Home / Blog / Jangan Abaikan 3 Hal Ini, atau Bisnis Anda Akan Bangkrut/Gulung Tikar (Part. 02)
Jangan Abaikan 3 Hal Ini, atau Bisnis Anda Akan Bangkrut Gulung Tikar

Jangan Abaikan 3 Hal Ini, atau Bisnis Anda Akan Bangkrut/Gulung Tikar (Part. 02)

Sebagai pengusaha Anda pasti setuju jika salah satu pendukung kelancaran sebuah bisnis adalah cashflow yang lancar, Iya kan? Oleh Karena itu biasanya cash flow sering disebut dengan jargon “Cash Is The King”. Jadi saat cash in tidak lancar akan membuat bisnis Anda terganggu dan terhambat.

Cash tidak lancar salah satu penyebabnya adalah piutang customer. Tapi apakah Anda sudah paham dengan pengertian dari Piutang? Piutang adalah termasuk salah satu jenis transaksi akuntansi yang mengurusi penagihan konsumen yang berhutang pada seseorang, suatu perusahaan, atau suatu organisasi untuk barang dan layanan yang telah diberikan pada konsumen tersebut.

Piutang dan cara mengatasi piutang macet tak tertagih, amati apa saja yang menjadi faktor-faktor penyebab piutang tak tertagih itu terjadi? Apakah disebabkan karena faktor external atau internal?

Faktor internal seperti kurangnya komunikasi admin perusahaan Anda dalam melakukan penagihan. Sedangkan, faktor external yang disebabkan oleh customer Anda yang tidak memiliki itikad baik untuk membayar atau mungkin memang bisnis customer Anda sedang mengalami penurunan.jangan-abaikan-3-hal-ini-atau-bisnis-anda-akan-bangkrut-gulung-tikar-02-thumbnail

Agar Anda terhindar dari yang namanya piutang macet Anda dapat menggunakan rumus 5 “C” dalam menentukan kriteria customer yang dapat membeli barang kepada Anda secara kredit, Ini membantu Anda dalam mengurangi resiko kredit / piutang macet (tak tertagih). Lalu apa saja itu 5 C:

1. Character, kemungkinan dari para pelanggan secara jujur berusaha memenuhi kewajibannya.

2. Capacity, pendapat subjektif mengenai kemampuan pelanggan. Ini diukur dari record tahun sebelumnya, atau dengan observasi fisik pada pabrik dan toko pelanggan.

3. Capital, diukur oleh posisi finansial perusahaan secara umum, dimana hal ini ditunjukkan dengan analisis ratio finansil, khususnya ditekankan pada “tangible Net Worth” perusahaan.

4. Collateral, dicerminan dari aktiva yang dijaminkan bagi keamanan kredit.

5. Conditions, menunjukkan pengaruh langsung dari trend ekonomi pada umumnya terhadap perusahaan atau perkembangan khusus dalam bidang ekonomi yang mempengaruhi efek terhadap kemampuan pelanggan untuk memenuhi kewajibannya.

Setelah Anda memilih kriteria customer. Selanjutnya hal yang tidak kalah penting adalah pastikan pencatatan piutang diperusahaan Anda dilakukan secara disiplin. Anda harus memiliki Kartu Piutang agar memudahkan Anda dalam mengontrol piutang.kartu-piutang-laporan-gamabrDokumen-Dokumen pokok yang digunakan sebagai dasar pencatatan ke dalam kartu piutang sendiri adalah :

  • Faktur Penjualan, dokumen ini digunakan sebagi dasar pencatatan timbulnya piutang atas dasar transaksi penjualan kredit. Dokumen ini dilampiri dengan surat muat (bill of loading) dan surat order pengiriman sebagai dokumen pendukung untuk mencatat transaksi penjualan kredit.
  • Bukti Kas Masuk, dokumen ini digunakan sebagai dasar pencatatan berkurangnya piutang dari transaksi pelunasan piutang dari transaksi pelunasan piutang oleh debitur.
  • Memo Kredit, dokumen ini digunakan sebagai dasar pencatatan retur penjualan. Dokumen ini dikeluarkan oleh bagian order penjualan.
  • Bukti Memorial (Journal Voucher), bukti memorial adalah dokumen sumber untuk dasar pencatatan transaksi kedalam jurnal umum. Dokumen ini digunakan sebagai dasar pencatatan penghapusan piutang. Dokumen ini dikeluarkan oleh fungsi kredit yang memberikan otorisasi penghapusan piutang yang sudah tidak dapat ditagih lagi.

