Home / Aplikasi Akuntansi

Aplikasi Akuntansi

aplikasi akuntansi

Inilah Perbedaan Biaya dengan Beban

Para pebisnis suka melempar jargon, dari dua istilah yang sering membuat rancu bagi pemula yaitu- “biaya” dan “beban” – dalam aktivitas bisnis setiap harinya. Tapi sebenarnya apa arti kedua istilah ini? Apakah mereka hanya kata-kata yang berbeda untuk konsep yang sama?

Bagi pebisnis yang sudah profesional dan paham akuntansi biasanya menggunakan dua istilah ini secara bergantian sesuai peruntukannya dalam percakapan bisnis mereka karena kedua istilah ini memiliki arti dan aplikasi yang berbeda dalam bisnis.

Biaya dan Beban, Apa Saja Perbedaan Kedua Istilah Ini?

Pertama, definisi umum dari kedua istilah tersebut:

Biaya adalah “jumlah yang harus dibayar atau dihabiskan untuk membeli atau mendapatkan sesuatu.” Biaya dapat spesifik, seperti, “Berapa biaya mobil itu?” atau itu bisa berupa penalti, seperti “Pertimbangkan biaya yang harus dikeluarkan jika melewatkan batas waktu acara itu.”

Istilah “biaya” sering digunakan dalam bisnis dalam konteks strategi pemasaran dan penetapan harga, sedangkan istilah “beban” menyiratkan sesuatu yang lebih formal dan sesuatu yang terkait dengan neraca dan pajak dalam transaksi bisnis.

Definisi “beban” terdengar mirip dengan “biaya” yaitu: “sejumlah uang yang harus dikeluarkan terutama secara teratur untuk membayar sesuatu.” Tetapi perhatikan kata-kata tambahan “khususnya secara teratur” tersebut.

Sebagai contoh:

  • Harga sering dikaitkan dengan “biaya suatu produk” yang dibayarkan kepada produsen atau penjual.
  • “Beban” muncul pada laporan laba rugi bisnis Anda.

“Beban” adalah pembayaran berkelanjutan, seperti utilitas, sewa, penggajian, dan pemasaran. Misalnya, biaya sewa diperlukan untuk membayar sewai lokasi untuk menjual produk, dan untuk menghasilkan pendapatan. Sedangkan untuk “beban”, biasanya tidak ada aset yang terkait dengan beban. Meskipun banyak pebisnis menggunakan istilah “biaya” terkait dengan pengeluaran dibandingkan istilah “beban”, namun pada dasarnya mereka sebenarnya adalah pembayaran.

Istilah “Biaya” dalam Akuntansi

Sistem akuntansi menggunakan istilah “biaya” untuk menggambarkan beberapa kejadian berbeda dalam situasi bisnis:

  • Harga pokok penjualan. Istilah harga pokok penjualan mengacu pada perhitungan yang dilakukan pada akhir tahun akuntansi untuk bisnis yang menjual produk.
  • Biaya aset dalam akuntansi. Akuntan menggunakan istilah biaya untuk merujuk secara khusus ke aset bisnis, dan bahkan lebih khusus lagi untuk aset yang disusutkan (disebut aset yang dapat didepresiasi). Biaya (kadang-kadang disebut basis biaya) dari suatu aset mencakup setiap biaya untuk membeli, memperoleh, dan mengatur aset, dan untuk melatih karyawan dalam penggunaannya. Misalnya, jika bisnis manufaktur membeli mesin, biayanya mencakup pengiriman, pengaturan, dan pelatihan. Basis biaya digunakan untuk menetapkan dasar depresiasi dan faktor pajak lainnya.
  • Biaya aset muncul pada akuntansi bisnis di neraca. Biaya asli akan selalu ditampilkan, kemudian akumulasi penyusutan akan dikurangi, dengan hasil sebagai nilai buku dari aset itu. Semua aset bisnis digabungkan untuk tujuan neraca.

Istilah “Beban” dalam akuntansi

Dalam pengertian bisnis, beban adalah “item pengeluaran bisnis yang dibebankan terhadap pendapatan untuk periode tertentu.” “Dibebankan terhadap pendapatan” berarti bahwa pengeluaran dihitung terhadap pendapatan kotor dalam perhitungan laba rugi. Mereka dikurangkan dari pendapatan kotor bisnis untuk mendapatkan laba atau laba bersih pada laporan laba rugi.

Biaya vs. Beban dan Pajak

“Beban” digunakan untuk menghasilkan pendapatan dan dapat dikurangkan dari pengembalian pajak bisnis Anda, mengurangi tagihan pajak penghasilan bisnis. Sedangkan “Biaya” tidak secara langsung mempengaruhi pajak, tetapi biaya aset digunakan untuk menentukan biaya penyusutan untuk setiap tahun, yang merupakan biaya bisnis yang dapat dikurangkan.

Meskipun ada pengecualian untuk pernyataan ini, umumnya benar bahwa: “Untuk keperluan akuntansi dan pajak, BIAYA terkait dengan aset bisnis dan ditampilkan di neraca. BEBAN terkait dengan pendapatan bisnis, dan ditampilkan pada laporan laba rugi bisnis.”

Perbedaan Kunci BIAYA vs BEBAN

Perbedaan utama antara Biaya dan Beban adalah sebagai berikut:

  • Biaya adalah investasi yang dilakukan terhadap aset yang dibeli untuk manfaat masa depan dalam bisnis, sementara beban dihabiskan untuk bisnis berkelanjutan untuk menghasilkan pendapatan.
  • Biaya adalah pembayaran satu kali, sedangkan beban adalah pembayaran reguler.
  • Biaya biasanya tercermin dalam neraca, sementara beban merupakan bagian dari laporan laba rugi.
  • Biaya diakui sebagai beban dalam laporan laba rugi, tetapi beban tidak pernah dapat diakui sebagai biaya.

Kesimpulan Biaya vs Beban

Intinya adalah bahwa untuk membedakan secara khusus dan benar antara biaya dan beban, seseorang harus memahami tujuan dan perlakuan akuntansi. Saya harap artikel ini membantu menghindari penggunaan dua istilah yang dapat dipertukarkan dan membuat rancu dalam transaksi bisnis Anda di masa depan.

