Home / Blog / Standar Akuntansi Keuangan yang Digunakan di Beeaccounting
Standar Akuntansi Keuangan yang Digunakan di Beeaccounting

Standar Akuntansi Keuangan yang Digunakan di Beeaccounting

Apa sich pengertian standar akuntansi keuangan itu?

Standar Akuntansi Keuangan atau yang sering di singkat menjadi (SAK) dianggap sebagai  suatu metode dan format baku dalam penyajian informasi laporan keuangan suatu kegiatan usaha cara atau aturan untuk menyajikan informasi keuangan dari sebuah kegiatan usaha pada entitas ekonomi atau perusahaan.

Yang memilki tujuan untuk menyeragamkan dan kemudahan mendapatkan informasi dari laporan tersebut.

Sampai sini Anda sudah mulai bingung atau tambah bingung hehe.

Ini saya bahas karena ada beberapa pelanggan beeaccounting yang bertanya. Beeaccounting itu dalam menyajikan laporan keuangannya menggunakan standar akuntansi yang mana?

Tapi sebelum saya menjawabnya, alangkah baiknya jika Anda tahu terlebih dahulu macam-macam standar akuntasi keuangan. 

1. PSAK-IFRS

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan – International Financial Report Standard. PSAK ini sebenarnya adalah nama lain dari SAK yang diterapkan oleh Ikatan Akuntansi Indoensia pada tahun 2012. Dalam PSAK ini sangat penting untuk menerapkannya ke dalam entinitas yang bersifat umum, antara lain: emiten, perusahaan publik, perbankan, asuransi, dan BUMN.

PSAK bertujuan untuk memberikan informasi yang relevan bagi pengguna laporan keuangan. Penggunaan IFRS sendiri juga bukan tanpa alasan. Indonesia merupakan anggota IFAC yang menjadikan IFRS sebagai standar akuntansi mereka, sehingga mau tidak mau Indonesia harus mematuhi kesepakatan antar anggota.

2. SAK-ETAP

Standar akuntansi keuangan untuk entitas tanpa akuntabilitas publik. Umumnya, ETAP digunakan untuk entitas yang akuntabilitas publiknya tidak signifikan dan laporan keuangannya hanya untuk tujuan umum bagi pengguna eksternal. ETAP sendiri menggunakan IFRS untuk Small Medium Enterprises sebagai acuan penerapan standar. Dengan kata lain, ETAP merupakan anak dari IFRS.

Tujuan dari SAK-ETAP Sendiri adalah memberikan kesempatan bagi pengusaha kecil agar dapat membuat laporan keuangan sendiri yang dapat di audit dan mendapatkan opini audit, sehingga mereka dapat menggunakan laporan keuangan tersebut untuk mendapatkan dana pengembangan usaha.

ETAP  sendiri merupakan hasil penyederhanaan dari IFRS.  Penyederhanaan tersebut meliputi;

  •  Tidak ada Laporan Laba / Rugi Komprehensif.
  •  Penilaian untuk aset tetap, aset tak berwujud dan propersi investasi setelah tanggal perolehan hanya menggunakan harga perolehan, tidak ada pilihan menggunakan nilai revaluasi atau nilai wajar.
  • Tidak ada pengakuan liabilitas dan aset pajak tangguhan. Beban pajak diakui sebesar jumlah pajak menurut ketentuan pajak

3. PSAK-Syariah

Sebagai negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, Indonesia tentu memerlukan kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan hukum syariah. Adanya lembaga-lembaga berbasis syariah seperti bank syariah, pegadaian syariah, badan zakat, dan sebagainya tentu membutuhkan sebuah lembaga yang memiliki standar syariah.

Inilah tujuan PSAK Syariah, yakni sebagai pedoman lembaga-lembaga yang menggunakan kebijakan syariah. Penggunaan PSAK Syariah sendiri dilakukan oleh entitas yang terlibat dalam transaksi syariah, baik entitas lembaga syariah maupun lembaga non syariah. Pengembangan PSAK Syariah dibuat berdasarkan acuan fatwa-fatwa yang dikeluarkan oleh MUI.

4. SAP

SAP adalah Standar Akuntansi Pemerintah yang diterbitkan oleh Komite Standar Akuntansi Pemerintahan. SAP ini ditetapkan sebagai PP (Peraturan Pemerintah) yang diterapkan untuk entetitas pemerintah dalam menyusun Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) dan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD).

Nah dari ke-4 standar akuntansi diatas, beeaccounting menggunakan standar akuntansi keuangan nomer 2 yaitu SAK-ETAP.

Kelebihan dari standar akuntansi SAK-ETAP antara lain;

  • Implementasi lebih mmudah karena lebih sederhana dibandingkan PSAK-IFRS
  • Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan tetap berkualitas meskipun bentuknya sederhana.
  • Disusun dengan mengadopsi IFRS for SME yang modifikasi sesuai dengan kondisi di Indonesia serta dibuat lebih ringkas
  • Memerlukan profesional judgement yang lebih sedikit dibanding PSAK-IFRS

Semoga artikel ini bermanfaat. Terimakasih. Salam Let’s #beefree

 

Banyak Berbagi Banyak Rejeki Banyak Berbagi Banyak Rejeki

About Venny Jasmine

Baik dan Tidaknya Sesuatu itu Tergantung pada Persepsi Anda