Home / Akuntansi

Akuntansi

Pengertian, Tujuan Jurnal Umum Dalam Sebuah Bisnis

Proses akuntansi dimulai dengan identifikasi transaksi keuangan suatu bisnis. Transaksi keuangan semacam itu dicatat secara permanen di dalam pembukuan secara sistematis dalam catatan khusus yang berbeda tergantung jenis transaksinya. Pembukuan ini disebut jurnal. Jurnal disebut buku entri asli atau utama, karena transaksi keuangannya pertama-tama dicatat dalam buku ini ketika transaksi terjadi.

Jurnal juga disebut sebagai buku tambahan karena dikelola untuk membantu menyiapkan buku utama yang disebut buku besar. Jurnal ini disiapkan dengan bantuan nota, kwitansi dan bukti transaksi lainnya yang merupakan catatan kasar dan sementara dari transaksi keuangan dalam sebuah bisnis.

Tujuan Jurnal

Berikut ini adalah tujuan utama jurnal

  • Jurnal disiapkan untuk menyimpan catatan sistematis transaksi keuangan.
  • Jurnal disiapkan untuk menunjukkan transaksi keuangan dalam urutan kronologis.
  • Jurnal disiapkan untuk menyajikan informasi yang diperlukan tentang transaksi keuangan.
  • Jurnal disiapkan untuk digunakan sebagai bukti hukum transaksi keuangan.
  • Jurnal disiapkan untuk memfasilitasi persiapan buku besar.

Jurnalisasi

Jurnalisasi adalah tindakan mencatat transaksi keuangan dalam buku jurnal. Ini adalah proses pencatatan sistematis transaksi keuangan dalam buku entri utama. Hal berikut ini yang biasa dilakukan saat jurnalisasi transaksi dalam buku jurnal.

  • Mengidentifikasi dua aspek transaksi, keluar dan masuk (debit dan kredit).
  • Mengidentifikasi akun yang sesuai untuk dua aspek transaksi.
  • Mendebit dan mengkredit akun yang relevan dengan transaksi dengan menggunakan aturan debit dan kredit.
  • Menulis entri dalam jurnal dalam urutan kronologis. Entri semacam itu disebut entri jurnal.

Memahami Jurnal

Untuk tujuan akuntansi, jurnal adalah catatan fisik atau dokumen digital yang disimpan dalam bentuk buku, spreadsheet, atau data dalam perangkat lunak akuntansi. Ketika transaksi bisnis dilakukan, seorang akuntan akan memasuki transaksi keuangan sebagai entri jurnal. Jurnal sering ditinjau sebagai bagian dari proses perdagangan atau audit, bersama dengan buku besar secara umum.

Menggunakan Pembukuan Entri Ganda dalam Jurnal

Pembukuan entri ganda adalah bentuk akuntansi yang paling umum. Hal ini secara langsung mempengaruhi cara jurnal disimpan dan entri jurnal dicatat. Setiap transaksi bisnis terdiri dari pertukaran antara dua akun. Hal ini berarti bahwa setiap entri jurnal dicatat dalam dua kolom. Misalnya, jika pemilik bisnis membeli persediaan senilai Rp. 10.000.000 dengan uang tunai, petugas akuntansi akan mencatat dua transaksi dalam entri jurnal. Akun tunai berkurang Rp. 10.000.000, dan akun persediaan, yang merupakan aset lancar, meningkat sebesar Rp. 10.000.000.

Menggunakan Metode Entri Tunggal dalam Jurnal

Pembukuan satu entri jarang digunakan dalam akuntansi dan bisnis. Pembukuan satu entri ini adalah bentuk akuntansi yang paling dasar dan dibuat seperti buku cek, karena hanya ada satu akun yang digunakan untuk setiap entri jurnal. Catatan ini mencatat total arus kas masuk dan keluar kas yang sedang berjalan.

Jika, misalnya, pemilik bisnis membeli persediaan senilai Rp. 10.000.000 dengan uang tunai, sistem entri tunggal mencatat pengurangan Rp. 10.000.000 dalam bentuk tunai, dengan total saldo akhir di bawahnya. Dimungkinkan untuk memisahkan pendapatan dan pengeluaran menjadi dua kolom sehingga bisnis dapat melacak total pendapatan dan total pengeluaran, dan bukan hanya saldo akhir agregatnya saja.

Jurnal dalam Investasi dan Perdagangan

Jurnal juga digunakan di sektor keuangan dan investasi. Untuk investor individu atau manajer profesional, jurnal adalah catatan lengkap dan terperinci dari perdagangan yang terjadi di akun investor itu sendiri, yang digunakan untuk tujuan pajak, evaluasi dan audit. Pedagang menggunakan jurnal untuk menyimpan catatan riwayat kinerja perdagangan mereka dari waktu ke waktu untuk belajar dari keberhasilan dan kegagalan di masa lalu.

Meskipun kinerja masa lalu bukan merupakan prediksi kinerja masa depan, seorang pedagang dapat menggunakan jurnal untuk belajar sebanyak mungkin dari sejarah perdagangannya, termasuk unsur-unsur emosional mengapa pedagang mungkin menentang strategi yang dipilihnya. Jurnal ini biasanya memiliki catatan perdagangan yang menguntungkan, perdagangan yang tidak menguntungkan, daftar pantauan, catatan sebelum dan sesudah pasar, catatan tentang mengapa investasi dibeli atau dijual, dan sebagainya.

Dengan memahami falsafah dasar tentang jurnal diatas, diharapkan Anda akan semakin pintar dalam mengelola bisnis Anda di masa depan.

Jenis-Jenis Laporan Keuangan Lengkap

Laporan Keuangan adalah laporan yang memberikan perincian informasi keuangan perusahaan termasuk aset, kewajiban, ekuitas, pendapatan dan pengeluaran, kontribusi pemegang saham, arus kas, dan informasi terkait lainnya. Pernyataan-pernyataan ini biasanya mensyaratkan audit tahunan oleh auditor independen dan disajikan bersama informasi lainnya dalam laporan tahunan entitas.

Mereka disajikan dalam dua periode perbandingan sehingga pengguna dapat memahami bagaimana kinerja keuangan periode saat ini dibandingkan dengan periode korespondensi sebelumnya. Laporan Keuangan digunakan oleh pemangku kepentingan yang berbeda termasuk manajemen perusahaan, pemegang saham, investor, staf, pelanggan, pemasok, otoritas pemerintah, pemegang saham, dan pemangku kepentingan terkait lainnya.

Berikut adalah lima jenis Laporan Keuangan yang biasa digunakan oleh perusahaan:

1) Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi adalah salah satu laporan keuangan perusahaan yang melaporkan tiga informasi keuangan utama untuk periode waktu tertentu. Informasi itu termasuk pendapatan, pengeluaran, dan laba atau rugi untuk periode waktu tertentu.

Laporan laba rugi kadang-kadang disebut laporan kinerja keuangan karena laporan ini memungkinkan pengguna untuk menilai dan mengukur kinerja keuangan perusahaan dari periode ke periode yang sama.

Detail dari tiga informasi utama ini adalah:

Pendapatan:

Pendapatan mengacu pada penjualan barang atau jasa yang dihasilkan entitas (perusahaan) selama periode akuntansi tertentu. Pendapatan yang disajikan dalam laporan laba rugi adalah pendapatan dari penjualan tunai dan penjualan kredit. Di bagian pendapatan, Anda bisa tahu seberapa besar entitas membuat penjualan bersih untuk periode yang dicakupnya.

