Home / Blog / Cash Flow Macet Sama Dengan Bangkrut
cash-flow-macet-sama-dengan-bangkrut-image

Cash Flow Macet Sama Dengan Bangkrut

Krisis ekonomi saat ini tidak hanya dihadapi oleh indonesia melainkan seluruh dunia atau global.  Diawali dari krisis dan kebangkrutan Yunani, dan ternyata ketidakjelasan perekonomian kini juga menguncang kawasan Asia, termasuk Indonesia.

Ketidakpastian kondisi ekonomi Indonesia sendiri terjadi sejak Kuartal I tahun 2015. Ketidakpastian ekonomi ini kemudian berdampak sangat nyata dengan efek yang dirasakan oleh semua kalangan dari para pengusaha seperti Anda dan jua masyarakat.

Tidak ada gunanya jika Anda menyalahkan kondisi krisis saat ini, karena tidak akan merubah apapun. Lebih baik Anda fokus untuk berusaha melewati badai krisis.

Yakinlah setelah badai lewat akan terbit pelangi. Lantas bagaimana cara menghadapi badainya? Cukup satu cara saja kok yaitu kelola cash flow Anda secara baik dan jangan biarkan sampai tersendat.

Mungkin kedengarnya sangat simple dan mudah namun pada kenyataannya banyak perusahaan yang tersandung cash flow macet. Mengapa ini bisa terjadi salah satunya adalah karena pengelolaan atau manajemen keuangan yang amburadul. Tanpa planing dan sistem yang jelas.

Cash flow adalah darah bagi pebisnis, jadi jika darah ini tidak mengalir seperti semestinya maka, Anda harus siap-siap terhempas dalam jurang kebangkrutan. Namun banyak pengusaha yang mengesampingkan hal ini.

Oleh karena itu saya akan mengingatkan Anda kembali, jika manajemen keuangan ini sangat PENTING bagi kelangsungan bisnis Anda. Lantas bagaimana caranya mengelola keuangan yang benar diperusahaan?

Berikut saya akan membagikan tipsnya agar Anda terhindar dari yang namanya cash flow macet atau tersendat.

1. Mengontrol Piutang.

Mengontrol piutang adalah hal yang mutlak harus Anda lakukan. Mulai dari menanggih customer yang sudah jatuh tempo dan juga membatasi customer Anda bertransaksi dengan sistem kredit ini menghindari agar Anda tidak kekurangan uang cash.

Banyak para pengusaha yang terlena akan hal ini, omset milyaran tapi uang tidak ada bahkan mau gaji karyawan saja kesusahan. Apalagi dalam kondisi saat ini Anda harus lebih pintar dalam mengelola piutang. Lebih baik untuk saat ini, Anda hindari transaksi dengan sistem kredit agar kondisi keuangan Anda stabil.

Jikalau terpaksa harus menggunakan sistem kredit lakukan pembatasan dan kontrol penaggihan piutang secara berkala. Jadi semuanya harus seimbang antara piutang, uang cash beserta hutang ke supplier.

2. Manajemen Stock

Jika Anda perusahaan dagang, kenalilah produk terlaris penyumbang 80% omset Anda. Jangan sampai Anda membeli produk-produk yang slow moving karena ini akan mengakibatkan uang Anda tersendat atau stagnan di gudang.

Ini sangat tidak menguntungkan dan menghambat keuangan Anda, bagaimana tidak? uang yang seharusnya dapat diputar jadi hanya jalan ditempat. 

Jika sudah terlanjur ada beberapa barang digudang Anda susah dijual. Buatlah startegi pemasaran yang menarik bisa dengan penjualan paket, jadi dipaketkan dengan barang-barang yang fast moving atau bisa juga dengan melakukan harga obral. Jual dengan harga hpp lebih baik dari pada uang itu terus mengendap di gudang.

3. Efisiensi

Saya yakin Anda pasti sudah tahu salah satu agar cash flow tetap lancar saat ini adalah dengan melakukan efisiensi. Baik dalam efisiensi biaya maupun SDM. Saya ingatkan kembali disini jika efisiensi ini harus bernar-benar Anda terapkan.

Buatlah anggaran belanja perusahaan yang baik dan benar. Buanglah hal-hal yang tidak penting dan tunda kebutuhan yang tidak terlalu penting.

Namun Anda harus paham disini, ada satu biaya yang tidak bisa Anda pangkas yakni biaya promosi atau iklan. Ketika kondisi ekonomi seperti saat ini. Biaya iklan/promosi justru tidak boleh dipangkas.

Dan sebenarnya saya tidak setuju jika biaya promosi atau iklan itu dikategorikan ke akun biaya. Karena dengan promosi itu Anda akan mendapatkan timbal balik / customer = penjualan. Jadi sudah seharusnya biaya iklan itu di masukkan ke akun investasi. 

Jadi kesimpulannya dari ke-3 hal cara diatas adalah  Anda dapat menganalisa perusahaan Anda jika sistem dan laporan keuangan Anda akurat dan update. Akan lebih mudah lagi jika Anda menggunakan software yang akan menjadi asisten keuangan Anda. Dengan satu kali input semuanya akan tersaji dengan cepat. 

Sekian artikel dari saya. Semoga bermanfaat. Terimakasih. Salam Let’s #beefree

Banyak Berbagi Banyak Rejeki Banyak Berbagi Banyak Rejeki

About Venny Jasmine

Baik dan Tidaknya Sesuatu itu Tergantung pada Persepsi Anda