Home / Blog / Mengenai Faktur Pajak, Jenis dan Fungsinya

Mengenai Faktur Pajak, Jenis dan Fungsinya

Salah satu dokumen penting dalam administrasi perpajakan adalah Faktur Pajak sebagai bukti pungutan pajak Pengusaha Kena Pajak (PKP), yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) atau penyerahan Jasa Kena Pajak (JKP). Dalam transaksi bisnis, ketika PKP menjual suatu barang atau jasa kena pajak, ia harus menerbitkan Faktur Pajak. Faktur ini yang nantinya diunakan sebagai tanda bukti dirinya telah memungut pajak dari orang yang telah membeli barang/jasa kena pajak tersebut. Barang/jasa yang kena pajak dan diperjualbelikan, dikenai biaya pajak selain harga pokoknya.

Dalam hal ini PKP adalah perusahaan/pengusaha yang melakukan penyerahan barang kena pajak yang dikenai Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan telah dikukuhkan terlebih dahulu oleh Direktorat Jenderal Pajak. Faktur Pajak ini dibuat oleh PKP untuk setiap penyerahan BKP trmasuk didalamnya ekspor BKP tidak berwujud, dan ekspor JKP.

Jenis – jenis Faktur Pajak

Di Indonesia, ada 7 jenis faktur pajak, yang perlu diketahui sebagai berikut:

  1. Faktur pajak keluaran yaitu faktur pajak yang dibuat oleh pengusaha kena pajak (PKP) pada saat melakukan penjualan barang atau jasa kena pajak yang tergolong dalam barang mewah.
  2. Faktur pajak masukan yang didapatkan oleh PKP ketika dia melakukan pembelian barang kena pajak atau jasa kena pajak dari PKP lain.
  3. Faktur pajak pengganti sebagai pengganti  dari faktur pajak yang telah terbit sebelumnya karena terdapat kesalahan pengisian, kecuali pengisian NPWP. Faktur pajak pengganti ini ditujukan untuk pembetulan agar sesuai  dengan keadaan yang sebenarnya.
  4. Faktur pajak gabungan yang dibuat oleh PKP meliputi seluruh penyerahan yang dilakukan kepada pembeli barang kena pajak atau jasa kena pajak yang sama selama satu bulan kalender.
  5. Faktur pajak digunggung yaitu faktur pajak yang tidak diisi dengan identitas pembeli, nama dan tanda tangan penjual. Faktur ini khusus dibuat oleh PKP pedagang eceran.
  6. Faktur pajak cacat akibat tidak diisi  secara benar, lengkap, jelas dan atau tidak diberikan tanda tangan. Bisa juga masuk kategori faktur pajak cacat jika terjadi kesalahan pengisian kode dan nomor seri maka faktur dianggap cacat. Faktur pajak cacat ini dapat dibetulkan dengan membuat faktur pajak pengganti.
  7. Faktur pajak batal terjadi karena adanya pembatalan transaksi. Pembatalan faktur pajak juga harus dilakukan ketika ada kesalahan pengisian NPWP dalam faktur pajak.

Fungsi Faktur Pajak

Faktur pajak memiliki peran penting bagi PKP (Pengusaha Kena Pajak) yaitu sebagai bukti bahwa PKP (Pengusaha Kena Pajak) tersebut telah melakukan penyetoran, pemungutan hingga pelaporan SPT masa PPN sesuai dengan peraturan yang berlaku. Di era teknologi saat ini kita juga mengenal Faktur Pajak Elektronik yang selanjutnya disebut e-faktur, yaitu Faktur Pajak yang dibuat melalui aplikasi atau sistem elektronik yang ditentukan dan/atau disediakan oleh Direktorat Jenderal Pajak yang memiliki  tujuan untuk memberikan kemudahan, kenyamanan dan keamanan bagi PKP (Pengusaha Kena Pajak) dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya khususnya pembuatan faktur pajak.

Kesimpulan

Sebagai PKP, beberapa hal terkait faktur pajak yang perlu Anda mengerti adalah bahwa Faktur Pajak mutlak diberikan sebagai bukti pungutan pajak PKP yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak atau penyerahan Jasa Kena Pajak saat menjual suatu barang atau jasa kena pajak. Faktur pajak juga merupakan bukti bahwa PKP telah melakukan penyetoran, pemungutan, dan pelaporan SPT Masa PPN sesuai dengan peraturan yang berlaku. Apabila masih bingung dan merasa ada kesalahan dalam mengisi faktur pajak, PKP dapat melakukan pembetulan faktur pajak tersebut.

Banyak Berbagi Banyak Rejeki Banyak Berbagi Banyak Rejeki

About Anggara Farhan

Graphic Designer, Video Editor, Film Making, 2D Animator, Digital Marketer, Seller, Writer, Content Creator

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.