Pendapatan biasanya dilaporkan sebagai ringkasan dalam laporan laba rugi dan jika Anda ingin memeriksa detailnya, mungkin Anda perlu memeriksa lebih rinci. Dalam catatan tersebut, pengguna dapat melihat garis perbedaan pendapatan yang dihasilkan entitas untuk periode tersebut. Hal ini dapat membantu pengguna untuk memahami jalur pendapatan mana yang signifikan, naik atau turun. 

Baca Juga: Cara Sederhana Mengelola Keuangan UKM/UMKM

Pengeluaran:

Pengeluaran adalah biaya operasional yang terjadi di perusahaan untuk periode akuntansi tertentu. Misalnya saja biaya operasi seperti biaya gaji, utilitas, depresiasi, transportasi dan biaya pelatihan untuk biaya pajak dan biaya bunga.

Biaya di sini juga termasuk biaya barang yang dijual atau biaya layanan yang dikenakan selama periode tersebut. Namun, mereka biasanya melaporkan dalam garis perbedaan antara harga pokok penjualan dan, dan biaya umum dan administrasi. Dalam laporan laba rugi, pengeluaran dapat disajikan berdasarkan sifatnya atau berdasarkan fungsinya.

Untung atau Rugi:

Laba atau rugi mengacu pada laba bersih atau laba rugi yang dihasilkan dari pengurangan biaya dari pendapatan. Jika pendapatan selama periode lebih tinggi dari pengeluaran, maka ada untung. Namun, jika pengeluaran lebih tinggi dari pendapatan, maka akan ada kerugian. Laba atau rugi untuk periode tersebut akan dimasukkan dalam neraca dan laporan perubahan ekuitas.

2) Laporan Neraca

Neraca kadang-kadang disebut laporan posisi keuangan. Laporan ini menunjukkan saldo aset, kewajiban, dan ekuitas pada akhir periode waktu. Neraca kadang-kadang disebut laporan posisi keuangan karena menunjukkan nilai kekayaan bersih entitas. Anda dapat menemukan kekayaan bersih entitas dengan menghapus kewajiban dari total aset. Laporan ini berbeda dari laporan laba rugi karena neraca melaporkan saldo pada tanggal pelaporan sedangkan laporan laba rugi melaporkan bahwa transaksi dilakukan selama periode pelaporan.

Laporan ini berisi rincian sebagai berikut:

Aktiva (Aset) adalah sumber daya yang dimiliki oleh entitas secara hukum dan ekonomi. Misalnya, bangunan, tanah, mobil, dan uang adalah jenis aset entitas. Aset diklasifikasikan ke dalam dua kategori utama yaitu Aktiva Lancar dan Aktiva Tidak Lancar.

  • Aset Lancar mengacu pada aset jangka pendek termasuk uang tunai, kas kecil, bahan baku, barang dalam proses, barang jadi, prabayar, dan jenis serupa yang dikonversi dan dikonsumsi dalam waktu 12 bulan sejak tanggal pelaporan.
  • Aset tidak lancar termasuk aset berwujud dan tidak berwujud yang diperkirakan akan dikonversi dan dikonsumsi dalam lebih dari 12 bulan sejak tanggal pelaporan. Aset tersebut termasuk tanah, bangunan, mesin, peralatan komputer, investasi jangka panjang dan sejenisnya.
  • Aset tetap tidak berwujud dibebankan ke laporan laba rugi secara sistematis berdasarkan penggunaan dan kontribusinya.

Dalam persamaan akuntansi, aset sama dengan liabilitas plus ekuitas. Mereka meningkat pada debit dan menurun pada kredit.

Liabilitas (Kewajiban):

Liabilitas adalah kewajiban entitas berutang kepada orang atau entitas lain. Misalnya, pembelian kredit, pinjaman bank, hutang bunga, hutang pajak, dan cerukan. Sama seperti aset, kewajiban diklasifikasikan menjadi dua jenis: Kewajiban Lancar dan Kewajiban tidak lancar. Liabilitas adalah item-item neraca dan mewakili jumlah pada akhir periode akuntansi.

  • Kewajiban lancar adalah kewajiban yang jatuh tempo dalam satu tahun. Dengan kata lain, entitas diharapkan membayar atau bersedia membayar kembali utang dengan satu tahun. Misalnya, pembelian secara kredit dalam waktu satu bulan harus dicatat sebagai kewajiban lancar.
  • Liabilitas tidak lancar adalah utang atau kewajiban yang jatuh tempo lebih dari satu tahun atau lebih dari dua belas bulan. Misalnya, sewa jangka panjang yang jatuh tempo lebih dari dua bulan harus dicatat dalam kewajiban tidak lancar.

3) Laporan Perubahan Modal (Ekuitas)

Laporan perubahan ekuitas adalah salah satu dari Laporan Keuangan yang menunjukkan kontribusi pemegang saham, dan pergerakan ekuitas dan saldo ekuitas pada akhir periode akuntansi. Informasi yang ditampilkan termasuk klasifikasi modal saham, total modal saham, laba ditahan, pembayaran dividen, dan cadangan negara terkait lainnya.

Harap dicatat bahwa laporan perubahan ekuitas adalah hasil dari laporan laba rugi dan neraca. Pada dasarnya, jika laporan laba rugi dan neraca disusun dengan benar, laporan perubahan ekuitas juga akan dikoreksi.

4) Laporan Arus Kas

Laporan arus kas adalah salah satu Laporan Keuangan yang menunjukkan pergerakan kas entitas selama periode tersebut. Pernyataan ini membantu pengguna bagaimana pergerakan uang tunai dalam entitas. Ada tiga bagian dalam laporan ini yaitu arus kas dari operasi, arus kas dari investasi, dan arus kas dari aktivitas pendanaan. Secara umum, informasi akan ditampilkan berdasarkan metode arus kas yang disiapkan entitas termasuk metode langsung dan tidak langsung.

5) Catatan Atas Laporan Keuangan

Catatan atas Laporan Keuangan adalah pernyataan penting yang dilupakan oleh kebanyakan orang. Ini adalah persyaratan wajib bagi perusahaan terbuka (go publik) bahwa entitas harus mengungkapkan semua informasi yang penting bagi laporan keuangan dan membantu pengguna untuk memiliki pemahaman yang lebih baik.

Laporan Keuangan merupakan catatan formal dari aktivitas keuangan suatu perusahaan yang sangat pentung. Laporan ini adalah laporan tertulis untuk mengukur kekuatan keuangan, kinerja, dan likuiditas perusahaan.

Cara Mengelola Laporan Keuangan Perusahaan Dagang

Manajemen keuangan perusahaan dagang yang efektif dalam bentuk laporan keuangan sangat penting untuk kelangsungan hidup dan pertumbuhan bisnis kita. Hal ini melibatkan perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, dan pemantauan sumber daya keuangan Anda untuk mencapai tujuan bisnis Anda.

Manajemen keuangan yang baik akan membantu bisnis Anda memanfaatkan sumber daya secara efektif, memenuhi komitmen kepada para pemangku kepentingan Anda, serta mendapatkan keunggulan kompetitif dan mempersiapkan stabilitas keuangan jangka panjang. Manajemen keuangan harus menjadi bagian dari proses utama dalam bisnis Anda dan dimasukkan dalam perencanaan berkelanjutan Anda.

Jika Anda merasa bahwa keuangan Anda rumit dan membingungkan maka berikut ini sepuluh cara mengelola laporan keuangan perusahaan dagang yang akan membantu Anda untuk mengendalikannya.

1. Memiliki rencana bisnis yang jelas

Rencana bisnis akan menetapkan di mana Anda berada dan di mana Anda ingin pergi selama beberapa tahun ke depan. Rencana bisnis ini harus merinci bagaimana Anda akan membiayai bisnis Anda dan kegiatannya, berapa uang yang Anda butuhkan dan dari mana akan berasal.

