Home / Blog / Materi Akuntansi Perpajakan Serta Contoh Soalnya

Materi Akuntansi Perpajakan Serta Contoh Soalnya

Akuntansi Perpajakan adalah suatu proses pencatatan, penggolongan dan pengikhtisaran suatu transaksi keuangan. Kaitannya dengan kewajiban perpajakan dan diakhiri dengan  pembuatan laporan keuangan fiskal sesuai dengan ketentuan dan peraturan perpajakan.

Yang terkait sebagai dasar pembuatan Surat Pemberitahuan Tahunan. Oleh karena itu kami akan menyajikan Materi Akuntansi Perpajakan Serta Contoh Soalnya.

Soal akuntansi perpajakan biasanya berupa manfaat akuntansi bagi perusahaan dan pemerintah, bagan alir dokumen dan konsep pajak di Indonesia seperti definisi pajak, azas, stelsel, jenis-jenis pajak, pajak penghasilan, subjek dan objek pajak.

Pajak-pajak final dan tidak final, pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan Barang Mewah, pajak orang pribadi, witholding taxes, dan pajak WP Badan. 

Proses akuntansi perpajakan tidak jauh beda dengan proses akuntansi seperti biasanya. Akuntansi selalu dimulai dengan transaksi yang akan dicatat. Transaksi ini kaitannya dengan informasi keuangan yang dapat dinilai dengan uang, bukan informasi non-keuangan.

Lalu transaksi ini akan dicatat pada suatu Jurnal, kemudian di posting, lalu dimasukan ke dalam neraca lajur dan diakhiri dengan pembuatan laporan keuangan. Laporan keuagan ini dapat dibuat secara bulanan atau tahunan. Dengan menggunakan akuntansi pajak kita bisa menyusun strategi dalam hal yang mengenai perpajakan.

Contohnya tentang bagaimana Anda menyiapkan dana untuk membayar pajak, dan tentang bagaimana Anda bisa membayarkan pajak setelah ada potongan (diskon) sehingga pajak yang besar bisa sedikit di minimalisir, dengan begitu perusahaan tidak perlu khawatir dengan pajak.

Melalui akuntansi pajak, Anda dapat memprediksikan besaran pajak yang harus dibayarkan. Jadi Anda mampu mempersiapkannya lebih awal. Sehingga pada saat tiba waktunya pembayaran makan Anda tidak akan kesulitan dalam membayarkannya.

Dengan adanya akuntansi pajak, perusahaan diharapkan bisa menerapkan praktik akuntansi dengan baik atas permasalahan pajak, yang meliputi penilaian/perhitungan, pencatatan, pengakuan atas pajak, dan dapat menyajikan di dalamnya laporan baik komersial maupun fiskal pada suatu perusahaan.

Penyusunan akuntansi pajak pada akhirnya digunakan sebagai arsip atau dokumentasi yang setiap saat dapat dibuka dan dipelajari.  Dengan tujuan membandingkan dengan tahun-tahun yang selanjutnya, apabila terdapat kemajuan bisa dilanjutkan dan dipertahankan dan apabila ada kemrosoton dapat segera dicarikan solusi yang tepat. Ini merupakan bentuk evaluasi dari akuntansi pajak.

Kehadiran akuntansi pajak adalah untuk memberikan kemudahan perhitungan dan riil bagi wajib pajak. Akuntansi pajak juga berfungsi untuk menyadarkan wajib pajak untuk menunaikan. membayarkan kewajiban pajaknya dengan kesadaran sendiri.

Contoh Soalnya adalah sebagai berikut :

1. Seorang wajib pajak orang pribadi dengan status kawin memiliki dua anak (K/2) (PenghasilanTidak Kena Pajak K/2 = Rp.7.200.000). Peredaran bruto sebesar Rp.500.000.000 dengan persentase penghitungan sebesar 20%.

Berapa jumlah penghasilan kena pajak nya?

Jawabannya adalah Penghasilan bruto = Rp. 500.000.000 dan Penghasilan neto (20%) Rp. 100.000.000. PTKP K/2 (Rp 7.200.000) – PKP = Rp. 92.800.000. Jadi penghasilan kena pajaknya sebesar Rp. 92.800.000

2.  Sebuah keluarga disebuah desa Bapak dan istrinya beserta 4 anaknya. Sang Bapak seorang kepala sekolah dengan penghasilan sebesar Rp. 9.800.000,00. Hitunglah besar pajak penghasilannya yang harus dibayarkan perbulannya?

Jawabannya adalah 

Dana jabatan : 5 % x Rp. 9.800.000,00 = Rp. 300.000,00

Sisa: Rp. 9.500.000,00

Gaji dalam waktu 1 tahun : 12 x Rp. 9.500.000,00 = Rp. 114.000.000,00

PTKP : Rp. 15.840.000,00

4 x Rp. 1.320.000,00 + Hasil Rp. 21.120.000,00

Gaji yang kena pajak : Rp. 82.880.000,00

Jumlah pajak yang harus dibayar :

5 % x Rp. 50.000.000,00 = Rp. 2.500.000,00

15 % x Rp. 32.880.000,00 = Rp. 4.932.000,00

Rp. 7.432.000,00

3. Berapa % besarnya tarif pajak atas impor yang menggunakan Angka Pengenal Importir (API) ?

Jawabnnya adalah besarnya tarif PPh 22 atas impor yang menggunakan API adalah 2,5% dari nilai impor yang sesuai dengan tujuan akuntansi biaya.

Sekian Artikel dari kami semoga bermanfaat. Jangan lupa dishare di akun sosial media Anda ya agar teman Anda juga mendapatkan maanfaatnya. Banyak berbagi banyak rejeki lho. Jika ada yang ingin ditanyakan silahkan koment dibawah. Terimakasih. Salam Let’s #beefree

Banyak Berbagi Banyak Rejeki Banyak Berbagi Banyak Rejeki

About Vicky Fatrian

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.