Tips Manajemen Aset yang Efektif untuk Usaha Anda

Apa pun jenis aset yang dimiliki perusahaan Anda, apakah itu berwujud atau tidak berwujud, mengelola aset bukanlah tugas yang mudah. Terutama jika Anda memiliki sejumlah besar aset yang harus Anda jual kepada pelanggan atau klien. Meskipun ada berbagai tantangan yang pasti Anda hadapi dalam mengelola aset Anda, bukan tidak mungkin untuk membuat proses lebih mudah dan sederhana. Dalam artikel ini, kami telah mengumpulkan lima cara yang dapat Anda terapkan untuk menyederhanakan manajemen aset Anda sehingga Anda dapat mengoptimalkan efisiensi bisnis Anda. Berikut Ini tips yang bisa Anda coba praktekkan:

1. Tentukan orang atau tim yang dapat diandalkan untuk bertanggung jawab atas aset Anda

Anda mungkin memiliki banyak hal dalam bisnis Anda untuk dipikirkan. Anda tidak dapat mengontrol setiap elemen bisnis Anda, terutama pengelolaan aset Anda. Oleh karena itu, Anda harus menentukan seseorang yang dapat Anda percayai dan andalkan untuk bertanggung jawab atas aset perusahaan.

Jika bisnis Anda agak kecil, maka satu atau dua orang cukup untuk bertanggung jawab mengelola aset bisnis Anda. Namun, jika Anda memiliki perusahaan besar, maka Anda harus memiliki tim yang berfokus pada pengelolaan dan pemeliharaan aset perusahaan Anda.

2. Cari tahu siklus perputaran aset Anda

Anda perlu mengetahui siklus perputaran masing-masing aset Anda, dari pembelian hingga pelepasan. Meramalkan berapa lama Anda dapat menggunakan masing-masing aset Anda akan memudahkan Anda untuk menentukan waktu terbaik untuk melakukan pemeliharaan aset. Dengan memperkirakan siklus aset Anda, Anda juga dapat melakukan pembelian lebih bijak dalam jangka panjang. Misalnya, Anda dapat memilih komputer yang lebih tahan lama atau memiliki periode penggunaan lebih lama daripada yang saat ini ada di kantor Anda.

3. Lacak aset Anda secara rutin

Tanpa pelacakan aset secara teratur, perusahaan Anda dapat menderita kerugian finansial. Anda dapat ditagih membayar pajak, asuransi, pembelian, dan memelihara aset yang tidak perlu. Anda dapat membayar pajak untuk aset yang sudah terdepresiasi (atau yang tidak lagi Anda miliki). Anda juga bisa kewalahan ketika aset Anda tidak memadai untuk memenuhi permintaan pelanggan atau klien Anda. Karena itu, sangat penting untuk melacak jumlah aset yang sebenarnya Anda miliki serta jumlah aset yang dicatat dalam buku akuntansi Anda.

4. Memahami depresiasi aset Anda

Sangat penting bagi Anda untuk mengetahui depresiasi aset perusahaan Anda. Ketahui aset mana yang tidak lagi cocok untuk digunakan, kemudian cari tahu penyebabnya. Anda mungkin tidak tahu bahwa ada beberapa item yang sudah usang, tetapi masih digunakan oleh karyawan Anda, yang tentu saja memperlambat pekerjaan mereka. Oleh karena itu, pelacakan penyusutan teratur sangat diperlukan sehingga Anda dapat mengidentifikasi item mana yang tidak boleh digunakan lagi dan mencari waktu terbaik untuk melakukan pembelian.

5. Menerapkan solusi manajemen aset otomatis

Mengelola aset secara manual membutuhkan banyak waktu, upaya, dan biaya tanpa mendapatkan hasil yang setara. Untuk mengoptimalkan manajemen aset Anda, pertimbangkan untuk menggunakan solusi manajemen aset otomatis. Perangkat lunak ini mengotomatiskan proses manajemen aset Anda, seperti nilai aset dan pelacakan penyusutan, pemeliharaan aset, manajemen kontrak, analisis biaya, dan pembuatan laporan ymanajemen asset yang lainnya. Dengan mengotomatiskan tugas manajemen aset yang kompleks, Anda akan dapat meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan produktivitas bisnis Anda.

Di dunia yang digerakkan secara digital ini, perusahaan besar (dan yang kecil) mengandalkan daya komputasi mereka untuk mencari, melatih dan mengelola karyawan, mencari dan mengembangkan produk dan layanan, menangani aktivitas pemasaran dan penjualan, memangkas biaya, meningkatkan proses, menangani administrasi dan melakukan daftar panjang tanggung jawab lainnya. Salah satu fungsi penting yang butuh teknologi komputasi tersebut adalah manajemen asset agar usaha yang kita lakukan bisa makin efektif.

Ini Dia Software Akuntansi Yang Paham Kebutuhan Pengusaha

“Software yang saya pakai sering error, kemudian menunya nggak lengkap..”

 

Begitulah yang pernah saya dengar mengenai pengguna software akuntansi yang merasa kesal dengan apa yang mereka pakai sendiri.

Bagaimana tidak, software akuntansi merupakan ‘alat bantu’ untuk mempermudah operasional sebuah kegiatan. Tanpa adanya alat bantu, pekerjaan yang dilakukan akan memakan waktu yang lama.

Namun apa jadinya kalau alat bantu itu sendiri malah ‘Merepotkan’ penggunanya sehingga bisa menimbulkan menumpuknya pekerjaan-pekerjaan mereka.

Repotnya malah nggak bakal selesai pekerjaan yang mereka lakukan karena memang sudah ketergantungan dengan alat bantu software akuntansi tersebut sehingga melakukan tanpanya tidak akan mudah dilakukan.

“Apalagi kalau apa yang dibutuhkan tidak ada di software tersebut, sehingga Anda harus melakukannya dengan Manual…”

Kalau sudah begini Anda tidak perlu Panik. Bisa dikatakan wajar kalau masalah ini bisa timbul begitu saja. Perlu dilakukan penanganan yang Profesional.

.. Yang perlu Anda lakukan adalah

  • Cek kembali software akuntansi tersebut. Kenapa bisa error? Apakah karena kesalahan pengguna? Apakah dari sananya sudah error?
  • Hubungi support center. Kalau Anda merasa tidak melakukan kesalahan yang menyebabkan software tersebut error, coba untuk menghubungi customer service software tersebut. Berikan keluhan apa yang Anda rasakan.

Tips Memilih Software Akuntansi untuk Bisnis

1. User Interface dan Kompleksitas
Sebagian besar pemilik bisnis tidak memiliki latar belakang akuntansi, bila Anda memiliki seorang akuntan yang akan didedikasikan sebagai pengguna aplikasi sebaiknya gunakan aplikasi yang memiliki user interface yang sesederhana dan seefisien mungkin, dengan tujuan agar pengguna merasa mudah menggunakan aplikasi tersebut.

