Home / Blog / Cara Menghitung PPh Final 1% Untuk Bisnis UKM
cara-menghitung-pph-final-untuk-bisnis-ukm-photo

Cara Menghitung PPh Final 1% Untuk Bisnis UKM

Anda seorang pelaku UKM (Usaha kelas menengah atau dikenal juga dengan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)?

Sudah tahukah Anda kewajiban Pajak apa yang harus Anda bayarkan dan besarannya berapa?

Mungkin Anda berfikir jika hal ini tidak penting mengingat usaha Anda masih UKM. Jangan salah ini akan berakibat fatal jika Anda  sampai  mengesampingkan atau bahkan melupakannya.

Bahkan Anda bisa masuk ke jeruji besi lho, jika Anda tidak melakukan pembayaran dan pelaporan pajak usaha.

Sedangkan Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 46 Tahun 2013, PPh Final untuk pajak UKM adalah pajak atas penghasilan dari usaha yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak yang memiliki peredaran bruto atau omset di bawah Rp 4,8 miliar dalam setahun.

Sudah dijelaskan jika PPh final disini hanya untuk usaha yang memiliki omset dibawah 4, 8 miliar jadi jika usaha Anda memiliki omset diatas 4,8 miliar maka perhitungannya juga jelas berbeda ya hehe.

Perhitungan PPh final sendiri adalah total dari semua penjualan Anda satu bulan yang kemudian kalikan 1%. Kalau Anda sudah mendapatkan hasil perhitungannya, maka Anda harus membayarkannya ke kas negara per tanggal 15 setiap bulannya.

Setelah Anda melakukan pembayaran maka Anda akan mendapatkan bukti bayar pajak atau yang disebut juga NTPN  (Nomor Tanda Penerimaan Negara).

Agar Anda tidak bingung saya contohkan saja cara penghitungan pajak PPh Final;

Omset penjualan dari PT ABC dalam satu bulan totalnya adalah 100.000.000. Maka perhitungan pajaknya adalah.

Rp 100.000.000 x 1% = Rp 1.000.000

Dari contoh diatas bisa kita lihat jika yang harus Anda bayarkan ke kas negara sebesar Rp 1.000.000

Oleh karena itu mulai sekarang Anda harus rajin mencatat semua transaksi penjualan Anda. Agar Anda  mudah dalam penghitungan pajak. Karena jika Anda tidak melakukan pencatatan secara baik dan benar takutnya Anda akan mengalami kelebihan ataupun kekurangan bayar pajak. Tentunya iki akan merugikan Anda.

Jika Anda mengalami kesulitan dalam memantaunya atau mencatatnya gunakanlah bantuan software dalam pembukuan bisnis Anda. Dengan software tentunya akan membantu Anda dalam pencatatan keluar masuknya uang dll.

Contoh Laporan Penjualan Bulanan
Contoh Laporan Penjualan Bulanan

Sekian artikel dari sata semoga bermanfaat. Jika ada pertanyaan atau mau menambahi silahkan comet dibawah. Terimakasih. Salam let’s #beefree

Banyak Berbagi Banyak Rejeki Banyak Berbagi Banyak Rejeki

About Venny Jasmine

Baik dan Tidaknya Sesuatu itu Tergantung pada Persepsi Anda

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.