Home / Blog / Perbedaan Faktur, Invoice, Kwitansi, Bon dan Nota dalam Bisnis

Perbedaan Faktur, Invoice, Kwitansi, Bon dan Nota dalam Bisnis

Sebagaian orang awam tidak tahu dengan jelas apa guna faktur, invoice, kwitansi, bon dan nota dalam transaksi jual beli. Banyak diantara Anda membuang dan tidak mengecheck kembali apa saja yang tertulis setelah membelanjakan produk.

Banyak juga Anda temukan kasus di Pasar dan toko klontong yang menggunakan bon pembelian hanya dengan kertas bekas kardus rokok atau kertas ala kadarnya untuk menulis jumlah pembelian pelanggan.

Terlebih lagi penjual tidak memiliki salin dan melakukan pencatatan atas barang yang telah dibeli oleh pelanggan.

Perlu Anda ketahui faktur, invoice, kwitansi, bon dan nota penting baik untuk pelaku bisnis dan pembeli. Setiap perusahaan entah itu perusahaan yang menghasilkan barang ataupun jasa pasti memiliki tujuan untuk memperoleh laba.

Agar tujuan ini dapat diketahui dan dicapai, maka suatu perusahaan membutuhkan data-data pembukuan keuangan secara lengkap agar dapat menentukan harga secara tepat dan memiliki bukti-bukti transaksi jual-beli yang akurat.

Faktur, invoice, kwitansi, bon dan nota adalah bentuk dari bukti transaksi yang terjadi akan sangat berguna untuk pertanggung-jawaban jalannya bisnis Anda.

Semua bentuk transaksi tersebut dikumpulkan dan digunakan dalam pencatatan operasional bisnis Anda. Agar Anda lebih tercatat dan terukur perkembangan bisnis Anda.

Beberapa jenis bukti transaksi utama yang biasanya digunakan oleh perusahaan ataupun pemilik sebuah usaha/dagang adalah Faktur, Nota / Bon, & Kwitansi :

1. Faktur

Adalah suatu dokumen transaksi yang digunakan sebagai pencatatan bukti pembayaran secara kredit yang dibuat oleh penjual untuk pembeli.

Faktur biasanya memiliki rangkap 3, dimana salinan pertama berwarna putih yang diserahkan kepada pembeli, salinan kedua disimpan penjual untuk dijadikan lampiran saat penagihan, dan salinan ketiga disimpan di dalam buku faktur.

Informasi yang terdapat dalam faktur biasanya terdiri dari rincian catatan daftar barang, harga, jumlah total yang harus dibayarkan pembeli, syarat pembayaran ataupun syarat penyerahan barang, serta biaya lainnya. Informasi ini masih bisa disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

Ada juga, Faktur Pajak adalah bukti pungutan pajak Pengusaha Kena Pajak (PKP), yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) atau penyerahan Jasa Kena Pajak (JKP).

Artinya, ketika PKP menjual suatu barang atau jasa kena pajak, Anda harus menerbitkan Faktur Pajak sebagai tanda bukti dirinya telah memungut pajak dari orang yang telah membeli barang/jasa kena pajak tersebut.

Perlu diingat bahwa barang/jasa kena pajak yang diperjualbelikan, telah dikenai biaya pajak selain harga pokoknya.

Gambar 1: Contoh Faktur Pajak
Gambar 1: Contoh Faktur Pajak

2. Kwitansi

Adalah dokumen yang dijadikan sebagai tanda bukti transaksi pembayaran yang ditandatangani oleh penerima uang. Kwitansi yang sudah diisi dengan berbagai keterangan pembayaran dan telah ditandatangani oleh penerima uang selanjutnya bisa diserahkan kepada yang membayar sejumlah uang tersebut.

Untuk memperkuat legalitas, biasanya penandatanganan kwitansi juga harus dibubuhi dengan materai yang disesuaikan dengan kebutuhan.

Gambar 2: Kwitansi
Gambar 2: Kwitansi

3. Nota/Invoice

Adalah bukti atas pembelian sejumlah barang secara tunai. Nota dibuat oleh penjual dan diberikan kepada pembeli. Biasanya nota dibuat rangkap 2, satu lembar untuk pembeli dan lembar kedua untuk penjual.

Gambar 3: Nota Invoice
Gambar 3: Nota Invoice

4. Bon

Adalah surat kecil berisi keterangan pengambilan barang, peminjaman uang, dan sebagainya. Sudah sangat jarang sekali instansi menggunakan Bon. Saat ini, banyak ditemui dengan menggunakan kartu peminjaman.

Naah.. Sekarang sudah sangat jelaskan seperti apa alat bukti transaksi yang sering kita jumpai. Kumpulkan bukti transaksi tersebut, untuk merapikan setiap transaksi bisnis Anda. Agar semuanya lebih transparan lagi dan bisa lebih mudah di kontrol. Let’s #beefree

Banyak Berbagi Banyak Rejeki Banyak Berbagi Banyak Rejeki

About Venny Jasmine

Baik dan Tidaknya Sesuatu itu Tergantung pada Persepsi Anda