Home / Blog / Jurnal Akuntansi Islam dan Riset Bisnis
jurnal-islam-dan-riset-bisnis-photo

Jurnal Akuntansi Islam dan Riset Bisnis

Sejarah Jurnal Akuntansi Islam

Perkembangan kegiatan ekonomi syariah saat ini berkembang sangat pesat di Indonesia. Dalam perspektif ekonomi Islam, semua  transaksi yang terjadi dalam setiap muamalah harus dicatat dengan benar (QS 2:287). Dari pencatatan tersebut dapat dipakai sebagai sumber informasi yang menjadi bahan pertimbangan bagi para pelaku usaha menentukan langkah selanjutnya.

Di bawah pimpinan Rasulullah SAW, Daulah Islamiah di Madinah yang kemudian di lanjutkan oleh para Khulafaur Rasyidin terdapat undang-undang akuntansi yang diterapkan untuk perorangan, perserikatan (syarikat) atau perusahaan, akuntansi wakaf, hak-hak pelarangan penggunaan harta (hijr), dan anggaran negara.

Rasulullah SAW sendiri pada masa hidupnya juga telah mendidik secara khusus beberapa sahabat untuk menangani profesi akuntan dengan sebutan “hafazhatul amwal” (pengawas keuangan). Hal ini menujukan pentingnya bagi pengikut Muhammad SAW bertransaksi ekonomi dengan basis syariah.

Fenomena berkembang pesatnya transaksi ekonomi berbasis syariah, juga berdampak pada pelaku ekonomi . Para pelaku ekonomi baik itu di kegiatan usaha maupun lembaga keuangan dituntut untuk terus meningkatkan volume dan nilai transaksi berbasis syariah. Salah satunya adalah akuntansi syariah.

Jurnal Akuntansi Islam dan Riset Bisnis diperlukan bagi Anda menganalisa bisnis berbasis syariah. Akuntansi Islam (Syariah) merupakan salah satu bentuk penerapan dari syariat atau aturan dalam Islam. Karena begitu banyak sistem nilai yang terkandung di dalamnya. Masalahnya adalah, bagaimana menerapkan akuntansi syariah secara praktis bukan hanya dari tataran filosofis.

Prof. Dr. Omar Abdullah Zaid menjelaskan Akuntansi Islam dalam buku Akuntansi Syariah halaman 57. Menurutnya akuntansi islam adalah aktifitas yang teratur berkaitan dengan pencatatan transaksi, tindakan dan keputusan yang sesuai dengan syari’at. Dan jumlahnya, di dalam catatan yang representatif. Serta berkaitan dengan pengukuran hasil keuangan yang berimplikasi pada transaksi, tindakan dan keputusan tersebut untuk membentuk pengambilan keputusan yang tepat.

Sofyan S. Harahap dalam buku Akuntansi Social ekonomi dan Akuntansi Islam hal 56, mendefinisikan akuntansi islam secara lebih sederhana. Baginya, Akuntansi Islam atau Akuntansi syariah pada hakekatnya adalah penggunaan akuntansi dalam menjalankan syariah Islam.

Akuntansi syariah menurut Sofyan S. Harahap ada dua versi:

  • Akuntansi syariah yang yang secara nyata telah diterapkan pada era dimana masyarakat menggunakan sistem nilai Islami khususnya pada era Nabi SAW, Khulaurrasyidiin, dan pemerintah Islam lainnya.
  • Kedua Akuntansi syariah yang saat ini muncul dalam era dimana kegiatan ekonomi dan sosial dikuasai ( dihegemony) oleh sistem nilai kapitalis yang berbeda dari sistem nilai Islam.

Kedua jenis akuntansi itu bisa berbeda dalam merespon situasi masyarakat yang ada pada masanya. Akuntansi sendiri adalah produk masanya yang harus mengikuti kebutuhan masyarakat akan informasi yang disajikannya.

Prinsip dalam Akuntansi Syariah

  1. Prinsip pertanggungjawaban (accountability).
    • Bahwa setiap Individu yang terlibat dalam praktik bisnis harus selalu mempertanggungjawaban apa yang telah diamanatkan dan diperbuat kepada pihak-pihak yang terkait.
  2. Prinsip keadilan.
    • Bahwa setiap Individu yang terlibat dalam praktik bisnis harus jujur dan berlandaskan pada nilai nilai syariah dan moral.
  3. Prinsip kebenaran.
    • Aktivitas tidak diperbolehkan untuk dicampur adukkan dengan kebathilan.

Ada beberapa tipe akuntansi dalam islam, di antranya:

  • Akuntansi musyarakah, yaitu pencatatan dalam akad kerja sama antara dua pihak atau lebih yang semuanya memberikan kontribusi modal, dan berdasarkan itu maka resiko keuntungan dan kerudian ditanggung semua pihak berdasarkan kontribusi modal yang disetor berdasarkan kesepakatan bersama.
  • Akuntansi mudharabah, yaitu pencatatan dalam akad kerja sama antara dua pihak atau lebih. Dimana keuntungan dibagi berdasarkan nisbah yang disepakati sebelumnya. Pihak pemodal menyerahkan dana 100% dan pengelola yang mengelola usaha. Dimana pemodal hanya bertindak sebagai pengawas dan Pembina, serta tidak berhak ikut dalam manajemen operasional usaha.
  • Akuntansi murabahah, yaitu pencatatan dalam akad jual beli atas barang antara penjual dan pembeli dimana pembeli menunjukkan identitas barang, mulai dari jenis, harga pokok, hingga keuntungan yang diinginkan oleh penjual.
  • Akuntansi salam, yaitu pencatatan dalam akad jual beli yang pembelinya melakukan pembayaran dimuka baru diikuti penyerahan barang di lain waktu berdasarkan kesepakatan bersama. Untuk perhitungannya hampir sama dengan akuntansi murabahah hanya saja pembayarannya dimuka.
  • Akuntansi ishtisna, yaitu pencatatan dalam akad jual beli antara penjual dan pembeli dimana pembeli dapat melakukan pembayaran dimuka, ditengah ataupun diakhir sesuai dengan kesepakatan dimana penjual menyebutkan barang secara spesifik. Untuk perhitungannya hampir sama hanya saja pembayarannya bisa dilakukan diawal, tengah, ataupun akhir.

Dengan makin kompleks-nya dunia bisnis saat ini maka Anda membutuhkan metode yang praktis dan sistematis dalam memprediksi bisnis anda. Menurut jenis datanya, riset bisnis dapat dibagi menjadi dua, yaitu riset kualitatif dan riset kuantitatif.

  • Riset kualitatif, dalam riset ini data yang digunakan bukan berupa angka. Misalnya pengelompokan data menjadi beberapa kategori.
  • Riset kuantitatif, sedang dalam riset ini menggunakan data berupa angka.

Semoga artikel Jurnal Akuntansi Islam dan Riset Bisnis ini bermanfaat untuk anda. jangan lupa share, like dan suscribe. Salam let’s #beefree

Banyak Berbagi Banyak Rejeki Banyak Berbagi Banyak Rejeki

About Vicky Fatrian

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.