Home / Blog / Manfaat Membaca Laporan Keuangan dengan Benar
Manfaat Membaca Laporan Keuangan dengan Benar
Manfaat Membaca Laporan Keuangan dengan Benar

Manfaat Membaca Laporan Keuangan dengan Benar

Hasil akhir dari proses akuntansi yang terpenting, adalah laporan keuangan. Namanya juga “laporan keuangan” yang artinya berisikan laporan mengenai keuangan perusahaan. Dengan membaca laporan keuangan siapapun yang memiliki kepentingan bisa mengetahui kondisi keuangan perusahaan. Lalu kondisi apa saja yang bisa Anda lihat di laporan keuangan?

Untuk sungguh-sungguh memahami logikanya, Anda harus memposisikan diri sebagai seorang yang berkepentingan untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan.  Sebagai pemilik perusahaan pun, jika Anda tidak mengerti laporan keuangan itu artinya Anda tidak benar-benar tahu seluk beluk perusahaan Anda.

Apapun bentuk perusahaanya pasti menyusun laporan keuangan. Baik perusahaan perseorangan, persekutuan, apalagi perseroan terbatas. Meski laporan keuangan perseroan terbatas sedikit berbeda dengan perusahaan perseorangan. Seperti adanya saham dan deviden, namun pada dasarnya.

Sebagai seorang pengusaha sudah pasti Anda harus tahu minimal 2 yaitu;

1. Aset Perusahaan/ Kekayaan Perusahaan

Perusahaan hanya akan beroperasi secara lancar apabila memiliki kas yang cukup untuk memenuhi kebutuhan operasional sehari-hari; seperti memenuhi kewajiban membayar hutang ke vendor, bank, dan membayar deviden kepada pemegang saham.

Hal tersebut tercermin pada Neraca atau yang sering juga disebut sebagai “Laporan Posisi keuangan”. Dari neraca tersebutakan terlihat berapa jumlah kekayaan perusahaan mulai dari jumlah kas, bank, piutang dan lain sebagainya.

2. Untung atau Rugi

Sebagai pengusaha Anda sebaiknya juga perlu tahu beberap hal ini;

  • Apakah bulan/tahun ini Anda untuk atau rugi? Jika mengalami kerugian, apa penyebabnya?
  • Apakah operasional perusahaan berjalan dengan efisien atau sebaliknya, boros?
  • Apakah sumber daya perusahaan lebih banyak digunakan untuk aktivitas yang menghasilkan atau sia-sia?

Selain itu anda juga harus peka untuk beberapa kondisi seperti ini:

Angka pendapatan tinggi, tetapi mengapa Laporan Laba Rugi menunjukkan angka lana yang sangat kecil?

  • Angka penjualan rendah, tetapi mengapa Laporan Laba Rugi menunjukan angka minus alias rugi? Biasanya jika penjualan rendah aktivitas produksipun ikut juga rendah sehingga tidak menimbulkan kerugian?
  • Penjualan tinggi,namun laporan laba rugi menunjukan angka laba yang signifikan, tapi mengapa banyak vendor mengeluh adanya keterlambatan pembayaran?
  • Ekuitas pemilik menunjukan peningkatan yang cukup besar, tetapi mengapa tidak dividen yang bisa dibagikan kepada pemegang saham?

Untuk bisa mengetahui jawaban pertanyaan diatas Anda butuh yang namanya laporan laba rugi. Pada laporan laba rugi Angka pada kolom “Pendapatan” Anda bandingkan dengan “Harga Pokok Penjualan”, untuk melihat gross profit-nya. Lantas bagaimana Anda dapat mengetahui jika angka yang didapat tersebut logis/wajar.

Bisa Anda ketahui dari kelaziman dan benchmark. Dari sana bisa diketahui bahwa untuk jenis usaha manufaktur gross profit margin ada di kisaran 25 hingga 50%. Untuk jenis perusahaan jasa ada di kisaran 50 hingga 70%. Dan untuk jenis usaha trading (termasuk retail) ada di kisaran 70 hingga 200.

Setelah itu dilanjutkan ke elemen beban dan biaya perusahaan, perhatikan untuk setiap beban dan biayanya. Dalam kondisi seperti ini telitilah suatu biaya yang terjadi. Jika diperlukan bandingkan dengan periode atau tahun sebelumnya. Apakah wajar jika biaya X senilai Y kemudian lakukan pengecekan mengapa bisa terjadi dan segera lakukan penanganan terhadap biaya tersebut.

Selanjutnya perusahaan bisa memenuhi kewajibannya, tetapi mengapa banyak vendor (supplier) yang mengeluhkan atas keterlambatan dalam pembayarannya?

Untuk mengetahui Anda perlu mengamati elemen-elemen neraca yang lebih kecil. Perhatikan masing-masing dari saldo per-akun-nya pada posisi aktiva. Contoh pada nilai piutang usaha lebih besar dibandingkan dengan persediaan atau kas atau asset yang lainnya hal ini salah satu kemungkinan yang menyebabkan terjadinya keterlambatan dalam pembayaran ke vendor.

Untuk mengatasinya Anda perlu memfokuskan perhatian pada proses penagihan. Dalam perkreditan misalnya di buat lebih ketat lagi atau pembatasan maksimal kredit, lebih selektif terhadap pemberian kredit,  termin pembayaran di perpendek, dan lain sebagainya.

Ekuitas pemiliki meningkat tetapi dividen tidak/belum bisa dibagikan kepada pemegang saham”? Dengan ini berate perusahaan tidak bisa memenuhi kewajibannya kepada pemegang saham. Hal ini terjadi karena ada kemungkinan perusahaan tidak memiliki cukup persediaan Kas.

 Dan untuk mengatasinya bisa dengan mengelola pengalokasian kas sesuai dengan yang sudah direncanakan, pergunakan kas secara efektif dan efeisien, dan lain sebagainya dengan melihat rincian “Laporan Arus Kas”.

Dari penjelasan diatas bisa diketahui bagaimana cara untuk memahami dan mencari pemecahan masalahnya, hal ini menjadi dasar mengapa sangat perlu untuk bisa membaca laporan keuangan. Dengan mengetahui segala kemungkinan yang terjadi maka keputusan yang tepatpun akan dapat diambil secara cepat untuk keberlangsungan sebuah perusahaan. Dan semua itu akan menjadi mudah jika pencatatan akuntansinya dikelola dengan baik dan benar.

Jika Anda ingin menambahkan dari artikel diatas atau bertanya, silahakan coment. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda. Terima Kasih. Salam Let’s #beefree

Banyak Berbagi Banyak Rejeki Banyak Berbagi Banyak Rejeki

About Anggara Farhan

Graphic Designer, Video Editor, Film Making, 2D Animator, Digital Marketer, Seller, Writer, Content Creator