Home / Blog / Bangkrutnya Seven Eleven
bangkrutnya seven eleven
bangkrutnya-seven-eleven

Bangkrutnya Seven Eleven

Pada 21 April 2017, PT Modern Internasional Tbk mengumumkan penjualan 7-eleven kepada PT Charoen Pokphand Restu Indonesia (CPRI) yang merupakan entitas dari PT Charoen Pokphand Indonesia (CPI) Tbk. Nilainya mencapai Rp 1 triliun. Ini mengejutkan banyak pihak sekaligus menjadi tranding topik di dunia bisnis ritel indonesia.

Menurut managamen 7-eleven yang menjadi salah satu faktor penurunan penjualan/ omset adalah dengan diterbitkan Peraturan Menteri  Perdagangan (Permendag) No.06/M-DAG-PER/1/2015 yang menerangkan bahwa pengendalian dan pengawasan terhadap Pengadaan, Peredaran, dan Penjualan minuman beralkohol dan per tgl 16 April 2015 minimarket dilarang menjual minuman beralkohol.

Sedangkan menurut konsultan bisnis Djoko Kurniawan salah satu kesalahan besar dari 7-eleven adalah tidak berinovasi / tidak berkembang. 

Djoko Kurniawan mengatakan jika 7-eleven tadinya memiliki kekuatan pada konsep. 7-eleven hadir berbeda di tengah dominasi Alfamart, dan Indomaret serta Circle K. Di mana tidak hanya menjual produk, namun juga memberikan tempat untuk bersantai berupa kursi, meja hingga wifi.

Setiap tahun, ada sekitar 30 sampai 60 gerai 7-eleven baru dibuka di Jakarta. Ini membuat jumlah gerai 7-eleven terus bertambah. Tahun 2011, hanya ada 50-an 7-eleven. Tahun 2012, jumlahnya bertambah hampir dua kali lipat.

Sampai tahun 2014, jumlah gerai 7-eleven di Jakarta mencapai 190. Di tahun itu juga, sebanyak 40 gerai baru 7-eleven dibuka. Penjualan bersih pun naik 24,5 persen menjadi Rp971,7 miliar dari tahun sebelumnya yang hanya Rp778,3 miliar. Tahun itu bisa disebut sebagai puncak kejayaan Sevel.

Dengan begitu cepatnya progres bisnis 7-eleven sempat membuat para kompetitor sulit bernafas. Pemain lama bahkan meniru cara 7-eleven menyediakan fasilitas dengan sangat spesifik. Meskipun namanya berbeda. Ada juga pemain baru, seperti Lawson, Family Mart.

Sayangnya ketika mendapatkan perlawanan, 7-eleven hanya diam. Tidak ada sesuatu yang baru dimainkan 7-eleven sejak awal kemunculan di Indonesia. Maka bukan suatu yang aneh bila kemudian lapak 7-elevenl disalip oleh kompetitor.

Belajar dari Jatuhnya 7-eleven Anda sebagai pembisnis harus selalu belajar dan mengikuti perkembangan jaman. Lakukan selalu inovasi-inovasi dan juga Anda harus paham bentul mengenai kebutuhan pasar. Semoga artikel ini bermanfaat salam Let’s #beefree 

 

Banyak Berbagi Banyak Rejeki Banyak Berbagi Banyak Rejeki

About Venny Jasmine

Baik dan Tidaknya Sesuatu itu Tergantung pada Persepsi Anda