Home / Blog / Perbedaan Pembukuan Akuntansi dan Pajak dalam Laporan Keuangan
perbedaan-pembukuan-akuntansi-dan-pajak-dalam-laporan-keuangan-image

Perbedaan Pembukuan Akuntansi dan Pajak dalam Laporan Keuangan

Akuntansi dan pembukuan tidaklah sama namun terdapat hubungan yang erat di antara keduanya. Keduanya sama-sama disusun berdasarkan data informasi keuangan perusahaan. Akuntansi disusun berdasarkan pembukuan.

Pengertian Pembukuan

Pembukuan merupakan proses pencatatan transaksi moneter perusahaan yang dilakukan secara sistematis dan komprehensif. Fungsi pembukuan adalah menjaga dokumen transaksi entitas keuangan sebagai acuan dalam menyusun akuntansi. Dengan demikian, ruang lingkup akuntansi lebih luas daripada pembukuan.

Kegiatan yang dapat dimasukkan dalam kelompok pembukuan antara lain menerbitkan faktur untuk pelanggan. Dan mencatat faktur dari pemasok barang, mencatat setiap perubahan keantitas dan jenis barang persediaan, membayar pemasok, mencatat transaksi, mencatat atau melakukan pemrosesan penggajian perusahaan.  

Kegiatan yang dimasukkan dalam kelompok akuntansi antara lain  pembuatan daftar akun, penyiapan buku besar, merancang laporan keuangan, menerbitkan laporan manajemen sesuai dengan isu yang spesifik, membuat laporan pajak.

Transaksi moneter perusahaan dicatat dan dikelompokkan secara sistematis, diringkas dan ditampilkan secara informatif kepada para pengguna. Akuntansi merupakan tampilan dari informasi tentang posisi keuangan perusahaan.  Pembukuan tidak dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan perusahaan.

Keputusan perusahaan  hanya dapat diambil berdasarkan berdasarkan akuntansi. Hal tersebut disebabkan oleh tidak mampunya pembukuan dalam mencerminkan posisi keuangan perusahaan. Akuntansilah yang menampilkan posisi keuangan perusahaan.

Tidak semua pengusaha memandang penting pembukuan. Hal tersebut disebabkan oleh pandangan bahwa pembukuan bukan aktivitas yang berdampak secara cepat terhadap kemajuan perusahaan. Dan juga tidak semua pengusaha memiliki kemampuan menyusun akuntansi walaupun akuntansi merupakan perangkat yang penting untuk melandasi pengambilan keputusan.

Pemerintah Indonesia mulai 2016 mewajibkan para pengusaha membuat pembukuan dan akuntansi dengan menggunakan software. Penggunaan software tersebut untuk mempermudah dalam mencatat kegiatan pembukuan dan akuntansi.

Perangkat akuntansi (beeaccounting Software) saat ini dikenal sebagai perangkat yang memudahkan proses pencatatan kegiatan akuntansi. Perangkat tersebut dilengkapi dengan berbagai fitur. Salah satu diantaranya adalah fitur E-Faktur . Fitur E-Faktur memudahkan pengusaha untuk melaporkan pajak pertambahan nilai (PPN) keluaran dan PPN masukan ke kantor pajak.

Berkaitan dengan kewajiban membayar pajak, pembukuan dan akuntansi yang terstruktur dan sistematis mempermudah pengusaha dalam menghitung besarnya pajak yang harus dibayarkan pada negara.

Pembukuan dalam kaitannya dengan kewajiban pengusaha untuk membayar pajak didefinisikan sebagai proses pencatatan yang dilakukan secara teratur untuk mengumpulkan data dan informasi keuangan. Pencatatan tersebut ditutup dengan menyusun laporan keuangan berupa neraca dan laporan laba rugi untuk periode tahun pajak tersebut.

Jumlah pajak terutang, termasuk penghasilan yang bukan objek pajak dan/atau yang dikenai pajak yang bersifat final dihitung berdasarkan data yang dikumpulkan secara teratur tentang peredaran atau penerimaan bruto dan/atau penghasilan bruto.

Perusahaan berkewajiban menyusun laporan keuangan sesuai dengan peraturan fiskal karena menjadi dasar penentuan SPT PPh. Laporan keuangan perusahaan seharusnya disusun dengan mengacu pada standar akuntansi komersial. Dalam hal ini perusahaan melakukan penyesuaian fiskal (koreksi fiskal) untuk memenuhi kebutuhan pelaporan pajak.

Keuntungan atau kerugian komersial tersebut harus dilakukan penyesuaian atau koreksi-koreksi fiskal sesuai dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2000 untuk menghitung PPh terutang. Penyesuaian tersebut dilakukan karena terdapat perbedaan besarnya keuntungan atau kerugian berdasarkan  perhitungan akuntansi komersial dengan akuntansi fiskal.

Kegiatan pembukuan berbeda dengan pencatatan. Perbedaan tersebut terletak pada proses/siklusnya. Wajib pajak melakukan kegiatan pembukuan melalui siklus akuntansi secara lengkap, dimulai dari tahap pencatatan, penggolongan, pengikhtisaran, dan tahap pelaporan. Kegiatan pencatatan dilakukan tanpa melalui siklus seperti halnya pembukuan.

Berdasarkan uraian tersebut diketahui bahwa antara pembukuan akuntansi dan pajak dalam laporan keuangan terdapat perbedaan. Keuntungan/kerugian perusahaan yang dihitung berdasarkan akuntansi komersial ternyata berbeda dengan akuntansi fiskal.

Oleh karena itu, untuk menghitung Pph terutang pembukuan tersebut harus disesuaikan melalui  koreksi-koreksi fiskal sesuai dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2000.

Semoga artikel ini bermafaat untuk Anda. Jangan lupa share ya agar teman Anda juga mendapatkan manfaatknya. Banyak berbagi banyak rejeki. Salam Let’s #beefree

 

Banyak Berbagi Banyak Rejeki Banyak Berbagi Banyak Rejeki

About Venny Jasmine

Baik dan Tidaknya Sesuatu itu Tergantung pada Persepsi Anda

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.