Home / Blog / 5 Tips untuk Mengelola Arus Kas Bisnis Anda

5 Tips untuk Mengelola Arus Kas Bisnis Anda

Jika Anda seorang pengusaha atau pebisnis, maka wajib mengetahui tentang arus kas agar dapat memberikan solusi ketika terjadi masalah-masalah keuangan. Karena sebagian besar aktivitas perusahaan berhubungan dengan arus kas.

Lancarnya arus kas merupakan syarat lancarnya bisnis Anda, begitu pula sebaliknya. Peranan arus kas sangat vital bagi perusahaan. Bisa dikatakan bahwa arus kas merupakan urat nadi perusahaan.

Apakah arus kas itu?

Arus kas atau cash flow adalah jumlah uang kas yang masuk (cash in) dan uang kas yang keluar (cash out). Secara umum, arus kas terbagi menjadi 2 macam, yaitu : arus kas positif dan arus kas negatif.

1. Arus Kas Positif

Arus kas positif yaitu apabila uang tunai yang masuk dari hasil penjualan, penagihan piutang, dan sebagainya lebih besar daripada uang tunai yang keluar. Pengeluaran uang tunai tersebut biasanya digunakan untuk membayar hutang, biaya operasional, gaji dll.

2. Arus Kas Negatif

Arus kas negatif merupakan kebalikan dari arus kas positif, yaitu apabila uang tunai yang keluar lebih besar daripada uang tunai yang masuk. Atau istilahnya besar pasak daripada tiang. Jika hal ini terjadi terus – menerus, maka usaha atau bisnis Anda dalam keadaan bahaya.

Perlu Anda perhatikan bahwa terjadinya arus kas negatif menandakan masih belum tepatnya pengelolaan arus kas perusahaan. Bisa jadi karena Anda belum mengetahui cara mengelola arus kas yang efektif. Lantas, bagaimana caranya? Berikut tips-tipsnya.

  1. Percepat Masuknya Uang

Untuk mempercepat arus kas masuk dapat dilakukan dengan meningkatkan volume penjualan secara tunai, atau minta klien untuk melakukan pembayaran di muka.

Selain itu bisa juga dilakukan dengan melakukan penagihan yang lebih baik artinya setelah melakukan penjualan jangan menunda untuk mengirimkan tagihan (invoice). Dan lakukan pengontrolan secara berkala.

  1. Perketat keluarnya uang

Jangan mudah mengeluarkan uang kas. Buatlah list kebutuhan yang paling penting dan sangat mendesak, itu yang harus didahulukan.

Misalnya : pembayaran karena telah melakukan pembelian barang dagangan untuk kebutuhan proses produksi. Namun jika bisa di nego untuk tidak membayar seluruhnya, itu akan lebih baik. Atau pembayaran kewajiban yang sudah jatuh tempo, karena jika tidak segera dibayar maka akan terkena denda keterlambatan

  1. Alokasikan Dana Cadangan

Sebagai tindakan antisipasi jika terjadi hal yang tidak diinginkan, misal gudang penyimpanan Anda terbakar padahal permintaan sedang tinggi. Maka Anda dapat mempergunakan dana cadangan yang tersedia.

Atau terjadi kelangkaan barang produksi di tempat langganan Anda, jadi harus membeli ke tempat lain dengan ongkos transportasi yang lebih mahal. Anda bisa mempergunakan dana cadangan untuk menutupi mahalnya biaya transportasi tersebut

  1. Pertimbangkan Untuk Menyewa Pekerja Lepas Atau Freelancer

Jika Anda belum bisa memastikan apakah tingginya permintaan konsumen dapat bertahan lama, maka jangan perbanyak karyawan tetap. Apabila membutuhkan tenaga tambahan, akan lebih baik mempekerjakan freelancer, misal untuk bagian keuangan atau akuntansi, sumber daya manusia, dan sebagainya.

  1. Ajukan Pinjaman Untuk Memperlancar Arus Kas

Ketika produk – produk belum laku terjual sedangkan banyak biaya yang harus Anda bayar, atau perusahaan perlu berinovasi lagi untuk mengikuti trend pasar. Maka sudah saatnya Anda mencari tambahan modal. Carilah pihak ketiga yang bisa memberikan pinjaman dengan syarat yang lebih mudah serta bunga yang lebih terjangkau.

Itulah 5 tips untuk mengelola arus kas bisnis Anda. Jika Anda rasa artikel ini bermanfaat, maka jangan lupa membagikannya kepada pembaca yang lain. Berbagi itu indah. Salam Let’s #beefree

Banyak Berbagi Banyak Rejeki Banyak Berbagi Banyak Rejeki

About Anggara Farhan

Graphic Designer, Video Editor, Film Making, 2D Animator, Digital Marketer, Seller, Writer, Content Creator

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.