Home / Blog / Jenis-Jenis Laporan Keuangan Lengkap

Jenis-Jenis Laporan Keuangan Lengkap

Laporan Keuangan adalah laporan yang memberikan perincian informasi keuangan perusahaan termasuk aset, kewajiban, ekuitas, pendapatan dan pengeluaran, kontribusi pemegang saham, arus kas, dan informasi terkait lainnya. Pernyataan-pernyataan ini biasanya mensyaratkan audit tahunan oleh auditor independen dan disajikan bersama informasi lainnya dalam laporan tahunan entitas.

Mereka disajikan dalam dua periode perbandingan sehingga pengguna dapat memahami bagaimana kinerja keuangan periode saat ini dibandingkan dengan periode korespondensi sebelumnya. Laporan Keuangan digunakan oleh pemangku kepentingan yang berbeda termasuk manajemen perusahaan, pemegang saham, investor, staf, pelanggan, pemasok, otoritas pemerintah, pemegang saham, dan pemangku kepentingan terkait lainnya.

Berikut adalah lima jenis Laporan Keuangan yang biasa digunakan oleh perusahaan:

1) Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi adalah salah satu laporan keuangan perusahaan yang melaporkan tiga informasi keuangan utama untuk periode waktu tertentu. Informasi itu termasuk pendapatan, pengeluaran, dan laba atau rugi untuk periode waktu tertentu.

Laporan laba rugi kadang-kadang disebut laporan kinerja keuangan karena laporan ini memungkinkan pengguna untuk menilai dan mengukur kinerja keuangan perusahaan dari periode ke periode yang sama.

Detail dari tiga informasi utama ini adalah:

Pendapatan:

Pendapatan mengacu pada penjualan barang atau jasa yang dihasilkan entitas (perusahaan) selama periode akuntansi tertentu. Pendapatan yang disajikan dalam laporan laba rugi adalah pendapatan dari penjualan tunai dan penjualan kredit. Di bagian pendapatan, Anda bisa tahu seberapa besar entitas membuat penjualan bersih untuk periode yang dicakupnya.

Pendapatan biasanya dilaporkan sebagai ringkasan dalam laporan laba rugi dan jika Anda ingin memeriksa detailnya, mungkin Anda perlu memeriksa lebih rinci. Dalam catatan tersebut, pengguna dapat melihat garis perbedaan pendapatan yang dihasilkan entitas untuk periode tersebut. Hal ini dapat membantu pengguna untuk memahami jalur pendapatan mana yang signifikan, naik atau turun. 

Baca Juga: Cara Sederhana Mengelola Keuangan UKM/UMKM

Pengeluaran:

Pengeluaran adalah biaya operasional yang terjadi di perusahaan untuk periode akuntansi tertentu. Misalnya saja biaya operasi seperti biaya gaji, utilitas, depresiasi, transportasi dan biaya pelatihan untuk biaya pajak dan biaya bunga.

Biaya di sini juga termasuk biaya barang yang dijual atau biaya layanan yang dikenakan selama periode tersebut. Namun, mereka biasanya melaporkan dalam garis perbedaan antara harga pokok penjualan dan, dan biaya umum dan administrasi. Dalam laporan laba rugi, pengeluaran dapat disajikan berdasarkan sifatnya atau berdasarkan fungsinya.

Untung atau Rugi:

Laba atau rugi mengacu pada laba bersih atau laba rugi yang dihasilkan dari pengurangan biaya dari pendapatan. Jika pendapatan selama periode lebih tinggi dari pengeluaran, maka ada untung. Namun, jika pengeluaran lebih tinggi dari pendapatan, maka akan ada kerugian. Laba atau rugi untuk periode tersebut akan dimasukkan dalam neraca dan laporan perubahan ekuitas.

2) Laporan Neraca

Neraca kadang-kadang disebut laporan posisi keuangan. Laporan ini menunjukkan saldo aset, kewajiban, dan ekuitas pada akhir periode waktu. Neraca kadang-kadang disebut laporan posisi keuangan karena menunjukkan nilai kekayaan bersih entitas. Anda dapat menemukan kekayaan bersih entitas dengan menghapus kewajiban dari total aset. Laporan ini berbeda dari laporan laba rugi karena neraca melaporkan saldo pada tanggal pelaporan sedangkan laporan laba rugi melaporkan bahwa transaksi dilakukan selama periode pelaporan.