Jika setiap fitur pada perangkat lunak memiliki informasi yang mudah dipahami, perusahaan akan lebih mudah menghindarkan biaya pelatihan dan mengurangi kurva pembelajaran. Dengan demikian seorang yang bukan akuntan dapat lebih mudah memahami proses dan maksud dari informasi perangkat lunak.

2. Keamanan Terjaga?
Hal pertama yang perlu Anda perhatikan adalah soal keamanan. Tentu saja data perusahaan merupakan data yang sangat penting dan rahasia, untuk itu diperlukan keamanan yang terjamin agar data perusahaan tidak mudah hilang dan pastinya tidak diketahui banyak orang.

Setiap software akuntansi memiliki website sendiri, silahkan Anda cek bagian fitur atau Anda bisa menanyakan langsung mengenai keamanannya melalui customer service penyedia software akuntansi tersebut.

3. Sesuaikan harganya dengan Kantong.
Setelah membahas keamanan, yang tak kalah penting selanjutnya adalah mengenai harga. Yess tentu saja Anda perlu banget mempertimbangkan soal harga sebelum membeli software akuntansi tersebut. Karena percuma saja bila Anda mengeluarkan banyak uang untuk software akuntansi yang ternyata belum terjamin.

So, sesuaikan dengan kantong Anda. Jangan sampai melakukan hal sia-sia dengan beli software akuntansi yang ternyata hasilnya mengecewakan.

4. Bagaimana layanan After Salesnya?
Pastikan kembali apakah software akuntansi yang Anda pilih memiliki layanan after sales. Hal ini akan Anda butuhkan ketika melakukan kesalahan dalam proses input sehingga berdampak pada laporan yang Anda buat selama ini.

Begitu pula jika ternyata software rusak. Jika produsen yang Anda pilih memiliki layanan ini, tentu saja Anda tak perlu khawatir karena hanya perlu meneleponnya untuk mencari tahu langkah apa yang bisa dilakukan untuk membereskan masalah tersebut.

5. Apakah fiturnya sesuai dengan keinginan Anda?
Ada banyak fitur yang ditawarkan tentunya akan membuat Anda tergiur, bukan? Pada umumnya, masing-masing software akuntansi memiliki fitur dasar yang sama. Meskipun begitu, Anda tetap harus bisa memilih yang terbaik untuk bisa benar-benar membantu penyusunan laporan keuangan Anda.

Jika Anda bingung karena semua memiliki fitur yang hampir sama, kembali lagi ke poin 4, yakni pertimbangkan layanan after sales.

 

Kalau Soal Fitur ga perlu khawatir, Saya punya rekomendasi kok…..

.. Kalau Anda ragu soal ‘Fitur’ saya punya rekomendasi software akuntansi yang fiturnya itu lengkap banget.. Serius, banyak orang mulai menggunakan software ini karena apa yang mereka butuhkan tersedia di software ini.

Apalagi tambahan fitur super canggih yang memungkinkan Anda bisa custom fitur sesuai dengan apa yang Anda butuhkan..

Perkenalkan, Beeaccounting – Software Akuntansi No. 2 di Indonesia

box-strokeBee accounting adalah software akuntansi yang terintegrasi dan mudah digunakan, Bahkan untuk Anda yang awam masalah akuntansi sekalipun. Software accounting ini membantu Anda menyelesaikan berbagai problem dibawah ini:

  • Sulit memantau keluar-masuk stock & uang?
  • Piutang tidak terkontrol & tidak tertagih?
  • Lembur menyusun Laporan Keuangan?
  • Kerja lebih 8 jam setiap hari, terpenjara oleh bisnis sendiri?

 

Video Demo Beeaccounting

Klik disini untuk melihat lebih banyak demo video

Kabarnya Software ini FREE TRIAL selama 30 Hari saja….

Silahkan Anda download dan gunakan Software ini untuk pengelola perusahaan Anda.

Bila ada yang ingin ditanyakan bisa menghubungi kami lewat WhatsApp dengan klik tombol dibawah ini:

So….
Apa masalah Anda? Katakan pada kami, mari berbicara..

Contoh Jurnal Penutup dalam Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang

Siklus akuntansi adalah proses pembuatan laporan keuangan perusahaan untuk jangka waktu tertentu. Umumnya, siklus akuntansi dimulai dari transaksi hingga persiapan laporan keuangan perusahaan. Kemudian diikuti oleh saldo ditutup dengan jurnal penutupan.

Jurnal penutup merupakan rangkaian dari siklus akuntansi, tanpa jurnal penutup artinya pencatatan transaksi perusahaan masih belum lengkap. Tujuannya adalah untuk membuat saldo perkiraan nominal tersebut bersaldo nol dengan cara menutup akun-akun nominal seperti akun penjualan, hpp, beban, ikhtisar laba rugi, dan prive.

Perusahaan Dagang

Perusahaan dagang adalah perusahaan yang bisnis utamanya adalah membeli barang dari pemasok dan menjualnya kepada konsumen tanpa mengubah bentuk barang. Sebagai contoh adalah toko kelontong dan supermarket. Bisnis ini membeli kebutuhan sehari-hari dari pemasok dan menjualnya kembali kepada konsumen.

Siklus Akuntansi Dalam Bisnis Perdagangan

Siklus akuntansi dalam perusahaan dagang tidak berbeda dari perusahaan jasa. Entah perusahaan jasa atau perusahaan dagang harus mencatat semua transaksi dalam jurnal dan kemudian secara berkala dicatat dalam rekening di dalam buku besar. Pada akhir periode, saldo akun dihitung dan dinyatakan dalam lembar kerja sebagai alat untuk menyiapkan laporan keuangan. Menyesuaikan jurnal dan jurnal penutupan juga dilakukan di perusahaan perdagangan, serta persiapan neraca saldo pasca-penutupan harus dilakukan sebagai tahap akhir dalam siklus akuntansi.

Mengapa harus dibuatkan Jurnal Penutup Pada Perusahaan Dagang?

Seperti dijelaskan diatas, dengan membuat saldo perkiraan nominal tersebut bersaldo nol, maka transaksi pada akun yang ditutup seperti ulasan diatas akan dipindahkan ke perkiraan modal (untuk perusahaan perseorangan atau persekutuan) atau ke perkiraan laba ditahan (bagi perusahaan perseroan/PT).

Akun diatas ditutup karena bersifat sementara dan tidak relevan lagi untuk periode akuntansi berikutnya.

