Home / Blog / Contoh dan Cara Mengelompokkan Akun dalam Akuntansi

Contoh dan Cara Mengelompokkan Akun dalam Akuntansi

Sebelum menyusun laporan keuangan, seorang akuntan pastinya perlu mengumpulkan bukti-bukti transaksi yang valid serta bukan direkayasa. Karena bukti tersebut merupakan sumber utama dalam pencatatan akuntansi.

Namun, bukti transaki saja tidak cukup jika belum dilakukan pengelompokan akun. Bisa Anda bayangkan jika ada setumpuk bukti transaksi tetapi belum dikelompokkan. Pasti akan sangat menyulitkan dalam penyusunan laporan keuangan.

Kemudian dalam tahap pencatatan, aktivitas mengelompokkan akun merupakan hal yang harus benar-benar diperhatikan. Karena jika salah dalam mengelompokkan, maka akan salah untuk tahap-tahap selanjutnya. Itulah mengapa seorang akuntan harus memahami cara mengelompokkan bukti-bukti transaki kedalam akun-akun dengan tepat. Berikut penjelasannya.

Pengelompokan Akun

Dalam Standar Akuntansi Keuangan (SAK), akun terbagi menjadi dua macam, yaitu : akun riil dan akun nominal

1. Akun Riil

Akun riil merupakan akun yang dicatat pada neraca. Akun ini terdiri dari : harta/aktiva (asset), utang/kewajiban (liabilities) dan modal (capital).

2. Akun Nominal

Akun nominal merupakan akun yang dicatat pada laba/rugi. Akun ini terdiri dari : pendapatan (revenue) dan beban (expenses)

Setelah mengetahui jenis-jenis akun, selanjutnya perlu Anda lakukan pengelompokan akun dengan cara memberikan kode pada akun-akun tersebut.

bee-solusi-bisnis

Pengkodean Akun

Untuk memudahkan dalam mengidentifikasi serta memperlancar proses pencatatan, maka setiap akun perlu diberi nomor atau kode. Dan dalam pemberian kode, buatlah yang mudah diingat, singkat, sederhana serta konsisten. Perlu Anda perhatikan juga bahwa ketika menambahkan kode akun yang baru jangan sampai merubah akun yang sudah ada.

Kemudian, dalam membuat kode akun Anda bisa menggunakan kode numerikal atau kode desimal.

  • Kode Numerikal

Kode numerikal yang umum digunakan yaitu dengan dibuat per blok. Dalam kode ini tiap kelompok akun diberi kode akun secara berurutan yang dimulai dari nomor terkecil hingga nomor terbesar.

Contoh :

Kelompok harta dengan kode 100 hingga 199

101 Kas

102 Piutang usaha

103 Asuransi dibayar dimuka

104 Sewa dibayar dimuka

105 Perlengkapan kantor

dan seterusnya

Kelompok hutang dengan kode 200 hingga 299

201 Hutang dagang

202 Hutang bank

203 Hutang gaji

dan seterusnya

Kelompok modal dengan kode 300 hingga 399

301 Modal usaha

Kelompok pendapatan dengan kode 400 hingga 499

401 Penjualan

402 Retur penjualan

dan seterusnya

Kelompok beban dengan kode 500 hingga 599

501 Beban listrik

502 Beban sewa kendaraan

503 Beban gaji

504 Beban perlengkapan

505 Beban bunga

506 Beban iklan

dan seterusnya

Sedangkan untuk kode kelompok bisa Anda buat dengan memberi kode tersendiri pada kelompok aktiva, hutang, pendapatan, beban dan modal. Setiap kelompok dibagi menjadi golongan dan setiap golongan dibagi lagi menjadi jenis akun.

Contoh :

Nomor akun 114 Peralatan

Jenis akun        : Peralatan

Golongan        : aktiva tetap

Kelompok       : aktiva

  • Kode Desimal

Kode desimal juga menggunakan angka dimana masing-masing angka menunjukkan kelompok, golongan, serta jenis akun. Dan dalam sistem kode desimal ini kelompok akun sudah ditentukan terlebih dahulu kemudian dijabarkan kedalam jenis akun.

Contoh :

Akun hutang

2.1       Hutang usaha

2.1.1    Hutang dagang

2.1.2    Hutang gaji

 

Beban usaha

5.1       Beban usaha

5.1.1    Beban gaji

5.1.2    Beban listrik

5.1.3    Beban bunga

dan seterusnya

Dari kedua contoh tersebut bisa Anda pilih salah satu sesuai dengan kebutuhan dan kebijakan masing-masing perusahaan. Ingat, Anda harus konsisten dalam menggunakannya agar tidak menyulitkan dikemudian hari. Dan jika tidak memiliki banyak waktu untuk membuatnya, maka Anda bisa menggunakan software akuntansi yang sudah banyak dijual secara bebas.

Itulah sedikit ulasan tentang contoh dan cara mengelompokkan akun dalam akuntansi. Jika Anda rasa artikel ini bermanfaat, maka jangan lupa membagikannya kepada pembaca yang lain. Salam Let’s #beefree

Banyak Berbagi Banyak Rejeki Banyak Berbagi Banyak Rejeki

About Anggara Farhan

Graphic Designer, Video Editor, Film Making, 2D Animator, Digital Marketer, Seller, Writer, Content Creator

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.