Home / Blog / Pengertian Teori Akuntansi yang Wajib Diketahui Calon Pengusaha

Pengertian Teori Akuntansi yang Wajib Diketahui Calon Pengusaha

Untuk seorang pengusaha mengerti tentang apa-apa yang menjadi basic usahanya adalah mutlak adanya. Termasuk dalam menguasai atau setidaknya mengenali beberapa konsep dalam satu atau dua cabang ilmu menyangkut perniagaan, bisnis dan usaha adalah sesuatu yang tepat. Dan salah satu bidang ilmu pokok dalam dunia bisnis dan perniagaan adalah Akuntansi.

Akuntansi sendiri, bisa dipelajari baik melalui prosedur sekolah formal berbagai jenjang, atau mengadaptasi secara praktis dengan menjalankan software-software akuntansi yang banyak terdapat di pasaran.

Tapi, meski sudah banyak otomatisasi melalui ragam software pendukung akuntansi, tapi mengetahui dasar-dasar akuntansi, yang salah satunya teori-teori akuntansi juga penting bagi para calon usahawan.

Teori Akuntansi, Apa Itu dan Bagaimana Penerapannya

Pertanyaan mendasar pertama adalah, mengapa teori akuntansi penting untuk diketahui? Mari kita bedah satu persatu.

Secara definitif, teori akuntansi merupakan, ragam dalil, yang terumuskan serta memberikan gambaran atas fenomena-fenomena akuntansi secara sistematis dan terstruktur. Teori ini dirumuskan atas tujuan, memperkirakan fenomena-fenomena akuntansi yang akan dan mungkin terjadi, dengan menjelaskan hubung kait dari masing-masing variable tersebut.

Karena sifatnya yang dinamis, sebab terdapat variable-variabel didalamnya, maka sebuah teori akuntansi bisa berkembang mengikuti fenomena, kerangka berpikir akuntan yang umum, serta hal-hal lain yang bersifat probabilitas, bahkan literatur serta pendekatan yang dipergunakan oleh seorang akuntan juga turut berpengaruh. Oleh karenanya, meski antara satu akuntan ahli dengan ahli lainnya bersepakat tentang definisi teori akuntansi sebagai kerangka berpikir yang didalamnya mencakup fenomena-fenomena akuntansi, namun terdapat keragaman pendekatan dalam merumuskannya.

  • Pendekatan Teoritis

Dalam menjalankan pendekatan ini dikenal beberapa metodologi, yang terbagi menjadi, metodologi induktif yakni, dalil akuntansi dirumuskan dari dasar untuk selanjutnya diambil kesimpulan logis atas fenomena yang dipersoalkan, metodologi induktif dilakukan dengan menjalankan beberapa observasi kemudian dirumuskan berdasar fenomena yang berulang dan seragam.

  • Pendekatan Informal

Untuk tipe pendekatan ini dikenal beberapa metodologi diantaranya, pragmatis, non teoritis dan praktis. Didalamnya didasarkan atas praktik lapangan serta keadaan. Sementara itu juga terdapat pendekatan otoriter yang didalamnya didasarkan atas teori akuntansi yang diperkenalkan oleh organisasi profesi akuntan guna mengatur praktek serta menentukan standar akuntabilitas.

  • Pendekatan Makro Ekonomi

Untuk pendekatan ini, teori akuntansi ditekankan pada indikator-indikator yang tampak atas fenomena makro ekonomi dan selanjutnya baru ditarik rumusan-rumusan untuk menuju pada sebuah kesimpulan teori akuntansi.

  • Pendekatan Sosiologis

Untuk tipe pendekatan ini, perumusan teori akuntansi didasarkan pada dampak sosial. Dengan kata lain, perhatian utama bukan hanya pada user untuk teori-teori akuntansi yang dimunculkan melainkan pada keseluruhan struktur sosial masyarakat.

Setelah tahu tentang pendekatannya, selanjutnya baru seorang usahawan bisa memahami metode-metode yang dipakai untuk merumuskan teori-teori akuntansi. Berikut ini adalah beberapa kutipannya.

  1. Metode Psychological Pragmatic

Penerapan metode ini dijalankan dengan mengamati reaksi yang muncul dari user untuk sebuah laporan keuangan, dimana laporan tersebut telah disusun berdasar pada pedoman, prinsip dan aturan standar akuntansi.

  1. Metode Normatif

Sempat menjadi trend pembuatan laporan keuangan di angka tahun 1950-1960 an, metode ini didasarkan atas norma peraturan yang wajib, dan cenderung zakelijk.

  1. Metode Pragmatis

Metode ini menganggap akuntansi adalah sebuah seni, karenanya merumuskan teori akuntansi yang baku adalah mustahil.

  1. Metode Ilmiah

Mulai digunakan komunitas akuntan internasional pada 1970 an, metode ini adalah yang umum dan sedang berlaku saat ini. Teori dirumuskan berdasar standar namun tetap merujuk pada fenomena yang nyata-nyata sedang terjadi.

Itulah tadi seluk beluk seputar pengertian teori akuntansi serta bagaimana sebuah teori akuntansi muncul. Seorang usahawan maupun calon usahawan perlu untuk berkenalan dengan konsep-konsep semacam ini agar matang dalam mengambil keputusan yang berbasis pada standar akuntabilitas dan transparansi demi kemajuan perusahaan.

Banyak Berbagi Banyak Rejeki Banyak Berbagi Banyak Rejeki

About wahyudi

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.