Contoh Jurnal Penutup dalam Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang

Dalam membuat Jurnal Penutup dalam Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang ada beberapa langkah yang perlu dilakukan yaitu:

Menutup semua akun Pendapatan dengan membuat jurnal seperti berikut ini:

Pendapatan Bunga          Rp. xxx

                                 Ikhtisar Laba Rugi                            Rp. xxx

Penjualan            Rp. xxx

                                 Ikhtisar Laba Rugi                            Rp. xxx

Jurnal penutup pendapatan perusahaan dagang

Menutup semua akun Beban dengan membuat jurnal seperti berikut ini:

Ikhtisar Laba Rugi             Rp. xxx

          Beban …….                                Rp. xxx

Ikhtisar Laba Rugi             Rp. xxx

       Retur Penjualan                        Rp. xxx

       Pot Penjualan                             Rp. xxx

       Harga Pokok Penjualan                          Rp. xxx

       Beban                            Rp. xxx

Jurnal penutup beban perusahaan dagang

 

Menutup akun ikhtisar Laba/Rugi

  1. jika perusahaan memperoleh laba

Ikhtisar Laba Rugi             Rp. xxx

                                Modal                   Rp. xxx

  1. jika perusahaan mengalami kerugian

Modal   Rp. xxx

                                  Ikhtisar Laba Rugi                           Rp. xxx

Jurnal penutup laba ditahan perusahaan dagang

Menutup akun Prive

Modal   Rp. xxx

          Prive                            Rp. xxx

Untuk memudahkan Anda dalam melakukan jurnla penutup, idealnya dengan menggunakan software akuntansi seperti Bee Accounting yang merupakan software akuntansi terbaik nomor 2 di Indonesia. Manfaat yang bisa didapatkan dengan menggunakan Bee Accounting diantaranya adalah:

Peningkatan Produktivitas

Bee accounting merupakan solusi akuntansi digital untuk mempercepat proses bisnis Anda dan memberi Anda lebih banyak waktu untuk fokus pada tugas-tugas penting. Bee accounting juga menjaga agar laporan keuangan Anda tetap up to date dan terhindar dari kerumitan, dan tentu saja bisa lebih efisien karena menghindarkan ruang kantor Anda dari boros kertas.

Kesimpulan

Memahami siklus akuntansi untuk perusahaan perdagangan tampaknya rumit. Namun perlu karena itu adalah persyaratan dalam menyusun laporan keuangan. Memahami aliran laporan keuangan memungkinkan pengguna untuk mengenali posisi keuangan yang akurat.

 

Jurnal Penjualan dan Pembelian dalam Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang

Perusahaan dagang adalah perusahaan yang bisnis utamanya adalah membeli barang dari pemasok dan menjualnya kepada konsumen tanpa mengubah bentuk barang. Sebagai contoh adalah toko kelontong dan supermarket. Bisnis ini membeli kebutuhan sehari-hari dari pemasok dan menjualnya kembali kepada konsumen.

Siklus Akuntansi Dalam Perusahaan Dagang

Siklus akuntansi dalam perusahaan dagang tidak berbeda dari perusahaan jasa. Baik perusahaan jasa atau perusahaan dagang harus mencatat semua transaksi dalam jurnal dan kemudian secara berkala dicatat dalam rekening di buku besar. Pada akhir periode, saldo akun dihitung dan dinyatakan dalam lembar kerja sebagai alat untuk menyiapkan laporan keuangan. Membuat jurnal penyesuaian dan jurnal penutupan juga dilakukan di perusahaan perdagangan, serta persiapan neraca saldo pasca-penutupan harus dilakukan sebagai bagian dari tahap akhir dalam siklus akuntansi.

Transaksi dan Jurnal Penjualan Dalam Perusahaan Dagang

Transaksi penjualan dalam perusahaan dagang dibagi menjadi dua yaitu penjualan tunai dan penjualan kredit. Semuanya dicatat dalam akun-akun dengan menggunakan aturan debit dan kredit standar jurnal akuntansi.

Penjualan Tunai, biasanya dimasukkan ke mesin kasir dan dicatat dalam akun-akun

Contoh transaksi dan jurnal:

PT ABC menjual barang tanggal 2 Mei seharga Rp 2.800.000. Maka transaksi penjualan ini dapat dicatat sebagai berikut:

(Debet) Kas  = Rp 2.800.000

(Kredit) Penjualan = Rp 2.800.000

Jurnal pada persediaan perpetual, akan menunjukkan jumlah sisa persediaan yang belum terjual. Misalnya harga pokok penjualan pada tanggal 5 Mei 2018 adalah Rp 1.200.000, maka jurnalnya:

(Debit) Harga Pokok Penjualan = Rp 1.200.000

(Kredit) Persediaan = Rp 1.200.000

Penjualan Kredit, biasanya dicatat sebagai debit pada Piutang Usaha/Piutang Dagang dan kredit pada Penjualan.

Contoh transaksi dan jurnal:

PT ABC menjual secara kredit produk senilai Rp 510.000 dan harga pokok penjualan adalah Rp 280.000, maka jurnalnya sebagai berikut:

(Debit) Piutang Usaha = Rp 510.000

(Kredit) Penjualan = Rp 510.000

(Debit) Harga Pokok Penjualan = Rp 280.000

(Kredit) Persediaan = Rp 280.000

 
Transaksi dan Jurnal Pembelian Dalam Perusahaan Dagang

Perusahaan dagang kecil banyak menggunakan sistem persediaan perpetual komputerisasi. Transaksi dan jurnal kita ambil contoh sebagai berikut:

Pada tanggal 23 Mei 2018, PT ABC membeli barang dari Toko XYZ produk senilai Rp 2.510.000 secara tunai, maka jurnal transaksinya sebagai berikut:

(Debit) Persediaan = Rp 2.510.000

(Kredit) Kas = Rp 2.510.000

Jika pembelian barang dilakukan secara kredit, maka pencatatan jurnalnya sebagai berikut:

(Debit) Persediaan = Rp 2.510.000

(Kredit) Utang Usaha = Rp 2.510.000

Gunakan software akuntansi berbasis Akuntansi seperti Bee Accounting

Melakukan jurnal transaksi merupakan pekerjaan yang membutuhkan ketelitian dan waktu yang lama. Walau Anda bukan seorang akuntan, tetapi itu tidak berarti Anda tidak dapat menggunakan alat kontrol yang “user friendly” alias mudah dipahami.

