Home / Aplikasi Akuntansi

Aplikasi Akuntansi

aplikasi akuntansi

Semua Hal Tentang Akuntansi Perpajakan yang Wajib Anda Ketahui

Sistem perpajakan self assessment yang diterapkan saat ini lebih leluasa bagi wajib pajak untuk melakukan perhitungan pajak terutang, melunasi kekurangan pajak, menghitung pajak yang telah dibayarkan, dan melaporkan sendiri ke Dirjen Pajak dengan prinsip asas keadilan dimana wajib pajak bisa menentukan sendiri besarnya pajak sesuai dengan Undang-Undang Perpajakan. Hal ini lebih memudahkan dalam sistem akuntansi perpajakan. Akuntansi Perpajakan adalah akuntansi yang diterapkan dengan tujuan untuk mengetahui besarnya pajak yang harus dibayarkan oleh wajib pajak.

Baca Juga: Cara Membuat Perencanaan Pajak di Musim Pajak

Pengelompokan Pajak berdasarkan cara pemungutannya

Berdasarkan cara pemungutannya, pajak dikelompokkan kedalam 2 kategori yaitu:

  1. Pajak langsung yang dikenakan berdasarkan jumlah penghasilan dan kekayaan yang dimiliki, dimana besarnya pajak sudah diatur dalam Undang-Undang Perpajakan yang dibayarkan oleh wajib pajak secara langsung, dan tidak boleh diwakilkan.
  2. Pajak tidak langsung yang dibayarkan ketika terjadi sebuah transaksi keuangan dimana pajak ini bisa dibebankan atau dipindahkan kepada orang lain. Bisanya pajak ini banyak diterapkan pada produk yang dijual di pusat perbelanjaan dimana biasanya harga sudah termasuk besarnya pajak didalamnya.

Sifat Akuntansi Perpajakan yang harus Anda ketahui

Biar administrasi perpajakan Anda lancar, maka perlu kiranya wajib pajak memahami sifat-sifat akuntansi perpajakan agar makin sadar pentingnya pajak bagi kesejahteraan warga negara seperti berikut ini:

  • Pajak bisa dipaksakan kepada semua wajib pajak. Pada prakteknya, masih saja ada perusahaan yang berusaha menghindari pajak agar laba bisa maskimal. Berbagai strategi digunakan untuk memaksimalkan pendapatan pajak salah satunya program tax amnesty beberapa periode yang lalu.
  • Pajak sejatinya untuk membiayai pembangunan sehingga manfaatnya kembali ke masyarakat. Anggaran negara yang dibiayai dari penerimaan pajak misalnya saja pembangunan infrastruktur, subsidi, bantuan sosial, pembukaan lapangan kerja, dan masih banyak lagi yang lainnya.
  • Wajib pajak harus membayar tagihan pajak sebelum jatuh tempo kepada kantor-kantor pajak setempat. Jika bingung, Anda bisa berkonsultasi kepada petugas pajak, dimana petugas pajak wajib melayani dengan sebaik-baiknya.

 Fungsi Akuntansi Perpajakan

Akuntansi perpajakan memudahkan wajib pajak mengelola adminsitrasi pajak usaha mereka. Namun sebenarnya akuntansi perpajakan bukan saja berfungsi untuk mengetahui besarnya pajak, tetapi juga memiliki fungsi lainnya seperti ulasan berikut ini:

  • Akuntansi perpajakan yang berisi data pembayaran pajak bisa menjadi strategi dan perencanaan perpajakan di masa yang akan datang.
  • Tren pembayaran pajak dari waktu ke waktu bisa digunakan untuk mengetahui prediksi besaran pajak yang menjadi tanggungan perusahaan di waktu yang akan datang.
  • Untuk keperluan pengembangan usaha, akuntansi perpajakan bisa jadi satu elemen penting dalam laporan keuangan untuk ditawarkan kepada investor atau keperluan pemaparan ke publik lainnya.
  • Pencatatan pembayaran pajak setiap tahun penting untuk dijadikan alat bantu perkembangan usaha dan kondisi keuangan perusahaan atau dengan kata lain, makin besar pajak yang Anda bayarkan, makin berkembang pula usaha Anda.

Akuntansi menawarkan berbagai spesialisasi, termasuk akuntansi pajak, akuntansi keuangan, dan akuntansi manajerial. Akuntansi pajak membutuhkan keterampilan riset yang kuat dan kemampuan untuk mengikuti aturan dan regulasi yang terus berubah. Seiring dengan perkembangan bisnis, teknologi dan juga regulasi, penting bagi akuntan pajak untuk mengembangkan keterampilan interpersonal yang baik. Anda bisa berkonsultasi ke konsultan akuntansi Anda jika tidak memiliki dasar dalam pajak atau akuntansi. Konsultan akuntansi Anda harus memiliki kemampuan untuk menyederhanakan topik keuangan yang kompleks sehingga Anda mudah memahami semua hal terkait akuntansi perpajakan diatas.

Cara Membuat Perencanaan Pajak di Musim Pajak

Bagian keuangan perusahaan biasanya menyiapkan satu orang karyawan yang khusus mengurus soal laporan pajak. Bagi yang tidak paham dan tidak mau melakukan persiapan, maka musim pajak (bulan Maret-April) bisa jadi menjadi musim pembayaran pajak yang sangat menguras tenaga dan pikiran, terutama jika selama ini masalah pencatatan keuangan tidak diatasi dengan benar.

Karena laporan pajak merupakan aktivitas rutin tahunan, maka administrasi perpajakan itu bisa dibuat dalam bentuk perencanaan pajak (tax planning) sehingga saat waktunya pelaporan SPT Tahunan, bisa lebih mudah dan cepat. Apa sajakah yang harus dipersiapkan?

Belajar dari pengalaman pajak tahun sebelumnya

Catatan transaksi keuangan yang rapi akan memudahkan dalam melihat tren usaha Anda. Sisihkan sebagian dari penghasilan Anda untuk pembayaran pajak tahun depan sehingga arus kas Anda tidak naik turun secara ekstrim akibat pajak. Idealnya bisa melakukan evaluasi pemasukan 6 bulan sekali untuk dibandingkan dengan tahun tahun sebelumnya untuk antisipasi pajak di tahun depan.

