Home / Blog / Pengertian Pajak UMKM, Keuntungan, dan Cara Perhitungannya

Pengertian Pajak UMKM, Keuntungan, dan Cara Perhitungannya

Pemerintah, melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2018 tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan Dari Usaha yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak yang memiliki Peredaran Bruto Tertentu mengeluarkan kebijakan baru terkait pajak UMKM yang diharapkan bisa mendukung perkembangan UMKM agar bisa berkontribusi lebih besar lagi dalam perekonomian nasional. Jika sebelumnya tarif Pajak Penghasilan (PPh) Final 1%  kini menjadi 0,5% khusus bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) beromzet maksimal Rp4,8 miliar setahun. Selian keringanan dibandingkan tarif sebelumnya, pajak UMKM ini juga memiliki banyak keuntungan, oleh karena itu Anda harus paham bagaimana perhitungannya.

Siapa saja yang bisa menikmati Tarif Pajak 0,5% dan sampaia kapan tarif ini berlaku?

Tarif pajak ini berlaku untuk pelaku bisnis UMKM yang masuk dalam kategori sebagai berikut:

  1. UMKM yang memiliki omzet tidak melebihi Rp4,8 miliar dalam satu tahun pajak, misalnya saja usaha dagang, maupun jasa seperti toko/kios/los kelontong, pakaian, elektronik, bengkel, penjahit, warung atau rumah makan dan sebagainya.
  2. UMKM yang menjalankan usaha offline maupun yang berjualan di toko online (marketplace dan media sosial).

Perlu diingat bahwa tarif 0,5 % ini tidak untuk selamanya, tapi diatur dalam PP Nomor 23 Tahun 2018, dengan batas waktu sebagai berikut:

  1. Berlaku untuk Wajib Pajak Orang Pribadi selama 7 tahun
  2. Berlaku bagi Wajib Pajak Badan berbentuk Koperasi, Persekutuan Komanditer atau Firma selama 4 tahun
  3. Berlaku bagi Wajib Pajak Badan berbentuk Perseroan Terbatas (PT) selama 3 tahun.

Jika sudah melewati batas waktu tersebut, maka pelaku UMKM yang dijalankan Wajib Pajak Orang Pribadi, Wajib Pajak Badan, dan Wajib Pajak PT wajib membayar pajak penghasilan berdasarkan tarif umum sesuai Undang-undang PPh.

Apa saja keuntungan menggunakan Tarif PPh Final UMKM 0,5 % tersebut?

Sebagai bagian dari upaya pemerintah mendorong pertumbuhan sektor UMKM, tarif PPh Final ini memiliki banyak keuntungan antara lain:

  1. Perhitungan pajak buat UMKM offline maupun online lebih sederhana dan mudah dilakukan yaitu tinggal menjumlahkan omzet sebulan, kemudikan dikalikan tarif.
  2. Tarif murah, sisa omzet bersih (keuntungan bersih) bisa dipakai pengusaha untuk mengembangkan usahanya
  3. Mendorong orang untuk terjun sebagai wirausaha. Tak usah khawatir dibebankan pajak tinggi
  4. Mendorong wajib pajak UMKM dalam membayar pajak dengan tertib dan patuh
  5. Mendorong UMKM bisa naik kelas. Dengan administrasi yang rapi dapat menjadi jalan bagi mereka untuk memperoleh akses permodalan lewat bank sehingga bisa naik kelas

Setelah memahami keuntungan diatas, lantas bagaimana perhitungan PPh Final 0,5% untuk UMKM tersebut?

Ketentuan tarif PPh Final UMKM 0,5 % ini berlaku mulai Juli 2018, sehingga perhitungannya dimulai dari omzet Juli yang dibayarkan di Bulan Agustus dan seterusnya setiap tanggal 15. Perhitungannya mudah, tinggal menjumlahkan omzet dalam sebulan, lalu dikalikan tarif 0,5%.

Misalnya saja seorang pengusaha UMKM memiliki usaha kecil sebagai pedagang baju dengan omzet sebulan Rp. 20.000.000. Dia memenuhi syarat untuk menggunakan PP 23 Tahun 2018. Jadi perhitungan pajaknya adalah

Omzet Juli 2018 yang disetorkan Agustus = 0,5% x Rp.20.000.000= Rp. 100.000. Pengusaha tersebut bisa memanfaatkan tarif setengah persen itu sampai waktu 7 tahun. Setelah itu, dia wajib membuat pembukuan dan menjadi wajib pajak dengan tarif normal. Tidak ada alasan lagi tidak bisa membuat pembukuan, karena periode waktu yang diberikan sudah cukup bagi UMKM untuk belajar menyusun laporan keuangan. Apalagi di era digital sekarang ini, membuat pembukuan sudah lebih mudah untuk dilakukan.

Banyak Berbagi Banyak Rejeki Banyak Berbagi Banyak Rejeki

About wahyudi

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.