Praktik umum untuk pemilik bisnis yang menjalankan usaha kecil adalah mengelola akun keuangan mereka melalui spreadsheet dasar seperti Excel, tetapi perangkat lunak ini sebenarnya tidak dirancang untuk mendukung proses akuntansi Anda. Anda bisa menemukan banyak contoh perangkat lunak akuntansi, seperti beeaccounting.com yang memiliki fitur untuk memudahkan pengelolaan keuangan Anda. Beberapa fitur yang Anda butuhkan misalnya saja proses Jurnal Penjualan dan Pembelian dalam Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang seperti ulasan diatas.

Dengan sedikit meluangkan waktu untuk memahami bagaimana perangkat lunak itu bekerja, pemilik usaha akan lebih mudah dalam membuat pengelolaan keuangan atas bisnis yang dijalankan.

Contoh Jurnal Penyesuaian Persediaan Barang Dagang

Jurnal penyesuaian perusahaan dagang merupakan satu rangkaian dalam siklus pencatatan akuntansi untuk mencatat transaksi yang sudah terjadi, tetapi belum dicatat atau transaksi yang memerlukan koreksi agar nilainya sesuai dengan kondisi riil. Biasanya dikelompokan menjadi dua, yaitu deferal atau penangguhan pengakuan pendapatan dan beban yang dicatat dalam akun dan akrual atau pengakuan atas pendapatan dan beban yang belum dicatat dalam akun.

Salah satunya adalah jurnal penyesuaian persediaan barang perlu dibuat di setiap akhir periode akuntansi. Jurnal ini dibuat karena pada sistem pencatatan akuntansi menggunakan dasar waktu (accrual basis) serta untuk memisahkan rekening-rekening neraca dan laba rugi. Dalam membuat jurnal penyesuaian persediaan barang dagang, bisa menggunakan 2 metode yaitu metode buku dan metode persediaan fisik.

Jurnal penyesuaian perusahaan dagang Metode Buku (Perpetual)

Metode ini menggunakan dasar pencatatan yang mengikuti mutasi persediaan dari sisi jumlah dan harga pokoknya. Keuntungannya adalah tidak memerlukan penyesuaian pada akhir periode akuntansi karena jumlah persediaan untuk periode tersebut sudah diketahui dari rekening Persediaan Barang.

Hal yang perlu diperhatikan dalam membuat jurnal dengan metode buku ini adalah:

  • Cek fisik jumlah barang yang ada di gudang sesuai dengan buku atau tidak maka setiap setahun sekali
  • Bandingkan dengan saldo dalam rekening persediaan (jika berbeda, maka rekening persediaan diubah mengikuti kondisi riil fisik barang).
  • Perubahan yang terjadi dibuat dalam bentuk jurnal penyesuaian persediaan.

Contoh:

Dalam catatan rekening PT ABC pada tanggal 31 Desember 2017 terdapat saldo sebanyak 1000 unit barang dengan harga pokok @Rp. 1000. Perhitungan fisik hari yang sama menunjukkan jumlah 950 unit sehingga selisihnya 1000 – 950 = 50 unit @ Rp. 1000 = Rp. 50.000. Perlu ada koreksi rekening persediaan barang sebanyak Rp 5.000 agar sesuai dengan jumlah riil fisik.

Jurnal penyesuaiannya adalah sebagai berikut :

Selisih Persediaan                                           xxx

Persediaan Barang                                         xxx

Jurnal penyesuaian perusahaan dagang Metode Persediaan Fisik

Kekurangan metode ini adalah mutasi persediaan tidak diikuti dalam rekening persediaan sehingga rekening persediaan barang tidak dapat menunjukkan saldo persediaan sewaktu-waktu. Namun kemudahannya adalah lebih praktis dimana setiap pembelian barang dicatat dalam rekening pembelian dan setiap penjualan hanya dicatat penjualannya saja. Selain itu tidak perlu ada catatan mengenai harga pokok penjualan sehingga praktis untuk dilakukan.

Kelebihan lain metode ini:

  • Mudah menentukan jumlah persediaan pada akhir periode hanya dengan melakukan perhitungan fisik atas barang-barang dalam gudang.
  • Hasil perhitungan ini langsung bisa digunakan untuk melakukan penyesuaian terhadap rekening persediaan dan Harga Pokok Penjualan.

Membuat jurnal penyesuaian persediaan ini tidaklah sulit, namun cukup menyita waktu dan ketelitian sehingga rawan terjadi selisih dan resiko kerugian akibat selisih tersebut. Oleh karena itu Anda perlu bantuan software akuntansi berbasis IT. Bee Accounting bisa menjadi pilihan terbaik, karena sudah teruji sebagai software akuntansi terbaik nomor 2 di Indonesia.

Mengapa harus menggunakan software Bee Accounting?

Menggunakan software Bee Accounting, Anda akan mendapatkan beberapa manfaat sebagai berikut:

Bisa Meminimalkan Kesalahan

Ketika Anda menggunakan sistem komputerisasi, Anda membuat beberapa pekerjaan manual menjadi lebih cepat, praktis dan relatif minim terhadap kesalah, karena proses cek data dan menelusuri selisih jauh lebih mudah untuk diakukan.

Bisa Menghemat Waktu

Pemrograman pembukuan dengan menggunakan Bee Accounting setidaknya menghemat waktu Anda dalam berbagai cara. Dengan menghapus pencatatan manual, Anda dapat menempatkan energi Anda untuk lebih menghemat jam kerja.

Prinsip Akuntansi dalam Perhitungan Zakat

Dana zakat perlu mendapatkan perlakukan pencatatatn khusus dalam sistem akuntansi. Hal ini salah satunya mengacu pada The National Council on Governmental Accounting (NCGA). Tujuan dari akuntansi Zakat mengacu pada standar AAS-IFI (Accounting & Auditing Standard for Islamic Financial Institution) adalah menyajikan informasi mengenai ketaatan organisasi terhadap ketentuan syari’ah Islam, termasuk informasi mengenai penerimaan dan pengeluaran yang tidak di perbolehkan oleh syari’ah, serta bagaimana penyalurannya. Berdasarkan tujuan tersebut maka memperlihatkan betapa pentingnya peran Dewan Syari’ah (mengeluarkan opini syariah). Dalam hal ini  Transaksi Zakat disini meliputi transaksi Zakat, Infaq dan Sodaqoh dengan prinsip pencatatan sebagai berikut:

1. Dana Zakat : Dana ini secara prinsip merupakan dana kepercayaan (trust and agency) dari pembayar zakat. Perlakuannya adalah terbatas, artinya dibatasi dari sisi yang mengeluarkan zakat (muzaki) sesuai dengan nishab dan haul (periode) , dan juga dibatasi dalam penyaluran (mustahiq) khusus kepada asnaf yang telah ditetapkan oleh syariah (ada 8 asnaf)

2. Dana Sodaqoh: Dana ini dicatat dalam sistem akuntansi sebagai General Funds (dana umum) karena tidak ada batasan apapun baik jumlah dana yang diberikan maupun untuk siapa dana tersebut digunakan. Dana ini juga dikenal dengan istilah dana yang tidak terbatas (unrestricted funds) dalam pencatatan akuntansi.