Manfaatkan Potongan Pajak

Potongan pajak bisa jadi alternatif untuk mengurangi beban biaya yang harus ditanggung perusahaan. Untuk memudahkan, buka kembali catatan semua biaya yang dikeluarkan perusahaan selama 16 bulan terakhir. Transaksi ini perlu di cek sampai waktu pembayaran pajak berikutnya. Bukti transaksi untuk pembelian yang sudah di kenai pajak, ini penting untuk ditunjukkan saat mengajukan potongan saat waktu pembayaran pajak tiba. Di era digital saat ini, Anda bisa menggunakan aplikasi untuk menyimpan bukti transaksi tersebut.

Pembukuan yang Baik Diawali Dari Rekonsiliasi Bank yang Teratur

Rekonsiliasi bank bulanan merupakan aktivitas wajib dalam membuat laporan keuangan yang rapi. Manfaatnya adalah membantu melihat perubahan kondisi keuangan perusahaan sebelum terlambat. Bagaimana melakukan rekonsiliasi keuangan?

Prinsip dasar rekonsiliasi bank adalah membandingkan catatan transaksi secara berkas dengan catatan bank. Silahkan di cek, ada selisih tidak? Hasil akhir dalam bentuk saldo buku, dibandingkan dengan saldo bank. Saat ini sudah banyak aplikasi yang menawarkan fitur Cash Link dari Jurnal untuk memudahkan proses rekonsiliasi ini.

Baca Juga: Jenis-jenis Pemeriksaan Pajak yang Wajib Diketahui Wajib Pajak

Pisahkan akun pribadi dengan bisnis

Saat awal memulai usaha, kondisi ini kadang sulit dilakukan. Rekening pribadi ya rekening bisnis, maksud awalnya biar praktis. Toh pengelola bisnis ini adalah saya sendiri, begitulah pola pikir pebisnis pemula. Hal ini beresiko, dan yang paling umum terjadi adalah secara tidak sengaja mengklaim biaya bisnis sebagai biaya pribadi dan sebaliknya. Dampaknya laporan keuangan usaha akan menjadi rancu dan mempengaruhi hasil akhir jumlah pajak yang harus dibayarkan secara tidak langsung. Selain merugikan, bisa jadi ini sangat membingungkan, jika transkasi sudah lama, berulang dan nominalnya besar.

Cara termudah yang bisa dilakukan adalah mengajukan kartu kredit bisnis baru atau buka rekening bank terpisah. Jika sudah dilakukan maka pencatatan transaksi menjadi mudah  dan perhitungan pajak juga “fair”.

Bagaimana Membuat Strategi Perencanaan Pajak (Tax Planning) yang Bermanfaat?

Selain persiapan diatas, secara umum tax planning sendiri merupakan strategi untuk mengatur catatan akuntansi perusahaan untuk meminimalkan kewajiban perpajakan dengan cara legal. Cara-cara disini meliputi banyak hal yaitu: Tax Saving, Tax Avoidance, Penundaan Pembayaran Pajak, Mengoptimalkan Kredit Pajak yang Diperkenankan dan Menghindari Pemeriksaan Pajak dengan cara Menghindari Lebih Bayar.

Tax saving dilakukan dengan pemilihan alternative pengenaan pajak dengan tarif yang lebih rendah. Tax Avoidance dilakukan dengan cara menghindari pengenaan pajak dengan mengarahkannya pada transaksi yang bukan objek pajak. Sedangkan Menghindari Pemeriksaan Pajak dengan cara Menghindari Lebih Bayar bertujuan untuk mengajukan pengurangan pembayaran angsuran PPh Pasal 25 ke KPP jika memang terjadi lebih bayar. Ada banyak strategi yang bisa dilakukan secara legal yang bisa Anda konsultasikan dengan konsultan pajak Anda.

Jenis-jenis Pemeriksaan Pajak yang Wajib Diketahui Wajib Pajak

Dalam negara berkembang seperti Indonesia, sistem perpajakan Self Assessment banyak digunakan, artinya Wajib Pajak (WP) diberikan kepercayaan untuk menghitung, menyetor, dan melaporkan sendiri kewajiban perpajakannya. Hal ini sebenarnya menguntungkan bagi wajib pajak, karena mereka dituntut untuk patuh dalam menjalankan administrais perpajakan dan tentu saja dengan penuh integritas. Namun, self assesment ini bisa juga membingungkan, manakala wajib pajak tidak paham proses perhitungan dan administrasi perpajakan yang harus dia jalani.

Wajib Pajak bisa saja berkonsultasi dengan petugas di Kantor Pajak setempat jika bingung. Disisi lain, pihak Direktorat Jenderal Pajak, melalui Kantor Pajak, dalam periode dan kebutuhan tertentu perlu kiranya melakukan pemeriksaan pajak sebagai bagian dari proses kegiatan menghimpun serta mengolah data, keterangan, dan bukti yang dilaksanakan secara objektif serta profesional berdasarkan standar pemeriksaan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan.

Apakah Tujuan Dilakukannya Pemeriksaan Pajak?

Pemeriksaan Pajak diperlukan dengan tujuan untuk melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan tentang perpajakan. Aartinya, proses ini merupakan bagian akhir dari pengendalian proses perpajakan untuk memastikan WP menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) dengan benar, jelas, dan lengkap. Secara detil, pemeriksaan pajak bertujuan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan yang meliputi:

  • SPT lebih bayar, SPT rugi dan SPT terlambat, yaitu melampaui jangka waktu Surat Teguran yang disampaikan.
  • Proses penggabungan, peleburan, pemekaran, likuidasi, pembubaran, atau akan meninggalkan Indonesia untuk selama-lamanya jika diperlukan
  • Menyampaikan SPT yang memenuhi kriteria seleksi jika ada indikasi adanya kewajiban perpajakan WP yang tidak dipenuhi.

Jenis Pemeriksaan Pajak

Di Indonesia ada 2 jenis pemeriksaan pajak yang dilakukan selama ini yaitu pemeriksaan lapangan dan pemeriksaan kantor. Penjelasannya sebagai berikut:

1. Pemeriksaan Lapangan dilakukan di tempat tinggal, tempat usaha, atau tempat bekerja WP

Saat pelaksanaan, Wajib Pajak diwajibkan untuk:

  • Memperlihatkan dokumen yang menjadi dasar pembukuan dan dokumen lain yang diperlukan termasuk di dalamnya memberi akses data yang dikelola secara elektronik.
  • Memberi kesempatan memeriksa ruangan, barang bergerak atau tidak bergerak yang diduga digunakan untuk menyimpan buku atau dokumen yang menjadi dasar pembukuan.
  • Memberi bantuan untuk kelancaran proses pemeriksaan, misalnya saja menyediakan ruangan khusus tempat dilakukannya Pemeriksaan Lapangan untuk memeriksa dokumen.

