Home / Blog / Skema dan Keuntungan Bisnis Konsinyansi

Skema dan Keuntungan Bisnis Konsinyansi

Pada prinsipnya usaha atau bisnis yang kita jalani merupakan suatu proses dari serangkaian tindakan yang kita perbuat. Karena sifatnya merupakan suatu mekanisme proses, maka perlu waktu bagi pengembangannya. Sehingga, yang perlu dilakukan, antara lain evaluasi secara kontinu dan konsisten dalam penerapan strategi usaha yang ditekuni.

Konsinyasi adalah mekanisme titip jual, di mana pemilik produk menempatkan barang dagangannya kepada toko untuk kemudian dijual dan akan dibayar setelah barang terjual. Dalam hal ini, keuntungan yang diperoleh yaitu tidak perlu modal awal yang besar, seperti memiliki outlet toko dan pegawai sendiri. Namun demikian, juga memiliki kelemahan dalam hal fokus penjualan, karena pemilik toko tentu mempunyai berbagai varian produk jualan lainnya.

Dalam penerapannya, sistem bisnis konsinyasi ini memiliki skema. Berikut macam-macam skema bisnis konsinyasi :

  1. Skema pola bagi hasil atas produk jual.
    Sehingga, harga jual telah ditetapkan oleh pemilik produk dan nilai atas bagi hasilnya.
  2. Skema konsinyasi dengan pola penetapan harga dasar
    Di mana pemilik produk menetapkan harga dasar, sementara pihak outlet toko mendapatkan margin dari harga jual yang dia tentukan sendiri.

Dalam kedua pilihan tersebut, tentu akan lebih baik bila Anda memakai pola pertama di mana telah ditentukan harga jual dan bagi hasilnya, karena dengan demikian terdapat standarisasi harga. 

Beberapa alasan mengapa pemasaran titip jual dinilai ampuh dan masih banyak dipakai hingga sekarang adalah:

a. Sistem yang saling menguntungkan

Dengan menggunakan cara pemasaran titip jual, baik itu pemilik usaha maupun pemilik toko sama-sama bisa mendapat keuntungan. Pemilik toko bisa mendapatkan untung dengan menjual barang produksi tanpa harus mengeluarkan modal, sedangkan pengusaha dapat memanfaatkannya sebagai marketing untuk menawarkan produknya.

b. Pemilik toko terhindar dari resiko kerugian

Karena sistem ini merupakan sistem numpang tempat, maka pemilik toko tidak akan mengkhawatirkan kerugian apabila barang dagangan yang dititipkan tidak laku. Penitip barang produksi hanya akan mengganti dagangannya secara berkala tanpa meminta ganti rugi apabila barang yang dititipkan masih ada yang tersisa.

c. Memperlancar pemasaran pemilik usaha

Hal yang harus diperhatikan sebelum menentukan toko mana yang akan dititipi barang dagangan yaitu tempat yang strategis dan pengunjung yang aktif. Toko yang ramai akan pembeli memberi kemungkinan laku yang lebih besar.

Keuntungan penjual dalam memasarkan produknya dengan sistem ini memang sangat banyak, tetapi bukan berarti sistem ini tidak memiliki kendala yang harus dihadapi. Pemilik toko biasanya tidak akan mudah percaya begitu saja dengan produk yang akan dititipkan, apalagi jika produk tersebut masih terkesan baru. Alasan lain toko menolak menerima barang yang akan dititipkan karena produk tersebut sudah banyak dijual atau kemungkinan laku sangat sedikit. Maka dari itu penjual harus pandai-pandai memberi pengertian kepada pemilik toko agar yakin terhadap barang yang akan dititipkan. 

Jangan lupa baca artikel lain mengenai konsinyasi di  Jenis produk cocok bisnis konsinyasi, Bagaimana cara mengembangkan bisnis konsinyasi?, Bingung Pencatatan bisnis konsinyasi, ini caranya.. Semoga informasi ini berguna untuk ada dalam menjalankan bisnis Let’s #beefree 

Banyak Berbagi Banyak Rejeki Banyak Berbagi Banyak Rejeki

About Anggara Farhan

Graphic Designer, Video Editor, Film Making, 2D Animator, Digital Marketer, Seller, Writer, Content Creator