Home / Blog / 6 Langkah Mudah Melakukan Proses Audit

6 Langkah Mudah Melakukan Proses Audit

Umumnya, Proses Audit merupakan pemeriksaan formal atas akun Laporan Keuangan yang didapatkan oleh sebuah individu, bisnis, atau organisasi. Dan dalam sebuah pengamalan Audit, ada serangkaian proses dan langkah-langkah guna menunjang proses itu berjalan dengan baik.

Terdapat dua tipe kegiatan Audit, yakni Audit Internal dan Audit Eksternal. Perbedaan menurut keterangan dari subjeknya, Audit Internal dilaksanakan oleh karyawan internal yang sedang di dalam organisasi atau perusahaan. Sedangkan Audit Eksternal biasa dilaksanakan oleh pihak eksternal perusahaan – KAP (Kantor Akuntan Publik) dan BPK (Badan Pengawas Keuangan).

Ada enam tahapan spesifik dalam Proses Audit yang mesti diikuti supaya pengauditan berlangsung dengan sukses. Proses Audit yang bakal dijabarkan ialah Proses Audit yang biasa dilaksanakan oleh Auditor Eksternal. Berikut enam tahapan dalam Proses Audit dengan cara yang mudah.

1. Kumpulkan Dokumen yang Dibutuhkan.

Setelah mengonfirmasi bahwa Auditor akan mengunjungi klien yang bakal diaudit, Auditor bakal meminta dokumen-dokumen yang diperlukan bersangkutan keperluan Audit. Bahkan seringkali Auditor telah mengirimkan susunan dokumen-dokumen yang diperlukan terlebih dahulu untuk klien di dalam Audit Checklist.

Dokumen-dokumen itu dapat merangkum salinan Laporan Audit sebelumnya, tabungan koran, nota keuangan, dan kitab besar. Di samping itu, Auditor pun dapat meminta bagan organisasi klien bareng dengan susunan nama dewan dan komite bersangkutan.

2. Persiapkan Rencana Audit.

Auditor akan mengecek informasi yang terdapat dalam dokumen dan merencanakan bagaimana Proses Audit bakal dilakukan. Setiap Auditor tentunya mempunyai gaya pengauditan yang berbeda-beda dengan tetap mengindahkan Kode Etik sebagai Auditor. Workshop risiko dapat dilaksanakan oleh kesebelasan Audit guna mengidentifikasi bisa jadi masalah yang akan hadir selama Proses Audit dilaksanakan. Dan kemudian, Auditor akan merangkai rencana audit cocok workshop atau diskusi yang sudah dilaksanakan oleh kesebelasan Audit.

3. Jadwalkan Rapat Terbuka.

Auditor butuh mengundang Manajemen Senior, General Affair, atau Staf Administrasi Utama dari pihak klien ke sebuah Rapat Terbuka. Di dalam Rapat Terbuka, Auditor bakal mempresentasikan Ruang Lingkup Audit (Audit Scope), lama masa-masa pelaksanaan audit, dan masalah beda yang perlu dibicarakan bersangkutan pengamalan Audit.

Setiap Kepala Departemen dari pihak klien bisa diminta tolong guna mengomunikasikan untuk staf bawahannya tentang bisa jadi adanya wawancara dengan Auditor.

4. Kerja Lapangan.

Auditor memungut informasi yang dikoleksi dari Rapat Terbuka dan menggunakannya untuk menerapkan Rencana Audit. Kerja Lapangan kemudian dilakukan dengan berkomunikasi untuk anggota staf dan meninjau Prosedur dan Proses Audit.

Auditor bakal menguji kepatuhan klien bersangkutan pendaftaran dan pelaporan finansial yang cocok dengan PSAK. Kontrol internal dievaluasi guna meyakinkan bahwa urusan itu benar-benar dijalankan secara reliabel dan memadai. Auditor bisa mendiskusikan sebuah masalah ketika masalah itu muncul untuk klien guna memberi klien tersebut peluang untuk menyerahkan feedback.

5. Menyusun Laporan.

Auditor menyiapkan Laporan Audit yang mengandung rincian temuan-temuan audit sekitar Proses Audit dilaksanakan. Laporan Audit akan mencakup segala kekeliruan matematis, temuan yang mempunyai sifat material dan tidak material, pembayaran yang diotorisasi namun tidak dibayar, dan temuan-temuan lainnya.

Auditor lantas akan mencatat komentar berhubungan temuan-temuan audit dan merekomendasikan solusinya untuk klien.

6. Rapat Penutup

Auditor meminta tanggapan dan persetujuan dari klien berhubungan masalah dan temuan dalam Laporan Audit pada Rapat Penutupan. Dan Auditor pun tidak lupa guna menjelaskan pemaparan rencana aksi manajemen untuk menanggulangi masalah dan temuan itu serta tanggal solusi yang disepakati.

Pada Rapat Penutupan, seluruh pihak yang termasuk didalamnya akan mendiskusikan Laporan Audit dan tanggapan manajemen secara matang. Jika ada masalah lain, mereka bakal langsung menuntaskan dan menggali solusinya pada Rapat Penutupan.

Itulah keenam langkah dalam mengerjakan Proses Audit.

Dan dalam praktiknya jelas terdapat tidak sedikit hambatan yang akan dilewati Auditor sekitar pelaksanaan Audit. Hambatan itu tentunya dapat diminimalisir dengan mematangkan Persiapan dan Perencanaan Audit. Terutama pada ketika workshop kesebelasan Audit sebelum terjun langsung untuk perusahaan klien. Baik Auditor Internal maupun Eksternal, pasti mereka memerlukan data berupa dokumen, Buku Besar, dan Laporan Keuangan untuk keperluan pelaksanaan Audit.

Dan semua kegiatan tersebut dapat dilakukan dengan mudah andai perusahaan atau akuntan memakai Software Akuntansi modern.

Beeaccounting dengan mudah membantu Anda menyiapkan semua laporan yang dibutuhkan dengan cepat dan akurat. Beeaccounting merupakan software bisnis modern yang dapat membantu segala keperluan bisnis Anda.

Banyak Berbagi Banyak Rejeki Banyak Berbagi Banyak Rejeki

About Anggara Farhan

Graphic Designer, Video Editor, Film Making, 2D Animator, Digital Marketer, Seller, Writer, Content Creator

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.