2. Pemeriksaan Kantor yang dilakukan di Kantor Direktorat Jenderal Pajak atau Kantor Pelayanan Pajak

Saat pelaksanaan, Wajib Pajak diwajibkan untuk:

  • Menghadiri pemeriksaan sesuai waktu yang ditentukan sekaligus memperlihatkan dokumen yang dibutuhkan oleh pemeriksa pajak termasuk data yang dikelola secara elektronik.
  • Memberi bantuan untuk kelancaran pemeriksaan sekaligus menyampaikan tanggapan secara tertulis atas Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan dari pemeriksa pajak.

Kriteria Pemeriksaan Pajak

Selain dua jenis pemeriksaan pajak diatas, dalam melakukan pemeriksaan pajak, ada dua kriteria yang dijadikan pertimbangan alasan untuk melakukan pemeriksaan, yaitu:

  1. Pemeriksaan Rutin yang dilakukan rutin untuk memnuhi hak atau pelaksanaan kewajiban perpajakan WP yang meliputi:
  • Menyampaikan SPT Tahunan PPh, SPT Masa PPN dan SPT rugi.
  • Melakukan penggabungan, peleburan, pemekaran, likuidasi jika diperlukan
  • Melakukan perubahan tahun buku, metode pembukuan, dan penilaian aktiva tetap.
  1. Pemeriksaan Khusus jika ditemukan adanya indikasi ketidakpatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan.

Pemeriksaan khusus ini hanya dilakukan berdasarkan analisis risiko yang dibuat berdasarkan profil WP  dengan ruang lingkup meliputi satu, atau seluruh jenis pajak dan pelaksanaannya menggunakan pemeriksaan lapangan.

Diharapkan dengan adanya pemeriksaan pajak ini, bisa membantu pemerintah dan wajib pajak dalam menjalankan kewajiban perpajakan secara tertib dan benar sehingga tujuan pajak untuk membangun negara dan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi bisa terwujud.

Pengertian Pajak UMKM, Keuntungan, dan Cara Perhitungannya

Pemerintah, melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2018 tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan Dari Usaha yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak yang memiliki Peredaran Bruto Tertentu mengeluarkan kebijakan baru terkait pajak UMKM yang diharapkan bisa mendukung perkembangan UMKM agar bisa berkontribusi lebih besar lagi dalam perekonomian nasional. Jika sebelumnya tarif Pajak Penghasilan (PPh) Final 1%  kini menjadi 0,5% khusus bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) beromzet maksimal Rp4,8 miliar setahun. Selian keringanan dibandingkan tarif sebelumnya, pajak UMKM ini juga memiliki banyak keuntungan, oleh karena itu Anda harus paham bagaimana perhitungannya.

Siapa saja yang bisa menikmati Tarif Pajak 0,5% dan sampaia kapan tarif ini berlaku?

Tarif pajak ini berlaku untuk pelaku bisnis UMKM yang masuk dalam kategori sebagai berikut:

  1. UMKM yang memiliki omzet tidak melebihi Rp4,8 miliar dalam satu tahun pajak, misalnya saja usaha dagang, maupun jasa seperti toko/kios/los kelontong, pakaian, elektronik, bengkel, penjahit, warung atau rumah makan dan sebagainya.
  2. UMKM yang menjalankan usaha offline maupun yang berjualan di toko online (marketplace dan media sosial).

Perlu diingat bahwa tarif 0,5 % ini tidak untuk selamanya, tapi diatur dalam PP Nomor 23 Tahun 2018, dengan batas waktu sebagai berikut:

  1. Berlaku untuk Wajib Pajak Orang Pribadi selama 7 tahun
  2. Berlaku bagi Wajib Pajak Badan berbentuk Koperasi, Persekutuan Komanditer atau Firma selama 4 tahun
  3. Berlaku bagi Wajib Pajak Badan berbentuk Perseroan Terbatas (PT) selama 3 tahun.

Jika sudah melewati batas waktu tersebut, maka pelaku UMKM yang dijalankan Wajib Pajak Orang Pribadi, Wajib Pajak Badan, dan Wajib Pajak PT wajib membayar pajak penghasilan berdasarkan tarif umum sesuai Undang-undang PPh.

Apa saja keuntungan menggunakan Tarif PPh Final UMKM 0,5 % tersebut?

Sebagai bagian dari upaya pemerintah mendorong pertumbuhan sektor UMKM, tarif PPh Final ini memiliki banyak keuntungan antara lain:

  1. Perhitungan pajak buat UMKM offline maupun online lebih sederhana dan mudah dilakukan yaitu tinggal menjumlahkan omzet sebulan, kemudikan dikalikan tarif.
  2. Tarif murah, sisa omzet bersih (keuntungan bersih) bisa dipakai pengusaha untuk mengembangkan usahanya
  3. Mendorong orang untuk terjun sebagai wirausaha. Tak usah khawatir dibebankan pajak tinggi
  4. Mendorong wajib pajak UMKM dalam membayar pajak dengan tertib dan patuh
  5. Mendorong UMKM bisa naik kelas. Dengan administrasi yang rapi dapat menjadi jalan bagi mereka untuk memperoleh akses permodalan lewat bank sehingga bisa naik kelas

Setelah memahami keuntungan diatas, lantas bagaimana perhitungan PPh Final 0,5% untuk UMKM tersebut?

Ketentuan tarif PPh Final UMKM 0,5 % ini berlaku mulai Juli 2018, sehingga perhitungannya dimulai dari omzet Juli yang dibayarkan di Bulan Agustus dan seterusnya setiap tanggal 15. Perhitungannya mudah, tinggal menjumlahkan omzet dalam sebulan, lalu dikalikan tarif 0,5%.

