Home / Blog / Kenali Kebocoran Bisnis Anda
Kenali Kebocoran Bisnis Anda

Kenali Kebocoran Bisnis Anda

 Dalam mengembangkan bisnis tidak hanya diperlukan modal yang besar tapi juga mental yang besar pula. Lawan Anda dalam mengembangkan bisnis bukan hanya kompetitor lho, tapi bisa juga datang dari dalam kantor Anda.

Ah masa iya? Setahu saya lawannya ya hanya kompetitor

Eits jangan salah lawan ini tidak mudah dikenali lho, secara mereka ada dikantor Anda yang notabenya satu lingkungan. Lawan yang saya maksud disini adalah karyawan Anda sendiri. Mengapa bisa begitu.

Hem, begini Anda pasti sudah sering baca di surat kabar banyak terjadi penggelapan dana perusahaan. Kejujuran di era saat ini menjadi hal yang mutlak harus ada ketika Anda ingin memperkerjaankan pegawai namun susah untuk Anda jumpai. Intinya seperti mencari jarum ditumpukkan jerami deh.

Mau nyari yang polos dan tidak ada pengalaman tapi kadang lola (loding lama) tapi kalau mau nyari yang pinter eh takut malah justru Anda dikadalin hahaha.

 “Gimana usaha Anda bisa berkembang kalau pegawai rentan ‘mencuri’ dan ‘ngakali’…”

Anda harus Ingat kata bang napi yang sangat legendaris yaitu,

“Kejahatan tidak hanya terjadi karena ada niat, tetapi juga karena ada KESEMPATAN, WASPADALAH..!”

2 penyebab kejahatan adalah NIAT dan KESEMPATAN. Oleh karena itu Anda harus MEMINIMALISIR kesempatan agar tidak jadi kecurangan yang sering pegawai lakukan.

Jadi baca artikel ini sampai habis ya, agar Anda mengenali jenis-jenis kecurangan apa saja yang sering terjadi. Jadi Anda dapat mengatisipasinya dan menutup  setiap kesempatan yang ada agar tidak terjadi kecurangan.

1. Mencuri Uang

Ini dia momok yang paling menakutkan bagi pengusaha. Dan 2 jabatan yang paling krusial dalam hal ini adalah kasir dan sales/marketing yang menerima pembayaran.

Modusnya banyak dan variatif, ada yang menerima uang tapi tidak menulis kwitansi, mengambil uang di laci kasir, memotong uang kembalian, dan masih banyak lagi. Anda bisa mengumumkan ke pelanggan Anda jika tidak menerima nota maka GRATIS.

Ini yang dapat Anda jumpai di minimarket-minimarket yang memasang pengumuman didekat kasir, jika kasir tidak memberikan struk maka belanja Anda gratis.

Menampilkan-Salesman-di-Nota-Grafik-02Solusi paling dasar adalah membuat standarisasi bahwa setiap penerimaan uang harus tercatat dalam sebuah nota/kwitansi yang BERNOMOR URUT.  Mengapa harus ada nomernya agar Anda dapat trace apakah dia menulis dan melaporkan ke Anda atau tidak. Lebih bagus lagi kalau sudah menggunakan software.

Sistem kontroling ini juga harus menggunkan sistem tutup kas harian, dan Anda harus segera cek apakah pembukuanya sesuai dengan bukti fisik yang ada. Dan saya sarankan jangan menunggu mingguan ya untuk mengeceknya jadi ketika ada yang tidak benar bisa Anda temukan.

Nah kalau sampai terjadi selisih kas bagaimana? Kasirlah yang bertanggung jawab untuk mengganti kerugian.

Nah ini yang agak susah adalah kasus pencurian kas yang dilakukan oleh marketing/sales lapangan. Karena mereka berada di luar kantor. Mungkin bisa begini jadi sistem kontrolnya adalah dari stok barang yang mereka bawa.

Kalau produk yang perusahaan Anda tawarkan adalah Jasa, jangan perbolehkan salea Anda menerima uang tunai secara langsung, pembayaran hanya boleh via transfer bank.

2. Mencuri Stok

Kalau sulit mencuri uang, banyak karyawan nakal yang mencuri stok, karena secara pengawasan stok agak sedikit longgar  Oleh karena itu Anda harus memiliki sistem pencatatan stok yang bagus. Selalu cek stok riil dibandingkan dengan stok pencatatan

 Laporan Kartu StokDan salah satu cara agar Anda dapat mengontrol stok buatlah kartu stok yang bisa Anda pantau, selain itu jangan lakukan stok opname sebulan sekali. Tidak ada salahnya jika melakukan stok opname secara bertahap.

Di beberapa perusahaan yang jumlah stok dan karyawannya banyak juga biasa melakukan pelarangan membawa tas masuk keruang kerja /gudang dan penggeledahan karyawan setiap datang dan pulang kerja.

Kalau mengenai kehilangan stok ini tidak hanya menjadi tanggung jawab kasir maupun gudang. Tapi bisa dibilang adalah tanggung jawab bersama karena akses ke stok hampir semua lini ikut serta. Jadi jika terjadi  kehilangan atau selisih stok bisa menjadi tanggung jawab bersama. Anda juga bisa memasang CCTV agar mengetahui siapa yang sebenarnya nakal disini.

3. Mark up Harga Jual

Nah, kasus ini sering terjadi nih, pelakunya biasanya kasir, sales, atau siapapun yang melakukan penjualan ke konsumen. Khususnya lagi, pada perusahaan yang harga barangnya tidak berlabel.

Modusnya standar, si pelaku menaikkan harga daripada yang seharusnya dan mengambil kelebihan harga tersebut. Kerugiannya apa? Jelas konsumen akan merasa harga Anda kurang bersaing dan ada kemungkinan dia tidak melakukan pembelian lagi.

Gimana solusinya?

Dasar solusinya sebenarnya sangat mudah, berikan label harga di setiap produk dengan harga atau pakai nota bernomor, nanti juga terlihat kalau ada kelebihan harga, dan pastikanlah software yang Anda gunakan bisa mencetak barcode beserta harganya. Konsumen pun harus di edukasi untuk menerima setiap struk pembelian dan mengeceknya.

Kesimpulannya dari ke-3 hal diatas adalah bentuk nyata kebocoran bisnis Anda. Sebesar apapun uang yang masuk jika bocor akan menjadi poercumah. Dan semua bisa dicegah jika Anda memiliki sistem pencatatan keuangan yang baik. Mulai dari penjualan, pembelian, stock dan biaya. Gunakanlah software agar seluruh transaksi dapat tercatat dan tidak bisa diedit sembarangan.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda. Terimakasih . Salam Let’s #beefree

Banyak Berbagi Banyak Rejeki Banyak Berbagi Banyak Rejeki

About Anggara Farhan

Graphic Designer, Video Editor, Film Making, 2D Animator, Digital Marketer, Seller, Writer, Content Creator