2. Pantau posisi keuangan Anda

Anda harus secara teratur memantau perkembangan bisnis Anda. Setiap hari, Anda harus tahu berapa banyak uang yang Anda miliki di bank, berapa banyak penjualan yang Anda hasilkan, dan seberapa banyak stok Anda. Anda juga harus meninjau posisi Anda terhadap target yang ditetapkan dalam rencana bisnis Anda setiap bulan – yang biasanya tercantum dalam manajemen arus kas.

3. Pastikan pelanggan membayar Anda tepat waktu

Piutang sangat penting untuk dikontrol. Bisnis Anda bisa mengalami masalah besar karena keterlambatan pembayaran pelanggan. Untuk mengurangi risiko keterlambatan atau non-pembayaran, Anda harus membuat syarat dan ketentuan kredit Anda jelas sejak awal. Anda juga harus mengeluarkan faktur yang jelas dan akurat serta cepat. Menggunakan sistem manajemen kredit yang terkomputerisasi akan membantu Anda melacak data pembayaran pelanggan untuk memastikan pelanggan membayar Anda tepat waktu.

4. Ketahui biaya sehari-hari Anda

Kontrol biaya ini penting. Bahkan perusahaan yang paling menguntungkan pun dapat menghadapi kesulitan jika tidak ada cukup uang tunai untuk menutup biaya sehari-hari seperti sewa dan upah misalnya. Anda harus menyadari minimum dana yang dibutuhkan bisnis Anda untuk bertahan dan memastikan Anda tidak masuk dalam kondisi arus kas minus.

5. Menyimpan catatan akuntansi atau rekap transaksi terbaru

Jika catatan transaksi Anda tidak diperbarui secara kontinyu, maka Anda bisa mengalami risiko kehilangan uang karena gagal mengikuti pembayaran pelanggan yang terlambat atau tidak menyadari ketika Anda harus membayar pemasok Anda. Menggunakan sistem pencatatan yang baik akan membantu Anda melacak pengeluaran, utang, piutang dan sebagainya, termasuk menyiapkan dana cadangan.

Baca Juga: Mengapa Brand Sangat Penting Untuk Usaha Kecil?

6. Membayar pajak tepat waktu

Gagal memenuhi tenggat waktu pembayaran pajak, berakibat Anda dapat dikenakan denda dan bunga. Ini adalah biaya yang tidak perlu dan dapat dihindari dengan perencanaan ke depan yang baik. Menyimpan catatan yang akurat menghemat waktu dan uang bisnis Anda dan Anda dapat yakin bahwa Anda hanya membayar pajak yang harus Anda bayar. Karena itu, penting bagi Anda untuk memenuhi kewajiban Anda.

7. Menjadi lebih efisien dalam mengendalikan biaya overhead

Apakah bisnis Anda beroperasi paling efisien? Salah satu caranya adalah dengan menghemat biaya tidak tetap dengan cara menerapkan perubahan perilaku dan menggunakan peralatan yang ada secara lebih efisien. Ini adalah salah satu cara termudah untuk memotong biaya. Anda bisa perhatikan beberapa biaya di kantor yang bisa dihemat misalnya saja biaya listrik untuk AC, penerangan, peralatan kantor dan sebagainya.

8. Kontrol stok

Kontrol stok yang efisien memastikan Anda memiliki jumlah stok yang tepat pada waktu yang tepat sehingga modal Anda tidak perlu stagnan (tidak lancar). Anda harus menempatkan sistem di tempat untuk melacak tingkat stok secara rill time. Mengambil kendali ini akan memungkinkan Anda untuk hemat uang tunai, namun tetap memiliki jumlah stok yang tepat dalam kondisi tersedia setiap saat.

9. Dapatkan sumber pendanaan yang tepat

Sangat penting bahwa Anda memilih jenis keuangan yang tepat untuk bisnis Anda – setiap jenis keuangan dirancang untuk memenuhi kebutuhan yang berbeda. Bisnis kecil biasanya lebih mengandalkan cerukan bisnis dari pendanaan pribadi, tetapi ini mungkin bukan jenis pendanaan terbaik untuk perusahaan Anda yang tumbuh semakin besar.

10. Selalu siap jika muncul masalah

Menghadapi masalah keuangan dalam sebuah bisnis seringkali sangat menegangkan, tetapi yakinlah akan selalu ada bantuan dan saran yang tersedia untuk membantu Anda menangani. Prinsipnya jangan tunda masalah sampai menumpuk sehingga perlu mencari nasihat profesional. Ada juga beberapa langkah awal yang dapat Anda ambil untuk meminimalkan dampak seperti mengatasi utang prioritas terlebih dahulu dan menilai bagaimana Anda dapat meningkatkan manajemen arus kas Anda.

Dengan mengikuti ulasan cara mengelola laporan keuangan perusahaan dagang diatas diharapkan bisnis Anda bisa makin bertumbuh dengan baik.

Strategi Pajak Yang Harus Anda Lakukan Untuk Perkembangan Bisnis

Pajak merupakan komponen penting yang haru dipertimbangkan dalam menjalankan usaha. Besaran pajak, bisa jadi masuk dalam perhitungan komponen harga jual sebuah produk atau jasa sehingga memahami komponen pajak dan aturan yang ada didalamnya merupakan hal penting. Jika tidak, produk Anda bisa jadi tidak kompetitif di pasar atau bahkan malah rugi karena salah perhitungan.

Dengan memahami perhitunagn dan aturan pajak, maka Anda akan bisa membuat strategi pajak yang bisa bermanfaat bagi usaha Anda. Strategi ini tentu saja yang legal, bukan “mengakali” pajak usaha Anda. Ada banyak strategi yang bisa dijalankan, mulai dari sederhana hingga yang butuh kejelian tingkat tinggi. Ujung dari semuanya adalah melakukan penghematan pajak. Berikut ini strategi yang bisa Anda coba:

Strategi Penghematan Pajak (Tax Saving)

Strategi ini dilakukan dengan cara pemilihan pengenaan pajak dengan tarif yang lebih rendah. Ambil contoh saja, Penghasilan Kena Pajak usaha Anda diatas Rp100 juta, maka Anda dapat mengganti tunjangan barang, seperti sembako, pendidikan, kesehatan, dan sebagainya untuk karyawan Anda menjadi tunjangan dalam bentuk uang. Dengan cara ini pajak Anda bisa di hemat antara 5% -25%.

Strategi Penghindaran Pajak (Tax Avoidance)

Strategi ini dilakukan dengan cara menghindari pengenaan pajak melalui transaksi yang bukan merupakan pajak objek. Cocok bagi usaha yang sedang turun misalnya saja usaha Anda masih rugi maka Anda dapat mengubah tunjangan perusahaan yang sebelumnya berbentuk uang menjadi penyedia natura yang merupakan obyek pajak PPh Pasal 21.

Taat Pajak, Hindari Pelanggaran

Setiap pelanggaran aturan pajak Anda bisa kena sanksi yang meliputi administrasi, denda, bunga, atau kenaikan pajak. Strategi ini biasanya banyak dilakukan untuk kasus mengganti pembayaran pajak dengan pembayaran PPN dengan cara mengembalikan faktur pajak hingga batas waktu yang ditentukan.

Strategi Memanfaatkan Kredit Pajak

Jika bisa diangsur, maka pembayaran apapun akan diangsur, begitulah prinsip pengusaha. Karena bagi pengusaha, cash is the king, arus kas itu penting. Pajak ternyata juga bisa dicicil seperti PPh Pasal 22 atas pembelian barang luar negeri dan pajak luar negeri atas pejalanan dinas pegawai. Memanfaatkan hal ini bisa membantu Anda untuk meringankan pembayaran pajak perusahaan.