Misalnya saja seorang pengusaha UMKM memiliki usaha kecil sebagai pedagang baju dengan omzet sebulan Rp. 20.000.000. Dia memenuhi syarat untuk menggunakan PP 23 Tahun 2018. Jadi perhitungan pajaknya adalah

Omzet Juli 2018 yang disetorkan Agustus = 0,5% x Rp.20.000.000= Rp. 100.000. Pengusaha tersebut bisa memanfaatkan tarif setengah persen itu sampai waktu 7 tahun. Setelah itu, dia wajib membuat pembukuan dan menjadi wajib pajak dengan tarif normal. Tidak ada alasan lagi tidak bisa membuat pembukuan, karena periode waktu yang diberikan sudah cukup bagi UMKM untuk belajar menyusun laporan keuangan. Apalagi di era digital sekarang ini, membuat pembukuan sudah lebih mudah untuk dilakukan.

Inilah Perbedaan Biaya dengan Beban

Para pebisnis suka melempar jargon, dari dua istilah yang sering membuat rancu bagi pemula yaitu- “biaya” dan “beban” – dalam aktivitas bisnis setiap harinya. Tapi sebenarnya apa arti kedua istilah ini? Apakah mereka hanya kata-kata yang berbeda untuk konsep yang sama?

Bagi pebisnis yang sudah profesional dan paham akuntansi biasanya menggunakan dua istilah ini secara bergantian sesuai peruntukannya dalam percakapan bisnis mereka karena kedua istilah ini memiliki arti dan aplikasi yang berbeda dalam bisnis.

Biaya dan Beban, Apa Saja Perbedaan Kedua Istilah Ini?

Pertama, definisi umum dari kedua istilah tersebut:

Biaya adalah “jumlah yang harus dibayar atau dihabiskan untuk membeli atau mendapatkan sesuatu.” Biaya dapat spesifik, seperti, “Berapa biaya mobil itu?” atau itu bisa berupa penalti, seperti “Pertimbangkan biaya yang harus dikeluarkan jika melewatkan batas waktu acara itu.”

Istilah “biaya” sering digunakan dalam bisnis dalam konteks strategi pemasaran dan penetapan harga, sedangkan istilah “beban” menyiratkan sesuatu yang lebih formal dan sesuatu yang terkait dengan neraca dan pajak dalam transaksi bisnis.

Definisi “beban” terdengar mirip dengan “biaya” yaitu: “sejumlah uang yang harus dikeluarkan terutama secara teratur untuk membayar sesuatu.” Tetapi perhatikan kata-kata tambahan “khususnya secara teratur” tersebut.

Sebagai contoh:

  • Harga sering dikaitkan dengan “biaya suatu produk” yang dibayarkan kepada produsen atau penjual.
  • “Beban” muncul pada laporan laba rugi bisnis Anda.

“Beban” adalah pembayaran berkelanjutan, seperti utilitas, sewa, penggajian, dan pemasaran. Misalnya, biaya sewa diperlukan untuk membayar sewai lokasi untuk menjual produk, dan untuk menghasilkan pendapatan. Sedangkan untuk “beban”, biasanya tidak ada aset yang terkait dengan beban. Meskipun banyak pebisnis menggunakan istilah “biaya” terkait dengan pengeluaran dibandingkan istilah “beban”, namun pada dasarnya mereka sebenarnya adalah pembayaran.

Istilah “Biaya” dalam Akuntansi

Sistem akuntansi menggunakan istilah “biaya” untuk menggambarkan beberapa kejadian berbeda dalam situasi bisnis:

  • Harga pokok penjualan. Istilah harga pokok penjualan mengacu pada perhitungan yang dilakukan pada akhir tahun akuntansi untuk bisnis yang menjual produk.
  • Biaya aset dalam akuntansi. Akuntan menggunakan istilah biaya untuk merujuk secara khusus ke aset bisnis, dan bahkan lebih khusus lagi untuk aset yang disusutkan (disebut aset yang dapat didepresiasi). Biaya (kadang-kadang disebut basis biaya) dari suatu aset mencakup setiap biaya untuk membeli, memperoleh, dan mengatur aset, dan untuk melatih karyawan dalam penggunaannya. Misalnya, jika bisnis manufaktur membeli mesin, biayanya mencakup pengiriman, pengaturan, dan pelatihan. Basis biaya digunakan untuk menetapkan dasar depresiasi dan faktor pajak lainnya.
  • Biaya aset muncul pada akuntansi bisnis di neraca. Biaya asli akan selalu ditampilkan, kemudian akumulasi penyusutan akan dikurangi, dengan hasil sebagai nilai buku dari aset itu. Semua aset bisnis digabungkan untuk tujuan neraca.

Istilah “Beban” dalam akuntansi

Dalam pengertian bisnis, beban adalah “item pengeluaran bisnis yang dibebankan terhadap pendapatan untuk periode tertentu.” “Dibebankan terhadap pendapatan” berarti bahwa pengeluaran dihitung terhadap pendapatan kotor dalam perhitungan laba rugi. Mereka dikurangkan dari pendapatan kotor bisnis untuk mendapatkan laba atau laba bersih pada laporan laba rugi.

Biaya vs. Beban dan Pajak

“Beban” digunakan untuk menghasilkan pendapatan dan dapat dikurangkan dari pengembalian pajak bisnis Anda, mengurangi tagihan pajak penghasilan bisnis. Sedangkan “Biaya” tidak secara langsung mempengaruhi pajak, tetapi biaya aset digunakan untuk menentukan biaya penyusutan untuk setiap tahun, yang merupakan biaya bisnis yang dapat dikurangkan.

Meskipun ada pengecualian untuk pernyataan ini, umumnya benar bahwa: “Untuk keperluan akuntansi dan pajak, BIAYA terkait dengan aset bisnis dan ditampilkan di neraca. BEBAN terkait dengan pendapatan bisnis, dan ditampilkan pada laporan laba rugi bisnis.”

Perbedaan Kunci BIAYA vs BEBAN

Perbedaan utama antara Biaya dan Beban adalah sebagai berikut:

  • Biaya adalah investasi yang dilakukan terhadap aset yang dibeli untuk manfaat masa depan dalam bisnis, sementara beban dihabiskan untuk bisnis berkelanjutan untuk menghasilkan pendapatan.
  • Biaya adalah pembayaran satu kali, sedangkan beban adalah pembayaran reguler.
  • Biaya biasanya tercermin dalam neraca, sementara beban merupakan bagian dari laporan laba rugi.
  • Biaya diakui sebagai beban dalam laporan laba rugi, tetapi beban tidak pernah dapat diakui sebagai biaya.

