Home / Blog / Jangan Keliru! Inilah Perbedaan Omset dengan Profit

Jangan Keliru! Inilah Perbedaan Omset dengan Profit

Meskipun istilah “omset” dan “laba/profit” kadang-kadang digunakan secara bergantian, mereka memiliki arti yang berbeda dalam laporan laba rugi Anda. Omset adalah uang yang diterima bisnis Anda dari semua sumber. Sedangkan profit adalah apa yang tersisa setelah Anda membayar semua tagihan biaya yang muncul.

Anda dapat memiliki omset yang besar tetapi tetap membukukan rugi bersih jika arus kas keluar lebih besar dari arus kas masuk Anda. Laporan laba rugi akan mengungkapkan sumber pendapatan Anda dan pengeluaran bisnis Anda. Dengan mengikuti bagaimana pengeluaran Anda mempengaruhi pendapatan Anda, Anda dapat menemukan cara untuk memangkas biaya Anda dan meningkatkan laba Anda.

Sumber Pendapatan (Omset)

Omset berasal dari operasi bisnis dan non-bisnis Anda. Anda bisa mendapatkan penghasilan operasional dari aktivitas bisnis sehari-hari Anda seperti penjualan barang dagangan atau pendapatan layanan. Pendapatan non-operasional adalah uang yang Anda ambil dari sumber lain, termasuk pendapatan bunga dan penjualan peralatan usang. Jika Anda menggunakan sistem akuntansi akrual, Anda mengakui pendapatan ketika Anda melakukan penjualan, bahkan jika pembayaran ditangguhkan. Dengan sistem akuntansi berbasis uang tunai, Anda mengakui pendapatan hanya ketika Anda menerima pembayaran.

Laba (Profit)

Ketika kita membahas laba, kita harus membicarakan dua jenis keuntungan yang dihadapi perusahaan: Laba Kotor dan Laba Bersih. Laba pada dasarnya adalah pendapatan dikurangi biaya yang dikeluarkan, atau dalam bahasa yang lebih sederhana, segala sesuatu yang diperoleh perusahaan dikurangi segala yang dibayarkan perusahaan.

Anda bisa menghitung laba kotor Anda dengan mengurangi nilai barang dagangan yang dikembalikan pelanggan dan diskon penjualan yang diambil pelanggan dari pendapatan Anda. Anda juga mengurangi biaya barang yang dijual dari pendapatan Anda untuk sampai pada laba kotor Anda. Biaya barang yang dijual adalah biaya yang dikeluarkan dari pembuatan barang Anda atau menjual barang dagangan Anda. Untuk perusahaan manufaktur, bahan langsung, tenaga kerja langsung, dan overhead manufaktur merupakan biaya pokok penjualan. Untuk perusahaan ritel, biaya barang dagang yang Anda beli untuk dijual kembali adalah harga pokok penjualan Anda.

Laba operasional

Laba operasional adalah laba yang tersisa setelah mengurangi biaya menjalankan bisnis Anda dari laba kotor Anda. Biaya-biaya ini dikategorikan ke dalam biaya penjualan, umum dan administrasi. Biaya penjualan adalah biaya pemasaran Anda dan gaji serta komisi dibayarkan kepada tenaga penjualan Anda. Biaya umum dan administrasi termasuk biaya persediaan, upah yang dibayarkan kepada tenaga administrasi, dan biaya penelitian dan pengembangan. Biaya penyusutan dan amortisasi juga dikurangkan dari laba kotor Anda.

Laba bersih

Laba bersih adalah yang tersisa setelah menambahkan pendapatan non-operasional Anda dan mengurangi biaya non-operasional Anda. Bunga yang diperoleh dari pasar uang bisnis atau akun investasi adalah pendapatan non-operasional. Jika Anda meminjam uang untuk membeli aset bisnis, biaya bunga adalah biaya non-operasional. Jumlah pajak penghasilan yang dibayar bisnis Anda juga dikurangkan dari laba operasi. Laba bersih adalah jumlah uang tunai yang diperoleh bisnis Anda setelah semua biaya dan pengeluaran dibayarkan.

Manfaat memahami omset dan profit

Memahami keuntungan dan omset dalam bisnis sangat berguna untuk membantu pemilik usaha dalam banyak kesempatan seperti berikut ini:

  • Membantu Anda menyiapkan laporan laba rugi. Lagi pula, Anda tidak dapat menilai keuntungan Anda tanpa terlebih dahulu menghitung omset penjualan Anda
  • Memberi tahu Anda tentang masalah kualitas atau produksi. Omset rendah mungkin karena masalah dengan produk atau layanan Anda yang dapat Anda perbaiki secepatnya.
  • Memberi Anda kesempatan untuk menyesuaikan pengeluaran lain saat omset rendah. Dengan cara ini, Anda masih bisa menghasilkan untung (profit).
  • Memberi Anda kesempatan untuk berinvestasi ketika omset tinggi. Jika omset Anda tinggi, Anda dapat menggunakan keuntungan ekstra untuk memasukkan lebih banyak uang ke bidang bisnis lainnya.

Secara umum, omset mewakili nilai barang dan jasa yang diberikan kepada pelanggan selama periode waktu tertentu. Sedangkan laba pada dasarnya adalah pendapatan dikurangi biaya yang dikeluarkan. Memahami kedua pencatatan diatas merupakan hal mendasar dalam merencanakan keuntungan yang maksimal bagi perusahaan.

Banyak Berbagi Banyak Rejeki Banyak Berbagi Banyak Rejeki

About wahyudi

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.