Home / Blog / Jurnal Penjualan dan Pembelian dalam Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang

Jurnal Penjualan dan Pembelian dalam Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang

Perusahaan dagang adalah perusahaan yang bisnis utamanya adalah membeli barang dari pemasok dan menjualnya kepada konsumen tanpa mengubah bentuk barang. Sebagai contoh adalah toko kelontong dan supermarket. Bisnis ini membeli kebutuhan sehari-hari dari pemasok dan menjualnya kembali kepada konsumen.

Siklus Akuntansi Dalam Perusahaan Dagang

Siklus akuntansi dalam perusahaan dagang tidak berbeda dari perusahaan jasa. Baik perusahaan jasa atau perusahaan dagang harus mencatat semua transaksi dalam jurnal dan kemudian secara berkala dicatat dalam rekening di buku besar. Pada akhir periode, saldo akun dihitung dan dinyatakan dalam lembar kerja sebagai alat untuk menyiapkan laporan keuangan. Membuat jurnal penyesuaian dan jurnal penutupan juga dilakukan di perusahaan perdagangan, serta persiapan neraca saldo pasca-penutupan harus dilakukan sebagai bagian dari tahap akhir dalam siklus akuntansi.

Transaksi dan Jurnal Penjualan Dalam Perusahaan Dagang

Transaksi penjualan dalam perusahaan dagang dibagi menjadi dua yaitu penjualan tunai dan penjualan kredit. Semuanya dicatat dalam akun-akun dengan menggunakan aturan debit dan kredit standar jurnal akuntansi.

Penjualan Tunai, biasanya dimasukkan ke mesin kasir dan dicatat dalam akun-akun

Contoh transaksi dan jurnal:

PT ABC menjual barang tanggal 2 Mei seharga Rp 2.800.000. Maka transaksi penjualan ini dapat dicatat sebagai berikut:

(Debet) Kas  = Rp 2.800.000

(Kredit) Penjualan = Rp 2.800.000

Jurnal pada persediaan perpetual, akan menunjukkan jumlah sisa persediaan yang belum terjual. Misalnya harga pokok penjualan pada tanggal 5 Mei 2018 adalah Rp 1.200.000, maka jurnalnya:

(Debit) Harga Pokok Penjualan = Rp 1.200.000

(Kredit) Persediaan = Rp 1.200.000

Penjualan Kredit, biasanya dicatat sebagai debit pada Piutang Usaha/Piutang Dagang dan kredit pada Penjualan.

Contoh transaksi dan jurnal:

PT ABC menjual secara kredit produk senilai Rp 510.000 dan harga pokok penjualan adalah Rp 280.000, maka jurnalnya sebagai berikut:

(Debit) Piutang Usaha = Rp 510.000

(Kredit) Penjualan = Rp 510.000

(Debit) Harga Pokok Penjualan = Rp 280.000

(Kredit) Persediaan = Rp 280.000

 
Transaksi dan Jurnal Pembelian Dalam Perusahaan Dagang

Perusahaan dagang kecil banyak menggunakan sistem persediaan perpetual komputerisasi. Transaksi dan jurnal kita ambil contoh sebagai berikut:

Pada tanggal 23 Mei 2018, PT ABC membeli barang dari Toko XYZ produk senilai Rp 2.510.000 secara tunai, maka jurnal transaksinya sebagai berikut:

(Debit) Persediaan = Rp 2.510.000

(Kredit) Kas = Rp 2.510.000

Jika pembelian barang dilakukan secara kredit, maka pencatatan jurnalnya sebagai berikut:

(Debit) Persediaan = Rp 2.510.000

(Kredit) Utang Usaha = Rp 2.510.000

Gunakan software akuntansi berbasis Akuntansi seperti Bee Accounting

Melakukan jurnal transaksi merupakan pekerjaan yang membutuhkan ketelitian dan waktu yang lama. Walau Anda bukan seorang akuntan, tetapi itu tidak berarti Anda tidak dapat menggunakan alat kontrol yang “user friendly” alias mudah dipahami.

Praktik umum untuk pemilik bisnis yang menjalankan usaha kecil adalah mengelola akun keuangan mereka melalui spreadsheet dasar seperti Excel, tetapi perangkat lunak ini sebenarnya tidak dirancang untuk mendukung proses akuntansi Anda. Anda bisa menemukan banyak contoh perangkat lunak akuntansi, seperti beeaccounting.com yang memiliki fitur untuk memudahkan pengelolaan keuangan Anda. Beberapa fitur yang Anda butuhkan misalnya saja proses Jurnal Penjualan dan Pembelian dalam Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang seperti ulasan diatas.

Dengan sedikit meluangkan waktu untuk memahami bagaimana perangkat lunak itu bekerja, pemilik usaha akan lebih mudah dalam membuat pengelolaan keuangan atas bisnis yang dijalankan.

Banyak Berbagi Banyak Rejeki Banyak Berbagi Banyak Rejeki

About wahyudi

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.