Kesimpulan Biaya vs Beban

Intinya adalah bahwa untuk membedakan secara khusus dan benar antara biaya dan beban, seseorang harus memahami tujuan dan perlakuan akuntansi. Saya harap artikel ini membantu menghindari penggunaan dua istilah yang dapat dipertukarkan dan membuat rancu dalam transaksi bisnis Anda di masa depan.

Tips Manajemen Aset yang Efektif untuk Usaha Anda

Apa pun jenis aset yang dimiliki perusahaan Anda, apakah itu berwujud atau tidak berwujud, mengelola aset bukanlah tugas yang mudah. Terutama jika Anda memiliki sejumlah besar aset yang harus Anda jual kepada pelanggan atau klien. Meskipun ada berbagai tantangan yang pasti Anda hadapi dalam mengelola aset Anda, bukan tidak mungkin untuk membuat proses lebih mudah dan sederhana. Dalam artikel ini, kami telah mengumpulkan lima cara yang dapat Anda terapkan untuk menyederhanakan manajemen aset Anda sehingga Anda dapat mengoptimalkan efisiensi bisnis Anda. Berikut Ini tips yang bisa Anda coba praktekkan:

1. Tentukan orang atau tim yang dapat diandalkan untuk bertanggung jawab atas aset Anda

Anda mungkin memiliki banyak hal dalam bisnis Anda untuk dipikirkan. Anda tidak dapat mengontrol setiap elemen bisnis Anda, terutama pengelolaan aset Anda. Oleh karena itu, Anda harus menentukan seseorang yang dapat Anda percayai dan andalkan untuk bertanggung jawab atas aset perusahaan.

Jika bisnis Anda agak kecil, maka satu atau dua orang cukup untuk bertanggung jawab mengelola aset bisnis Anda. Namun, jika Anda memiliki perusahaan besar, maka Anda harus memiliki tim yang berfokus pada pengelolaan dan pemeliharaan aset perusahaan Anda.

2. Cari tahu siklus perputaran aset Anda

Anda perlu mengetahui siklus perputaran masing-masing aset Anda, dari pembelian hingga pelepasan. Meramalkan berapa lama Anda dapat menggunakan masing-masing aset Anda akan memudahkan Anda untuk menentukan waktu terbaik untuk melakukan pemeliharaan aset. Dengan memperkirakan siklus aset Anda, Anda juga dapat melakukan pembelian lebih bijak dalam jangka panjang. Misalnya, Anda dapat memilih komputer yang lebih tahan lama atau memiliki periode penggunaan lebih lama daripada yang saat ini ada di kantor Anda.

3. Lacak aset Anda secara rutin

Tanpa pelacakan aset secara teratur, perusahaan Anda dapat menderita kerugian finansial. Anda dapat ditagih membayar pajak, asuransi, pembelian, dan memelihara aset yang tidak perlu. Anda dapat membayar pajak untuk aset yang sudah terdepresiasi (atau yang tidak lagi Anda miliki). Anda juga bisa kewalahan ketika aset Anda tidak memadai untuk memenuhi permintaan pelanggan atau klien Anda. Karena itu, sangat penting untuk melacak jumlah aset yang sebenarnya Anda miliki serta jumlah aset yang dicatat dalam buku akuntansi Anda.

4. Memahami depresiasi aset Anda

Sangat penting bagi Anda untuk mengetahui depresiasi aset perusahaan Anda. Ketahui aset mana yang tidak lagi cocok untuk digunakan, kemudian cari tahu penyebabnya. Anda mungkin tidak tahu bahwa ada beberapa item yang sudah usang, tetapi masih digunakan oleh karyawan Anda, yang tentu saja memperlambat pekerjaan mereka. Oleh karena itu, pelacakan penyusutan teratur sangat diperlukan sehingga Anda dapat mengidentifikasi item mana yang tidak boleh digunakan lagi dan mencari waktu terbaik untuk melakukan pembelian.

5. Menerapkan solusi manajemen aset otomatis

Mengelola aset secara manual membutuhkan banyak waktu, upaya, dan biaya tanpa mendapatkan hasil yang setara. Untuk mengoptimalkan manajemen aset Anda, pertimbangkan untuk menggunakan solusi manajemen aset otomatis. Perangkat lunak ini mengotomatiskan proses manajemen aset Anda, seperti nilai aset dan pelacakan penyusutan, pemeliharaan aset, manajemen kontrak, analisis biaya, dan pembuatan laporan ymanajemen asset yang lainnya. Dengan mengotomatiskan tugas manajemen aset yang kompleks, Anda akan dapat meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan produktivitas bisnis Anda.

Di dunia yang digerakkan secara digital ini, perusahaan besar (dan yang kecil) mengandalkan daya komputasi mereka untuk mencari, melatih dan mengelola karyawan, mencari dan mengembangkan produk dan layanan, menangani aktivitas pemasaran dan penjualan, memangkas biaya, meningkatkan proses, menangani administrasi dan melakukan daftar panjang tanggung jawab lainnya. Salah satu fungsi penting yang butuh teknologi komputasi tersebut adalah manajemen asset agar usaha yang kita lakukan bisa makin efektif.

Ini Dia Software Akuntansi Yang Paham Kebutuhan Pengusaha

“Software yang saya pakai sering error, kemudian menunya nggak lengkap..”

 

Begitulah yang pernah saya dengar mengenai pengguna software akuntansi yang merasa kesal dengan apa yang mereka pakai sendiri.

Bagaimana tidak, software akuntansi merupakan ‘alat bantu’ untuk mempermudah operasional sebuah kegiatan. Tanpa adanya alat bantu, pekerjaan yang dilakukan akan memakan waktu yang lama.

Namun apa jadinya kalau alat bantu itu sendiri malah ‘Merepotkan’ penggunanya sehingga bisa menimbulkan menumpuknya pekerjaan-pekerjaan mereka.

Repotnya malah nggak bakal selesai pekerjaan yang mereka lakukan karena memang sudah ketergantungan dengan alat bantu software akuntansi tersebut sehingga melakukan tanpanya tidak akan mudah dilakukan.

“Apalagi kalau apa yang dibutuhkan tidak ada di software tersebut, sehingga Anda harus melakukannya dengan Manual…”

Kalau sudah begini Anda tidak perlu Panik. Bisa dikatakan wajar kalau masalah ini bisa timbul begitu saja. Perlu dilakukan penanganan yang Profesional.

