Home / Blog / Cara Mengisi Faktur Pajak atau E-Faktur Yang Baik dan Benar

Cara Mengisi Faktur Pajak atau E-Faktur Yang Baik dan Benar

Sudah menjadi rahasia umum jika pemerintahan saat ini sedang giat-giatnya menggalakkan pajak. Oleh karena itu Anda sebagai seorang pengusaha mau tidak mau harus melek pajak. Dan pada kesempatakan kali ini saya akan membahas bagaimana caranya mengisi faktur pajak atau e-faktur.

Langsung saja yuk kepokok bahasan yaitu cara mengisi faktur pajak. Namun sebelum itu saya memberikan contoh form faktur pajak kosongan yang belum disini.

Contoh Form Faktur Pajak Kosong

contoh-faktur-elektronikDengan melihat contoh form faktur pajak di atas sudah punya gambaran belum bagaimana cara mengisinya?

Tapi yang pasti sebelum Anda mengisi e-faktur cek dahuluapakah Anda  sudah terdaftar di DPJ atau belum. Jika belum Anda harus melakukan registrasi di pajak online terlebih dahulu. Jika Anda sudah melakukan registrasi langsung saja mengisi faktur pajaknya sbb;

1. Yang Pertama Anda harus memasukan Kode  dan Nomor Seri Faktur Pajak yang telah didapat dari DJP

2. Kemudian masukkan nama, alamat, dan NPWP Perusahaan yang menyerahkan Barang atau Jasa Kena Pajak pada kolom Pengusaha Kena Pajak

3. Masukkan nama, alamat, dan NPWP Perusahaan yang membeli atau menerima Baranga atau Jasa Kena Pajak pada kolom Pembeli Barang Kena Pajak atau Penerima Jasa Kena Pajak

4. Masukkan nomor urut sesuai dengan urutan jumlah barang atau jasa kena pajak yang diserahkan yaitu (1, 2 dst)

5. Masukkan nama barang atau jasa kena pajak yang diserahkan

6. Masukkan nominal harga pada kolom Harga Jual atau Penggantian atau Uang Muka ataupun Termin (jika nominal bukan dalam satuan rupiah, maka Anda harus memiliki Faktur Pajak khusus untuk nominal selain rupiah, yakni Faktur Pajak Valas)

7. Total keseluruhan harga ditulis pada kolom Harga Jual atau Penggantian atau Uang Muka atau bisa juga Termin

8. Total nilai potongan harga Barang atau Jasa Kena Pajak ditulis (jika ada potongan) ditulis pada kolom Dikurangi Potongan Harga

9. Jika Anda sudah menerima uang muka sesudah penyerahan Barang atau Jasa Kena Pajak, maka nominal uang tersebut dapat ditulis pada kolom Nilai Uang Muka yang telah diterima.

10. Jumlah Harga Jual/Penggantian/Uang Muka/Termin dikurangi dengan Potongan Harga dan Uang muka yang telah diterima, kemudian ditulis pada kolom Dasar Pengenaan Pajak

11. Jumlah PPN yang terutang sebesar 10% dari Dasar Pengenaan Pajak ditulis pada kolom PPN = 10% x Dasar Pengenaan Pajak

12. Pada kolom Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM), hanya diisi apabila terjadi penyerahan Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah. Dapat diisi dengan cara, besar tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah dikalikan dengan Dasar Pengenaan Pajak

13. Masukkan Tempat dan Tanggal pada saat membuat Faktur Pajak tersebut

14. Masukkan Nama dan Tanda Tangan dari Nama Pejabat yang telah ditunjuk oleh Perusahaan (harus sesuai dengan Nama Pejabat pada saat Perusahaan resmi menjadi Pengusaha Kena Pajak/PKP)

15. Kini, Anda dapat menggunakan Faktur Pajak tersebut dan segera setor, lapor, dan hitung Pajak Bulanan atau Tahunan Anda dengan OnlinePajak. Gratis!

Nah berikut ini contoh faktur pajak yang sudah di isi.

contoh-e-fakturKalau E-Faktur ini Anda input satu persatu beh bisa-bisa seharian Anda hanya kerjanya hanya membuat e-faktur saja. Mungkin kalau transaksi Anda seharinya hanya 50 kebawah masih bisalah tapi kalau sudah 50 keatas apalagi ratusan. Bisa dibayangin sendiri gimana repotnya bukan?  kecuali nie Anda memang kerjaannya khusus cuma membuat e-faktur saja.

Oleh karena itu Anda perlu memiliki sistem akuntansi yang bisa langsung mencetak atau ekspor secara otomatis. Jadi dengan begitu Anda tidak perlu repot input satu persatu lagi secara manual. Tenang sudah ada kok sistem akuntansi yang bisa export e-faktur yaitu beeaccounting.

Dengan beeaccounting ini Anda dapat langsung meng-export transaksi Anda  menjadi e-faktur. Tampilan softwarenya seperti ini.

apa-itu-plugin-03

Jika kebetulan Anda sudah mengguankan Beeaccounting langsung saja download plug in e-fakturnya dengan cara klik disini. Tenang plug in e-faktur ini sifatnya free alias tidak dikenakan biaya seratu perakpun.

Bagaimana cara install pluginnya ?
Pada saat anda login ke program BeeAccounting ada menu Tools > Plugin Manajer. Di sana nanti anda lakukan pemasangan pluginnya.

Nah buat Anda yang belum menggunakan Beeaccounting silahkan dicoba trial softwarenya dengan cara klik download gratis sekarang dibawah ini.

Kesimpulan :

  1. Sebelum Anda mengisi faktur pajak resgiter terlebih dahulu DPJ
  2. Kemudian setelah itu Anda masuk ke menu penjualan lalu buat draf baru
  3. Setelah itu Anda baru mengisi yang namanya e-faktur 
  4. Jika Anda kesusahan gunakanlah sistem akuntansi yang sudah bisa langsung import e-faktur sekaligus

Sekian artikel mengenai tata cara mengisi e-faktur/ faktur pajak. Jika Anda masih bingung atau Ada yang ingin ditanyakan silahkan corat-coret dibawah ini.

Oh iya jangan lupa bagikan artikel ini ya ke sosial media Anda. Agar rekan Anda juga mendapatkan manfaatnya. Banyak berbagi banyak rejeki. Terimakasih. Salam Let’s #beefree

 

Banyak Berbagi Banyak Rejeki Banyak Berbagi Banyak Rejeki

About Anggara Farhan

Graphic Designer, Video Editor, Film Making, 2D Animator, Digital Marketer, Seller, Writer, Content Creator

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.