Home / Blog / Kesalahan Pengusaha Pemula yang Berakibat Gagalnya Bisnis

Kesalahan Pengusaha Pemula yang Berakibat Gagalnya Bisnis

Hari-hari ini, di dunia maya yang sedang booming ini, tak jarang kita jumpai berita tentang kisah sukses para pengusaha di Internet yang sukses dalam “semalam”. Puluhan juta bisa diraup hanya dalam sebulan. Dan ini memungkinkan di dunia digital dengan penetrasi pasar yang sangat masif seperti saat ini. Tapi, apakah hal seperti itu bisa bertahan lama dan apakah memang bisa diraih dalam waktu singkat?

Tentu saja tidak. Suka atau tidak suka, kerja keras, keberuntungan, kesulitan keuangan, dan jutaan hal lain diperlukan untuk mencapai kesuksesan tersebut.

Jadi, tahukah Anda bagaimana tingkat kegagalan pengusaha? Penelitiannya bervariasi, dan beberapa diantaranya mengatakan angka yang sebenarnya tidak mungkin dilacak. Angka-angka yang saya lihat cukup tinggi – sebagian besar berada di sekitar level 75%, sementara beberapa bahkan mengatakan bahwa 95% dari semua startup akan gagal pada tahun pertama mereka. Oleh karena itu, ada baiknya Anda belajar memahami kesalahan pengusaha pemula yang berakibat gagalnya bisnis untuk dihindari seperti berikut ini:

1. Kurang Fokus

Saya telah melihat banyak calon pengusaha gagal hanya karena mereka “ada di mana-mana” dengan tidak fokus pada apa yang sebenarnya ingin mereka lakukan. Mereka mencoba begitu banyak bisnis yang berbeda dalam beberapa tahun pertama mereka sehingga mereka tidak pernah mendapatkan apa-apa. Kondisi seperti ini perlu disingkirkan dalam proses “pra-peluncuran” Anda. Itu berlaku untuk semua bisnis agar sukses.

Misalnya, jika Anda tahu ingin menjual produk secara online, lakukan riset terlebih dahulu untuk mengetahui persis apa yang ingin Anda jual dan bagaimana Anda ingin menjualnya. Contoh kesalahan mendasar misalnya saja Anda baru saja meluncurkan situs web suatu produk dan kemudian secara konstan mengubah fokus dari menjual cup cakes misalnya dan kemudian menjadi menjual obeng dan berubah lagi menjadi menjual pakaian dalam wanita adalah cara yang pasti membuat bisnis Anda akan “selesai” bahkan sebelum Anda memulainya.

2. Berbisnis di bidang yang bukan passion (gairah) atau Bakat Anda

Bisakah Anda berhasil terlibat dalam sesuatu yang tidak Anda sukai? Bisa saja, namun seberapa besar kemungkinan Anda akan tetap merasa termotivasi setelah melakukannya selama enam bulan? Betapa lebih mudahnya jika Anda memilih sesuatu bisnis yang Anda sukai?

Dari pengalaman pribadi dan dari berbicara dengan pemilik usaha kecil lainnya, saya dapat memberi tahu Anda bahwa sangat penting untuk mengikuti hasrat, bakat, dan impian Anda. Dedikasi adalah faktor yang sangat besar, terutama di awal usaha Anda, dan pengetahuan atau bakat yang sudah ada sebelumnya yang Anda miliki akan membuat segalanya lebih mudah bagi Anda. Gairah alias passion ini adalah salah satu karakteristik utama seorang wirausahawan dengan mengikuti pada apa yang Anda ketahui dan cintai.

3. Ketidaksabaran

Pastikan Anda melakukan uji persiapan bisnis Anda secara tuntas dan melakukan penelitian dengan tepat sebelum memulai bisnis Anda. Ini kembali ke titik pertama saya pada fokus diatas tadi. Setiap wirausahawan yang sukses akan memberi tahu Anda bahwa akan terjadi kesalahan dalam perjalanan bisnis Anda, dan penting untuk belajar dari kesalahan ini dan beradaptasi terhadap hal baru. Namun, Anda harus cukup siap sehingga Anda dapat menghindari kesalahan besar, mahal yang kadang-kadang dapat menenggelamkan ide Anda.

4. Terlalu Ragu

Sebelum Anda memulai bisnis baru, bahkan jika itu adalah keinginan Anda, perlu ada sejumlah penelitian atau setidaknya semacam survei yang dilakukan sebelum mengambil risiko membuka bisnis tersebut.

Saya telah melihat orang-orang yang sepertinya puas melakukan penelitian terus-menerus tentang suatu bisnis, dan terlalu takut untuk benar-benar meluncurkannya. Ingat, akan selalu ada sejumlah risiko dan ketidakpastian dalam bisnis baru apa pun yang akan Anda buka. Jika Anda tidak mau mengambil risiko itu atau tidak punya keinginan untuk itu, Anda tidak akan pernah berhasil. Anda harus bisa keluar dari saat-saat keraguan itu!

5. Tidak Mencari (atau Mengabaikan) Nasihat Orang Lain

Tidak ada yang tahu semua bisnis secara detil. Anda harus belajar dan mau mendengaran nasihat orang lain. Parkirkan ego Anda di depan pintu dan mintalah nasihat orang lain. Bicaralah dengan pengusaha sukses, dan jika mungkin, dapatkan saran dari orang-orang yang pernah melakukan apa yang ingin Anda lakukan.

Tentu saja, mereka tidak akan memberikan rahasia bisnis terbaik mereka tentang apa yang membuat mereka sukses, tetapi Anda mungkin akan terkejut dengan kesediaan mereka untuk membantu Anda dengan beberapa masalah saat Anda mencoba memulainya.

Jadi, membuka usaha penuh dengan resiko, oleh karena itu Anda harus banyak belajar tentang kesalahan yang biasa dilakukan pengusaha pemula seperti uraian diatas agar kelak bisa menghindarinya.

Banyak Berbagi Banyak Rejeki Banyak Berbagi Banyak Rejeki

About wahyudi

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.