Lakukan Skala Prioritas untuk Keseimbangan Pajak

Pajak merupakan komponen biaya rutin yang perlu dibuatkan skala prioritas. Perencanaan pajak yang tepat misalnya saja bisa diambil contoh di mana orang perlu membayar pajak dengan uang tunai, saat melakukan pembayaran atau dengan kata lain mereka juga harus menambahkan uang yang sudah dibayar. Jika ini dijadikan skala prioritas dalam transaksi bisnis Anda maka pendapatan akan meningkatkan posisi pajak tahunan bisnis Anda.

Strategi dalam Bentuk Tabungan Biaya Pensiun

Menyusun rencana pensiun selain baik untuk masa depan karyawan perusahaan Anda ternyata juga menguntungan dari sisi ketentuan penangguhan pajak untuk memaksimalkan simapanan pajak saat ini dan simpanan gaji di masa datang. Karena tabungan pensiun merupakan rencana keuangan jangka panjang dan cukup rumit perhitungannya, maka Anda harus mengkonsolidasikan langsung dengan ahli yang dapat membantu Anda menyeimbangkan keuangan pribadi dan bisnis Anda sehingga bisa berjalan dengan lancar.

Baca Juga: Cara Efektif Meningkatkan Bisnis Kecil Menjadi Skala Besar

Strategi diatas bukan untuk saling membandingkan dan juga bukan untuk diterapkan di semua usaha secara bersamaan. Anda bisa pelajari dan mencoba di bagian yang mana dari usaha Anda, strategi tersebut bisa bisa diterapkan.  Pastikan laporan keuangan Anda juga rapi dan tertib karena tidak ada strategi yang tepat jika tidak didasarkan atas laporan keuangan. Laporan keuangan akurat, penting untuk dijadikan landasan strategi yang akan dijalankan yang sesuai dengan kemampuan bisnis Anda.

Pajak UMKM: Apa Saja Pajak yang Harus Dibayarkan?

Salah satu upaya pemerintah menggenjot pertumbuhan UKM dan UMKM di tanah air adalah dengan kebijakan pajak UKM dan UMKM. Kebijakan pajak UKM dan UMKM ini berlaku jika usaha Anda masuk dalam kategori UMKM. Menurut Undang-undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro Kecil Menengah, klasifikasi UMKM bisa dibedakan dari jumlah aset dan total omzet penjualan. Sedangkan menurut Badan Pusat Statistik, klasifikasi tersebut termasuk juga jumlah karyawan.

Klasifikasi Usaha Mikro atau Industri Rumah Tangga

Kelompok usaha terkecil ini adalah usaha produktif milik orang perorangan dan/atau badan usaha perorangan dengan kriteria memiliki karyawan kurang dari empat orang dengan aset (kekayaan bersih) hingga Rp 50 juta dan omzet penjualan tahunan maksimal Rp. 300 juta.

Klasifikasi Usaha Kecil

Kelompok usaha masuk dalam kageori usaha kecil adalah usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah, atau usaha besar yang memenuhi kriteria usaha kecil. Masuk dalam kategori usaha kecil ini jika memiliki karyawan kurang dari 5-19 orang, aset (kekayaan bersih) dari Rp 50 juta hingga Rp 500 juta dan omzet penjualan tahunan dari 300 juta hingga Rp 2,5 miliar

Klasifikasi Usaha Menengah

Kelompok usaha masuk dalam kageori usaha menengah adalah usaha seperti definisi diatas dan memenuhi klasifikasi ussaha kelas menengah yang meliputi jumlah karyawan antara 20 sampai 99 orang, aset (kekayaan bersih) antara Rp 500 juta hingga Rp 10 miliar, dan omzet penjualan tahunan antara Rp 2,5 miliar hingga Rp 50 miliar

Klasifikasi Usaha Besar

Kelompok usaha masuk dalam kageori usaha besar adalah usaha seperti definisi diatas dan memenuhi klasifikasi usaha besar yang meliputi jumlah karyawan lebih dari 100 orang, aset (kekayaan bersih) lebih dari Rp 10 miliar dan omzet penjualan tahunan lebih dari Rp 50 miliar.

Bagaimana proses pembayaran pajak untuk UKM atau UMKM dimulai?

Saat awal usaha Anda berdiri, administrasi perpajakan Anda dimulai dari mendaftarkan perusahaan atau badan di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) sesuai tempat usaha Anda berdomisili. Setelah terdaftar, Anda akan mendapatkan SKT atau Surat Keterangan Terdaftar. Di SKT tersebut disebutkan pajak-pajak apa saja yang harus Anda bayarkan.

Bagaimana Pemberlakukan Pajak untuk UKM/UMKM tersebut?

Pajak UKM dan UMKM diatur dalam Pasal 2 UU No. 36 tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan, setiap orang pribadi, orang pribadi yang memiliki warisan belum terbagi, badan dan bentuk usaha tetap merupakan objek pajak penghasilan. Pembayaran pajak dilakukan atas dasar jenis transaksi yang Anda lakukan dan jumlah omzet usaha Anda dalam setahun. Namun sekurangnya berikut ini yang harus Anda keluarkan pajaknya:

  • PPh Pasal 4 Ayat 2 atau PPh Final (jika ada sewa gedung/kantor, omzet penjualan, dll)
  • PPh Pasal 21 (jika memiliki pegawai)
  • PPh Pasal 23 (jika ada transaksi pembelian jasa)

Mengenal PPh Final 0,5%, Kebijakan khusus untuk UKM

Demi mendorong pertumbuhan UKM di Indonesia, pemerintah menerapkan kebijakan PPh Final yang sebenarnya merupakan nama lain dari PPh Pasal 4 ayat 2. Ojek PPh Final, ini meliputi sewa bangunan, jasa konstruksi, pajak atas obligasi, pajak atas peredaran bruto (omzet) usaha yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 46 Tahun 2013.

Ketentuan PPh Final ini menyebutkan bahwa pajak atas penghasilan dari usaha yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak yang memiliki peredaran bruto atau omzet di bawah Rp 4,8 miliar dalam setahun yaitu sebesar 0,5% dari total omzet usaha Anda. Jadi, jika misalnya omzet usaha Anda setahun adalah dibawah 4,8 M, maka besarnya PPh Final Anda adalah dibawah Rp.24 juta. Batas waktu pembayaran  yang harus dibayarkan adalah tanggal 15 setiap bulannya yang bisa dibayarkan secara online dengan mendapatkan id billing terlebih dahulu.

Panduan Lengkap Cara Menghitung Pajak Penghasilan (PPh)

Masih bingung menghitung Pajak?

Pajak penghasilan adalah pajak yang dikenakan kepada orang pribadi atas penghasilan yang diterimanya dalam masa tahun pajak. Pengetahuan tentang cara menghitung pajak penghasilan ini berguna untuk wajib pajak dalam proses pelaporan pajak.

Meski setiap tahunnya wajib pajak membayar dan melaporkan pajak, masih banyak wajib pajak yang tidak efisien dalam tata cara menghitung pajak penghasilan. Atau bahkan malah ada yang masih belum bisa menghitung pajak.

Kenapa Pengusaha Harus Bayar Pajak?

Adapun beberapa orang masih ada yang belum paham, kenapa pengusaha harus membayar dan melapor pajak?