.. Yang perlu Anda lakukan adalah

  • Cek kembali software akuntansi tersebut. Kenapa bisa error? Apakah karena kesalahan pengguna? Apakah dari sananya sudah error?
  • Hubungi support center. Kalau Anda merasa tidak melakukan kesalahan yang menyebabkan software tersebut error, coba untuk menghubungi customer service software tersebut. Berikan keluhan apa yang Anda rasakan.

Tips Memilih Software Akuntansi untuk Bisnis

1. User Interface dan Kompleksitas
Sebagian besar pemilik bisnis tidak memiliki latar belakang akuntansi, bila Anda memiliki seorang akuntan yang akan didedikasikan sebagai pengguna aplikasi sebaiknya gunakan aplikasi yang memiliki user interface yang sesederhana dan seefisien mungkin, dengan tujuan agar pengguna merasa mudah menggunakan aplikasi tersebut.

Jika setiap fitur pada perangkat lunak memiliki informasi yang mudah dipahami, perusahaan akan lebih mudah menghindarkan biaya pelatihan dan mengurangi kurva pembelajaran. Dengan demikian seorang yang bukan akuntan dapat lebih mudah memahami proses dan maksud dari informasi perangkat lunak.

2. Keamanan Terjaga?
Hal pertama yang perlu Anda perhatikan adalah soal keamanan. Tentu saja data perusahaan merupakan data yang sangat penting dan rahasia, untuk itu diperlukan keamanan yang terjamin agar data perusahaan tidak mudah hilang dan pastinya tidak diketahui banyak orang.

Setiap software akuntansi memiliki website sendiri, silahkan Anda cek bagian fitur atau Anda bisa menanyakan langsung mengenai keamanannya melalui customer service penyedia software akuntansi tersebut.

3. Sesuaikan harganya dengan Kantong.
Setelah membahas keamanan, yang tak kalah penting selanjutnya adalah mengenai harga. Yess tentu saja Anda perlu banget mempertimbangkan soal harga sebelum membeli software akuntansi tersebut. Karena percuma saja bila Anda mengeluarkan banyak uang untuk software akuntansi yang ternyata belum terjamin.

So, sesuaikan dengan kantong Anda. Jangan sampai melakukan hal sia-sia dengan beli software akuntansi yang ternyata hasilnya mengecewakan.

4. Bagaimana layanan After Salesnya?
Pastikan kembali apakah software akuntansi yang Anda pilih memiliki layanan after sales. Hal ini akan Anda butuhkan ketika melakukan kesalahan dalam proses input sehingga berdampak pada laporan yang Anda buat selama ini.

Begitu pula jika ternyata software rusak. Jika produsen yang Anda pilih memiliki layanan ini, tentu saja Anda tak perlu khawatir karena hanya perlu meneleponnya untuk mencari tahu langkah apa yang bisa dilakukan untuk membereskan masalah tersebut.

5. Apakah fiturnya sesuai dengan keinginan Anda?
Ada banyak fitur yang ditawarkan tentunya akan membuat Anda tergiur, bukan? Pada umumnya, masing-masing software akuntansi memiliki fitur dasar yang sama. Meskipun begitu, Anda tetap harus bisa memilih yang terbaik untuk bisa benar-benar membantu penyusunan laporan keuangan Anda.

Jika Anda bingung karena semua memiliki fitur yang hampir sama, kembali lagi ke poin 4, yakni pertimbangkan layanan after sales.

 

Kalau Soal Fitur ga perlu khawatir, Saya punya rekomendasi kok…..

.. Kalau Anda ragu soal ‘Fitur’ saya punya rekomendasi software akuntansi yang fiturnya itu lengkap banget.. Serius, banyak orang mulai menggunakan software ini karena apa yang mereka butuhkan tersedia di software ini.

Apalagi tambahan fitur super canggih yang memungkinkan Anda bisa custom fitur sesuai dengan apa yang Anda butuhkan..

Perkenalkan, Beeaccounting – Software Akuntansi No. 2 di Indonesia

box-strokeBee accounting adalah software akuntansi yang terintegrasi dan mudah digunakan, Bahkan untuk Anda yang awam masalah akuntansi sekalipun. Software accounting ini membantu Anda menyelesaikan berbagai problem dibawah ini:

  • Sulit memantau keluar-masuk stock & uang?
  • Piutang tidak terkontrol & tidak tertagih?
  • Lembur menyusun Laporan Keuangan?
  • Kerja lebih 8 jam setiap hari, terpenjara oleh bisnis sendiri?

 

Video Demo Beeaccounting

Klik disini untuk melihat lebih banyak demo video

Kabarnya Software ini FREE TRIAL selama 30 Hari saja….

Silahkan Anda download dan gunakan Software ini untuk pengelola perusahaan Anda.

Bila ada yang ingin ditanyakan bisa menghubungi kami lewat WhatsApp dengan klik tombol dibawah ini:

So….
Apa masalah Anda? Katakan pada kami, mari berbicara..

Contoh Jurnal Penutup dalam Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang

Siklus akuntansi adalah proses pembuatan laporan keuangan perusahaan untuk jangka waktu tertentu. Umumnya, siklus akuntansi dimulai dari transaksi hingga persiapan laporan keuangan perusahaan. Kemudian diikuti oleh saldo ditutup dengan jurnal penutupan.

Jurnal penutup merupakan rangkaian dari siklus akuntansi, tanpa jurnal penutup artinya pencatatan transaksi perusahaan masih belum lengkap. Tujuannya adalah untuk membuat saldo perkiraan nominal tersebut bersaldo nol dengan cara menutup akun-akun nominal seperti akun penjualan, hpp, beban, ikhtisar laba rugi, dan prive.

Perusahaan Dagang

Perusahaan dagang adalah perusahaan yang bisnis utamanya adalah membeli barang dari pemasok dan menjualnya kepada konsumen tanpa mengubah bentuk barang. Sebagai contoh adalah toko kelontong dan supermarket. Bisnis ini membeli kebutuhan sehari-hari dari pemasok dan menjualnya kembali kepada konsumen.

Siklus Akuntansi Dalam Bisnis Perdagangan

Siklus akuntansi dalam perusahaan dagang tidak berbeda dari perusahaan jasa. Entah perusahaan jasa atau perusahaan dagang harus mencatat semua transaksi dalam jurnal dan kemudian secara berkala dicatat dalam rekening di dalam buku besar. Pada akhir periode, saldo akun dihitung dan dinyatakan dalam lembar kerja sebagai alat untuk menyiapkan laporan keuangan. Menyesuaikan jurnal dan jurnal penutupan juga dilakukan di perusahaan perdagangan, serta persiapan neraca saldo pasca-penutupan harus dilakukan sebagai tahap akhir dalam siklus akuntansi.

