Home / Blog / 9 Cara Mengelola Keuangan Usaha Dagang
9-cara-mengelola-keuangan-usaha-dagang-photo

9 Cara Mengelola Keuangan Usaha Dagang

Aktivitas membeli dan menjual kembali barang dagangan dengan maksud untuk mendapatkan keuntungan merupakan salah satu usaha yang banyak ditekuni masyarakat. Kegiatan tersebut lebih dikenal dengan usaha dagang.

Di Indonesia, sudah banyak dijumpai usaha dagang yang telah berkembang, seperti : pakaian, gadget, snack, sayuran, buah-buahan, dan sebagainya. Lokasinya pun tidak hanya di kota besar, di kampung–kampung dengan penduduk yang padat juga banyak ditemukan pelaku usaha dagang.

Sebagai seorang pengusaha Anda harus mengetahui semua aktivitas yang dilakukan dalam kegiatan usaha dagang merupakan hal yang wajib, utamanya aktivitas pengelolaan keuangan. Karena tanpa pengelolaan keuangan yang baik dan benar, perusahaan tidak akan dapat bertahan lama.

Bisa jadi setahun sampai dua tahun kemudian usaha Anda akan gulung tikar. Untuk itu, Anda perlu mengetahui lebih detil cara mengelola keuangan usaha dagang.

Cara Mengelola Keuangan Usaha Dagang

Secara umum, ada 9 cara mengelola keuangan usaha dagang dengan baik dan benar :

1. Pisahkan antara keuangan perusahaan dengan keuangan pribadi.

Pemisahan keuangan ini bertujuan untuk memudahkan dalam melihat pencapaian usaha dan menunjukkan bahwa usaha tersebut Anda jalankan secara profesional.

2. Buatlah catatan keuangan dengan baik dan rapi.

Karena dengan memiliki catatan keuangan yang baik dan rapi akan memudahkan Anda menilai performa bisnis yang telah dijalankan. Jika secara manual belum bisa Anda kerjakan sendiri, maka gunakanlah software akuntansi dan tunjuklah satu orang untuk mengerjakannya.

3. Jangan membiarkan piutang menumpuk terlalu banyak.

Hal ini akan membebani keuangan perusahaan Anda sehingga mengakibatkan kesulitan modal untuk kulakan (membeli lagi barang dagangan). Semakin banyak piutang yang harus Anda tagih, maka akan membutuhkan effort yang besar untuk menanganinya. Karena itu, lakukan penagihan sesegera mungkin.

4. Buatlah rencana penggunaan keuangan dengan baik.

Hindari penggunaan keuangan yang belum direncanakan kecuali dalam keadaan yang sangat urgent. Dan segera lakukan evaluasi agar tidak terjadi lagi hal yang sama di kemudian hari.

5. Lakukan pengawasan terhadap aliran arus kas secara berkala.

Jangan sampai loss control yang mengakibatkan kebocoran keuangan sehingga mengganggu aktivitas operasional. Percayakan kepada staf jika Anda kewalahan untuk melakukannya dan buatkan prosedurnya.

6. Alokasikan maksimal 10 persen untuk menggaji diri Anda sendiri.

Namun jangan lebih dari 10 persen meskipun nanti usaha Anda sudah berkembang. Karena Anda perlu mengalokasikan juga untuk kegiatan operasional dan pengembangan usaha.

7. Jangan terlalu banyak melakukan hutang usaha.

Terutama bagi Anda yang baru merintis bisnis agar tidak terbebani dengan bunga yang harus Anda bayar. Jika ingin berhutang, carilah pihak ketiga yang menawarkan bunga yang lebih rendah dengan jangka waktu pengembalian yang lebih lama.

8. Terapkan first in first out (FIFO).

Artinya barang yang pertama masuk gudang harus dikeluarkan terlebih dahulu. Tujuannya untuk menghindari penyimpanan barang yang terlalu lama serta agar terhindari dari rusaknya barang akibat dari jamur yang mulai tumbuh. Perlu diketahui bahwa dalam metode FIFO, biaya untuk membeli barang pertama kali dikenal sebagai COGS (cost of goods sold)

9. Sisihkan 5 – 10 persen dari profit untuk kepentingan sosial.

Misalnya : santunan kepada fakir miskin dan anak yatim, bantuan pembangunan tempat ibadah, perbaikan jalan atau yang lainnya. Hal ini sebagai bentuk kepedulian kepada lingkungan serta agar usaha Anda semakin berkah.

Itulah 9 cara mengelola keuangan usaha dagang dengan baik dan benar. Jika Anda rasa cara-cara tersebut bermanfaat, segera lakukan serta jangan lupa sebarkan kepada pembaca yang lain. Berbagi itu indah. Salam Let’s #beefree

Banyak Berbagi Banyak Rejeki Banyak Berbagi Banyak Rejeki

About wahyudi

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.