Membantu Kesehjahteraan Masyarakat

Dengan membayar pajak, Anda turut ikut serta dalam mensejahterakan masyarakat di Indonesia. Banyak masyarakat yang masih belum sejahtera, dan mereka harus dibantu dengan pajak. Serta uang pajak yang sudah dibayar oleh para pengusaha dapat membantu kehidupan masyarakat yang belum sejahtera. Seperti contohnya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, pendidikan dan sebagainya.

Membangun Infrastruktur

Uang pajak yang Anda bayarkan kepada Pemerintah akan dialokasikan untuk membangun infrastruktur. Tentunya ini akan sangat memudahkan pergerakan barang dan jasa, dan akan memudahkan para pengusaha dalam mengakses seluruh konsumen dengan infrastruktur yang ada.

Jika kondisi infrastruktur baik, maka pergerakan barang pun akan mudah untuk dilakukan. Inilah alasan mengapa pengusaha harus bayar pajak. Toh semuanya juga bakal kembali kepada Anda lagi.

Bisnis Anda Akan terlihat Lebih Baik

Pada umumnya para wajib pajak memiliki NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak), NPWP ini akan selalu ditanyakan oleh supplier atau distributor. Kadangkala mereka menanyakan apakah Anda memiliki NPWP atau tidak. Apa jadinya, jika mereka minta NPWP, tetapi Anda bilang belum memiliki?

Pasti distributor atau supplier Anda akan beranggapan bahwa bisnis yang Anda jalankan tidak dikelola dengan baik dan profesional. Bisa saja harga diri bisnis Anda akan jatuh di mata distributor atau supplier. Maka dari itulah alasan kenapa pengusaha harus bayar pajak agar bisnis terlihat dijalankan secara baik dan profesional.

Cara Efisien Menghitung Pajak Penghasilan

Adapun berikut ini adalah cara lengkap menghitung pajak penghasilan yang wajib Anda ketahui..

Perhitungan PPh pasal 22

Pajak ini dikenakan pada badan usaha tertentu, entah itu milik pemerintah maupun swasta yang bergerak di bidang ekspor, impor, maupun re-impor atas penjualan produk yang tergolong mewah.

Tarif PPh pasal 22

  1. Atas Impor, yang menggunakan Angka Pengenal Importir (API) = 2,5% x nilai impor, Non-API = 7,5% x nilai impor, yang tidak dikuasai = 7,5% x harga jual lelang.
  2. Atas pembelian barang yang dilakukan oleh DJPB, Bendahara Pemerintah, BUMN/BUMD = 1,5% x harga pembelian (tidak termasuk PPN dan tidak final)
  3. Atas penjualan hasil produksi ditetapkan berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pajak, yaitu:
    • Kertas = 0,1% x DPP PPN (Tidak Final)
    • Semen = 0,25% x DPP PPN (Tidak Final)
    • Baja = 0,3% x DPP PPN (Tidak Final)
    • Otomotif = 0,45% x DPP PPN (Tidak Final)
  4. Atas penjualan hasil produksi atau penyerahan barang oleh produsen atau importir bahan bakar minyak, gas, dan pelumas: Pungutan PPh Pasal 22 kepada penyalur/agen, bersifat final. Selain penyalur/agen bersifat tidak final
  5. Atas pembelian bahan-bahan untuk keperluan industri atau ekspor dari pedagang pengumpul ditetapkan = 0,25% x harga pembelian (tidak termasuk PPN)
  6. Atas impor kedelai, gandum, dan tepung terigu oleh importir yang menggunakan API = 0,5% x nilai impor.
  7. Untuk yang tidak memiliki NPWP dipotong 100% lebih tinggi dari tarif PPh Pasal 22.

Perhitungan PPh pasal 23

Tarif PPh 23 merupakan tarif yang dikenakan atas penghasilan yang berasal dari modal, hadiah & penghargaan serta penyerahan jasa selain yang telah dipotong PPh 21.

Tarif PPh 23 sebesar 15%: Apabila si A menerima royalti atas hak yang digunakan sebesar Rp5.000.000, maka jumlah PPh yang harus dibayarkan adalah: 15% x Rp5.000.000 = Rp750.000.

Tarif PPh 23 sebesar 2%: Apabila badan usaha tetap B menerima jasa penerjemahan dengan jumlah bruto Rp10.000.000, maka jumlah PPh yang harus dibayarkan adalah: 2% x Rp10.000.000 yaitu Rp200.000.

Perhitungan PPh pasal 25

Pajak Penghasilan Pasal 25 (PPh Pasal 25) adalah pembayaran Pajak Penghasilan secara angsuran.

Tarif PPh pasal 25

  • Wajib Pajak Orang Pribadi Pengusaha Tertentu (WP – OPPT), yaitu yang melakukan usaha penjualan barang, baik grosir maupun eceran, serta jasa – dengan satu atau lebih tempat usaha. PPh 25 bagi OPPT = 0.75% x omzet bulanan tiap masing-masing tempat usaha.
  • Wajib Pajak Orang Pribadi Selain Pengusaha Tertentu (WP – OPSPT), yaitu pekerja bebas atau karyawan, yang tidak memiliki usaha sendiri. PPh 25 bagi OPSPT = Penghasilan Kena Pajak (PKP) x Tarif PPh 17 ayat (1) huruf a UU PPh (12 bulan).

Tarif PPh 17 ayat (1) huruf a UU PPh adalah:

  • Sampai Rp 50.000.000 = 5%
  • Rp 50.000.000 – Rp 250.000.000 = 15%
  • Rp 250.000.000 – Rp 500.000.000 = 25%
  • Di atas Rp 500.000.000 = 30%

Pembayaran angsuran PPh 25 untuk Wajib Pajak Badan yaitu = Penghasilan Kena Pajak (PKP) x 25% (Tarif Pasal 17 ayat (1) huruf b UU PPh).

Perhitungan PPh pasal 26

Teruntuk Anda yang melakukan transaksi pembayaran gaji, bunga, dividen, royalti, dan sejenisanya kepada wajib pajak luar negeri, diwajibkan untuk memotong PPh 26.

Tarif PPh pasal 26

Tarif 20% (final) atas jumlah bruto yang dikenakan atas: Dividen, bunga, royalty, sewa, insentif jasa dll

Tarif 20% yang dipungut dari penghasilan kena pajak setelah dikurangi dengan pajak, suatu bentuk usaha tetap (BUT) di Indonesia, terkecuali penghasilan tersebut ditanamkan kembali di Indonesia.

Perhitungan PPh Pasal 29

PPh Pasal 29 merupakan PPh kurang bayar yang tercantum dalam SPT Tahunan. Pajak ini dapat terjadi ketika jumlah pajak terutang perusahaan dalam satu tahun lebih besar dari jumlah kredit pajak yang telah dipotong dan disetor.

Tarif PPh pasal 29

Wajib Pajak Orang Pribadi Pengusaha Tertentu (WPOP-PT) :

  • PPh 25 yang sudah dilunasi = 0.75 x jumlah penghasilan / omzet per bulan.
  • PPh 29 yang harus dilunasi = PPh yang masih terutang – PPh 25 yang sudah dilunasi.

Wajib Pajak Badan (WPB) :

  • Angsuran PPh 25 = PPh terutang tahun lalu x 12.
  • PPh 29 yang harus dilunasi = PPh yang terutang – angsuran PPh 25.

Perhitungan PPh Pasal 4 Ayat 2

PPh ini biasa disebut PPh Final yang dikenakan pada wajib pajak atas beberapa jenis penghasilan yang mereka peroleh, dan pemotongan pajaknya bersifat final.

Tarif PPh pasal 4 ayat 2

Salah satu jenis pajak yang termasuk dalam PPh Pasal 4 Ayat 2 adalah PPh Final 1 persen/pajak UKM. Dalam satu bulan, total omzet penjualan usaha Anda Rp 10.000.000. Maka pajak UKM Anda adalah Rp 10.000.000 x 0,5% = Rp 50.000.

