Home / Blog / 2 Metode Perhitungan Penyusutan Aktiva dan Contohnya

2 Metode Perhitungan Penyusutan Aktiva dan Contohnya

Aktiva adalah seluruh aset atau kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan. Aktiva dapat berupa benda atau hak kuasa yang diperoleh dari perusahaan.

Pada dasarnya, aktiva dibagi menjadi empat yaitu aktiva lancar, investasi jangka panjang, aktiva tetap, dan aktiva tetap tak berwujud. Pada kesempatan ini, akan diulas tentang penyusutan aktiva tetap beserta contohnya.

Aktiva tetap adalah suatu kekayaan perusahaan yang memiliki umur pemakaian lebih dari satu tahun, digunakan untuk proses operasi, dan tidak untuk dijual. Contoh aktiva tetap antara lain tanah, gedung, mesin, alat angkut dll.

Aktiva tetap (aset tetap) memiliki nilai yang semakin berkurang seiring bergantinya periode perusahaan.

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Penyusutan Aktiva

Oleh karena itu, nilai aktiva akan mengalami penurunan jika sudah dipakai kecuali aktiva tanah. Penurunan nilai aktiva tetap karena pemakaian dikenal dengan istilah Penyusutan aktiva atau depresiasi. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi penyusutan aktiva tetap diantaranya adalah;

1. Harga perolehan (Acquisition Cost)

Harga perolehan merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap biaya penyusutan. Harga perolehan menjadi dasar perhitungan berapa besar depresiasi yang harus dikeluarkan dalam satu periode.

2. Nilai residu (Salvage Value)

Nilai residu merupakan perkiraan nilai arus kas masuk apabila aktiva tersebut dijual pada saat penarikan atau penghentian aktiva. Tidak semua aktiva memiliki nilai residu, ada beberapa yang memilih menjadikannya besi tua hingga habis terkorosi.

3. Umur ekonomis aktiva (Economical Life Time)

Secara garis besar umur aktiva dibagi menjadi dua yaitu umur fisik dan umur fungsional. Umur fisik berkaitan dengan kondisi fisik aktiva, sedangkan umur fungsional berkaitan dengan kontribusi aktiva tersebut dalam penggunaanya.

Contoh Perhitungan Penyusutan Aktiva 

Penggunaan aktiva tetap berpengaruh terhadap tingkat kerusakan aktiva, dan untuk mengakomodasi situasi tersebut dipergunakan metode penyusutan aktiva. Berikut dua metode penyusutan aktiva beserta contoh persoalanya :

  • Metode penyusutan garis lurus (Straight Line Method)

Metode penyusutan garis lurus merupakan metode penyusutan aktiva tetap dimana beban penyusutan aktiva per tahunnya tetap sama. Metode galis lurus ini digunakan apabila nilai ekonomis aktiva tetap terus sama setiap periode. Sehingga perbandingan yang tepat dapat dilakukan dengan membandingkan biaya penyusutan dan biaya pemeliharaan yang tetap. Metode penyusutan aktiva garis lurus ini dirumuskan dengan :

Penyusutan = 

Perhitungan dengan menggunakan nilai residu :
= (Harga Perolehan – Nilai Sisa/Residu) : umur ekonomis (hitungan per bulan, karena beban penyusutan dihitung per bulan)

Perhitungan dengan tidak menggunakan nilai residu :

= Harga Perolehan : umur ekonomis (hitungan per bulan, karena beban penyusutan dihitung per bulan)

Contoh :

Pada tanggal 2 Maret 2010 PT. Adi Jaya membeli sebuah mesin produksi seharga Rp. 250.000.000, Mesin tersebut ditaksir memiliki umur ekonomis 10 tahun dengan nilai sisa Rp. 145.000.000. Hitunglah penyusutan pada tahun 2010 dan buatlah tabel penyusutan selama 5 tahun.

Besar penyusutan tahun 2010 = 8.750.000

Tabel penyusutan aktiva tetap selama 5 tahun (2010-2014)

Tahun

Harga Penyusutan

Besar Penyusutan

Akumulasi Penyusutan

Nilai Buku

2010

250.000.000

8.750.000

8.750.000

241.250.000

2011

250.000.000

19.250.000

19.250.000

230.750.000

2012

250.000.000

29.750.000

29.750.000

220.250.000

2013

250.000.000

40.250.000

40.250.000

209.750.000

2014

250.000.000

50.750.000

50.750.000

199.250.000

  • Metode penyusutan saldo menurun (Declining balance Method)

Metode penyusutan saldo menurun merupakan metode penyusutan aktiv tetap yang ditentukan berdasarkan persentase tertentu yang dihitung dari harga buku pada periode tertentu. Persentase penyusutan saldo menurun memiliki besar dua kali dari persentase penyusutan garis lurus. Metode penyusutan saldo menurun ditentukan dengan rumus sebagai berikut :

Penyusutan = [(100% : Umur Ekonomis) x 2] x Harga Beli/Nilai Buku

Contoh :

PT. Adi Jaya memperoleh mesin pada tanggal 1 Januari 2010, harga perolehan mesin tersebut sebesar Rp 130,000,000 dan mesin tersebut ditaksir memiliki umur ekonomis 10 tahun. Hitunglah nilai penyusutan pada tahun 2011.

Penyusutan tahun 2010 = [(100% : 10) x 2] x 130.000.000 = 26.000.000

Penyusutan tahun 2011 = [(100% :10)x2] x (130.000.000 – 26.000.000) = 104.000.000

Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda. Jangan lupa share disosial media Anda agar Anda mendapatkan manfaatnya. Karena sebaik –baik nya ilmu adalah berbagi.
Salam Let’s #beefree

Banyak Berbagi Banyak Rejeki Banyak Berbagi Banyak Rejeki

About Venny Jasmine

Baik dan Tidaknya Sesuatu itu Tergantung pada Persepsi Anda

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.