yaitu penjualan tunai, penjualan kredit / tempo dan penjualan secara titip / konsinyasi. Untuk penjualan dengan cara tunai secara umum tidak akan terjadi masalah, karena siklus penjualan sudah selesai, dengan asumsi barang telah diterima dengan baik dan benar.

Namun akan berbeda halnya jika penjualan dilakukan secara kredit / tempo, ketika telah terjadi kesepakatan antara salesman mengenai jenis barang, kuatitas dan harganya, maka penjualan kredit masih menyisakan tugas lanjutan, yaitu penagihan piutang dagang pelanggan / account receivable tersebut. Masalah akan muncul saat piutang (dagang) pelanggan tersebut tidak terbayar sesuai tempo yang telah disepakati, dimulai dari cash flow yang terganggu, bertambahnya biaya operasional karena harus melakukan penagihan ulang, hingga kerugian perusahaan karena ternyata piutang tersebut tidak terbayar.

Jika demikian, kenapa tidak berjualan tunai saja ?, apa sebenarnya fungsi dari penjualan kredit ? Hakekat dari sebuah transaksi adalah pertukaran, termasuk transaksi penjualan, adalah pertukaran barang dengan alat pembayaran yang sah, yaitu uang. Akan tetapi dikarenakan beberapa hal, diantaranya adalah keterbatasan dana, maka ditempuhlah penjualan secara kredit atau bayar secara tempo.

Untuk mengantisipasi Piutang Dagang yang mengganggu operasional bisnis, biasanya perusahaan besar memiliki berbagai macam department untuk mengontrol piutang dagang. Seperti :

  • Bagian keuangan atau akunting, untuk melakukan pencatatan nominal beban kerugian dan keuntungan yang akan di tanggung dan mengantur jadwal jatuh tempo pembayaran.
  • Bagian operasional, untuk mengontrol kestabilan perusahaan saat melakukan proses piutang.
  • Bagian penjualan & pemasaran, untuk menjadi jembatan antara perusahaan dan debitur atau customer yang akan diberikan piutang dagang dan melakukan penagihan piutang.
  • Sampai level yang paling tinggi baik dicabang-cabang maupun kantor pusat, untuk mengawasi semua proses piutang dengan cara memberikan persetujuan piutang dagang.

Itulah sebabnya diperlukan cara-cara strategis untuk mengelola piutang ini, diantaranya adalah

  • Buat Prosedur Pengajuan Kredit

Modal kerja pedagang atau outlet secara umum cukup terbatas, sehingga outlet seringkali hanya order barang yang laku keras saja, itupun dalam jumlah yang terbatas, sangat sulit bagi sales team untuk meminta pedagang pelanggan ini menambah jumlah orderannya.

Salah satu cara bagi distribuor dan principal untuk meningkatkan volume penjualan adalah dengan memberikan fasilitas penjualan secara kredit. Namun tidak semua outlet harus diberi fasilitas ini, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan fasiltas kredit ini.

Untuk itu harus ada sistem dan prosedur untuk proses pengajuan penjualan secara kredit, dimana isinya memuat setidaknya mengenai :

Type outlet apa saja yang bisa mendapat fasilitas kredit, misal Grosir / Wholesales, Retailer-1 (penggecer kelas 1, berada dijalan utama), Retailer-2 (pengecer kelas 1, berada di sekitar pasar), Supermaket, Minimarket, Dept Store dst. Kelayakan outlet dalam hal tingkat keuangan, tingkat keramaian / potensi outlet (perputaran barang yang dijual) dan seberapa tinggi komitmen pemiliknya untuk memperbesar usaha dagangnya.

Standar penetapan batas kredit atau plafon kredit, serta bagaimana prosedur jika over credit limit, siapa dengan batas over CL berapa yang berhak memberikan approval, serta sejauh mana beban tanggung jawab atas approval tersebut, bagaimana jika ingin menaikan batas kredit limit. Bentuk jaminan bank garansi apa saja yang bisa diterima, rasio antara CL dengan nilai jaminan dan tatacara pencairannya.

Sekian artikel dari kami, Jangan lupa share artikel ini ya ke sosial media Anda. Agar teman Anda juga bisa belajar tentang apa itu akuntansi? Banyak berbagi banyak rejeki Terimakasih. Salam Let’s #beefree

Banyak Berbagi Banyak Rejeki Banyak Berbagi Banyak Rejeki

About Vicky Fatrian

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.