Itulah dia cara lengkap menghitung Pajak Penghasilan dengan mudah bila Anda memahami caranya. Jika ada saran dan masukan, silahkan berikan komentar Anda dibawah 🙂

Sumber: https://www.online-pajak.com

Berbagai Jenis Pajak yang Harus Dibayar Perusahaan

Sebagai pelaku usaha pasti tahu yang namanya Pajak. Bagaimana tidak, pajak merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap orang.

Pajak adalah kewajiban bagi setiap warga negara yang dimana hasil dari pajak kemudian digunakan dalam berbagai kegiatan infrastruktur negara. Di Indonesia, pajak adalah sumber penghasilan utama negara. Oleh karena itu, akan ditemui berbagai jenis pajak dimulai dari tempat tinggal, kendaraan sampai kegiatan usaha. Dalam kegiatan usaha baik usaha dengan modal pinjaman perorangan tanpa jaminan atau bukan, ada beberapa jenis pajak usaha yang perlu Anda diketahui.

Bagi Anda yang mungkin belum mengetahui tentang perpajakan, atau Anda yang ingin memulai usaha dan ingin mengetahui tentang pajak, bisa Anda simak penjelasan mengenai pajak berikut ini..

Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

Saat tanggal 1 Januari tahun 2014, Pemerintah sudah menetapkan batasan Pengusaha Kena Pajak atau PKP yakni pemilik usaha yang punya omset mencapai Rp 4,8 miliar setiap tahun. Jadi, setiap pemilik usaha baik offline atau online yang memiliki penghasilan hingga angka tersebut dalam setiap tahun, wajib dikenai PPN. PPN ini biasanya dipungut dari setiap transaksi yang terjadi dalam usaha. Anda bisa melihat ketika berbelanja di swalayan atau minimarket atau juga membeli tiket tertentu, maka dalam struk atau tiket tersebut terdapat tulisan ‘sudah termasuk biaya PPN’.

PPN bisa artikan sebagai pajak yang dikenakan bagi siapa saja yang melakukan transaksi barang yang termasuk dalam kategori objek PPN. Jadi, siapa pun pelaku transaksi tersebut, meskipun kaya atau miskin, pejabat atau rakyat, bila transaksinya termasuk dalam objek PPN, maka wajib dikenai PPN sebesar 10%. Disarankan Anda mempelajari lagi tentang objek dan bagaimana cara menghitung PPN ini untuk memahami PPN lebih lanjut.

Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM)

Hampir sama seperti PPN, bedanya objek pajak disini secara khusus disebutkan. Kategori objek yang masuk pajak ini adalah objek yamg mahal atau mewah. Ada beberapa acuan barang terkategori pajak ini seperti sebagai berikut;

  • Barang tersebut bukan merupakan kebutuhan pokok
  • Barang tersebut hanya dikonsumsi oleh kalangan masyarakat tertentu (kelas atas)
  • Barang tersebut pada umumnya dikonsumsi oleh masyarakat berpenghasilan tinggi
  • Barang tersebut dikonsumsi dengan tujuan untuk menunjukkan status sosial
  • Barang tersebut apabila dikonsumis bisa merusak kesehatan atau moral masyarakat termasuk juga mengganggu ketertiban masyarakat.

Pajak Penghasilan Pasal 21 (PPh21)

PPh 21 adalah pajak yang dikenakan atas penghasilan berupa gaji, upah, honorarium, tunjangan, dan pembayaran lain atas pekerjaan, jasa, atau kegiatan lain atas nama dan dalam bentuk apapun yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak atau karyawan dan harus dibayar setiap bulannya. Untuk membayar pajak ini, biasanya setiap perusahaan memotong penghasilan karyawan secara langsung. Setelah Anda memotong penghasilan karyawan dan menyetorkan pajak tersebut ke pihak pemerintah, Anda wajib memberikan Bukti Potong PPh Pasal 21 kepada karyawan Anda.

Pajak Penghasilan Pasal 22

Pajak ini dikenakan pada badan usaha tertentu, entah itu milik pemerintah maupun swasta yang bergerak di bidang ekspor, impor, maupun re-impor atas penjualan produk yang tergolong mewah. Ketentuan PPh 22 lebih rumit dibanding PPh 21 atau PPh 23, karena pajak PPh 22 hanya dikenakan pada perdagangan barang yang dianggap menguntungkan bagi penjual maupun pembeli. Sehingga, Pph 22 dikenakan saat penjualan maupun pembelian.

Pajak Penghasilan Pasal 23

PPh 23 ini akan dipotong oleh pemungut pajak dari pihak  wajib pajak pada saat terjadi transaksi antara dua pihak seperti, transaksi dividen (pembagian keuntungan saham), royalti, bunga, hadiah, penghargaan, sewa, dan penghasilan lainnya yang terkait dengan penggunaan aset selain tanah atau transfer bangunan, atau jasa. Pihak yang menerima penghasilan atau penjual atau pemberi jasa akan dikenakan PPh pasal 23.

Pajak Penghasilan Pasal 25

Pajak ini merupakan angsuran pajak yang berasal dari jumlah pajak penghasilan terurang menurut SPT Tahunan PPh yang dikurangi PPh dipotong, serta PPh yang dibayar atau terutang di luar negeri yang boleh dikreditkan. PPh 25 ini dibuat untuk meringankan beban wajib pajak, di mana pajak ini harus dilunasi dalam waktu satu tahun dan pembayarannya tidak bisa diwakilkan oleh siapa pun.

Pajak Penghasilan Pasal 26

Teruntuk Anda yang melakukan transaksi pembayaran gaji, bunga, dividen, royalti, dan sejenisanya kepada wajib pajak luar negeri, diwajibkan untuk memotong PPh 26. Menurut aturan di Indonesia, pajak yang harus Anda potong dari wajib pajak luar negeri adalah senilai 20%, jika mengikuti Tax Treaty atau Penghindaran Pajak Berganda (P3B), maka tarifnya pun dapat berubah.

Pajak Penghasilan Pasal 29

PPh Pasal 29 merupakan PPh kurang bayar yang tercantum dalam SPT Tahunan. Pajak ini dapat terjadi ketika jumlah pajak terutang perusahaan dalam satu tahun lebih besar dari jumlah kredit pajak yang telah dipotong dan disetor. Pajak ini harus dilunasi sebelum Anda menyampaikan SPT Tahunan PPh Badan ke kantor pajak, yaitu 30 April.

Pajak Penghasilan Pasal 4 ayat (2)

PPh ini biasa disebut PPh Final yang dikenakan pada wajib pajak atas beberapa jenis penghasilan yang mereka peroleh, dan pemotongan pajaknya bersifat final. Tarif PPh ini berbeda dalam setiap jenis penghasilannya, contohnya untuk bisnis dengan omzet kurang dari Rp4,8 miliar dalam satu tahun, maka tarif pajaknya adalah 1%.

Pajak Penghasilan Pasal 15

PPh ini dikenakan atas penghasilan yang diterima atau didapat wajib pajak tertentu seperti pelayaran dan penerbangan internasional, pengeboran, migas dan panas bumi, perusahaan asing, perusahaan asuransi luar negeri, dan perusahaan investasi dalam bentuk bangunan-guna-serah.

Namun, yang paling penting adalah antara PPh dan PPn yang dimana hampir setiap pemilik usaha akan dikenai keduanya baik pengusaha dengan model online atau offline (konvensional).