3. Dana Infaq : Dana ini sudah jelas akadanya di awal untuk tujuan tertentu atau kepada penerima tertentu. Jika sudah jelas lembaga penyalurnya maka maka dana infaq dan sodaqoh dapat disatukan menjadi dana Infaq/Sodaqoh. Pihak pengelola yang melakukan pencatatan akuntansi juga harus memiliki program untuk apa dana ini di salurkan, sehingga memudahkan dalam dalam membuat chart of account (kode pencatatan akuntansi) yaitu dana infak/sodaqoh

4. Sodaqoh dalam bentuk barang misalnya tanah, bangunan dan sebagainya baik dengan akad Wakaf atau Hibah maka dalam akuntansi harus dicatat secara riil nilainya sesuai dengan harga pasar atau harga perolehan yang disetujui pemberi sodaqoh. Tidak perlu dilakukan perhitungan penyusutan, mengingat belum ada peraturan baku untuk akuntansi Zakat.

5. Dana Amil dari Zakat ditetapkan sebesar 12.5% Oleh Dewan Syariah sedangkan Dana Amil dari Shodaqoh ditetapkan 12.5%, Oleh Dewan Syariah

6. Sistem pencatatan akuntansi zakat akan menghasilkan laporan keuangan dalam bentuk laporan sumber dan penggunaan dana ZIS, dan laporan neraca (posisi Keuangan). Jenis-jenis laporan akuntansi zakat meliputi : Laporan Neraca/Posisi Keuangan, Laporan Aktivitas atau Sumber dan Penggunaan Dana, Laporan Arus Kas dan Catatan atas Laporan keuangan.

Sistem akuntansi zakat harus memperhatikan beberapa hal penting berikut ini:

  • Setiap penerimaan dan pengeluaran harus di ketahui termasuk jenis dana apa
  • Setiap penyaluran dana yang ada harus sesuai dengan ketentuan Syari’ah
  • Setiap jenis dana yang ada harus dapat di ketahui
  • Jika zakat di terima dalam bentuk barang maka prinsip akutansi menghendaki barang tersebut di nilai dalam rupiah sesuai dengan nilai pasarnya (jika di ketahui) atau nilai taksirannya.

Berdasarkan penjelasan tersebut diatas maka akuntansi dalam perspektif Islam memiliki prinsip penting yaitu ditujukan untuk orang-orang beriman, dilakukan pencatatan transaksi secara rinci, tidak boleh malas dalam melakukan pencatatan (prinsip asal percaya saja), transaksi harus ada saksi (bukti), berlandaskan pada taqwa, kejujuran dan amanah. Selain itu pencatatan dan transaksi juga harus memiliki sistem internal control (Sistem Pengendalian Intern) untuk menjamin pentingnya transparansi, asas keadilan dan dilakukan oleh profesional dibidangnya. Ingat, bahwa Allah SWT Maha Mengetahui segala sesuatu yang dilakukan oleh umat manusia.

Limit Piutang: Cara Cepat Atasi Piutang Macet!

Di artikel ini, saya akan mengajak Anda berdiskusi mengenai masalah yang sering dihadapi banyak perusahaan. Tujuannya tidak lain untuk menemukan solusi atas masalah piutang macet. Mohon kerja samanya untuk membaca artikel ini sampai habis dan ikut memberikan komentar ya..

Piutang merupakan musuh utama para pengusaha karena ibaratnya mereka harus berperang agar usahanya bisa terus berkembang. Karena piutang biasa disebut sebagai pendapatan yang tertunda. Bila pendapatan tertunda, maka bila biaya terus menerus bertambah, maka perusahaan membayarkan segala operasionalnya dengan dana apa?

Hal yang mungkin tidak diperhatikan oleh perusahaan bahwa keadaan piutang mereka sedang mengalami masalah, yaitu macet dan tak tertagih. Bahkan lebih buruknya bila tidak dipedulikan akan memberikan efek buruh untuk perusahaan.

Bila Anda tidak ingin mengalami hal ini, ada jalan menuju roma untuk mengatasi masalah piutang macet tersebut. Mungkin tak pernah terbayang oleh Anda untuk menggunakan alat bantu yang bisa menyelesaikan apa yang Anda butuhkan secara cepat. Atau mungkin saja Anda sudah punya alat bantu tetapi belum maksimal menanganannya.

Secara manual untuk menangani piutang macet bisa saja tidak optimal. Yang biasa dilakukan yaitu pencatatan terhadap piutang yang dimiliki, menyusun laporannya, dan bila sudah jatuh tempo bisa dilakukan penagihan.

Hmmm,.. Mengapa saya katakan tidak optimal? Karena ada kemungkinan besar terhadap kendala terkait proses penyelesaian piutang tersebut. Pencatatan sudah disusun bisa saja hilang, perhitungan nominal yang tidak valid, menyusun laporan yang ribet, belum lagi bila pihak customer belum mau membayarkan piutangnya.

Oke, ini mungkin hal yang wajar dialami. Namun adakah solusi terbaik yang bisa mengatasi masalah ini dengan cepat?

Bila boleh saya rekomendasikan, saya akan mengenalkan sebuah fitur yang ada di Beeaccounting yaitu Limit Piutang.

Berbeda dengan yang lain, Beeaccounting tidak hanya software accounting yang pada dasarnya dibuat untuk menyusun laporan keuangan. Beeaccounting juga menyediakan fitur yang bisa membantu Anda mengatasi masalah piutang macet tak tertagih.

Mengapa saya bisa merekomendasikan ini untuk membereskan masalah piutang? Fitur ini pada dasarnya digunakan untuk memberikan batasan nominal piutang yang boleh dipakai customer. Tujuannya supaya pihak customer hanya bisa hutang kembali bila hutang yang sebelumnya sudah terbayarkan.