Laporan ini berisi rincian sebagai berikut:

Aktiva (Aset) adalah sumber daya yang dimiliki oleh entitas secara hukum dan ekonomi. Misalnya, bangunan, tanah, mobil, dan uang adalah jenis aset entitas. Aset diklasifikasikan ke dalam dua kategori utama yaitu Aktiva Lancar dan Aktiva Tidak Lancar.

  • Aset Lancar mengacu pada aset jangka pendek termasuk uang tunai, kas kecil, bahan baku, barang dalam proses, barang jadi, prabayar, dan jenis serupa yang dikonversi dan dikonsumsi dalam waktu 12 bulan sejak tanggal pelaporan.
  • Aset tidak lancar termasuk aset berwujud dan tidak berwujud yang diperkirakan akan dikonversi dan dikonsumsi dalam lebih dari 12 bulan sejak tanggal pelaporan. Aset tersebut termasuk tanah, bangunan, mesin, peralatan komputer, investasi jangka panjang dan sejenisnya.
  • Aset tetap tidak berwujud dibebankan ke laporan laba rugi secara sistematis berdasarkan penggunaan dan kontribusinya.

Dalam persamaan akuntansi, aset sama dengan liabilitas plus ekuitas. Mereka meningkat pada debit dan menurun pada kredit.

Liabilitas (Kewajiban):

Liabilitas adalah kewajiban entitas berutang kepada orang atau entitas lain. Misalnya, pembelian kredit, pinjaman bank, hutang bunga, hutang pajak, dan cerukan. Sama seperti aset, kewajiban diklasifikasikan menjadi dua jenis: Kewajiban Lancar dan Kewajiban tidak lancar. Liabilitas adalah item-item neraca dan mewakili jumlah pada akhir periode akuntansi.

  • Kewajiban lancar adalah kewajiban yang jatuh tempo dalam satu tahun. Dengan kata lain, entitas diharapkan membayar atau bersedia membayar kembali utang dengan satu tahun. Misalnya, pembelian secara kredit dalam waktu satu bulan harus dicatat sebagai kewajiban lancar.
  • Liabilitas tidak lancar adalah utang atau kewajiban yang jatuh tempo lebih dari satu tahun atau lebih dari dua belas bulan. Misalnya, sewa jangka panjang yang jatuh tempo lebih dari dua bulan harus dicatat dalam kewajiban tidak lancar.

3) Laporan Perubahan Modal (Ekuitas)

Laporan perubahan ekuitas adalah salah satu dari Laporan Keuangan yang menunjukkan kontribusi pemegang saham, dan pergerakan ekuitas dan saldo ekuitas pada akhir periode akuntansi. Informasi yang ditampilkan termasuk klasifikasi modal saham, total modal saham, laba ditahan, pembayaran dividen, dan cadangan negara terkait lainnya.

Harap dicatat bahwa laporan perubahan ekuitas adalah hasil dari laporan laba rugi dan neraca. Pada dasarnya, jika laporan laba rugi dan neraca disusun dengan benar, laporan perubahan ekuitas juga akan dikoreksi.

4) Laporan Arus Kas

Laporan arus kas adalah salah satu Laporan Keuangan yang menunjukkan pergerakan kas entitas selama periode tersebut. Pernyataan ini membantu pengguna bagaimana pergerakan uang tunai dalam entitas. Ada tiga bagian dalam laporan ini yaitu arus kas dari operasi, arus kas dari investasi, dan arus kas dari aktivitas pendanaan. Secara umum, informasi akan ditampilkan berdasarkan metode arus kas yang disiapkan entitas termasuk metode langsung dan tidak langsung.

5) Catatan Atas Laporan Keuangan

Catatan atas Laporan Keuangan adalah pernyataan penting yang dilupakan oleh kebanyakan orang. Ini adalah persyaratan wajib bagi perusahaan terbuka (go publik) bahwa entitas harus mengungkapkan semua informasi yang penting bagi laporan keuangan dan membantu pengguna untuk memiliki pemahaman yang lebih baik.

Laporan Keuangan merupakan catatan formal dari aktivitas keuangan suatu perusahaan yang sangat pentung. Laporan ini adalah laporan tertulis untuk mengukur kekuatan keuangan, kinerja, dan likuiditas perusahaan.

Banyak Berbagi Banyak Rejeki Banyak Berbagi Banyak Rejeki

About wahyudi

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.