Mengapa harus dibuatkan Jurnal Penutup Pada Perusahaan Dagang?

Seperti dijelaskan diatas, dengan membuat saldo perkiraan nominal tersebut bersaldo nol, maka transaksi pada akun yang ditutup seperti ulasan diatas akan dipindahkan ke perkiraan modal (untuk perusahaan perseorangan atau persekutuan) atau ke perkiraan laba ditahan (bagi perusahaan perseroan/PT).

Akun diatas ditutup karena bersifat sementara dan tidak relevan lagi untuk periode akuntansi berikutnya.

Contoh Jurnal Penutup dalam Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang

Dalam membuat Jurnal Penutup dalam Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang ada beberapa langkah yang perlu dilakukan yaitu:

Menutup semua akun Pendapatan dengan membuat jurnal seperti berikut ini:

Pendapatan Bunga          Rp. xxx

                                 Ikhtisar Laba Rugi                            Rp. xxx

Penjualan            Rp. xxx

                                 Ikhtisar Laba Rugi                            Rp. xxx

Jurnal penutup pendapatan perusahaan dagang

Menutup semua akun Beban dengan membuat jurnal seperti berikut ini:

Ikhtisar Laba Rugi             Rp. xxx

          Beban …….                                Rp. xxx

Ikhtisar Laba Rugi             Rp. xxx

       Retur Penjualan                        Rp. xxx

       Pot Penjualan                             Rp. xxx

       Harga Pokok Penjualan                          Rp. xxx

       Beban                            Rp. xxx

Jurnal penutup beban perusahaan dagang

 

Menutup akun ikhtisar Laba/Rugi

  1. jika perusahaan memperoleh laba

Ikhtisar Laba Rugi             Rp. xxx

                                Modal                   Rp. xxx

  1. jika perusahaan mengalami kerugian

Modal   Rp. xxx

                                  Ikhtisar Laba Rugi                           Rp. xxx

Jurnal penutup laba ditahan perusahaan dagang

Menutup akun Prive

Modal   Rp. xxx

          Prive                            Rp. xxx

Untuk memudahkan Anda dalam melakukan jurnla penutup, idealnya dengan menggunakan software akuntansi seperti Bee Accounting yang merupakan software akuntansi terbaik nomor 2 di Indonesia. Manfaat yang bisa didapatkan dengan menggunakan Bee Accounting diantaranya adalah:

Peningkatan Produktivitas

Bee accounting merupakan solusi akuntansi digital untuk mempercepat proses bisnis Anda dan memberi Anda lebih banyak waktu untuk fokus pada tugas-tugas penting. Bee accounting juga menjaga agar laporan keuangan Anda tetap up to date dan terhindar dari kerumitan, dan tentu saja bisa lebih efisien karena menghindarkan ruang kantor Anda dari boros kertas.

Kesimpulan

Memahami siklus akuntansi untuk perusahaan perdagangan tampaknya rumit. Namun perlu karena itu adalah persyaratan dalam menyusun laporan keuangan. Memahami aliran laporan keuangan memungkinkan pengguna untuk mengenali posisi keuangan yang akurat.

 

Jurnal Penjualan dan Pembelian dalam Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang

Perusahaan dagang adalah perusahaan yang bisnis utamanya adalah membeli barang dari pemasok dan menjualnya kepada konsumen tanpa mengubah bentuk barang. Sebagai contoh adalah toko kelontong dan supermarket. Bisnis ini membeli kebutuhan sehari-hari dari pemasok dan menjualnya kembali kepada konsumen.

Siklus Akuntansi Dalam Perusahaan Dagang

Siklus akuntansi dalam perusahaan dagang tidak berbeda dari perusahaan jasa. Baik perusahaan jasa atau perusahaan dagang harus mencatat semua transaksi dalam jurnal dan kemudian secara berkala dicatat dalam rekening di buku besar. Pada akhir periode, saldo akun dihitung dan dinyatakan dalam lembar kerja sebagai alat untuk menyiapkan laporan keuangan. Membuat jurnal penyesuaian dan jurnal penutupan juga dilakukan di perusahaan perdagangan, serta persiapan neraca saldo pasca-penutupan harus dilakukan sebagai bagian dari tahap akhir dalam siklus akuntansi.

Transaksi dan Jurnal Penjualan Dalam Perusahaan Dagang

Transaksi penjualan dalam perusahaan dagang dibagi menjadi dua yaitu penjualan tunai dan penjualan kredit. Semuanya dicatat dalam akun-akun dengan menggunakan aturan debit dan kredit standar jurnal akuntansi.

Penjualan Tunai, biasanya dimasukkan ke mesin kasir dan dicatat dalam akun-akun

Contoh transaksi dan jurnal:

PT ABC menjual barang tanggal 2 Mei seharga Rp 2.800.000. Maka transaksi penjualan ini dapat dicatat sebagai berikut:

(Debet) Kas  = Rp 2.800.000

(Kredit) Penjualan = Rp 2.800.000

Jurnal pada persediaan perpetual, akan menunjukkan jumlah sisa persediaan yang belum terjual. Misalnya harga pokok penjualan pada tanggal 5 Mei 2018 adalah Rp 1.200.000, maka jurnalnya:

(Debit) Harga Pokok Penjualan = Rp 1.200.000

(Kredit) Persediaan = Rp 1.200.000

Penjualan Kredit, biasanya dicatat sebagai debit pada Piutang Usaha/Piutang Dagang dan kredit pada Penjualan.

