Home / Blog / 3 Metode Pembagian Laba Perusahaan Persekutuan

3 Metode Pembagian Laba Perusahaan Persekutuan

Perusahaan biasanya membagi laba antara dirinya dan pemegang sahamnya. Laba perusahaan adalah kelebihan pendapatan yang diterima oleh perusahaan atas biaya yang dikeluarkan perusahaan. Total laba perusahaan didistribusikan dalam tiga cara. Satu porsi digunakan untuk membayar pajak laba perusahaan. Yang kedua adalah laba perusahaan yang tidak didistribusikan dan disimpan oleh perusahaan untuk membiayai investasi modal. Dan yang ketiga kemudian dibayarkan sebagai dividen kepada pemegang saham, atau pemilik perusahaan.

Perusahaan memilih untuk membagi keuntungan dalam bentuk dividen karena mendorong pemegang saham untuk terus berinvestasi di perusahaan tersebut. Memahami transaksi yang berkaitan dengan dividen dan laba ditahan membantu Anda mengetahui dampak transaksi pada laporan keuangan perusahaan.

Prinsip Pembagian Laba Perusahaan Persekutuan

Ketika sebuah perusahaan publik menghasilkan laba, ia memutuskan apakah akan membagikan laba kepada pemegang saham dalam bentuk dividen atau tidak. Dalam kebanyakan kasus, perusahaan menerbitkan dividen tunai, tetapi mereka juga dapat menerbitkan dividen saham. Dividen tunai adalah pembayaran tunai, dan dividen saham mewakili saham tambahan yang diberikan perusahaan kepada pemegang saham mereka. Perusahaan biasanya membayar dividen setiap tiga bulan. Perusahaan tidak diwajibkan membayar dividen kepada pemegang saham, dan mereka terkadang bisa saja menghentikan pembayaran dividen selama periode yang tidak ditentukan.

Maka, salah satu upaya untuk menyelesaikan persoalan pembagian laba tersebut adalah dengan menjabarkan metode pembagian laba persekutuan komanditer dan harus dinyatakan dalam perjanjian kerjasama persekutuan. Secara prinsip aturannya sebagai berikut:

  1. Seluruh peserta (rekan) dalam perusahaan persekutuan memperoleh bagian yang sama jika perjanjian tidak menyebutkan mengenai pembagian laba bersih atau rugi bersih
  2. Seluruh peserta (rekan) dalam perusahaan persekutuan memperoleh bagian berdasarkan kontribusi modal masing-masing yang jumlahnya berbeda-beda.
  3. Seluruh peserta (rekan) dalam perusahaan persekutuan memperoleh bagian berdasarkan kontribusi jasa yang besarnya tidak sama jika jasa yang diberikan salah satu rekan lebih penting dibandingkan jasa rekan lainnya.

3 Metode Pembagian Laba Perusahaan Persekutuan

Atas dasar prinsip pembagian laba perusahaan seperti diulasa diatas, setidaknya ada 3 metode pembagian laba perusaan persekutuan sebagai berikut:

#1. Metode Pembagian Laba Berdasar Jasa Rekan

Konsep dari metode ini adalah memberikan tunjangan gaji kepada para rekan sesuai jasa yang diberikan. Secara hukum bukan merupakan karyawan perusahaan maka diperlakukan sebagai pembagian laba bersih dan dikreditkan ke akun modal saham.

Misalnya saja:

A dan B sepakat bersekutu mendirikan perusahaan dimana dalam perjanjian persekutuan menjanjikan tunjangan gaji bulanan. A akan menerima tunjangan bulanan sebesar Rp 4.000.000 atau Rp 48.000.000 satu tahun, dan B akan menerima Rp 3.000.000 atau Rp 36.000.000 setahun. Perhitungan laba bersih yang tersisa setelah pembagian tunjangan gaji akan dibagi sama rata dan dimasukkan dalam perjanjian.

#2. Metode Pembagian Laba  Berdasar Jasa Rekan dan Investasi

Konsep dari metode ini adalah sebelum pembagian laba bersih perusahaan menyediakan:

  • Tunjangan gaji
  • Bunga atas investasi modal
  • Sisa laba bersih kemudian dibagi sesuai kesepakatan.

Misalnya saja:

A dan B bersekutu mendirikan perusahaan dengan modal A sebesar 500 juta dan B sebesar 300 juta dan membuat perjanjian pembagian laba sebagai berikut:

  • Tunjangan gaji bulanan sebesar Rp 4.000.000 untuk A dan Rp 3.000.000 untuk B
  • Bunga sebesar 10% atas saldo modal masing-masing rekan per periode tertentu.
  • Sisa laba bersih dibagi rata di antara para rekan.

Jika pada periode yang ditentukan laba bersih 150 juta maka A akan mendapatkan saldo kredit atas laba perusahaan sebesar 10%x500 juta ditambah Rp 75 juta, sedangkan B akan memiliki saldo kredit atas laba perusahaan sebesar 10%x300 juta ditambah Rp 75 juta.

#3. Metode Pembagian Laba Berdasarkan Tunjangan diatas Laba Bersih

Konsep dari metode ini adalah jumlah pembagian laba bersih melebihi total jumlah tunjangan gaji dan bunga. Artinya jika jumlah laba bersih kurang dari total tunjangan, sisa saldo menjadi jumlah negatif yang pada akhirnya jumlah tersebut harus dibagi di antara para rekan sebagaimana terjadi rugi bersih. Dalam perjanjian persekutuan, sisa laba bersih atau rugi bersih apapun setelah dikurangkan dari tunjangan-tunjangan dibagi rata antara A dan B pada contoh diatas.

Banyak Berbagi Banyak Rejeki Banyak Berbagi Banyak Rejeki

About Anggara Farhan

Graphic Designer, Video Editor, Film Making, 2D Animator, Digital Marketer, Seller, Writer, Content Creator

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.