Home / Blog / Inilah Aturan Pajak untuk Anda yang Baru Mendirikan Usaha

Inilah Aturan Pajak untuk Anda yang Baru Mendirikan Usaha

Memulai bisnis adalah salah satu hal paling menantang dan bisa jadi sangat bermanfaat yang pernah Anda lakukan. Prosesnya bisa rumit dan bisa juga lebih sederhana dari yang Anda bayangkan, tetapi mencobanya merupakan hal penting untuk dilakukan. Dalam memulai sebuah bisnis, beberapa hal mendasar perlu Anda pahami.

Strategi pemasaran dan produk yang dihasilkan sudah menjadi hal mutlak yang biasanya sudah dipersiapkan pemilik bisnis. Namun komponen biaya dan manajemen resiko yang sering kali terlupakan. Salah satu komponen biaya yang perlu dipertimbangkan adalah pajak. Ya…Anda harus paham aturan pajak untuk sebuah usaha baru. Berikut ini yang perlu Anda pahami.

Pendaftaran usaha dan NPWP

Hal pertama saat usaha Anda mulai dijalankan adalah mendaftarkan usaha Anda. Bentuk usaha bisa dalam bentuk PT, CV atau yang lainnya. Setelah akta pendirian usaha Anda selesai maka proses selanjutnya adalah mendaftarkan NPWP ke kantor pajak setempat. Memiliki NPWP artinya Wajib Pajak Badan Usaha tersebut memiliki kewajiban untuk membuat laporan secara berkala mengenai kegiatan usahanya dan membayar pajak-pajak yang diharuskan.

Memahami Aturan Pajak untuk Mendirikan Usaha Baru

Bagi pemilik usaha baru, Anda perlu mengacu dan memahami PP No. 46 Tahun 2013. Dalam prakteknya, PP No 46 ini sedikit membingungkan sehingga pemerintah melalui Ditjen Pajak mengeluarkan Surat Edaran Dirjen Pajak SE-32/PJ/2014 tentang Penegasan Pelaksanaan PP No. 46 Tahun 2013. Bagi pemikik usaha baru beberapa poin penting dari surat edaran tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Wajib Pajak yang dikenakan pajak penghasilan berdasarkan PP No. 46 Tahun 2013 ini adalah penghasilan yang diperoleh Wajib Pajak dari kegiatan usahanya. Wajib Pajak sebagai karyawan tidak dikenakan PPh seperti yang diatur dalam PP No. 46 Tahun 2013.
  2. Perhitungan pajak bagi Wajib Pajak Badan berlaku kegiatan operasi secara komersial untuk pertama kali.
  3. Penentuan peredaran bruto untuk pajak bagi Wajib Pajak ditentukan berdasarkan peredaran bruto usaha dalam satu tahun pajak setelah tahun pajak beroperasi secara komersial.
  4. Wajib Pajak Badan dikenai pajak penghasilan berdasarkan tarif umum Undang-Undang Pajak Penghasilan sampai dengan jangka waktu satu tahun sejak beroperasi setelah itu berlaku ketentuan pengenaan pajak penghasilan berdasarkan tarif umum Undang-Undang Pajak Penghasilan.
  5. Pengenaan pajak penghasilan yang bersifat final berdasarkan PP No. 46 Tahun 2013 untuk tahun pajak selanjutnya ditentukan berdasarkan peredaran bruto tahun pajak sebelumnya.

Pentingnya NPWP

Untuk memudahkan administrasi perpajakan Anda, maka langkah pertama Anda harus mengurus NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak). Namun sebelum mendapatkan NPWP, sebagai pengusaha Anda perlu mengurus untuk mendapatkan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (“PKP”).

Apa artinya Pengusaha Kena Pajak (PKP)? PKP adalah Pengusaha yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak dan atau penyerahan Jasa Kena Pajak yang dikenakan pajak berdasarkan Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai (UU PPN) 1984 dan perubahannya. PKP ini tidak termasuk Pengusaha Kecil yang batasannya ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan, kecuali Pengusaha Kecil yang memilih untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak.

Usaha Anda makin punya reputasi dan dipercaya di mata konsumen. Jika usaha Anda sudah memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) maka perkembangan bisnis juga lebih mudah dilakukan karena NPWP seringkali menjadi syarat kontrak dengan konsumen. Selain itu usaha juga Anda akan semakin mudah untuk mendapatkan modal dari kreditur (bank). Salah satu syarat utama untuk mendapatkan pendanaan dari bank adalah memiliki NPWP. Dengan memiliki NPWP, usaha Anda akan lebih mudah mengajukan pinjaman modal, makin terlihat lebih profesional dan pada akhirnya membuat pertumbuhan bisnis semakin cepat dengan dukungan modal yang lebih mudah untuk didapatkan.

Banyak Berbagi Banyak Rejeki Banyak Berbagi Banyak Rejeki

About wahyudi

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.