Contoh Jurnal Perusahaan Travel Agent
Home / Blog / Contoh Jurnal Perusahaan Travel Agent
Contoh Jurnal Perusahaan Travel Agent
Contoh Jurnal Perusahaan Travel Agent

Contoh Jurnal Perusahaan Travel Agent

Laporan akuntansi dari perusahaa travel memiliki sedikit perbedaan dibandingkan dengan usaha dagang biasa. Perbedaan ini terletak pada perlakuan persediaan dan pengakuan harga pokok penjualan tiket.

Dalam usaha agen tiket ini, persediaan utamanya adalah tiket transportasi. Tiket ini harganya berfluktuasi. Sehingga, model usaha jasa agen tiket diwajibkan untuk menyetor sejumlah uang deposit kepada supplier. Jumlah deposit inilah yang identik dengan persediaan barang dalam jenis usaha dagang konvensional.

Pengakuan persediaan tiket dan harga pokok penjualan lebih tepatnya menggunakan harga pasar. Karena itu agen tiket tidak bisa menghitung berapa nilai persediaan secara fisik pada saat tertentu. Persediaan yang bisa dinilai pada tanggal neraca adalah jumlah deposit yang tersisa.

Akun yang harus ada adalah Deposit ke Supplier, Deposit Ke Rekanan (Aset Lancar) dan Deposit Customer, Hutang  Deposit Ke Rekanan (Kewajiban Lancar). Untuk akun LR adalah Penjualan Tiket dan Harga Pokok Penjualan Tiket. Dan untuk akun lainnya dapat menyesuaikan dengan akun standar perusahaan dagang..

Transaksi pembelian ke supplier dalam jenis usaha travel sama dengan transaksi penyetoran deposit ke pada supplier atau bisa dibilang Down Payment/ DP.  Jadi jurnalnya adalah deposit ke supplier dilawankan dengan Kas/Bank.

Pada saat tertentu anda order kepada rekanan lain dikarenakan deposit anda tidak mencukupi. Transaksi seperti ini biasanya tidak dilakukan secara tunai. Sehingga pencatatannya adalah Deposit ke Rekanan lawan Hutang Depsoit Ke Rekanan.

Transaksi penjualan tiket, jurnalnya bisa dicatat seperti ini Kas/Bank Piutang Lawan Penjualan. Saat terjadi penjualan,disitulah diketahui harga pokok penjualan dari tiket tersebut. Karena Harga pokok mengikuti rate harga yang berlaku pada saat terjadinya transaksi. Maka Hpp bisa diakui saat terjadi penjualan, dengan pencatatan jurna HPP tiket Lawan Deposit ke Supplier/ Rekanan.

Contoh Kasus.

Perusahaan Travel A Pada tanggal 1 Januari. Melakukan Deposit pertama kalinya kepada supplier Garuda Indonesia Rp 30.000.000.

Tanggal 3 Januari, Travel A menjual tiket Garuda Indonesia secara piutang seharga Rp 2.175.000

Dan untuk transaksi tersebut, Saldo Deposit ke pada Garuda Indonesia di potong  Rp 2.000.000. Jadi sisa saldo depostinya adalah Rp 28.000.000.

Untuk pencatatan jurnal akuntansinya adalah sebagai berikut;

Pencatatan jurnal akuntansi untuk deposit ke Garuda Indonesia Rp 30.000.000

(Dr) Deposit (Garuda Indonesia) Rp 30.000.000

(Cr) Kas/ Bank Rp 30.000.000

Tanggal 3 Januari, Ada penjualan secara piutang seharga Rp 2.175.000

(Dr) Piutang usaha (tiket) Rp 2.175.000

(Cr) Penjualan Tiket  Rp 2.175.000

Pengurangan Saldo Deposit pada Garuda Indonesia  Rp 2.000.000 (Pengakuanya adalah sebagai HPP Tiket)

(Dr) HPP Tiket Rp 2.000.000

(Cr) Deposit (Garuda Indonesia) Rp 2.000.00

Sekian Artikel mengenai jurnal akuntansi di bidang bisnis travel. Semoga bermanfaat bagi bisnis anda. Terima Kasih. Salam Let’s #beefree.

Banyak Berbagi Banyak Rejeki Banyak Berbagi Banyak Rejeki

About Venny Jasmine

Baik dan Tidaknya Sesuatu itu Tergantung pada Persepsi Anda