Home / Blog / Bagaimana Memilih Franchise yang Benar?

Bagaimana Memilih Franchise yang Benar?

Franchises sangat menarik bagi pengusaha baru yang ingin mengurangi resiko akibat ketidakpastian produk atau jasa yang diciptakan mereka sendiri. Anda bisa mendapatkan dukungan dari usaha yang telah setel untuk memastikan keberhasilan. Hal yang paling sulit keputusan, jenis franchises seperti yang apa yang sesuai. Bagaimana Anda pilih?

Jika Anda memiliki gambaran umum tentang franchise yang Anda inginkan, ada banyak pilihan dalam berbagai rentang harga dalam setiap bidang usahanya, tugas Anda menyaring puluhan situs dan informasi mengenai perkembangan Franchise untuk menemukan satu yang tepat untuk Anda. Berita Bisnis Harian yang membahas bisnis Franchise dikupas oleh para pakar bisnis dan waralaba akan membantu anda dalam proses memilih waralaba untuk dipilih.

Sebagai pemilik bisnis Franchise atau waralaba yang disebut Franchisor. Mereka akan bertindak sebagai pemberi waralaba yang bertanggung jawab terhadap barang, alat yang dibutuhkan franshise termasuk bahan baku. Pada umumnya beberapa kewajiban yang harus di penuhi oleh pihak franchisor kepada pihak franchisee:

  1. Mempersiapkan perlengkapan operasional bisnis, seperti peralatan, sistem kerja, Standar kerja Operasional yang terbaku.
  2. Mempersiapkan kinerja manajemen yang baik, memberikan job spesifik yang jelas karyawan seperti apa dan bertugas apa yang bekerja sebagai tim.
  3. Menjamin kelangsungan usaha, memberikan jaminan dan support evaluasi untuk membangun usaha sukses bersama. Cari franchisor yang telah memiliki standar laporan keuangan dan tool yang tepat. Pastikan mereka menggunakan Beeaccounting atau Beecloud untuk kemudahan kontrol bisnis Anda.
  4. Menyediakan distribusi bahan baku untuk jangka panjang serta kelengkapan usaha sampai ke detail terkecil.

Dengan terpenuhinya empat kewajiban tersebut, maka franchise dapat menjalankan bisnis sesuai dengan yang telah ditentukan. Sedangkan franchisee bertindak sebagai penerima waralaba yang bertanggung jawab menjaga image dan kualitas produk dari franchisor. Hal terpenting untuk menentukan selain 4 hal di atas adalah isi perjanjian kontrak.  Mengapa?

Kontrak perjanjian kontrak akan mengikat Anda dengan franchisor. Bila perjanjian ini tidak memiliki keberpihakan terhadap kepentingan Anda, kekhawatirannya Anda akan menghadapi kesulitan di jangka panjang, repot juga kan?

Jadi seyakin apapun Anda akan potensi dari franchise pilihan Anda, sepositif apapun hasil riset Anda, jangan abaikan tahap satu ini. Baca dengan detil isi perjanjian kontrak, tanyakan poin-poin yang kiranyan kurang jelas bagi Anda. Bila perlu carilah pihak ketiga sebagai advisor ahli atau setidaknya cari informasi sebanyak-banyaknya, Anda perlu tau apa saja yang akan Anda hadapi dalam bisnis franchise. Baik kendala-kendala, resiko menjadi franchisee maupun hal-hal spesifik lain.

Menjalankan bisnis tapi tidak mau menanggung resiko bisa dikatakan cukup konyol. Jadi pastikan Anda bisa mencegah atau setidaknya mengurangi faktor resiko. Dengan memastikan perjanjian kontrak ini memiliki keberpihakan pada Anda, maka bisa jadi Anda akan mengurangi faktor resiko dalam usaha Anda nantinya.

Lalu apa saja sih yang perlu Anda perhatikan dalam perjanjian kontrak franchise?

  1. Biaya Biaya
    Apa saja biaya yang perlu Anda keluarkan dalam membeli hak franchise? Berapa Royalti feenya, berapa manajemen feenya? Berapa harga pokok produknya? Berapa biaya perpanjangan kontrak dan apakah masih ada biaya lainnya?
  2. Pastikan Izin Bisnis Legal
    Lihatlah apa saja lisenci dan sertifikasi yang telah dimiliki franchisor? Ijin apa saja yang dimiliki? prestasi apa saja yang dimiliki? Penting untuk Anda mengetahui itu agar Anda yakin dan percaya diri menjalankan usaha Franchise ini.
  3. Masa Kerjasama dan Support Sistem
    Anda perlu memperhatikan masa kerjasama yang berlaku untuk setiap kontrak. Sesuaikah biaya-biaya yang Anda keluarkan dengan masa kerjasama ini? Lalu bagaimana sistem perpanjangannya? Sejauh mana keterlibatan franchisor dalam membantu usaha Anda? Bagaimana mereka membantu Anda memulai? Sejauh mana langkah promosi mereka, bagaimana mereka akan mendampingi manajemen Anda dan masih banyak lagi.
  4. Area 
    Pada kawasan mana hak franchise Anda berlaku? Adakah batasan wilayah? Atau Andakah justru pemilik license produk franchise ini di kota Anda?
  5. Batasan 
    Adakalanya Anda perlu melakukan langkah adaptasi atau pengembangan khusus di usaha franchise Anda, sejauh mana Anda memiliki kebebasan dalam melakukannya. Misalkan Anda melihat pasar produk minuman Anda adalah anak-anak. Penggunaan tutup dengan plastik tersegel sudah pasti lebih efektif untuk mereka yang aktif ketimbang tutup mika. Jadi Anda perlu tahu apakah mengganti tutup dibolehkan oleh franchisor Anda ataukah tidak.
  6. Siap Terhadap resiko
    Bila ternyata usaha franchise Anda ini tidak berjalan sukses, adakah prosedur normal untuk menghentikan usaha? Namun, tetap Anda harus Optimis dalam menjalankan bisnis Anda.

Demikian hal yang perlu Anda pertimbangkan untuk memilih usaha waralaba atau franshice terbaik. Pastikan Anda paham betul sistem kerja bisnisnya dan sesuaikan dengan diri Anda. Jangan mengerjakan sesuatu setengah-setengah karena anda akan menghabiskan banyak waktu dan kerugian.  Let’s #beefree

Banyak Berbagi Banyak Rejeki Banyak Berbagi Banyak Rejeki

About Anggara Farhan

Graphic Designer, Video Editor, Film Making, 2D Animator, Digital Marketer, Seller, Writer, Content Creator