Home / Blog / Pengertian Istilah-istilah Audit Laporan Keuangan

Pengertian Istilah-istilah Audit Laporan Keuangan

Audit laporan keuangan merupakan prosedur standar yang dilakukan oleh tim auditor atas aktivitas bisnis maupun instansi pemerintah. Tujuannya adalah untuk melihat sejauh mana penyelenggara negara maupun pelaku bisnis bisa menjalankan ketentuan yang ada. Disisi lain, audit juga bisa menjadi petunjuk awal apakah sebuah ketentuan/aturan yang dibuat oleh regulator (atau manajemen perusahaan bagian sistem dan prosedur) bisa dijalankan dalam konteks aplikasi di lapangan.

Audit laporan keuangan bermanfaat untuk menambah kredibilitas atas posisi keuangan yang dilaporkan dan kinerja bisnis dalam satu periode yang ditentukan. Pihak yang membutuhkan audit laporan keuangan adalah manajemen perusahaan, kreditur (pemberi kredit) pada perusahaan, dan juga calon investor yang ingin menanamkan modal pada perusahaan.

Pengertian Istilah-istilah Audit Laporan Keuangan

Semua pihak yang membutuhkan audit laporan keuangan dan juga pihak yang diaudit, idealnya beberapa istilah yang biasa digunakan dalam audit laporan keuangan seperti berikut ini:

  • Audit Investigasi: audit yang digunakan untuk mengidentifikasi atau mengungkapkan adanya tindak kecurangan ataupun kejahatan. Sistemtika yang digunakan baik pendekatan, prosedur, dan teknik dalam pelaksanaan audit investigasi berbeda dari audit tujuan lainnya.
  • Management audit, yaitu evaluasi efektifitas dan efisiensi kinerja operasional perusahaan untuk dapat dipertanggungjawabkan kepada pihak yang memiliki wewenang yang lebih tinggi dalam suatu perusahaan.
  • Performance audit, yaitu suatu proses penilaian yang sistematik guna menilai pada tingkat apa efisiensi dan efektivitas sebuah proses bisnis dijalanakan. Audit ini menilai kepatuhan terhadap kebijakan dan peraturan yang berlaku serta hasil kinerja.
  • Due dilligence (Uji Tuntas), yaitu penyelidikan terhadap kinerja suatu perusahaan, perseorangan, atau pun kinerja dalam suatu program untuk perbandingan terhadap standar baku yang telah ditetapkan.
  • Information Risk, yaitu risiko atas informasi yang digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Informasi yang tidak akurat dimungkinkan karena jauhnya informasi, keberpihakan suatu oknum, dan sebab lain yang berakibat pengambilan keputusan yang salah.
  • Internal Auditor, yaitu aktivitas internal audit yang dilakukan oleh badan atau perorangan atas seluruh kegiatan perusahaan. Tujannya adalah melakukan evaluasi akurasi data keuangan entitas dan menghindari masalah hukum dan keuangan.
  • Independent Auditor, yaitu auditor eksternal biasanya kantor akuntan publik dan memberikan jasa audit kepada para klien.
  • Stock opname, yaitu pemeriksaan jumlah persediaan atau stock, yang bertujuan mencocokkan jumlah persediaan yang dicatat dalam pembukuan dengan bukti fisik yang di lapangan.
  • Pemeriksaan Pajak, yaitu pengumpulan dan pengolahan data, keterangan maupun bukti secara objektif untuk menguji kepatuhan perpajakan guna mentaati peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  • Risiko audit, yaitu risiko yang disebabkan oleh auditor karena memberikan opini wajar tanpa pengecualian atas laporan keuangan yang salah saji secara material. Bisa jadi hal ini terjadi karena kelalaian auditor akibat tidak mampu mendeteksi kesalahan dalam laporan keuangan perusahaan.
  • Fraud, yaitu suatu tindakan manipulasi data, baik dari sisi proses pembuatan, beradaptasi, meniru atau benda, statistik, atau dokumen-dokumen, yang dilakukan dengan sengaja/direncanakan, dengan motif memperoleh keuntungan.
  • Initial audit, yaitu audit atas laporan keuangan perusahaan dimana laporan keuangan tersebut belum pernah diaudit pada tahun-tahun sebelumnya.
  • Collusion, yaitu kecurangan yang dilakukan oleh sekelompok orang dengan cara bekerja sama untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya.
  • Watch-dog, yaitu seorang internal auditor yang menjadi mata-mata pemilik perusahaan dan bertugas melaporkan jika terdeteksi tindak kecurangan dalam perusahaan.

Dalam prakteknya jika semua tahapan audit sudah dilakukan, maka hasil akhir (kesimpulan) dari auditor akan muncul dalam bentuk pernyataan yang dibagi menjadi 3 kategori yaitu: Opini Wajar Tanpa Pengecualian (Unqualified Opinion), Opini Wajar dengan Pengecualian (Qualified Opinion), Opini Tidak Wajar (Adverse Opinion).

Untuk memudahkan pemilik dalam memberikan laporan keuangan untuk proses audit, idealnya bisnis Anda harus memiliki software pendukung seperti Bee Accounting yang merupakan software akuntansi terbaik nomor 2 di Indonesia.

Banyak Berbagi Banyak Rejeki Banyak Berbagi Banyak Rejeki

About wahyudi

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.