Home / Blog / Panduan Berinvestasi Reksa Dana bagi Pemula

Panduan Berinvestasi Reksa Dana bagi Pemula

Apakah Anda pernah bertanya. Apa sih yang sebenarnya dimaksud dengan reksa dana? Apa keuntungan dan risiko berinvestasi di reksa dana? Ada berapa macam reksa dana? Dan reksa dana jenis apa yang cocok untuk Anda? Berikut ini ulasan Panduan Berinvestasi Reksa Dana bagi Pemula.

Apa Itu Reksa Dana

Reksa dana merupakan salah satu instrumen investasi yang ditujukan bagi calon investor yang tidak mempunyai keahlian dalam bidang investasi, namun mempunyai keinginan untuk mengalami pertumbuhan uang melalui investasi. Reksa dana adalah Wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk diinvestasikan dalam Portofolio Efek oleh manajer Investasi. Jika Anda berinvestasi di reksa dana berarti Anda menitipkan uang pada pihak yang sudah mengerti cara mengelolanya agar uang Anda berkembang.

Karena sistem ini, Anda tidak perlu pusing dan memikirkan saham atau obligasi apa yang harus Anda beli. Anda hanya perlu menentukan reksa dana apa yang ingin Anda beli. Selanjutnya, manajer investasi yang bersertifikasi dan profesional akan mengelola modal Anda.

Menentukan Tujuan Keuangan

Pertama-tama, tentukan tujuan Anda menginvestasikan uang yang ada untuk membeli reksa dana. Apakah sebagai modal anak sekolah hingga ke perguruan tinggi, rumah masa depan, ataukah sebagai dana pensiun. Hal ini berhubungan dengan jangka waktu investasi dan jenis investasi reksa dana yang tepat untuk Anda. Sebab, percuma juga kita berinvestasi tanpa ada tujuan yang jelas. Ada berbagai tujuan yang biasanya digunakan orang-orang untuk berinvestasi reksa dana. Jadi, pikirkan dulu hal ini.

Keuntungan Investasi Reksa Dana

Turut menikmati keuntungan dalam pasar saham dan meminimalkan risiko karena faktor kurangnya pengetahuan tentang investasi. Berinvestasi reksa dana mempermudah investor, baik dari segi waktu maupun usaha, karena ada manajer investasi yang mengurus semuanya.

Investor bermodal kecil dapat mendiversifikasikan investasinya dalam berbagai bentuk, seperti pasar uang, pasar modal, saham dan obligasi. Diversifikasi memperkecil risiko karena uang investor digabungkan dengan uang investor lainnya sehingga menimbulkan daya beli yang lebih besar.

Risiko Berinvestasi di Reksa Dana

Risiko berkurang uang atau capital loss. Nilai unit penyertaan bisa naik atau turun. Penurunan nilai unit penyertaan dapat disebabkan oleh fluktuasi harga saham, nilai obligasi, dan surat berharga lainnya di dalam reksa dana itu.

Risiko likuiditas, yang bisa muncul ketika terjadi kepanikan dalam pasar saat nilai unit penyertaan turun dan sebagian besar investor mencairkan investasi reksa dana mereka sehingga manajer investasi reksa dana kesulitan untuk mencairkan dana.

Mengenali Jenis-Jenis Reksa Dana

Sebelum menginvestasikan uang Anda pada reksa dana, sebaiknya Anda mengetahui lebih dulu jenis-jenis reksa dana yang ada. Beberapa reksa dana yang cukup populer saat ini adalah reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, campuran, dan saham.

Ada sangat banyak reksa dana di luar sana, secara umum reksa dana dibagi menjadi 4 macam di antaranya:

  • Reksa dana pasar uang

Reksa dana ini seluruhnya ditempatkan pada deposito, SBI (Sertifikat Bank Indonesia), dan obligasi.  Reksa dana ini memiliki risiko relatif lebih rendah daripada reksa dana lainnya, namun potensi keuntungannya pun relatif rendah. Biasanya investor yang melakukan investasi di reksa dana ini memiliki jangka waktu investasi kurang dari 1 tahun.

  • Reksa dana pendapatan tetap

Reksa dana pendapatan tetap dananya dialokasikan ke obligasi minimal 80%. Potensi keuntungannya relatif lebih tinggi daripada reksa dana pasar uang. Biasanya investor yang melakukan investasi di reksa dana ini memiliki jangka waktu investasi 1-3 tahun.

  • Reksa dana campuran

Sesuai namanya, reksa dana campuran mengalokasikan dananya di berbagai instrumen keuangan, seperti deposito, obligasi, dan saham. Karena dapat berinvestasi saham, reksa dana campuran lebih berisiko. Akan tetapi, potensi keuntungannya relatif lebih tinggi daripada reksa dana pendapatan tetap. Biasanya investor yang melakukan investasi di reksa dana ini memiliki jangka waktu investasi 3-5 tahun.

  • Reksa dana saham

Reksa dana saham menempatkan dananya minimal 80% ke intrumen pasar modal atau saham. Potensi keuntungan reksa dana saham adalah yang paling besar diantara reksa dana lainnya. Namun demikian, risikonya juga paling besar. Biasanya investor yang melakukan investasi di reksa dana ini memiliki jangka waktu investasi lebih dari 5 tahun.

Sekian artikel dari kami, Jangan lupa share artikel ini ya ke sosial media Anda. Agar teman Anda juga bisa belajar tentang apa itu akuntansi? Banyak berbagi banyak rejeki Terimakasih. Salam Let’s #beefree

Banyak Berbagi Banyak Rejeki Banyak Berbagi Banyak Rejeki

About Vicky Fatrian

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.