Home / Blog / 5 Hal Yang Tidak Harus Diposting Oleh Pengusaha di Media Sosial
5 Hal Yang Tidak Harus Diposting Oleh Pengusaha di Media Sosial

5 Hal Yang Tidak Harus Diposting Oleh Pengusaha di Media Sosial

Media sosial menawarkan peluang besar untuk membangun merek usaha Anda, namun jika salah dalam menggunakannya justru bisa mengacaukan segalanya. Contoh kasus menarik adalah kesalahan penggunaan media sosial American Apparel 2014. Untuk mempromosikan penjualan 4 Juli, perusahaan itu men-tweet apa yang mereka pikir sebagai gambar kembang api. Padahal itu bukan kembang api – itu adalah Space Shuttle Challenger yang meledak di udara pada tahun 1986 (maksud awal biar bombastis, ternyata blunder). Masyarakat tidak senang, dan banyak yang berhenti mengikuti produk mereka secara online.

Meskipun perusahaan dapat pulih dari kesalahan seperti itu, hal itu membuang-buang waktu dan uang yang seharusnya bisa digunakan untuk menumbuhkan perusahaan. Jadi, sebelum Anda melakukan kesalahan menggunakan media sosial, pelajari lima hal yang tidak boleh dilakukan pengusaha di media sosial berikut ini.

1. Politik dan agama

Saat berbicara politik dan agama sebaiknya tidak Anda lakukan di depan umum. Ingat, pelaku bisnis tidak ada yang lebih suka sikap politik atau agama dicampurkan dalam bisnis. Anda bisa tetap fokus pada masalah langsung mereka. Apa yang diinginkan pelanggan Anda? Apa yang mereka impikan? Apa yang mereka takutkan? Dengan memfokuskan konten media sosial Anda pada pelanggan Anda dan bukan keyakinan Anda sendiri, bisnis Anda akan terus bergerak ke arah yang benar, yaitu menuju lebih banyak keuntungan dan lebih sedikit pertengkaran yang tidak perlu akibat beda pandangan politik dan keyakinan.

2. Posting konten berlebihan

Ketika Anda berhadapan dengan media sosial, Anda harus berfikir lebih dari sekadar bisnis – Anda harus menjadi mitra dalam meningkatkan kehidupan pelanggan Anda. Bicara tentang trendsetter lain di industri Anda, dan sebagainya. Tunjukkan pada orang dan sadari ada orang pintar lain di luar sana selain Anda. Berikan informasi yang bermanfaat bagi pelanggan Anda, atau hiburan yang seperlunya.

Anda mungkin pernah mendengar gagasan tentang “konten pemasaran.” Selama Anda menjaga postingan tetap lembut dan menyelipkan sedikit iklan di akhir konten yang padat, pengikut Anda tidak akan keberatan dan mereka akan benar-benar lebih mungkin mengonversi menjadi pembeli.

3. Hal negatif tentang klien atau dunia di sekitar Anda

Orang-orang tidak datang ke halaman Anda jika isi isi postingan Anda tentang semua hal buruk yang terjadi di dunia. Mereka mencari sesuatu yang menyegarkan, sesuatu untuk membantu mereka mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Jika Anda mulai berbicara tentang hal-hal buruk, mereka akan mulai melupakan produk dan layanan Anda. Lebih buruk lagi, mereka mengasosiasikan Anda dengan kenegatifan dan menjauhkan Anda dari kontak mereka. Jika Anda tidak dapat menemukan sudut positif untuk posting Anda, menjauhlah.

Baca Juga: 5 Cara Tersembunyi Untuk Promosi di Google Agar Banyak Pengunjung dan Pembeli

4. Pembaruan berlebihan

Setiap media sosial memiliki toleransi frekuensi atas postingan yang muncul. Di Twitter, Anda dapat melakukan beberapa postingan setiap hari. Opsi lain, seperti Instagram dan Facebook, memiliki pengguna yang mentolerir satu posting umpan sehari.

Tidak peduli seberapa hebat konten Anda, jika Anda menutup feed penggemar Anda, Anda tidak akan melakukannya lama karena mereka akan menjauhkan Anda tanpa berpikir dua kali. Jadi, riset adalah praktik terbaik dalam memposting frekuensi di media sosial. Jika Anda mendapatkan inspirasi dan memiliki banyak hal untuk diposting sekaligus, gunakan itu sebagai kesempatan untuk mengelompokkan konten tersebut untuk dibuat postingan berurutan di hari atau minggu berikutnya.

5. Konten non-sosial

Media sosial dibangun untuk menjadi sarana kontak sosial. Ini bukan tempat untuk siaran pers atau konten yang membosankan, ceramah atau segala jenis percakapan satu arah. Jika seseorang mengikuti Anda di media sosial, mereka tak hanya ingin tahu tentang perusahaan Anda dan membeli layanan atau produk yang Anda tawarkan, tapi juga berinteraksi sosial. Jadi hindari posting konten non sosial secara berlebihan.

Misal saja Anda punya usaha kuliner. Di postingan Anda, idealnya Anda tidak berbicara hamburger dan kentang goreng sepanjang hari. Anda bisa memberikan hal-hal yang berguna dan lucu yang membuat orang terlibat dan berbagi.

Banyak Berbagi Banyak Rejeki Banyak Berbagi Banyak Rejeki

About Anggara Farhan

Graphic Designer, Video Editor, Film Making, 2D Animator, Digital Marketer, Seller, Writer, Content Creator

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.