Home / Blog / Prinsip-Prinsip Manajemen Keuangan Bisnis
prinsip-prinsip-dalam-manajemen-keuangan-bisnis-image

Prinsip-Prinsip Manajemen Keuangan Bisnis

Manajemen adalah seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain dalam mencapai tujuan organisasi atau perusahaan. Salah satu cabang ilmu manajemen adalah manajemen keuangan yang mengatur perencanaan untuk memperoleh sumber daya sebagai modal pendanaan perusahaan yang direncanakan, dipantau, dianalisa, dan dilaporkan pada penggunanya.

Tujuan dasar dari manajemen keuangan ini ialah memastikan bahwa sumber daya yang tersedia cukup bagi perusahaan untuk beroperasi dan dapat digunakan secara efisien dan efektif. Pada dasarnya tidak ada model sistem manajemen keuangan ideal yang dapat sesuai dengan segala perusahaan.

Namun setidaknya terdapat prinsip-prinsip dasar yang harus ada dalam pengelolaan manajemen keuangan perusahaan agar pengelolaan keuangan perushaan dapat terlaksana dengan baik, berikut prinsip-prinsip dasar dalam pengelolaan manajemen keuangan dan bisnis :

  • Konsistensi (consistency)

Prinsip ini menekankan bahwa tiap perusahaan harus menerapkan pendekatan sistem akuntansi yang konsisten (atau sama) dari satu periode ke periode berikutnya dalam menyusun laporan keuangannya. Hal ini penting untuk diterapkan perusahaan agar yang diperoleh dapat dengan mudah dibandingkan dengan laporan keuangan periode sebelumnya untuk mengukur seberapa besar kemajuan dari perusahaan.

Informasi yang terkandung dalam laporan keuangan perusahaan tentunya juga penting bagi pihak eksternal yang akan ikut berinvestasi dan membantu perusahaan. Oleh karena itu penerapan prinsip konsistensi ini akan mempermudah proses pembandingan informasi mengenai perusahaan dan data yang disajikan pun menjadi lebih akurat, koheren, dan terpercaya.

Sebagai contoh, apabila sebuah perusahaan menggunaka metode FIFO (first in first out) dalam pencatatan laporm keuangannya maka untuk periode selanjutnya perusahaan harus konsisten menerapkan metode FIFO dalam pencatatannya, bukan LIFO.

  • Akuntabilitas (accountability)

Prinsip ini berarti bahwa perusahaan harus mampu mempertanggungjawabkan laporan keuangannya kepada pihak-pihak yang bersangkutan dengan perusahaan. Hal-hal yang perlu dipertanggungjawabkan ini meliputi pengelolaan sumber daya perusahaan dan hasil yang didapat dari kinerja perusahaan itu sendiri.

  • Transparansi (transparency)

Prinsip ini menegaskan bahwa perusahaan harus terbuka atas informasi yang berkaitan dengan perusahaan seperti bagaimana perusahaan menjalankan usahanya hingga pada laporan keuangan tersebut. Keterbukaan ini diterapkan kepada para pemegang kepentingan perusahaan baik pihak internal maupun eksternal.

Publikasi yang jelas mengenai perusahaan hendaknya dapat diakses dengan mudah oleh semua pihak tanpa terkecuali, sebab dengan begitu dapat tercermin kejujuran dalam penyajian informasi keuangan dan tidak ada yang disembunyikan dari perusahaan.

  • Integritas (integrity)

Dalam prinsip ini kejujuran dan kepatuhan merupakan kunci utama yang harus dimiliki tiap individu dalam organisasi atau perusahaan. Integritas seorang individu dapat mempengaruhi kinerja nya yang akan berimbas pada keberlangsungan perusahaan.

Individu dengan integritas yang baik dan konsisten akan mampu menjaga laporan keuangan perusahaan agar tetap akurat dan terpercaya. Kepercayaan itu penting untuk dijaga dalam mempertahankan bisnis agar dapat berjalan secara berkesinambungan.

  • Pengelolaan Keuangan (financial stewardship)

Prinsip ini menerangkan bahwa perusahaan harus mampu menjaga pengelolaan sumber keuangan perusahaan yang ada dengan baik dan dapat memastikan sumber daya tersebut akan dimanfaatkan untuk memenuhi tujuan perusahaan yang telah ditetapkan.

Prinsip ini mengajarkan bahwa perusahaan harus mampu memanfaatkan sumber daya yang ada dengan bijak, seperti melakukan perencanaan pengeluaran yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan, melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan manajemen stratejik perusahaan, mengawasi pemasukan maupun pengeluaran perusahaan, hingga mengevaluasi transaksi yang dilakukan perusahaan.

  • Standar Akuntansi (accounting standards)

Standar akuntansi merupakan pedoman bagi perusahaan dalam menyusun laporan keuangannya, seperti bagaimana perusahaan mempersiapkan bisnis, biaya, asset, maupun liabilitasnya sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

Dalam melakukan pencatatan maupun penyimpanan dokumentasi keuangan perusahaan harus memperhatikan dan menerapkan standar akuntansi yang diterima, sesuai, dan berlaku secara umum. Hal ini penting dilakukan perusahaan agar informasi atau laporan keuangan yang disajikan perusahaan dapat dimengerti oleh berbagai macam bisnis dan industri di seluruh dunia.

  • Kelangsungan Hidup (viability)

Keberlangsungan hidup perusahaan dapat diukur melalui keberlangsungannya dalam jangka panjang dan kemampuannya untuk mempertahankan keuntungan selama periode waktu tertentu. Sebuah perusahaan perlu memperhatikan prinsip ini dalam mengelola perusahaan dalam berbagai aspek termasuk manajemen keuangan.

Hal ini diterapkan agar perusahaan senantiasa memperhatikan keamanan dalam pengelolaan perusahaan agar mampu mempertahankan tujuan utama perusahaan dalam meraih keuntungan serta bertahan dalam siklus bisnis yang senantiasa terjadi.

Oh iya jangan lupa share ke akun sosial media Anda ya.  Agar teman-teman Anda juga mendapatkan manfaatnya. Banyak berbagi semakin banyak rejeki. Salam Let’s#beefree

Banyak Berbagi Banyak Rejeki Banyak Berbagi Banyak Rejeki

About Venny Jasmine

Baik dan Tidaknya Sesuatu itu Tergantung pada Persepsi Anda

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.