Home / Blog / Ini 5 hal sepele yang menyebabkan bisnis jatuh berkeping-keping
Ini hal sepele yang menyebabkan bisnis hancur

Ini 5 hal sepele yang menyebabkan bisnis jatuh berkeping-keping

Data statistik mengungkap, jika delapan dari sepuluh startup gagal sebelum berulang tahun yang kedua. Itu terbukti banyaknya startup yang tumbang, contohnya yang masih cukup hangat belakangan ini adalah tumbanganya startup Black G****k.

Anda yang sedang merintis startup pasti bertanya-tanya mengapa hal tersebut bisa terjadi.

Asumsi paling mudah mengapa startup bisa tumbang sebelum berkembang adalah karena tidak memiliki ide yang kuat dan tidak bisa bersaing dengan kompititor. Bisa juga akibat dari infrastruktur yang tidak solid dan tidak mengedepankan pelayanan. Semua bisa terjadi pada perusahaan dibidang manapun.

Perusahaan yang terliaht baik-baik saja belum tentu demikian pada kenyataannya begitu sebaliknya. Bisnis yang mampu bertahan bukanlah bisnis yang memiliki modal besar namun bisnis yang sukses adalah bisnis yang menjawab kebutuhan atau menyelesaikan masalah konsumen, punya infrastruktur fungsional, mementingkan konsumen dan memprioritaskan kualitas pelayanan, serta mendatangkan keuntungan.

Secara teori, bisnis dengan kualitas di atas bisa tumbuh dan berkembang. Lantas mengapa ada bisnis yang gagal? Ternyata kualitas tersebut tidaklah cukup. Ini hal sepele yang menyebabkan bisnis mengalami kegagalan.

1. Aliran kas (cash flow)

Cash flow merupakan laporan keuangan yang berisikan kegiatan transaksi pembiayaan atau pendanaan serta kenaikan atau penurunan bersih dalam kas suatu perusahaan selama satu periode. Singkatnya, laporan arus kas merupakan revisi dari mana uang perusahaan diperoleh dan dibelanjakan.

Saat cash flow negatif inilah bisnis cenderung bangkrut. Sebuah perusahaan yang menguntungkan di atas kertas, masih dapat mengalami kesulitan mempertahankan arus kas positif.

Ini disebabkan karena aliran kas yang tidak seimbang. Banyak faktor mengapa aliran kas ini tidak seimbang antara lain adalah banyaknya penjualan secara kredit sehingga piutang lebih besar dibandingkan uang tunai yang ada di kas Anda selain itu banyaknya barang digudang Anda yang tidak laku menjadikan investasi di stock tinggi namun susah untuk dijualnya.

2. Tidak Melakukan Inovasi

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa laju perkembangan teknologi saat ini luar biasa dan jika bisnis yang Anda kelola tidak bisa berjalan beriringan dengan teknologi maka perlahan bisnis Anda akan tenggelam dalam besarnya ombak persaingan bisnis saat ini.

Konsumen saat ini pun selerahnya telah berubah karena adanya  pengaruh dari teknologi. Contohnya seperti perusahaan taxi terbesar diindonesia yaitu burung biru dll, yang harus terseok-seok bersaing dengan aplikasi Gr*b dan juga G**k.

Tak peduli sebagus apapun idemu,  bisnismu bisa mati jika tidak mampu mengikuti perkembanan zaman, oleh karena itu selalu lakukan inovasi-inovasi dan terus belajar untuk memahami kebutuhan pasar.

3. Pertumbuhan tidak terkontrol

Pertumbuhan selalu diartikan sebagai hal yang baik. Padahal tidak selamanya lho. Tapi yang tidak banyak diketahui orang adalah bahwa bisnis dengan pertumbuhan terlalu cepat memiliki resiko yang sangat tinggi.

Karena mempekerjakan banyak orang, ekspansi yang terlau cepat, atau berusaha melayani banyak konsumen di tengah keterbatasan infrastruktur justru bisa membuat bisnis Anda terbang tinggi lalu jatuh terempas berkeping-keping tanpa tersisa.

Namun jika bisnis Anda terlalu lambat pertumbuhannya dan dengan keuntungan yang kecil atau bahkan tanpa untung. Ini bisa jadi karena Anda terlalu takut untuk mengambil risiko. 

5. Kepemimpinan buruk

Bisnis menuntut konsistensi dan kepemimpinan berkualitas tinggi yang mampu menetapkan arah, membuat keputusan, dan menginspirasi tim untuk tetap selaras. Sudah banyak perusahaan yang merugi karena dipimpin oleh orang yang kurang tepat bahkan perusahaan besar sekalipun.

Sebagai contohnya seperti perusahaan HP Enterp**se di masa kepemimpinan Meg Whitman. Selama empat tahun berturut-turut perusahaan yang terkenal dengan produk printernya ini harus menelan pil pahit dengan merugi sebanyak USD 20 miliar dan sebanyak 85.000 karyawan di-PHK.

Oleh karena itu Anda harus bijaksana dalam memipin bisnis Anda. Libatkan lah karyawan Anda dalam pengambilan keputusan maupun menentukan target perusahaan. Ciptakan suasana kantor yang kondusif dan efektif sehingga karyawan Anda bisa produktif.

Semoga dengan artikel ini dapat membantu bisnis Anda untuk lebih baik.Share jika bermanfaat. Terimakasih. Salam Let’s #beefree

 

Banyak Berbagi Banyak Rejeki Banyak Berbagi Banyak Rejeki

About Venny Jasmine

Baik dan Tidaknya Sesuatu itu Tergantung pada Persepsi Anda