Contohnya customer A memiliki piutang sebesar 6 juta, dan diberikan batasan piutang sampai 7 juta. Ketika customer A membeli barang maka akses akan ditolak bila piutang tersebut melebihi batas yang telah ditentukan yaitu 7 juta. Bila ingin melanjutkan transaksi maka customer harus melunasi piutang yang masih ada.

ba-fitur-piutang_set-limit
Gambar 1. Limit Piutang (Klik untuk Memperbesar)
ba-fitur-piutang_auto-block
Gambar 2. Akses diblock karena melebihi batas piutang (Klik untuk Memperbesar)

Dengan fitur ini, dengan sangat mudah Anda bisa mengatasi masalah piutang macet. Selain itu sebagai tambahan, Beeaccounting juga menyediakan berbagai laporan piutang yang sudah terbuat secara otomatis ketika Anda menggunakan aplikasi ini pada kegiatan operasional Anda.

*Khusus untuk Anda yang penasaran dengan tools ini, silahkan klik tombol di bawah ini dan dapatkan penawaran khusus!!

buy-now

Bagaimana menurut Anda? Berikan pendapat Anda mengenai masalah piutang macet tak tertagih dan cara menanganinya. Saya amat sangat senang bila Anda ikut memberikan pendapat terkait masalah ini. Terima kasih.

5 Kelebihan Beeaccounting yang Wajib Anda Ketahui

Software akuntansi merupakan sistem yang akan membantu Anda menjalankan operasional perusahaan dengan sangat mudah dan sangat aman. Terlebih lagi, software yang digunakan sudah terbukti ampuh kualitasnya. Dengan menggunakan software akuntansi, Anda akan sangat mudah mengetahui jumlah laba, jumlah aset, laporan keuangan dan lain sebagainya.

Bila membahas mengenai software akuntansi terbaik, sangat beragam jenis software akuntansi yang tersedia. Banyak perbedaan yang dimiliki setiap software akuntansi sehingga biasanya calon pengguna akan bingung mau pilih yang mana. Namun Anda tidak perlu khawatir karena kami punya rekomendasi software akuntansi terbaik no. 2 yaitu Beeaccounting.

Mungkin Anda tertarik membaca:

Software Akuntansi Beeaccounting merupakan software yang sudah terintegrasi dan mudah digunakan bahkan untuk Anda yang awam masalah akuntansi. Dibekali menu lengkap yang dapat membantu berbagai kebutuhan Anda. Selain itu, masih banyak lagi kelebihan dari Beeaccounting yang akan membawakan banyak manfaat untuk Anda.

Maka dari itu, pada artikel kali ini Saya akan menjelaskan 5 Kelebihan Beeaccounting yang Wajib Anda Ketahui. Hal ini bertujuan agar Anda bisa memilih software akuntansi mana yang layak untuk Anda gunakan.

1. Mampu Kontrol Piutang Macet.
Punya masalah soal piutang? Bila Anda termasuk pengusaha yang pernah mengalami masalah piutang yang macet tak tertagih sehingga pendapatan Anda terhambat, maka Anda tidak perlu khawatir soal masalah tersebut.

Dilengkapi menu Limit Piutang sehingga pengguna dapat mengatur berapa jumlah piutang maksimum sehingga customer tidak bisa hutang ke kita karena telah mencapai batas maksimum. Selain itu Beeaccounting menyediakan menu laporan piutang yang bertujuan supaya Anda bisa mengetahui jumlah piutang, mana piutang yang sudah lewat jatuh tempo, history piutang dan masih banyak lagi.

Sebagai contoh Customer A memiliki piutang sebesar 37 juta, lalu Anda mengatur customer tersebut batas maksimum piutang yang dapat digunakan sebesar 40 juta. Namun ketika customer A membeli barang ke kita dengan jumlahnya sebesar 3 juta, maka sistem akan menolak pembelian customer tersebut.

batas-piutang
Gambar 1. Tampilan Menu Limit Piutang

2. Mengelola Keluar Masuk Stok.
Masalah yang sering dialami oleh seorang pengusaha sehingga mengalami penurunan dan bahkan gulung tikar, adalah masalah stok. Banyak perusahaan yang mengalami kesulitan dalam mengelola stok mereka. Hal yang sering terjadi yaitu produk tidak laku menumpuk, stok sering hilang, dan stok yang dikelola tidak jelas keluar masuknya darimana.

Dengan dibantu Beeaccounting, Anda dapat mengelola stok dengan sangat mudah. Anda akan disediakan laporan-laporan stok dari Beeaccounting yaitu laporan analisa stok, laporan kartu stok, laporan mutasi stok, dan masih banyak lagi.

laporan-stock
Gambar 2. Contoh Laporan Stok

3. Kontrol Perpajakan.
Mungkin Anda pernah mendapat ‘Surat Cinta’ dari perpajakan yang membuat Anda tidak bisa tidur karena terbayang-bayang oleh surat tersebut. Hal yang wajar dialami semua orang ketika medapat surat cinta dari doi yang akhirnya jadi deg-deg’an.

Surat Cinta yang dimaksud disini adalah surat peringatan dari perpajakan sebagai pemberitahuan bahwa perusahaan yang menerima sedang melakukan pelanggaran. Bila Anda tidak mau hal ini terjadi, Anda akan dibantu Beeaccounting.

Dengan Beeaccounting, Anda akan dibantu menghitung jumlah pajak secara cepat dan tepat, selain itu juga terdapat laporan yang terbuat secara otomatis. Sehingga Anda akan sangat mudah untuk mengeloa pajak.

4. Laporan Keuangan Lengkap.
Hal yang menjadi sangat penting untuk menjalankan usaha adalah Laporan Keuangan. Sebab laporan keuangan merupakan pondasi untuk berdirinya sebuah bisnis.

Mungkin Anda pernah mengalami masalah terkait laporan keuangan yaitu penghitungan yang tidak valid, masih manual membuat laporan keuangan, atau tidak mengerti laporan keuangan apa saja yang perlu dibuat.

Beeaccounting sudah menyediakan berbagai laporan keuangan yang Anda butuhkan seperti laporan arus kas, laporan kartu kas, laporan neraca, laporan laba rugi dan masih banyak lagi. Dan yang lebih menguntungkan semua laporan sudah terbuat secara otomatis seiring berjalannya operasional Anda.

5. Bonus: Dapat Meningkatkan Revenue.
Yang kelima ini merupakan kelebihan bonus yang akan saya bahas. Sebenarnya ada banyak sekali kelebihan yang ada pada Beeaccounting, namun disini saya sudah mengambil bagian yang paling dibutuhkan oleh banyak pengusaha.

Selain kelebihan di atas, Beeaccounting juga dapat meningkatkan revenue Anda. Mengapa demikian? Jika kita ambil kesimpulan dari nomor 1, keuntungan yang didapat yaitu piutang menjadi lancar sehingga pendapatan akan stabil. Lalu kesimpulan yang nomor 2, stok menjadi terkontrol keluar masuknya sehingga tidak ada lagi kerugian terhadap stok yang hilan atau sebagainya.

