Home / Blog / Menagih Piutang Yang Efektif
Menagih Piutang Yang Efektif
Menagih Piutang Yang Efektif

Menagih Piutang Yang Efektif

Kita bersama tahu betul. Bagaimana susahnya menagih hutang , bahkan yang jelas-jelas sudah terikat dalam sebuah “agreement letter” sekalipun. Janji tinggallah janji, tak berujung pada realisasi. Banyak perusahaan bangkrut karena tidak mampu menagih piutang kepada customernya.

Meskipun memberikan piutang ke customer merupakan salah satu kesepakatan yang kadang harus Anda berikan, karena jumlah pesanan yang besar atau Anda berusaha mengumpulkan kredibilitas bagi bisnis Anda. Namun, saat tanggal jatuh tempo tiba customer yang berutang tersebut tidak kunjung membayar, maka cash flow akan Anda tersendat.

Lalu, bagaimana sebaiknya Anda menagih hutang tanpa membuat customer atau bahkan terburuknya adalah berhenti menjadi customer Anda. Ini sedikit pengalaman saya mungkin bermanfaat buat Anda yang sedang mengalami hal ini.

1. Telpon customer dan tanyakan kabar

Sebelum Anda menagih piutang awali dulu menanyakan kabar customer terlebih dahulu. Sesuikan kalimat sapaan yang Anda gunakan sesuai dengan karakter customer. Cairkan suasana terlebih dahulu sebelum ke inti tujuan.

Selain banyak orang menganggap kegiatan ini hanya basa basi saja. Namun dengan menanyakan kabar mereka menunjukkan jika Anda peduli dengan mereka. Tentunya ini akan berdampak positif pada hubungan antara Anda dan customer.

2. Pastikan tagihan sudah mereka terima.

Tanyakan kepada customer apakah tagihan hutang yang sudah Anda kirimkan sudah mereka terima (walaupun Anda yakin mereka sudah menerima tagihan tersebut). Dan tanyakan apakah mereka sudah mengecek tagihan tersebut. Kalau sudah Anda bisa melanjutkan ke step berikutnya yaitu penagihan.

Namun jika jawaban klien Anda belum menerima. Pastikan terlebih dahulu ke team jika tagihan sudah terkirim. Jika sudah Anda dapat menjelaskan kepada customer Anda kapan tagihan dikirim, sejumlah berapa dan diterima oleh siapa jika diperlukan. Saya sarankan hal ini dilakukan 2 hari sebelum tagihan jatuh tempo. Fungsinya untuk menagih sekaligus mengingatkan.

3. Ingatkan pada customer jika sudah saatnya melakukan pembayaran

Anda dapat mengingatkan kepada customer bahwa hari ini adalah tanggal jatuh tempo mereka. Takutnya customer Anda lupa namun tidak sedikit juga yang pura-pura lupa lho hehe. Oleh karena itu tugas Anda mengingatkan mereka dan ingat harus tetap menggunakan kata-kata yang sopan ya. Main pintar saja lah, cukup dengan bahasa yang lemah lembut namun tegas.

Jika diibaratkan game harvest moon, ending dari game tersebut akan tergantung dari tingkat kerajinan Anda ketika memainkan game tersebut. Jika mereka menolak menerima telpon  maupun menolak bertemu. Hubungi terus atau bisa Anda datangi langsung ke kantornya.Pokoknya pantang pulang sebelum hutang Anda dibayar hehe.

4. Tawarkan solusi

Anda juga harus  memberikan solusi kepada customer. Jika memang customer menghadapi situasi yang ‘mentok’, coba pikirkan kemungkinan-kemungkinan lain yang bisa ditempuh. Misalnya dengan meminta jaminan, menukar dengan sesuatu yang berharga, dll.  Cari jalan keluar yang baik.

Tetapi jika masih ada kemungkinan uang bisa kembali dalam bentuk cash Anda harus mengusahakannya sekuat mungkin.Kemungkinan lain ini hanya boleh Anda lakukan jika memang situasinya sangat memaksa.

Nah, jika Anda bertanggung jawab dalam urusan tagih-menagih, cobalah cara-cara di atas. Kalau berhasil bukankah Anda juga telah menyelamatkan perusahaan? Maka lakukanlah dengan penuh komitmen. Semoga berhasil. Salam Let’s #beefree

 

Banyak Berbagi Banyak Rejeki Banyak Berbagi Banyak Rejeki

About Venny Jasmine

Baik dan Tidaknya Sesuatu itu Tergantung pada Persepsi Anda