Namun, bagaimana jika piutang macet itu sendiri sudah terlanjur terjadi?

Yang pasti Anda harus melakukan tindakan penagihan piutang yang efektif dan secara agresif dong.

Tapi, bagaimana cara terbaik Anda menagih piutang tanpa membuat customer tersinggung atau bahkan terburuknya adalah berhenti menjadi customer Anda. Jangan sampai dong customer lari gara-gara piutang. Saya bagikan tips kepada Anda bagaimana cara menagih piutang kepada customer secara agresif tapi tidak menyinggung customer Anda.

1. Telpon Customer dan Tanyakan Kabar

Sebelum Anda menagih piutang awali dulu menanyakan kabar. Sesuaikan kalimat sapaan yang Anda gunakan sesuai dengan karakter customer. Cairkan suasana terlebih dahulu sebelum ke inti tujuan. Dengan menanyakan kabar menunjukkan jika Anda peduli dengan mereka. Tentunya ini akan berdampak positif pada hubungan antara Anda dan customer.

2. Pastikan Tagihan Sudah Mereka Terima

Tanyakan kepada customer apakah tagihan hutang yang sudah Anda kirimkan sudah diterima (walaupun Anda yakin mereka sudah menerima tagihan tersebut). Dan tanyakan apakah mereka sudah mengecek tagihan tersebut. Kalau sudah Anda bisa melanjutkan ke step berikutnya yaitu penagihan.

Namun jika jawaban klien Anda belum menerima. Pastikan terlebih dahulu ke team jika tagihan sudah terkirim. Jika sudah Anda dapat menjelaskan kepada customer Anda kapan tagihan dikirim, sejumlah berapa dan diterima oleh siapa jika diperlukan. Saya sarankan hal ini dilakukan 2 hari sebelum tagihan jatuh tempo. Fungsinya untuk menagih sekaligus mengingatkan.

3. Ingatkan Pada Customer Jika Sudah Saatnya Melakukan Pembayaran

Anda dapat mengingatkan kepada customer bahwa hari ini adalah tanggal jatuh tempo mereka. Takutnya customer Anda lupa namun tidak sedikit juga yang pura-pura lupa lho hehe. Oleh karena itu tugas Anda mengingatkan mereka dan ingat harus tetap menggunakan kata-kata yang sopan ya. Main pintar saja, cukup dengan bahasa yang lemah lembut namun tegas.jangan-abaikan-3-hal-ini-atau-bisnis-anda-akan-bangkrut-gambar-jualan

Jika diibaratkan game harvest moon, ending dari game tersebut akan tergantung dari tingkat kerajinan Anda ketika memainkan game tersebut. Jika mereka menolak menerima telpon maupun menolak bertemu. Hubungi terus atau bisa Anda datangi langsung ke kantornya. Pantang pulang sebelum hutang Anda dibayar.

4. Tawarkan Solusi

Anda juga harus  memberikan solusi kepada customer. Jika memang customer menghadapi situasi yang ‘mentok’, coba pikirkan kemungkinan-kemungkinan lain yang bisa ditempuh. Misalnya dengan meminta jaminan, menukar dengan sesuatu yang berharga, dll. Cari jalan keluar yang baik.

Kesimpulan dari bagaimana cara mengatasi piutang tak tertagih kedepannya Anda harus lebih bijak dalam memberikan kredit kepada pelanggan Anda. Analisalah faktor-faktor penyebab piutang tak tertagih terjadi. Gunakan kriteria kredit customer dengan 5 C dan jika sebelumnya kerdit selama 30 hari untuk pelanggan, Untuk mencegah bad debt perusahaan Anda dapat mempersempit periode pembayarannya menjadi 15 hari.

Jika Anda memiliki problem lain mengenai piutang macet ini Anda bisa koment dibawah, nanti saya kan bantu jawab. Atau mungkin Anda ingin memberikan masukan atau menambahi dengan senang hati sekali saya menerimanya. Semoga artikel ini bermanfaat. Salam Let’s #beefree.

Banyak Berbagi Banyak Rejeki Banyak Berbagi Banyak Rejeki

About Venny Jasmine

Baik dan Tidaknya Sesuatu itu Tergantung pada Persepsi Anda