Home / Blog / Cara Melaporkan SPT Tahunan Yang Terlambat

Cara Melaporkan SPT Tahunan Yang Terlambat

Anda bingung bagaimana Melaporkan SPT Tahunan Yang Terlambat?

Ini dia solusinya. Baca artikel ini sampai selesai ya.

Sebagaimana diatur dalam Undang-undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP), Wajib Pajak (WP) menggunakan Surat Pemberitahuan (SPT) sebagai suatu sarana untuk melaporkan dan mempertanggungjawabkan penghitungan jumlah pajak yang terutang.

Selain itu, SPT berfungsi sebagai sarana untuk melaporkan pembayaran atau pelunasan pajak baik yang dilakukan WP sendiri maupun melalui mekanisme pemotongan/pemungutan yang dilakukan oleh pihak pemotong/pemungut, melaporkan harta dan kewajiban.

Dan penyetoran pajak dari pemotong atau pemungut yang bersumber dari pemotongan dan pemungutan pajak yang telah dilakukan. Sehingga SPT mempunyai makna yang cukup penting baik bagi Wajib Pajak maupun aparat pajak.

Pelaporan pajak dapat disampaikan ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) atau Kantor Pelayanan, Penyuluhan dan Konsultasi Pajak (KP2KP) di mana WP terdaftar.

SPT dapat dibedakan menjadi (1) SPT Masa dan (2) SPT Tahunan. Yang dimaksud SPT Masa adalah SPT yang digunakan untuk melakukan pelaporan atas pembayaran pajak pada masa tertentu (bulanan). 

 Ada 9 (sembilan) jenis SPT Masa, meliputi SPT Masa untuk melaporkan pembayaran bulanan:

(1) Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21

(2) PPh Pasal 22,

(3) PPh Pasal 23

(4) PPh Pasal 25

(5) PPh Pasal 26

(6) PPh Pasal 4 (2),

(7) PPh Pasal 15

(8) Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) 

(9) Pemungut PPN.

Di Pasal 39 UU KUP Nomor 16 Tahun 2009 tertulis barang siapa yang dengan sengaja atau lalai menyerahkan SPT Pajak, bahkan mengisi informasi palsu pada formulir SPT Tahunan, baik manual maupun elektronik, bakal dijatuhi hukuman pidana minimal 6 bulan dan maksimal 6 tahun.

Maka untuk itu akan kami berikan pada Anda Cara Melaporkan SPT Tahunan Yang Terlambat.

1. Siapkan Denda

Pastikan denda yang harus Anda bayarkan, apakah denda telat melaporkan SPT saja ataukah ada denda telat membayar pajak. Besaran denda yang harus dipersiapkan sesuai dengan peraturan Dirjen Pajak adalah sebagai berikut.

  • Denda Telat Lapor SPT (Orang Pribadi) sebesar Rp100.000
  • Denda Telat Lapor SPT (Badan Usaha) sebesar Rp1.000.000
  • Denda Telat Bayar Pajak 2% perbulan dari pajak yang belum dibayar.  Catatan : Waktu denda dihitung dari tanggal jatuh tempo sampai dengan tanggal pembayaran pajak, yang mana bagian dari bulan dihitung 1 bulan penuh. Artinya, jika Anda telat membayar pajak hanya 10 hari, maka hitungan waktu dendanya tetap 1 bulan.

2. Dapatkan STP (Surat Tagihan Pajak)

STP berupa lembaran besaran tagihan denda yang harus dibayarkan karena kelalaian wajib pajak. Kantor Pelayan Pajak (KPP) di daerah tempat Anda tinggal akan mengingatkan dengan mengirimkan Surat Tagihan Pajak (STP) ke alamat rumah. Jika KPP tidak kunjung mengirimi STP ke alamat rumah.

Maka Anda bisa langsung mendatangi KPP terdekat untuk langsung meminta STP guna membayarkan denda pajak. Pastikan juga jika alamat rumah yang ditempati sekarang sama dengan data alamat rumah saat mendaftar Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), jika sudah pindah, dapat dilakukan pengkinian data di KPP terdekat.

3. Bayar Denda

Dengan SPT dan besaran denda yang anda persiapkan sebelumnya, maka bayarkan denda pajak ke bank. Selain melalui bank, pembayaran juga bisa Anda lakukan melalui kantor pos. 

Bank yang melayani pembayaran denda ditetapkan oleh Kementerian Keuangan, yaitu bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara) dan beberapa bank swasta.

Oleh karena itu, sebaiknya tanyakan terlebih dahulu kepada bank yang akan Anda pilih. Apakah mereka melayani pembayaran denda pajak atau tidak lewat layanan call centre bank tersebut.

Selesai sudah pembahasan mengenai pelaporan pajak kali ini. Jangan lupa share artikel ini ya ke sosial media Anda. Agar teman Anda juga bisa belajar tentang apa itu akuntansi? Banyak berbagi banyak rejeki Terimakasih. Salam Let’s #beefree

Banyak Berbagi Banyak Rejeki Banyak Berbagi Banyak Rejeki

About Anggara Farhan

Graphic Designer, Video Editor, Film Making, 2D Animator, Digital Marketer, Seller, Writer, Content Creator

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.