Jadi, kebanyakan semua yang terjun di dunia usaha dan punya omset sejumlah yang sudah disebut di atas memang sudah punya kewajiban untuk dikenai PPh dan PPn. Sayangnya, tidak sedikit pengusaha yang tergolong kelas besar tapi tidak mau membayar pajak dikarenakan banyak hal.

Memang angka PPn 10% terlihat sangat kecil bagi pengusaha kelas menengah ke bawah. Akan tetapi jika angka tersebut diterapkan pada pengusaha kelas atas yang dimana omset per harinya bisa ratusan juta dan dalam setahun bisa mencapai milyaran rupiah.

Tentu saja, angka 10% akan menjelma menjadi angka yang besar. Tapi, kembali kepada diri sendiri bahwa pajak adalah kewajiban setiap warga negara Indonesia sesuai dengan aturan pemerintah.

Seperti yang telah disinggung di awal, bahwa pajak adalah penghasilan utama negara Indonesia. Apabila pemasukan pajak ke kas negara berkurang, otomatis akan menghambat laju perkembangan ekonomi dan stabilitas negara karena pajak ini digunakan dalam berbagai hal dari mulai sarana prasarana, fasilitas termasuk juga infrastuktur dan juga pelayanan lainnya yang diberikan untuk masyarakat.

Jadi, meski jenis usaha Anda bermodal pinjaman perorangan tanpa jaminan atau bukan, ketika sudah terkena wajib pajak, maka taatlah membayar pajak.

4 Peran Pajak yang Penting & Perlu Anda Ketahui

Kesal karena harus bayar pajak? Belanja, perusahaan, kendaraan, makan di restoran atau apapun kita diwajibkan untuk menunaikan pajak.

Ya urusan ini dikarenakan pajak merupakan keharusan Anda dan kita seluruh penduduk negara Indonesia. Sayangnya tidak sedikit dari masyarakat yang masih merasa kesal atau malas untuk menunaikan pajak.

Padahal, andai memahami faedah pajak, Anda akan menyadari pentingnya pajak untuk pembangunan bangsa dan Negara. Oleh karena itu, artikel kali ini akan membicarakan mengenai pajak dan fungsinya, dengan tujuan mengingatkan Anda dan wajib pajak semua yang harus melaksanakan kewajiban perpajakan.

Pengertian Pajak yang Mungkin Belum Anda Ketahui

Pengertian PajakBerdasarkan keterangan dari UU No. 28 tahun 2007 mengenai Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP), Pajak merupakan kontribusi wajib untuk negara yang terutang oleh orang individu atau badan yang mempunyai sifat memaksa menurut undang-undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan dipakai untuk kebutuhan negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Menurut Prof. Dr. Rochmat Soemitro, SH. pajak merupakan sebagai iuran rakyat untuk kas negara berdasarkan undang-undang (yang bisa dipaksakan) dengan tidak mendapat jasa timbal balik (kontraprestasi) yang langsung bisa ditunjukan dan yang dapat dipakai untuk menunaikan pengeluaran umum.

Dengan pengertian tersebut, dapat di ambil kesimpulan bahawa pajak memiliki unsur-unsur seperti berikut:

  • Iuran Rakyat untuk Negara. Yang punya hak memungut pajak adalah negara. Selain itu, iuran yang diharuskan adalah dalam bentuk uang bukan barang.
  • Berdasarkan Undang-undang yang sudah ditetapkan. Pajak dipungut berdasarkan dengan kekuatan undang-undang yang ditetapkan beserta aturan pelaksanaannya.
  • Kontraprestasi Tak Langsung. Jasa timbal balik atau kontraprestasi dari negara tidak bisa ditunjukan secara langsung. Jadi dalam pembayaran pajak tidak dapat diperlihatkan adanya kontraprestasi individual oleh pemerintah.
  • Pembiayaan Negara. Pajak digunakan guna membiayai rumah tangga negara, yakni pengeluaran-pengeluaran yang bermanfaat bagi masyarakat.

Peran Pajak

Setelah memahami pengertian pajak, maka sudah saatnya Anda mengetahui peran pajak. Terdapat 4 Peran Pajak yang mungkin belum Anda ketahui, diantaranya:

1. Anggaran dan Budgeting

Hal ini sehubungan dengan tugas utama negara mengerjakan pembangunan seperti menyediakan kemudahan pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan pelayanan publik lainnya.

Coba kita pikirkan darimana pemerintah menemukan dananya? Tentu dari pajak. Pajak sebagai sumber dana untuk pemerintah untuk memberi ongkos pengeluaran-pengeluaran itu sehingga peran pajak sebagai anggaran atau budgeting.

Di Indonesia sendiri pajak adalah penyumbang penghasilan negara terbesar. Jika dilihat dalam APBN tahun 2017, kontribusi pajak sebesar Rp1.283,6 triliun atau setara 83%.

2. Pengatur

Pajak berperan sebagai alat untuk menata atau melaksanakan kebijakan pemerintah dalam bidang sosial ekonomi. Contohnya, seperti: pajak dengan tarif tinggi dikenakan untuk minuman keras hal ini bermanfaat untuk meminimalisir konsumsi minuman keras.

Contoh lainnya misal, tarif pajak untuk ekspor sebesar 0% yang bertujuan supaya mendorong ekspor produk Indonesia di pasar dunia atau internasional.

3. Stabilitas

Pajak juga memiliki peran stabilitas di mana ia mempunyai peranan penting dalam menilai kestabilan ekonomi dari suatu negara. Misalnya, pajak dapat dipakai oleh pemerintah untuk menanggulangi inflasi atau deflasi. Caranya pemerintah dapat membuat atau mengeluarkan kebijakan perpajakan yang cocok untuk menanggulangi permasalahan yang ada.

4. Redistribusi Pendapatan

Fungsi redistribusi penghasilan yakni membuat pendapatan masyarakat merata. Pemerintah bisa memanfaatkan pajak guna membuka lapangan pekerjaan. Dengan begitu akan ada banyak terserap tenaga kerja sehingga penghasilan masyarakat merata.

Di samping itu, pemerintah juga harus merealisasikan tarif pajak yang tinggi untuk barang-barang mewah, jadi tidak selalu menekan hidup konsumtif pajak yang dapat bermanfaat sebagai redistribusi pendapatan.

Demikian artikel singkat mengenai pajak dan perannya yang sangat penting untuk pembangunan bangsa dan negara. Sebagai pemilik perusahaan, Anda tentu juga sangat diuntungkan dengan adanya pajak. Meski harus menerbitkan pajak, bisnis Anda bakal memiliki banyak keuntungan dengan menunaikan pajak tepat waktu.

Tata Cara Melakukan Proses Audit yang Wajib Anda Lakukan

Laporan keuangan membutuhkan audit untuk mengetahui kondisi perusahaannya. Laporan keuangan yang diaudit akan memberikan informasi apakah laporan keuangan wajar dan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku.  Audit merupakan bentuk akuntabilitas perusahaan kepada para pihak-pihak yang berkepentingan.

Audit sendiri adalah suatu proses pengumpulan dan pengevaluasian bukti tentang informasi yang dapat diukur mengenai suatu entitas ekonomi dan dilakukan seorang yang kompeten dan independen agar dapat menentukan dan juga melaporkan kesesuaian informasi tesebut dengan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya. Sederhananya audit merupakan perbandingan antara kondisi yang terjadi dengan kriteria yang sudah ditetapkan. Berikut adalah Tata Cara Melakukan Proses Audit yang Wajib Anda Lakukan.

Perencanaan

Rencanakan proses audit di perusahaan Anda dengan mempertimbangkan resiko bawaan.kan resiko bawaan. Pada tahap perencanaan audit di perusahaan Anda, auditor yang di tugaskan harus mempetimbangkan risiko bawaan (inherent risk) suatu risiko salah saji yang melekat dalam saldo akun atau asersi tentang saldo akun.