Dari sini kita akan paham berkat piutang yang lancar dan stok yang terkontrol, maka pendapatan akan lebih besar daripada pengeluaran. Bukankah seperti itu? Selain itu terdapat fitur lain Beeaccounting yang bisa meningkatkan revenue, yaitu promosi dan bonus. Dengan strategi ini Anda akan bisa meningkatkan revenue Anda dengan sangat pesat.

Itulah kelebihan Beeaccounting yang bisa saya bocorkan untuk Anda. Berikan pendapat Anda mengenai software Akuntansi Beeaccounting melalui kolom komentar di bawah. Terima kasih atas waktu Anda telah membaca artikel ini 🙂

7 Alasan Mengapa Anda Harus Memilih Software Akuntansi Beeaccounting

Di era yang sekarang ini kebutuhan informasi yang cepat, tepat dan otomatis pasti sudah sangat dibutuhkan oleh para pengusaha yang menginginkan usahanya berkembang dengan cepat. Banyak hal yang harus dipikirkan dan dilakukan untuk menjalankan usahanya.

Perlu diketahui bahwa salah satu alasan kegagalan dalam menjalankan suatu usaha adalah tidak adanya sistem pembukuan yang baik dalam perusahaan yang dapat memberikan informasi keuangan bahwa bisnis yang sedang dijalankan apakah dalam kondisi keuangan yang baik atau tidak.

Hal yang paling penting dalam menjalankan suatu bisnis adalah membangun sistem pembukuan yang baik dan benar. Mungkin beberapa dari Anda seorang pengusaha yang pernah mengalami masalah keuangan yang tidak lancar atau operasional yang tidak berjalan dengan baik karena tidak adanya sistem pembukuan.

Bila Anda saat ini sedang mengalami hal tersebut, Anda tidak perlu khawatir karena hal ini wajar dialami oleh siapapun. Adapun solusi dari masalah ini, saya punya rekomendasi software pembukuan/akuntansi yang tepat untuk Anda.

Software disini bertujuan untuk membantu operasional Anda dalam menjalankan bisnis yang Anda kelola. Karena untuk saat ini sudah tidak sedikit lagi pengusaha yang menggunakan software sebagai alat bantu bisnis mereka. Dan software yang tepat untuk Anda adalah Beeaccounting.

Alasan Mengapa Anda Harus Memilih Software Akuntansi Beeaccounting.

Berikut ini kami akan jelaskan 7 Alasan mengapa Anda harus memilih Beeaccounting sebagai pertimbangan Anda dalam memilih software akuntansi yang tepat.

1. Terintegrasi dan Mudah Digunakan.
mudah-digunakanAlasan pertama yang bisa menjadi faktor terkuat adalah Beeaccounting sudah terintegrasi dan mudah digunakan. Banyak yang mengeluh karena tingkat kemudahaan dalam menjalankan software lain itu bisa dikatakan sulit.

User Interface yang diberikan Beeaccounting akan mengubah pengalaman Anda dalam menjalankan software akuntansi. Dengan menyusun beberapa menu dan fitur akan terlihat lebih rapi, akan memudahkan Anda untuk menggunakannya.

2. Sistem Pembukuan yang Otomatis.
Selain mudah digunakan, Beeaccounting juga dibekali sistem pembukan yang otomatis sehingga Anda tidak perlu lagi repot untuk menghabiskan waktu menyusun pembukuan yang benar.

Anda hanya perlu menggunakan Beeaccounting sebagai kegiatan operasional Anda sehari-hari lalu Beeaccounting akan membuatkan pembukuannya secara cepat dan otomatis.

3. Harga Terjangkau.
Salah satu faktor suatu produk dapat terjual laku dalam waktu yang cepat adalah harga yang murah. Namun harga yang murah jika tidak disertai kualitas yang bagus maka sama saja percuma. Untungnya, Beeaccounting memiliki harga yang sangat terjangkau dan juga memiliki kualitas yang sangat baik.

Baca juga : Daftar Produk & Harga Terjangkau Beeaccounting

4. Selalu Terupdate.
Alasan di atas sudah saya bahas mengenai harga murah dan juga kualitas yang sangat baik. Kualitas yang dimaksud disini adalah daya tahan software. Seberapa kuat suatu software dapat menyelesaikan berbagai kebutuhan yang dihendaki seorang pengusaha.

Di Beeaccounting, daya tahan dapat digunakan seumur hidup. Selain itu tim Beeaccounting selalu melakukan maintenance terkait kendala yang dialami penggunanya. Sehingga Beeaccounting dapat membantu menyelesaikan kebutuhan yang dibutuhkan.

5. Customer Service Professional.
customer-serviceHal yang bisa menjadi nilai tambah suatu brand adalah adanya customer service. Siapa yang tidak senang bila ada kendala yang dialami mengenai penggunaan suatu aplikasi, bisa mengajukan pertanyaan kepada customer service.

Beeaccounting memiliki tim customer service yang sudah berpengalaman dan dilatih agar bisa memberikan pengalaman terbaik dengan pelayanan yang sempurna dan memuaskan kepada customer ataupun calon customer. Sehingga bila Anda sedang mengalami kendala saat penggunaan Beeaccounting, tim customer service dengan sangat siap membantu Anda.

6. Berbagai Fitur Lengkap untuk Memenuhi segala Kebutuhan.
Alasan ini mungkin akan menjadi elemen yang akan memperkuat pertimbangan Anda dalam memilih berbagai software akuntansi. Beeaccounting memiliki fitur lengkap yang bisa Anda gunakan untuk segala kebutuhan Anda.

Contoh fitur keren Beeaccounting adalah kontrol limit piutang, yakni Anda bisa menerapkan limit piutang kepada customer Anda dengan tujuan agar piutang Anda tidak macet. Menariknya juga Beeaccounting mendukung fitur import dari program lama, yang bisa Anda gunakan untuk memindah data dari program lama ke program baru Beeaccounting.

cara-kontrol-piutang

7. Bisa Customize.
Salah satu fitur yang paling di cari, mereka kebanyakan suka terhadap software yang bisa di custom sehinggi bisa memenuhi kebutuhan mereka. Beeaccounting selalu menerima permintaan custom fitur agar mereka bisa menikmati keunggulan Beeaccounting.

Itulah dia 7 Alasan Mengapa Anda Harus Memilih Software Akuntansi Beeaccounting yang bisa saya bagikan. Bila ada pertanyaan seputar produk Beeaccounting, silahkan berkomentar di kolom komentar dibawah yaa.