Contoh transaksi dan jurnal:

PT ABC menjual secara kredit produk senilai Rp 510.000 dan harga pokok penjualan adalah Rp 280.000, maka jurnalnya sebagai berikut:

(Debit) Piutang Usaha = Rp 510.000

(Kredit) Penjualan = Rp 510.000

(Debit) Harga Pokok Penjualan = Rp 280.000

(Kredit) Persediaan = Rp 280.000

 
Transaksi dan Jurnal Pembelian Dalam Perusahaan Dagang

Perusahaan dagang kecil banyak menggunakan sistem persediaan perpetual komputerisasi. Transaksi dan jurnal kita ambil contoh sebagai berikut:

Pada tanggal 23 Mei 2018, PT ABC membeli barang dari Toko XYZ produk senilai Rp 2.510.000 secara tunai, maka jurnal transaksinya sebagai berikut:

(Debit) Persediaan = Rp 2.510.000

(Kredit) Kas = Rp 2.510.000

Jika pembelian barang dilakukan secara kredit, maka pencatatan jurnalnya sebagai berikut:

(Debit) Persediaan = Rp 2.510.000

(Kredit) Utang Usaha = Rp 2.510.000

Gunakan software akuntansi berbasis Akuntansi seperti Bee Accounting

Melakukan jurnal transaksi merupakan pekerjaan yang membutuhkan ketelitian dan waktu yang lama. Walau Anda bukan seorang akuntan, tetapi itu tidak berarti Anda tidak dapat menggunakan alat kontrol yang “user friendly” alias mudah dipahami.

Praktik umum untuk pemilik bisnis yang menjalankan usaha kecil adalah mengelola akun keuangan mereka melalui spreadsheet dasar seperti Excel, tetapi perangkat lunak ini sebenarnya tidak dirancang untuk mendukung proses akuntansi Anda. Anda bisa menemukan banyak contoh perangkat lunak akuntansi, seperti beeaccounting.com yang memiliki fitur untuk memudahkan pengelolaan keuangan Anda. Beberapa fitur yang Anda butuhkan misalnya saja proses Jurnal Penjualan dan Pembelian dalam Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang seperti ulasan diatas.

Dengan sedikit meluangkan waktu untuk memahami bagaimana perangkat lunak itu bekerja, pemilik usaha akan lebih mudah dalam membuat pengelolaan keuangan atas bisnis yang dijalankan.

Contoh Jurnal Penyesuaian Persediaan Barang Dagang

Jurnal penyesuaian perusahaan dagang merupakan satu rangkaian dalam siklus pencatatan akuntansi untuk mencatat transaksi yang sudah terjadi, tetapi belum dicatat atau transaksi yang memerlukan koreksi agar nilainya sesuai dengan kondisi riil. Biasanya dikelompokan menjadi dua, yaitu deferal atau penangguhan pengakuan pendapatan dan beban yang dicatat dalam akun dan akrual atau pengakuan atas pendapatan dan beban yang belum dicatat dalam akun.

Salah satunya adalah jurnal penyesuaian persediaan barang perlu dibuat di setiap akhir periode akuntansi. Jurnal ini dibuat karena pada sistem pencatatan akuntansi menggunakan dasar waktu (accrual basis) serta untuk memisahkan rekening-rekening neraca dan laba rugi. Dalam membuat jurnal penyesuaian persediaan barang dagang, bisa menggunakan 2 metode yaitu metode buku dan metode persediaan fisik.

Jurnal penyesuaian perusahaan dagang Metode Buku (Perpetual)

Metode ini menggunakan dasar pencatatan yang mengikuti mutasi persediaan dari sisi jumlah dan harga pokoknya. Keuntungannya adalah tidak memerlukan penyesuaian pada akhir periode akuntansi karena jumlah persediaan untuk periode tersebut sudah diketahui dari rekening Persediaan Barang.

Hal yang perlu diperhatikan dalam membuat jurnal dengan metode buku ini adalah:

  • Cek fisik jumlah barang yang ada di gudang sesuai dengan buku atau tidak maka setiap setahun sekali
  • Bandingkan dengan saldo dalam rekening persediaan (jika berbeda, maka rekening persediaan diubah mengikuti kondisi riil fisik barang).
  • Perubahan yang terjadi dibuat dalam bentuk jurnal penyesuaian persediaan.

Contoh:

Dalam catatan rekening PT ABC pada tanggal 31 Desember 2017 terdapat saldo sebanyak 1000 unit barang dengan harga pokok @Rp. 1000. Perhitungan fisik hari yang sama menunjukkan jumlah 950 unit sehingga selisihnya 1000 – 950 = 50 unit @ Rp. 1000 = Rp. 50.000. Perlu ada koreksi rekening persediaan barang sebanyak Rp 5.000 agar sesuai dengan jumlah riil fisik.

Jurnal penyesuaiannya adalah sebagai berikut :

Selisih Persediaan                                           xxx

Persediaan Barang                                         xxx

Jurnal penyesuaian perusahaan dagang Metode Persediaan Fisik

Kekurangan metode ini adalah mutasi persediaan tidak diikuti dalam rekening persediaan sehingga rekening persediaan barang tidak dapat menunjukkan saldo persediaan sewaktu-waktu. Namun kemudahannya adalah lebih praktis dimana setiap pembelian barang dicatat dalam rekening pembelian dan setiap penjualan hanya dicatat penjualannya saja. Selain itu tidak perlu ada catatan mengenai harga pokok penjualan sehingga praktis untuk dilakukan.

Kelebihan lain metode ini:

  • Mudah menentukan jumlah persediaan pada akhir periode hanya dengan melakukan perhitungan fisik atas barang-barang dalam gudang.
  • Hasil perhitungan ini langsung bisa digunakan untuk melakukan penyesuaian terhadap rekening persediaan dan Harga Pokok Penjualan.

Membuat jurnal penyesuaian persediaan ini tidaklah sulit, namun cukup menyita waktu dan ketelitian sehingga rawan terjadi selisih dan resiko kerugian akibat selisih tersebut. Oleh karena itu Anda perlu bantuan software akuntansi berbasis IT. Bee Accounting bisa menjadi pilihan terbaik, karena sudah teruji sebagai software akuntansi terbaik nomor 2 di Indonesia.

Mengapa harus menggunakan software Bee Accounting?

Menggunakan software Bee Accounting, Anda akan mendapatkan beberapa manfaat sebagai berikut:

Bisa Meminimalkan Kesalahan

Ketika Anda menggunakan sistem komputerisasi, Anda membuat beberapa pekerjaan manual menjadi lebih cepat, praktis dan relatif minim terhadap kesalah, karena proses cek data dan menelusuri selisih jauh lebih mudah untuk diakukan.

Bisa Menghemat Waktu

Pemrograman pembukuan dengan menggunakan Bee Accounting setidaknya menghemat waktu Anda dalam berbagai cara. Dengan menghapus pencatatan manual, Anda dapat menempatkan energi Anda untuk lebih menghemat jam kerja.