Selain itu Anda juga harus mengembangkan strategi audit awal terhadap asersi signifikan. Untuk mengurangi risiko audit ke tingkat yang rendah sehingga dalam semua hal yang material, laporan keuangan disajikan secara wajar. Untuk itu diperlukan pengumpulan dan evaluasi bukti tentang asersi yang terkandung dalam laporan keuangan yang disajikan oleh manajemen.

Anda juga harus mempertimbangkan berbagai faktor yang berpengaruh terhadap saldo awal, jika perikatan merupakan audit tahun pertama. Saldo awal mencerminkan penerapan kebijakan akuntansi yang semestinya dan bahwa kebijakan tersebut diterapkan secara konsisten dalam laporan keuangan tahun berjalan di perusahaan Anda. Apabila terjadi perubahan kebijakan akuntansi dan atau penerapannya, maka auditor harus memperoleh kepastian bahwa perubahan tersebut memang semestinya dilakukan dan dapat dipertanggung jawabkan. Jangan lupa mengkaji informasi yang berhubungan dengan kewajiban – kewajiban legal di perusahaan Anda.

Pengujian Informasi

Lakukan pengujian semua informasi dan data yang diperoleh di lapangan, lalu dianalisa. Dengan begitu kecurangan-kecurangan dapat dihindari dan hasil pengujian data dan informasi bersifat objektif dan tepat sasaran. Lakukan pula pemetaan yang mungkin muncul dari proses tersebut.

Mendapatkan Hasil

Periksa resiko material dari perusahaan Anda. Agar Anda dapat melihat jika ada kesalahan dari laporan keuangan dan mungkin kerugian di perusahaan Anda. Lakukan klarifikasi ulang. Sesuaikan tim audit dengan besarnya perusahaan Anda. Semakin besar perusahaan semakin membutuhkan tim yang besar pula agar proses Audit effisien.

Menyusun Hasil Evaluasi

Susun hasil evaluasi berupa laporan. Proses Audit memang sedikit rumit seperti menyewa auditor atau membentuk tim khusus auditor, namun Anda dapat menghindari oknum-oknum yang nakal dan jahil yang mencoba mengganggu keuangan perusahaan Anda.

Tujuan audit laporan keuangan adalah agar Anda dapat menilai kewajaran atau kelayakan penyajian laporan keuangan yang dibuat oleh perusahaan Anda. Kelayakan dan kewajaran mengacu pada prinsip akuntansi yaitu Wajar Tanpa Pengecualian (Unqualified Opinion) apabila laporan keuangan perusahaan Anda disajikan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku. Wajar Dengan Pengecualian (Qualified Opinion) apabila laporan keuangan perusahaan Anda dapat diandalkan tetapi masih ada beberapa masalah atau pos yang dikecualikan agar tidak salah dalam mengambil keputusan. Tidak Wajar (Adversed) apabila laporan keuangan perusahaan Anda tidak disajikan sesuai dengan standar akuntansi atau ada kesalahan material dalam laporan keuangan tersebut. Tidak Memberikan Pendapatan (Disclaimer) apabila laporan keuangan perusahaan Anda memiliki kesalahan yang material dan manajemen membatasi lingkup pemeriksaan sehingga auditor tidak menemukan bukti yang cukup.

Sekian artikel dari kami, Jangan lupa share artikel ini ya ke sosial media Anda. Agar teman Anda juga bisa belajar tentang apa itu akuntansi? Banyak berbagi banyak rejeki Terimakasih. Salam Let’s #beefree

Cara Mengelola Cash Flow untuk Perkembangan Usaha Anda

Arus kas atau cash flow sangat penting dalam setiap usaha. Perkembangan usaha Anda sangat dipengaruhi oleh sehat tidaknya arus kas dalam usaha Anda. Dalam usaha kecil menengah kas adalah satu komponen yang paling krusial. Uang kas sangat berperan penting dalam tiap pergerakan dalam usaha Anda. Seringkali bisnis yang sukses dan berhasil pada awalnya menjadi runtuh dan hancur karena kesalahan pengelolaan arus kas. Berikut adalah Cara Mengelola Cash Flow untuk Perkembangan Usaha Anda.

Pertahankan Arus Kas Positif

Arus Kas Positif merupakan arus kas yang tersalurkan dari kegiatan penjualan, piutang, dan sumber pemasukan lainnya melebihi jumlah kas yang keluar. Kas yang keluar untuk berbagai pengeluaran, seperti pelunasan utang dagang, pengeluaran bulanan, gaji, dan lainnya harus dikondisikan agar tidak terlalu besar. Untuk menghindari arus kas negatif, Anda bisa menghasilkan atau mengumpulkan lebih banyak kas sambil mempertahankan atau memotong pengeluaran bisnis.

Pergunakan Software Akuntansi

Lakukan analisis dan pengelolaan Arus Kas bisnis secara berkala agar Anda bisa lebih efektif mengontrol Arus Kas masuk dan keluar. Sangat mudah melakukan analisa dan pengelolaan arus kas dengan menggunakan software akuntansi seperti beeaccounting atau beecloud. Untuk mengontrol Arus Kas usaha Anda, tidak saja hanya dengan melihat dari Laporan Laba Rugi Anda. Banyak faktor krusial Arus Kas usaha Anda, seperti pelunasan piutang, pembelian inventaris, pelunasan utang dagang, pengeluaran modal, dan lainnya dalam usaha Anda. Pengelolaan Arus Kas yang cerdas membutuhkan fokus pada masing-masing faktor tersebut di luar untung atau rugi yang usaha Anda peroleh.

Kumpulkan Piutang Usaha

Akun piutang usaha yang tidak tertagih dan membengkak, menjadi tidak efektif bagi pemasukan kas bisnis Anda. Lakukan preotorisasi cek pada pelanggan usaha Anda sehingga bank dapat menarik kas dari rekening mereka pada interval waktu yang telah ditentukan. Bila Anda menggunakan software akuntansi, gunakan invoice reminder untuk mengingatkan pelanggan terkait pelunasan piutang secara otomatis. Tawarkan pula diskon kepada pelanggan Anda jika mereka membayar tagihan sebelum jatuh tempo.

Analisa Dan Evaluasi

Lakukan analisa dan evaluasi arus kas usaha Anda secara berkala. Sangat penting untuk tetap menjaga arus kas tetap dalam jalur dan menghasilkan arus kas positif. Jika usaha Anda membutuhkan lebih banyak pemasukan cobalah untuk menarik pelanggan baru atau menjual produk baru dan meningkatkan kuantitas penjualan kepada pelanggan tetap Anda. Cobalah menjual produk Anda lebih banyak kepada pelanggan tetap Anda. Tarik perhatian mereka dengan diskon dan keuntungan lebih jika mereka meningkatkan pembelian mereka.

Perlu diingat bahwa profit dan arus kas berbeda. Anda tidak bisa mengelola arus kas usaha Anda hanya dengan mengandalkan laporan laba rugi saja. Anda membutuhkan nominal kas yang cukup untuk membayar biaya-biaya dalam usaha Anda. Bahkan dalam pengembangan usaha, Anda harus melakukan pengeluaran dan investasi tertentu terlebih dahulu sebelum mendapatkan keuntungan.

Sekian artikel dari kami, Jangan lupa share artikel ini ya ke sosial media Anda. Agar teman Anda juga bisa belajar tentang apa itu akuntansi? Banyak berbagi banyak rejeki Terimakasih. Salam Let’s #beefree